;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Pendapatan dan Laba Moratelindo Kompak Turun

KT1 19 Mar 2024 Investor Daily
PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo mencatatkan laba tahun  berjalan yang tepat  yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp564 miliar pada 2023, turun 2,63% dari sebelumnya  Rp 579 miliar. Penurunan laba bersih ini pararel dengan terpangkasnya pendapatan  konsolidasi MORA sebanyak 7,34% dari Rp4,64 triliun menjadi Rp4,30 triliun. Ini dipicu menyusutnya pendapatan di bisnis penyelenggaraan telekomunikasi dari Rp 3 triliun menjadi Rp2,94 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Senin (18/3/2024), penjualan Moratelindo di segmen  jaringan domestik tergerus  24,36% dari Rp 1 triliun menjadi Rp 813 miliar. (Yetede)

Menguji Tuah Saham Prajogo Pangestu

HR1 19 Mar 2024 Kontan

Kendati sempat naik ke harga tertinggi sepanjang masa, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) baru naik tipis 0,41% jika dihitung sejak awal tahun ini. Beberapa saham big caps masih menjadi pemberat IHSG, termasuk saham emiten milik taipan Prajogo Pangestu. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi pemberat utama IHSG. Harga BREN sudah turun 30,8% sejak awal tahun ke Rp 5.175, Senin (18/3). Selain BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) juga sudah terkoreksi 64,84% year to date (ytd). Begitu juga PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Dengan kapitalisasi pasar Rp 90 triliun, BRPT telah menggerus IHSG sebesar 24,01 poin. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, salah satu penyebab turunnya harga saham Grup Barito adalah aksi profit taking dari investor. Kendati harganya sudah turun dalam, masih ada kesempatan untuk mencermati saham Grup Barito, terutama di tengah musim laporan keuangan ini.

BREN misalnya, diharapkan masih menuai kinerja positif seperti pada kuartal III 2023 lalu. Frankie Wijoyo Prasetio, Head of Equity Trading MNC Sekuritas menambahkan, wajar saja kalau saham emiten Prajogo Pangestu menjadi pemberat. Saham-saham ini sudah rally tinggi sepanjang tahun 2023 lalu. Meski menjadi pemberat IHSG, Reza menilai ada sejumlah saham pemberat yang menarik dicermati. Saham BREN masih punya potensi kenaikan harga atau upside 15,94% di target Rp 6.000. Sedangkan saham CUAN menarik dicermati dengan target harga di Rp 5.450. Frankie menilai, pelemahan harga saham ASII turut disebabkan sentimen masuknya salah satu raksasa otomotif asal China yang berpotensi merenggut pangsa pasar Grup Astra. Namun, saat ini harga saham ASII sudah masih lebih rendah dibandingkan 2019. Reza juga menilai ASII menarik dicermati dengan target harga Rp 5.900. Saham laggard lain yang bisa dicermati investor adalah saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Reza memasang target harga MDKA Rp 2.600 per saham. Lalu, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diberikan target harga di Rp 1.600 per saham.

Saratoga Cetak Aset Bersih Sebesar Rp 48,9 Triliun di 2023

HR1 19 Mar 2024 Kontan

Perusahaan investasi aktif, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mencatatkan nilai aset bersih atau net asset value (NAV) sebesar Rp 48,9 triliun di tahun 2023. Angka ini menurun 20% dibandingkan nilai per tahun 2022. Direktur Investasi SRTG Devin Wirawan mengatakan, penurunan nilai aset bersih akibat gejolak harga komoditas sepanjang tahun 2023. Ini berdampak terhadap harga saham-saham perusahaan portofolio utama Saratoga. Seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). "Fluktuasi harga saham-saham tersebut ikut berdampak terhadap NAV Saratoga pada akhir tahun lalu," kata Devin, Senin (18/3).

Direktur Keuangan SRTG, Lany D. Wong menambahkan, posisi utang SRTG yang menurun berdampak pada terpangkasnya biaya bunga hingga 49% di tahun 2023. Per 31 Desember 2023, SRTG menurunkan utang bersih hingga 62% menjadi Rp 263 miliar, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 688 miliar. Kami juga menjaga rasio biaya dan utang pada tingkat yang sehat. Biaya operasional terhadap NAV masing-masing sebesar 0,5% dan loan to value menjadi 0,4% dari sebelumnya 1,1% di tahun 2022, ujarnya. Perusahaan ini masih optimistis kalau emiten yang jadi andalan portofolio SRTG seperti ADRO dan MDKA, akan mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan menguntungkan. Apalagi dua perusahaan ini berada di sektor strategis, yaitu komoditas batubara, emas, nikel dan terkait bisnis hilirisasi komoditas.

