Nasional
( 434 )Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis Baru Sentuh 26 Provinsi
Pemerintah telah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di 190 lokasi yang tersebar di 26 provinsi pada Senin, 6 Januari 2025. Program ini ditujukan bagi berbagai kelompok penerima manfaat, termasuk balita, santri, siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Jumlah penerima manfaat direncanakan terus meningkat hingga mencapai 15 juta orang pada akhir tahun 2025. Sebanyak 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang dikenal sebagai Dapur MBG, telah siap beroperasi. Dapur-dapur ini tersebar di 26 provinsi, mencakup wilayah seperti Aceh, Bali, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat, D.K.I. Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Barat dan Papua Selatan. Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan seorang akuntan untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga serta distribusi makanan berjalan lancar.
Terkait penerapan program yang belum merata, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pelaksanaan program MBG didasarkan pada tingkat kesiapan masing-masing daerah, termasuk ketersediaan infrastruktur yang memadai. “Karena kami kan mengedepankan kualitas. Pak Presiden Prabowo Subianto berpesan berkali-kali, jangan mengejar kuantitas tapi kualitas,” kata Dadan usai rapat bersama Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 6 Januari 2025. Dadan menyebutkan bahwa pada hari pertama peluncuran, paket-paket Makanan Bergizi Gratis telah berhasil disalurkan kepada 400 hingga 600 ribu penerima manfaat di lokasi-lokasi tersebut. Ia juga menargetkan jumlah penerima manfaat akan terus meningkat hingga mencapai 3 juta orang selama periode Januari hingga April 2025. Untuk memastikan keberlanjutan program, pihaknya berkomitmen untuk secara rutin mengevaluasi kinerja SPPG yang bertugas. “Tentu kami akan evaluasi setiap hari, dan seperti yang sudah saya sampaikan bahwa target kami dari Januari sampai April kan akan mencakup 3 juta penerima manfaat,” katanya. Jakarta gandeng bank sampah dan pegiat maggot untuk kelola sampah MBG. Pemerintah Jakarta berencana mengelola limbah makanan dari program Makan Bergizi Gratis dengan melibatkan bank sampah dan penggiat maggot Black Soldier Fly (BSF). (Yetede)
MBG Bisa Pangkas Angka Stunting hingga Dibawah Standar WHO
DPR RI optimistis program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi unggulan Presiden Prabowo Subianto dapat menurunkan prevalensi stunting di Indonesia hingga di bawah satandar WHO, yaitu 20%. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pedesaan. MBG dimulai pada awal 6 Januari 2025. Tahap awal, pemerintah mengerahkan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di 26 provinsi dengan jumlah penerima manfaat 570 ribu orang. Dalam jangka pendek atau pada April 2023, jumlah SPPG ditargetkan mencapai 937 unit yang diproyeksikan dapat melayani hingga 3 juta penerima manfaat dengan sasaran utama anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Jumlah ini akan terus ditingkatkan, sehingga total penerima manfaat mencapai 82,9 juta pada 2029. Tahun ini, anggaran MBG ditetapkan Rp71 triliun. "Program ini diharapkan membantu menurunkan prevalensi stunting. Selain itu, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, ibu hamil, dan ibu menyusui," ujar anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati. Kurniasih menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyukseskan pelaksanaan program MBG. Hal ini mencakup penguatan pengawasan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta komunikasi dan edukasi kepada masyarakat. (Yetede)
Pemerintah akan Turunkan Tiket Pesawat dan Kapal Lebaran 2025
Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional pada 2024 Tetap Terjaga
Diperkirakan Rp 8 Miliar Berputar di Setiap Desa per Tahun
Orangtua Tak Perlu Lagi Beri Uang Jajan untuk Anak-anaknya
Program MBG Gerakkan Ekonomi Daerah Lebih Aktif
Program makan bergizi gratis (MBG) akan terus diperluas
hingga menjangkau 19 juta penerima manfaat hingga akhir 2025. Ekspansi MBG bakal
menggerakkan ekonomi daerah, hingga menu program ini berbasis kearifan lokal.
Senin (6/1/2025), merupakan moment bersejarah bagi Indonesia, lantaran MBG mulia
bergulir. Tahap awal, pemerintah mengerahkan 190 Satuan Layanan Pemenuhan Gizi
(SPPG) atau dapur MBG di 26 provinsi dengan jumlah penerima manfaat 570 ribu
orang. Dalam jangka pendek atau pada April 2025, jumlah SPPG ditargetkan
mencapai 937 unit yang diproyeksikan dapat melayani hingga 3 juta penerima
manfaat. Jumlah ini akan terus ditingkatkan, sehingga total penerima manfaat
mencapai 82,9 juta pada 2029. Tahun ini, anggaran MBG ditetapkan Rp 71 triliun.
Di hari pertama pelaksanaan MBG, para pelajar mendapatkan menu bervariasi.
Contohnya, di SD Negeri 5 Cilacap, Tapos, Kota Sepok, Jawa Barat, para pelajar
mendapatkan menu berupa nasi, lauk ayam filet, lauk pendamping berupa tahu,
wortel dan buncis, serta buah jeruk. Sementara itu, di Cimahi, Jawa Barat, menu
MBG terdiri dari atas nasi, ayam opor, satu potong buah semangka, sayur dan
susu. Pemerintah sudah menetapkan nilai menu MBG Rp 10 ribu per porsi. Akan
tetapi, pemerintah tidak menetapkan menu baku MBG yang berlaku di semua daerah.
Intinya, MBG akan memberdayakan sumber pangan lokal. (Yetede)
Belum Tertata Rapi Program MBG
Pemerintah Diminta Makan Bergizi Gratis Dilakukan Konsisten
Rakyat Berdaulat 100 Persen
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat
15 Mar 2023 -
Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok
17 Mar 2023









