;
Tags

Nasional

( 434 )

Kecerdasan Buatan Mau Tak Mau Diadopsi Indonesia

KT1 05 Oct 2024 Tempo
ADOPSI kecerdasan buatan generatif atau AI generatif yang pesat di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, ternyata belum diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Kajian berjudul "AI Readiness Barometer: ASEAN's AI Landscape" yang digarap Ecosystm dan disponsori International Business Machine Corporation (IBM) menunjukkan pemanfaatan AI tingkat lanjut bukan hanya terganjal infrastruktur, tapi juga kesenjangan keterampilan digital.

Dirilis di Singapura pada 15 Agustus 2024, kajian itu memuat jawaban 372 pemimpin entitas teknologi dan data di Singapura, Indonesia, Thailand, Malaysia, serta Filipina. Mayoritas organisasi teknologi sangat berminat memakai AI generatif dalam bisnis, tapi mereka mengalami kesulitan dari sisi teknis. Ecosystm—perusahaan riset dan penasihat digital yang berbasis di Singapura—mengungkapkan hanya 17 persen responden yang sudah mengelola tim data science dalam organisasi, sisanya tidak memiliki spesialis AI.

Sebagian besar kepala perusahaan dan organisasi yang disurvei juga belum memprioritaskan tata kelola data serta kepatuhan regulasi. Padahal skema itu dibutuhkan untuk mengetahui risiko bisnis yang dijalankan dengan bantuan AI. Presiden Direktur PT IBM Indonesia Roy Kosasih mengakui persoalan talenta bisa mengganjal tumbuh kembang AI. Perusahaan membutuhkan layanan AI generatif sedini mungkin, tapi belum memiliki tenaga ahli yang tepat. (Yetede)

Pengelolaan Sampah Mandiri Agar Bandung Tak Jadi Lautan Sampah

KT3 04 Oct 2024 Kompas (H)

Buruknya pengelolaan sampah mem buat Bandung menjadi lautan sampah. Inisiatif datang dari sejumlah hotel yang mulai mengelola sampah secara mandiri demi lestari dan asrinya lingkungan. Tong plastik seberat 30 kilogram dengan tinggi sekitar 50 sentimeter itu terlihat ringan saat digotong Andri (34), pekerja di Hotel Novotel, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (2/10/2024). Siang itu, ia kembali melakukan pekerjaan sekaligus ikut menjaga Bandung agar tidak selalu diolok-olok dengan sebutan Bandung lautan sampah. ”Ini isinya sampah organik sisa makanan dan bahan-bahan pembuatnya. Nanti semuanya dimasukkan ke lubang biopori untuk dijadikan kompos,” kata Andri sembari meletakan tong di sekitar area taman kawasan hotel itu. Sejak dua tahun lalu, pihak manajemen hotel berinisiatif membuat kompos dari sampah organik sisa makanan lewat biopori. Setidaknya ada 30 lubang biopori, masing-masing berukuran 80 sentimeter (cm) dan berdiameter sekitar 40 cm. 

Siang itu, Andri mengisi lima lubang. Setelah semua sampah organik itu dimasukkan, dia menimbun setiap lubang dengan daun kering dan tutup wadah ember. ”Setelah dua minggu, sampah organiknya menghitam. Kalau sudah begitu, sudah bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman hias di sekitar hotel,” ujarnya. Selain membuat biopori, hotel juga membudidayakan maggot, larva black soldier fly (BSF). Biasanya Andri memberi makan maggot dengan pakan sampah organik pada pagi dan sore. Dalam sehari, maggot bisa mengurai 15-30 kilogram (kg) sampah organik yang dihasilkan hotel yang menjadi bagian dari perusahaan multinasional ACCOR ini. General Manager Novotel Bandung Arief Maulana mengatakan, ada empat program pengolahan sampah organik dan non-organik di Novotel yang diharapkan bisa meringankan beban Kota Bandung dalam mengatasi sampah. ”Kami juga bekerja sama dengan peternak bebek untuk menggunakan sampah organik hotel dan pemilahan sampah non-organik yang bernilai ekonomis. 

