;

Belanja Masyarakat Kian Fleksibel

Ekonomi Yoga 10 May 2023 Kompas
Belanja Masyarakat Kian Fleksibel

Kendati pandemi Covid-19 telah mereda, masyarakat dinilai belum leluasa dalam berbelanja akibat tekanan inflasi. Masyarakat akan lebih fleksibel dalam berbelanja, khususnya untuk membeli produk makanan dan minuman, demi menyesuaikan pengeluaran di tengah tren kenaikan harga. Perusahaan pemrosesan dan pengemasanTetraPak dan konsultan bisnis Ipsos Strategy3 merilis laporan Trendipedia 2023 yang berisi tren belanja konsumen global tahun ini, khususnya produk makanan-minuman. Ada 5 tema dan 10 tren terkait pola belanja masyarakat, tren belanja fleksibel dan life-hacks, misalnya, berada dalam tema konsumsi yang cerdas dan adaptif, tren belanja terkendali serta konsumsi produk yang berorientasi isi ulang dan perbaikan masuk dalam tema pola makan yang berdaya. Tren kepedulian terhadap iklim dan kejelasan informasi produk hijau ada dalam tema belanja berbasis kelestarian. Sementara tren transparansi asal-usul produk dan klaim lokalitas menjadi bagian dari tema konsumsi yang membangun hubungan otentik dengan produk. Dua tren terakhir adalah belanja berbasis media sosial dan belanja hibrida yang masuk dalam tema gaya hidup yang memadukan aktivitas fisik dan dalam jaringan.

Menurut Marketing Director of Tetra Pak Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia John Jose, ada tiga tren belanja yang relevan dengan Indonesia, yakni belanja fleksibel, terkendali, dan berbasis media sosial. ”Masyarakat akan lebih fleksibel dalam berbelanja (produk makanan-minuman) sebagai salah satu strategi mengatur pengeluaran akibat inflasi,” katanya saat memaparkan laporan Trendipedia 2023, Selasa (9/5). Di tengah inflasi, konsumen memiliki pola pikir yang fleksibel yang terwujud dalam sikap belanja yang selektif. Dia mengilustrasikan, konsumen akan membeli produk-produk makanan-minuman yang lebih murah tetapi berkualitas. Konsumen juga berpotensi melirik produk-produk jenama ritel karena harganya. Di mancanegara, Global Practice Lead for Trends and Foresight Ipsos Strategy3 Billie Ing mengatakan, konsumen memiliki standar dan prioritas baru mengenai lokasi dan waktu dalam membelanjakan uangnya. Pola belanja itu berkaitan dengan gangguan rantai pasok akibat pandemi Covid-19 dan kenaikan harga akibat inflasi. Konsumen di dunia akan lebih fleksibel dalam berbelanja karena kenaikan harga biaya hidup. Dia mengimbau perusahaan mesti lebih kreatif dalam menarik konsumen untuk membeli produk yang diproduksi. Misalnya, memberikan Pelatihan Pembuatan Cap Batik diskon pembelian atau mengefisiensikan biaya logistik. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :