Nasional
( 434 )Kehadiran Perguruan Tinggi Harus Berdampak pada Pembangunan Nasional
Anomali Daya Beli Masyarakat Melemah
MASA libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 membawa cuan buat pengelola Bugis Waterpark Adventure di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Pengunjung tempat wisata milik Kalla Land & Property itu kebanjiran pengunjung. Sekitar 33 ribu orang datang menikmati wahana di sana. Sales Residential Senior Manager Kalla Land Iwan Richardo Nainggolan mengatakan jumlah pengunjung melonjak hingga 120 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. "Orang yang datang kebanyakan dari luar Makassar, bahkan ada rombongan dari Palu, Sulawesi Tengah," tuturnya pada Kamis, 2 Januari 2025.
Menurut Iwan, besarnya jumlah pengunjung tak terlepas dari program diskon. Perusahaan menawarkan tiket promosi seharga Rp 60 ribu per orang hingga 6 Januari 2025. Normalnya, harga tiket di wahana tersebut mulai dari Rp 150 ribu per orang. Obral Diskon untuk Mendongkrak Daya Beli Konsumen yang Melemah. Bisakah? Selama masa libur ini, bukan cuma tempat wisata yang padat. PT Angkasa Pura Indonesia mencatat lonjakan jumlah penumpang yang terbang melalui 37 bandar udara milik perseroan. Totalnya terdapat 6 juta penumpang hingga 30 Desember 2024, naik dari 8,17 juta penumpang pada periode yang sama pada 2023. "Kami menargetkan trafik penumpang selama 19 hari pada masa libur Natal dan tahun baru sebanyak 9,3 juta," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi.
Seiring dengan pertumbuhan aktivitas perjalanan, industri perhotelan ikut terkena imbas. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani menyatakan terdapat kenaikan okupansi hotel di beberapa destinasi favorit. Di Bali, misalnya, pertumbuhan okupansi tercatat hingga 5 persen. "Dari pemantauan kami, di Yogyakarta naik 10 persen," katanya. Data kepadatan di tempat wisata, bandara, hingga hotel menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat. Namun kondisi ini tampak seperti anomali. Menjelang akhir tahun, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tanda pelemahan daya beli masyarakat. Sebut saja deflasi yang terjadi lima bulan berturut-turut sejak Mei 2024. Data Purchasing Managers' Index manufaktur Indonesia juga masuk zona kontraksi sejak Juli 2024. (Yetede)
Pemerintah Periksa Kesiapan Pesawat BUMN
Pemerintah memeriksa keamanan semua pesawat milik badan usaha milik negara yang beroperasi selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Memasuki pekan kedua periode libur akhir tahun, terdapat sekitar 6 juta penumpang yang bepergian. Mayoritas merupakan penumpang penerbangan domestik. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo berkunjung ke PT Garuda Indonesia dan PT Angkasa Pura Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (30/12/2024). Ia memeriksa ruangan Pusat Kontrol Operasi PT Garuda Indonesia dan juga PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, anak perusahaan Garuda Indonesia di bidang pemeliharaan pesawat terbang. Ditemani sejumlah unsur pimpinan media massa, Tiko juga mengecek suasana di Airport Operation Control Centre (AOCC) PT Angkasa Pura Indonesia. Saat ditemui seusai pemeriksaan, Kartiko mengatakan, semua pesawat milik BUMN, seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air, sudah diinspeksi. Berdasarkan hasil inspeksi itu, ia memastikan semua pesawat berada dalam kondisi aman.
Tidak hanya itu, ketepatan waktunya (on time performance) juga terjaga. ”Kami pastikan bahwa semua pesawat Garuda, Citilink, dan Pelita Air layak terbang. Dan, tentunya, pusat operasi di PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia terus menjaga kelayakan dan keselamatan dari pesawat-pesawat kita,” ujarnya dalam jumpa pers Dalam jumpa pers itu, ia didampingi Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Panjaitan, Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia Faik Fahmi, dan Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati. Jumlah penumpang naik Di Bandara Soekarno-Hatta, terdapat pula posko angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 yang beroperasi selama 19 hari, yakni mulai 18 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025. Hingga hari ke-12 atau 29 Desember 2024, PT Angkasa Pura Indonesia mencatat telah melayani 6 juta penumpang. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angka itu diklaim naik sekitar 10 persen. ”Ini hal positif, yang mungkin salah satunya disebabkan oleh harga tiket yang lebih terjangkau,” ujar Faik.
Harga tiket lebih terjangkau yang dimaksud tidak terlepas dari pemberlakuan kebijakan potongan harga tiket pesawat 10 persen. Diskon untuk semua jenis penerbangan itu berlaku mulai 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025 mendatang. Sementara itu, Wamildan Tsani Panjaitan melaporkan, ada 58 pesawat Garuda Indonesia yang beroperasi selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Tanpa menyampaikan angka secara detail, ia menyebut bahwa jumlah penumpang Garuda Indonesia melonjak 24 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya. Mayoritas penumpang berasal dari penerbangan domestik. ”Untuk penerbangan internasional ada juga terjadi peningkatan, terutama untuk destinasi Korea, Jepang, dan Singapura,” ucapnya. Tsani membantah klaim sebagian warga yang berlibur ke luar negeri, terutama untuk destinasi Korea, Jepang, dan Singapura,” ucapnya. Tsani membantah klaim sebagian warga yang berlibur ke luar negeri, terutama negara Asia Tenggara, dengan alasan harga tiket pesawat lebih murah. Menurut dia, sudah pasti penerbangan internasional lebih mahal karena tdak diatur batasannya. (Yoga)
Pemerintah Upayakan Biaya Haji 2025 Turun Agar Tidak Membebani Jamaah
UNDP Dorong Kolaborasi Antarnegara di Laut Arafura dan Timor
Kementerian Pendidikan Evaluasi Sistem Penerimaan Siswa Baru Jalur Zonasi
AirNav Indonesia Memperkirakan Puncak Arus Libur Natal 2024 Terjadi pada Sabtu 21 Desember 2024.
Membangun Masa Depan Indonesia Melalui MBG
Zulhas Klaim tidak Melakukan Penebangan Pohon Baru dalam Menyiapkan Lahan untuk Program Cetak Sawah di Merauke
Politisasi PMI Jangan Dibiarkan
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