Kami juga menyiapkan ruang khusus yang bersih dan dilengkapi pendingin udara untuk menyimpan sampah basah,” ucapnya. Kolaborasi itu, kata Arief, sangat dibutuhkan. Alasannya, Divisi Food and Beverage Novotel Bandung dari Agustus hingga September 2024 memproduksi sekitar 250 kg sampah basah dan sampah kering per hari. ”Novotel jadi pionir membudidayakan maggot untuk mengurai sampah. Kami mengeluarkan biaya hingga Rp 17 juta untuk membuat fasilitas tersebut,” kata Arief. Kini, hasilnya manis. Dikemas dalam 24 kantong, hanya delapan kantong sampah non-organik per hari yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) karena tak dapat didaur ulang. Usaha itu meminimalkan sampah yang dibuang tempat pembuangan. Selain bisa menjadi pakan bebek, manfaat pemilahan sampah juga turut dirasakan anak-anak yang belum beruntung. ”Penjualan kardus hingga botol mencapai Rp 12 juta per tahun. Semua disumbangkan untuk biaya pendidikan anak tak mampu dalam program ACCOR, yakni A Trust for AChild (ATFAC) di Jakarta dan Bali,” ucap Arief. (Yoga)

Masih Terjebak Negara Berpendapatan Menengah

KT1 04 Oct 2024 Tempo
BANK Dunia menyatakan Indonesia butuh keajaiban untuk bisa lepas dari perangkap negara berpendapatan menengah atau middle income trap. Laporan Bank Dunia bertajuk "The Middle-Income Trap" menunjukkan 108 negara berkembang, termasuk Indonesia, sulit menuju kategori negara berpendapatan tinggi lantaran masih mengandalkan strategi kuno. "Jika tetap menggunakan pedoman lama, sebagian besar negara berkembang akan kalah dalam perlombaan untuk menciptakan masyarakat yang cukup makmur pada pertengahan abad ini," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia Indermit Gill dalam laporan yang dirilis pada Agustus 2024 tersebut.

Dalam ekonomi pembangunan, perangkap negara berpendapatan menengah merupakan situasi ketika suatu negara telah berkembang hingga produk domestik bruto (PDB) per kapita mencapai tingkat pendapatan menengah, tapi tidak berkembang lebih jauh dan tak mencapai status negara berpendapatan tinggi.Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan PDB per kapita dalam empat kategori. Keempatnya adalah negara berpendapatan rendah (US$ 1.035), negara berpendapatan menengah bawah (US$ 1.036-4.045), negara berpendapatan menengah atas (US$ 4.046-12.535), dan negara berpendapatan tinggi (di atas US$ 12.535). (Yetede)

IKN Menuju Pusat Perekonomian Baru

KT1 04 Oct 2024 Investor Daily (H)
Salah satu milestone keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi adalah terwujudnya pembangunan IKN di Penajam Paser, Kalimantan Timur. Keberadaan IKN diyakini bakal menjadi pusat ekonomi baru yang mendukung pertumbuhan sektor  industri, teknologi, dan inovasi. Langkah pemerintah membentuk IKN juga menjadi bukti serius pemerintah membentuk Indonesia sentris, yang mendukung pemerataan dan konetivitas nasional. IKN juga menjadi showcase transformasi Indonesia di bidang ekonomi hingga sosial. Karena itu, pembangunan IKN membutuhkan dukungan semua pihak. Tercatat hingga Agustus 2024 investasi untuk pembangunan IKN telah masuk sebesar Rp 56,2 triliun, di luar anggaran APBN. (Yetede)

Penganggur Usia Muda Mendominasi di Jakarta

KT3 02 Oct 2024 Kompas

Jumlah penganggur di Jakarta terus berkurang. Meskipun demikian, penganggur didominasi usia muda, berusia 15-29 tahun, dan lulusan SMA/SMK. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta melaporkan penurunan tingkat pengangguran itu dalam Profil Pengangguran Provinsi DKI Jakarta 2023. Seluruh data bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2022 dan 2023 di Jakarta. Dalam publikasi itu disebutkan sebanyak 355.000 orang menganggur di Jakarta pada Agustus 2023. Jumlahnya terus turun dibandingkan kondisi pada Agustus 2020 yang sebanyak 573.000 orang. Penurunan terjadi pada tingkat pengangguran terbuka (TPT). TPT turun dari 10,95 persen pada Agustus 2020 menjadi 6,53 persen per Agustus 2023 dengan jumlah angkatan kerja 5,43 juta jiwa. 

Di balik penurunan ini, penganggur terbanyak dari kelompok usia 15-29 tahun (70,37 persen). Sama halnya dengan TPT pada usia 15-29 tahun yang mencapai 17,59 persen. Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Turro Wongkaren, menuturkan, kemungkinan seseorang menganggur karena dua hal, yaitu upah tidak sesuai ekspektasi dan tidak ada lowongan sebagai staf/buruh atau tidak mau/bisa menjadi wirausaha.”Makin muda usianya dan tinggi pendidikannya, maka kemungkinan menganggur karena upah yang tersedia tidak setinggi harapan,” ujarnya, Selasa (1/10/2024). Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta ini menyarankan perkuatan koordinasi antarpemangku kepentingan agar program dari hulu ke hilir dapat terintegrasi baik. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta sudah cukup baik menjalankan pelatihan kerja berbasis kompetensi hingga bursa kerja. Sayang, hal itu baru memenuhi sisi penawaran. 

Butuh koordinasi yang kuat dengan pihak lain untuk melengkapi sisi permintaan. ”Yang bisa dilakukan adalah menyosialisasikan berapa gaji pekerja di bawah 1 tahun. Jadi, ekspektasi disesuaikan,” tuturnya. Dalam Profil Pengangguran Provinsi DKI Jakarta 2023 disebutkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) pada Agustus 2023 mencapai 65,21 persen. Artinya, 65 dari 100 penduduk usia kerja aktif secara ekonomi (bekerja atau aktif mencari pekerjaan) TPAK merupakan perbandingan antara jumlah angkatan kerja dan penduduk usia kerja (15 tahun atau lebih) di suatu wilayah. Angkatan kerja ini didominasi kelompok usia 30-59 tahun (umur pertengahan) dengan jumlah 3,55 juta orang. Kemudian diikuti angkatan kerja usia 15-29 tahun (umur muda) 1,42 juta orang dan 457.000 warga lansia (usia 60 tahun atau lebih). (Yoga)

Polemik Pencabutan Ketetapan di Tubuh MPR

KT1 02 Oct 2024 Tempo
SEBULAN menjelang pergantian anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 2019-2024, mereka mencabut tiga Ketetapan MPR atau Tap MPR. Ketiga Tap MPR yang dicabut itu berisi tentang pencabutan kekuasaan Presiden Sukarno; pengusutan Presiden Soeharto yang diduga terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme; serta pemberhentian Abdurrahman Wahid sebagai presiden.

Tap MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Sukarno lebih dulu dicabut oleh MPR periode 2019-2024. Lalu menyusul dua ketetapan lagi, yaitu Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme; serta Tap MPR Nomor II/MPR/2001 tentang Pertanggungjawaban Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid.

Ketua MPR 2019-2024 Bambang Soesatyo mengatakan penyebutan nama Presiden Soeharto dalam Pasal 4 Tap MPR Nomor 11 Tahun 1998 telah dilaksanakan tanpa mencabut Ketetapan MPR tersebut. Pasal 4 itu berisi upaya pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme terhadap Presiden Soeharto dan pejabat negara, termasuk keluarga dan kroninya. (Yetede)

Guru Honorer Seleksi PPPPK Langkat Diperas Rp 60 Juta

KT3 28 Sep 2024 Kompas (H)
Guru honorer Kabupaten Langkat yang tidak lulus penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK mendapat angin segar. Pengadilan Tata Usaha Negara Medan mengabulkan gugatan mereka untuk pembatalan pengumuman hasil seleksi PPPK 2023. Noni Widya (28), guru honorer di SMP Negeri 1 Tanjung Pura, harap-harap cemas menunggu keputusan majelis hakim PTUN Medan, yang diumumkan melalui e-Court Mahkamah Agung, Kamis (26/9/2024). Mereka melakukan panggilan video dengan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Irvan Syahputra. Setelah mendapat kabar gugatan mereka dikabulkan se- bagian, Noni menangis histeris memeluk teman-temannya.

”Tangan dan lutut saya sampai bergetar. Kami memperjuangkan keadilan untuk ratusan guru honorer,” kata Noni, di Kantor LBH Medan, Jumat (27/9). Noni adalah satu dari 103 guru honorer yang menggugat pengumuman hasil seleksi PPPK Langkat. Noni mendapat nilai tes berbasis komputer (CAT) tertinggi untuk guru mata pelajaran bimbingan dan konseling, November 2023, yakni 577 poin. Seharusnya dia lulus menjadi PPPK. Namun, Pemkab Langkat meminta tes tambahan, yakni seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT). Nilai SKTT ditentukan Dinas Pendidikan Langkat tanpa ada ujian. Noni diberi nilai terendah, yakni 15 pada skala 0-135. Sementara ada beberapa orang yang diberikan nilai tertinggi 135 dan diumumkan lulus PPPK.

Noni terlempar ke peringkat ke-41 dan dinyatakan tidak lulus. Nilai SKTT Noni yang dibuat rendah bukan tanpa sebab. Dia menolak memberikan uang Rp 60 juta yang diminta pejabat Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Langkat. Noni diancam tidak akan lulus. Hal serupa dialami Wahyu Bima Mahruzar (33), guru honorer SMP Negeri 1 Tanjung Pura. Dia berada di peringkat ke-60 setelah mendapat nilai CAT 537. Dia juga dimintai Rp 60 juta melalui beberapa guru yang menjadi perantara pejabat Dinas Pendidikan dan BKD. Namun, Bima tak mau, hingga akhirnya hanya diberi nilai SKTT 21. Permintaan uang sebesar itu tidak masuk akal bagi guru honorer yang bertahun-tahun mengabdi dengan gaji sangat  jauh dari layak. Empat tahun mengajar, Noni hanya mendapat upah Rp 384.000 per bulan untuk 12 jam pelajaran. (Yoga)

Setelah Berjalan satu Dekade, Program JKN Menghadapi Kendala

KT3 26 Sep 2024 Kompas

Setelah berjalan satu dekade, program Jaminan Kesehatan Nasional masih menghadapi kendala dalam meningkatkan jumlah kepesertaan aktif. Program tersebut juga menghadapi tantangan dalam memastikan keberlanjutan pembiayaan iuran. Optimalisasi jumlah kepesertaan penerima bantuan iuran (PBI) dinilai bisa menjadi salah satu cara untuk mendorong keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dukungan multisektor, termasuk pemerintah daerah, dibutuhkan untuk menambah jumlah peserta PBI. Hal itu mengemuka dalam lokakarya media bertajuk ”Potret Satu Dekade Perjalanan Membangun Indonesia Sehat dan Menjaga Keberlangsungan. Program JKN pada Pemerintahan Baru” di Jakarta, Rabu (25/9/2024) Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar menuturkan, situasi sosial ekonomi saat ini mengimpit masyarakat. Daya beli warga kelas menengah turun akibat beban ekonomi yang dihadapi. Salah satu dampaknya, sejumlah warga tak lagi mampu membayar iuran kepesertaan JKN, khususnya iuran sebagai peserta mandiri. Alhasil, banyak masyarakat akhirnya tidak lagi aktif sebagai peserta JKN.
”Soal kepesertaan ini, apakah pemerintah bisa memberikan jaminan bagi masyarakat yang (tingkat ekonomi) turun kelas. Karena itu, jumlah PBI harus ditingkatkan sesuai Peraturan Presiden No 36/2023 113 juta peserta. Sampai sekarang jumlah PBI hanya 96,8 juta orang,” tuturnya. Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, per 1 Juni 2024 terdapat 58,3 juta peserta JKN dengan status nonaktif. Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Nunung Nuryanto memaparkan, kepesertaan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam keberlanjutan program JKN. Sekalipun jumlah peserta yang terdaftar mencapai 98 persen dari total penduduk Indonesia, hanya sekitar 80 persen peserta yang kepesertaannya aktif. Dengan status kepesertaan tidak aktif, seseorang tak bisa mengakses layanan kesehatan yang terjamin dalam program JKN. Status kepesertaan pun tidak bisa langsung aktif setelah pembayaran dilakukan. Masa reaktivasi kepesertaan butuh waktu sampai 14 hari. (Yoga)

.  



Gaya Hidup Kelas Menengah, antara Digitalisasi, dan Inflasi

KT3 25 Sep 2024 Kompas
Kelas menengah Indonesia tengah menghadapi tekanan yang berat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, populasi kelas menengah terus menurun, dari 21,45 persen pada tahun 2019 menjadi 17,13 persen pada tahun 2024. Penurunan ini menunjukkan semakin banyak keluarga tergeser ke kelompok ekonomi yang lebih rentan. Sebagai salah satu penggerak utama ekonomi, kelas menengah berada ditengah krisis. Ini ditandai oleh membengkaknya beban cicilan dan kenaikan harga kebutuhan pokok akibat inflasi. Hal itu diperberat dengan minimnya dukungan sosial dari pemerintah.