Harita Nickel Dapat Restu Right Issue 18,92 Miliar Saham

KT1 16 Mar 2024 Investor Daily

PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel segera mengeksekusi rencana penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu(PMHMETD/right issue) sebanyak 18, 92 miliar saham, setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Jumat (15/3)

Dirut Harita Nickel Roy Arman Affandi mengatakan, pemegang saham telah memberikan persetujuan terhadap agenda ke dua yang diusulkan oleh manajemen yaitu rencana right issue, dimana jumlah saham yang akan diterbitkan minimal 10 % yang setara 6,30 miliar saham dan sebanyak-banyaknya 30 % atau sebanyak 18,92 miliar saham dari modal ditempatkan dan disetor perseroan saat ini. (Yetede)

SMLE Bakal Memacu Ekspansi Pasar

HR1 16 Mar 2024 Kontan
PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) melancarkan sejumlah strategi demi memacu kinerja usai mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Januari 2024 lalu. SMLE ingin memperkuat bisnis mereka, dengan mencari peluang ekspansi dan menambah jumlah pelanggan. Sekretaris Perusahaan Sinergi Multi Lestarindo, Arry Wahyu Riansyah mengatakan, SMLE punya ruang untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, sejalan dengan prospek industri barang konsumsi (consumer goods), kesehatan, dan industri kimia yang terus berkembang. SMLE masuk ke dalam kategori saham sektor barang baku (basic materials). Secara bisnis, SMLE merupakan pemasok bahan baku khusus yang menawarkan solusi terpadu untuk industri produk kosmetika, makanan dan minuman, serta kimia industri. SMLE menyediakan rangkaian produk yang digunakan dalam banyak aplikasi industri seperti makanan laut & pengolahan daging, confentionery, minuman, bumbu, perlengkapan mandi, perawatan kesehatan, suplemen, hingga perawatan pribadi dan kosmetik. SMLE menjajaki segmen usaha baru seperti yang mereka lakukan pada tahun lalu. Pada saat itu, mereka masuk ke bahan baku flavor untuk bisnis vape cair. SMLE telah memperoleh pesanan dari beberapa produsen vape cair terkemuka di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Direktur Utama Sinergi Multi Lestarindo, Siu Min ingin mencuil peluang bisnis dari pasar pengguna vape di Indonesia yang terus meningkat. SMLE juga melihat ada pasar potensial untuk memasok bahan baku Guna memuluskan berbagai agenda tersebut, SMLE menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 10,5 miliar. Arry merinci, sebesar Rp 6,6 miliar akan dialokasikan untuk pembelian gudang bahan baku dan sebesar Rp 3,7 miliar untuk membeli peralatan laboratorium. Dengan berbagi strategi dan potensi bisnis yang tersaji, Arry meyakini kinerja keuangan SMLE akan meningkat. Dari sisi pendapatan, Arry optimistis SMLE bisa mencapai pertumbuhan dua digit. Estimasi ini sejalan dengan realisasi kinerja per Juni 2023 SMLE dengan meraup penjualan Rp 92,31 miliar.

ADCP Fokus Garap Lini Bisnis Hotel

HR1 13 Mar 2024 Kontan
Anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) menyiapkan rencana pengembangan bisnis hotel milik perusahaan di tahun ini. Sekretaris Perusahaan ADCP, Bayu Purwana, mengatakan, ADCP adalah operator Hotel GranDhika Indonesia milik ADHI yang beroperasi di Jakarta, Medan, dan Semarang. Saat ini ADCP masih fokus pada pengelolaan hotel eksisting tersebut hingga belum ada rencana menambah hotel baru. "Kami akan fokus pada peningkatan pelayanan dan pengembangan produk hotel, agar dapat meningkatkan kepercayaan serta loyalitas konsumen, dan tentunya dapat berdampak pada meningkatnya okupansi hotel ke depannya," ungkap Bayu, kepada KONTAN, Jumat (8/3). Selain mengoperasikan hotel Grandhika Indonesia, saat ini ADCP juga telah mengembangkan bisnis hospitality dengan cara mengoperasikan Program Stay Grandhika atau "Stay G", yaitu service apartment di beberapa unit apartmen ADCP (LRT City) yang sudah dibangun. Stay G saat ini berlokasi di kawasan-kawasan strategis, yaitu berada di LRT City Bekasi, LRT City Jatibening, dan LRT City Sentul. Stay G memiliki akses Transit Oriented Development (TOD), seperti terkoneksi dengan stasiun LRT ataupun tol yang didukung berbagai fasilitas, seperti area komersial, tempat bermain anak, dan lain-lain. Grandhika Indonesia, sebut Bayu, ditargetkan untuk konsumen yang mencari hotel dengan kualitas bintang 4. Sedangkan Stay G difokuskan untuk segmen konsumen yang mencari hotel dengan layanan yang kompetitif sekaligus harga yang terjangkau. Dari sisi porsi pendapatan, bisnis hotel ADCP menyumbang angka Rp 115,36 miliar di tahun 2023. Jumlah itu setara 20% dari total pendapatan 2023, Rp 651,95 miliar. Adapun untuk tahun ini, ADCP menargetkan pendapatan bisnis hotel dapat meningkat 15%-20% dibandingkan tahun 2023 lalu. Sebelumnya, ADCP mengaku sudah memperkirakan potensi kecipratan efek positif dari beroperasinya LRT Jabodebek sejak Agustus 2023 lalu. Kinerja ADCP pun diyakini akan membaik pada semester II-2023.

