Guru Honorer Seleksi PPPPK Langkat Diperas Rp 60 Juta
Guru honorer Kabupaten Langkat yang tidak lulus penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK mendapat angin segar. Pengadilan Tata Usaha Negara Medan mengabulkan gugatan mereka untuk pembatalan pengumuman hasil seleksi PPPK 2023. Noni Widya (28), guru honorer di SMP Negeri 1 Tanjung Pura, harap-harap cemas menunggu keputusan majelis hakim PTUN Medan, yang diumumkan melalui e-Court Mahkamah Agung, Kamis (26/9/2024). Mereka melakukan panggilan video dengan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Irvan Syahputra. Setelah mendapat kabar gugatan mereka dikabulkan se- bagian, Noni menangis histeris memeluk teman-temannya.
”Tangan dan lutut saya sampai bergetar. Kami memperjuangkan keadilan untuk ratusan guru honorer,” kata Noni, di Kantor LBH Medan, Jumat (27/9). Noni adalah satu dari 103 guru honorer yang menggugat pengumuman hasil seleksi PPPK Langkat. Noni mendapat nilai tes berbasis komputer (CAT) tertinggi untuk guru mata pelajaran bimbingan dan konseling, November 2023, yakni 577 poin. Seharusnya dia lulus menjadi PPPK. Namun, Pemkab Langkat meminta tes tambahan, yakni seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT). Nilai SKTT ditentukan Dinas Pendidikan Langkat tanpa ada ujian. Noni diberi nilai terendah, yakni 15 pada skala 0-135. Sementara ada beberapa orang yang diberikan nilai tertinggi 135 dan diumumkan lulus PPPK.
Noni terlempar ke peringkat ke-41 dan dinyatakan tidak lulus. Nilai SKTT Noni yang dibuat rendah bukan tanpa sebab. Dia menolak memberikan uang Rp 60 juta yang diminta pejabat Dinas Pendidikan dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Langkat. Noni diancam tidak akan lulus. Hal serupa dialami Wahyu Bima Mahruzar (33), guru honorer SMP Negeri 1 Tanjung Pura. Dia berada di peringkat ke-60 setelah mendapat nilai CAT 537. Dia juga dimintai Rp 60 juta melalui beberapa guru yang menjadi perantara pejabat Dinas Pendidikan dan BKD. Namun, Bima tak mau, hingga akhirnya hanya diberi nilai SKTT 21. Permintaan uang sebesar itu tidak masuk akal bagi guru honorer yang bertahun-tahun mengabdi dengan gaji sangat jauh dari layak. Empat tahun mengajar, Noni hanya mendapat upah Rp 384.000 per bulan untuk 12 jam pelajaran. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023