Kelas menengah menghadapi dilema yang semakin kompleks. Mereka bukanlah bagian dari golongan kaya yang memiliki fleksibilitas finansial untuk bertahan terhadap ketidakpastian ekonomi. Namun, mereka juga tidak cukup miskin untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. Kelompok ini terjebak ditengah-tengah, terbebani oleh cicilan rumah, kendaraan, dan biaya pendidikan. Sementara itu, kenaikan biaya hidup terus menggerus pendapatan. Pascapandemi Covid-19, inflasi yang meningkat memperburuk kondisi ini. Harga kebutuhan pokok, seperti pangan dan energi, melonjak tajam, menyebabkan pengeluaran rutin keluarga kelas menengah meningkat secara signifikan.

Tanpa adanya kompensasi dalam bentuk bantuan sosial dan kebijakan yang tepat sasaran, daya beli mereka akan menurun drastis. Lebih dari itu, jika langkah-langkah konkret tidak segera diambil, posisi kelas menengah tentu akan semakin terjepit. Beban pajak Tren kenaikan inflasi dan utang pemerintah yang terus meningkat pascapandemi Covid-19 membuat kelas menengah paling rentan terhadap kebijakan fiskal dan moneter. Salah satu solusi utama adalah pengendalian inflasi kebijakan harga yang lebih terarah dan tepat sasaran. Meskipun Bank Indonesia berusaha menstabilkan inflasi, harga komoditas penting, seperti pangan dan energi, tampaknya tetap menjadi beban berat bagi kelas menengah. (Yoga)

Praktik Korupsi Dinilai Berada di Balik Masifnya Konflik Agraria

KT3 24 Sep 2024 Kompas

Praktik korupsi dinilai berada di balik masifnya konflik agraria selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dalam kurun satu dekade tercatat 2.939 konflik agraria di lahan seluas 6,3 juta hektar dan berdampak pada 1,75 juta rumah tangga. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) bersama Serikat Petani Pasundan (SPP) yang mewakili 80 organisasi petani di sejumlah daerah mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/9/2024), untuk menyampaikan aspirasi terkait urgensi pemberantasan
korupsi agraria di Indonesia. Aksi ini merupakan bagian dari Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) 2024 yang diperingati setiap 24 September.

”Para petani meminta KPK serius membongkar korupsi agraria yang sangat masif. Selama dua periode pemerintahan Joko Widodo, ada 2.939 letusan konflik agraria dengan luas mencapai 6,3 juta hektar. Korban yang terdampak 1,75 juta rumah tangga di seluruh wilayah di Indonesia,” kata Sekjen KPA Dewi Kartika. Menurut Dewi, agraria dan segenap isinya merupakan penunjang pokok hidup petani, masyarakat adat, nelayan, dan kaum perempuan. Namun, sumber-sumber agraria, terutama tanah, air, dan hutan, kini dikuasai segelintir orang saja. Data KPA menunjukkan, hingga saat ini sudah 25 juta hektar tanah dikuasai pengusaha sawit, 10 juta hektar tanah dikuasai pengusaha tambang, dan 11,3 juta hektar tanah dikuasai pengusaha kayu.

Sementara itu, 17,24 juta petani gurem hanya menguasai tanah di bawah 0,1 sampai dengan 0,5 hektar, sisanya buruh tani dan tidak memiliki tanah. ”Parahnya, kemiskinan struktural ini berada dalam sistem ekonomi-politik agraria yang diskriminatif kepada rakyat, tanpa kepastian hukum, rentan menjadi korban mafia tanah dan koruptor,” kata Dewi. Dalam kesempatan ini, KPA dan SPP juga menyerahkan beberapa dokumen dan contoh lokasi yang diduga menjadi ladang korupsi agraria ke KPK. Korupsi agrari Sekjen SPP Agustiana meminta KPK agar bergerak bersama rakyat dalam membangun tatanan agraria yang adil, berdaulat, akuntabel, dan trans-
paran. (Yoga)