PTBA Tertekan Harga Jual Batubara

HR1 13 Mar 2024 Kontan
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan kinerja di tahun 2023. Pendapatan dan laba bersih emiten tambang BUMN ini menurun akibat penurunan harga batubara. Pendapatan turun sekitar 9,8% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 38,5 triliun dan laba bersih tergerus sekitar 51,4% yoy menjadi Rp 6,1 triliun. Penyebabnya, rata-rata harga jual atau average selling price (ASP) batubara PTBA di 2023 sebesar Rp 1,027 juta per ton, atau lebih rendah sekitar 22,7% yoy, ASP domestik sebesar Rp 790.000 per ton, sementara ASP ekspor sekitar Rp 1,25 juta per ton. Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan mengatakan, penjualan domestik masih dominan, dengan porsi 58% yoy. Disusul penjualan ke India dan Korea Selatan masing-masing 13% dan 9%. Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan menilai, kinerja PTBA tidak terlalu buruk. Terutama didorong oleh harga jual yang lebih tinggi daripada perkiraan. Pada kuartal kuartal IV-2023 biaya tunai turun 19% secara kuartalan menjadi US$ 46 per ton dan volume penjualan meningkat 4% secara kuartalan menjadi 10 juta ton. PTBA menargetkan produksi batubara relatif flat dengan capaian menjadi 41,3 juta metrik ton di 2024 dibandingkan 41,9 juta ton pada tahun 2023. Meskipun target produksi relatif flat, volume penjualan ditargetkan naik signifikan menjadi 43,11 juta ton dibandingkan 37 juta ton di tahun 2023. Analis Mandiri Sekuritas, Ariyanto Kurniawan menilai, kinerja PTBA ke depan akan dibantu proyek Tanjung Enim-Kramasan dengan KAI dan produksi Sumsel-8. PTBA menargetkan bagiannya dalam proyek Tanjung Enim-Kramasan selesai pada 2024. Sedangkan KAI akan menyelesaikan pembangunan jalur kereta api dan pelabuhan pada 2025. Sementara itu, PTBA menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp 2,9 triliun yang difokuskan untuk pengembangan logistik transportasi di tahun 2024. Dengan menggunakan pay-out ratio di 50%, 70%, dan 100%, maka masing-masing akan menghasilkan dividend yield sebesar 10%, 13%, dan 19%. Dengan rata-rata 5 tahun sekitar 16%.

Berkah Indeks Syariah dari Konsumsi Rumah Tangga

HR1 13 Mar 2024 Kontan
Mendekati masa puasa atau Ramadan, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) terkoreksi sebanyak 1,14% secara year to date (ytd). Per Jumat (8/3) ISSI juga terkoreksi sebanyak 0,57% dibandingkan sehari sebelumnya. Secara historikal, dalam dua tahun terakhir pada saat bulan Ramadan, indeks ISSI cenderung alami penguatan. Seperti di April 2023 yang naik 1,13% dan April-Mei 2022 yang menguat 4,56%. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi meramal, masih ada potensi kembali terjadi penguatan indeks ISSI di bulan Marer-April 2024. "Mengacu data historikal, saham konsumer dan ritel akan menopang indeks ISSI di tengah demand yang meningkat saat Ramadan," kata Oktavianus kepada KONTAN, Selasa (12/3). Beberapa yang memiliki kapitalisasi pasar besar mencatatkan kinerja positif. Baik itu dari sektor konsumer hingga telekomunikasi. Seperti PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan kenaikan laba 16,9% secara tahunan, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) estimasi laba naik 14,06% secara tahunan , hingga PT Mayora Indah Tbk (MYOR) yang catatkan kenaikan laba 64,4% secara tahunan. Dus. Oktavianus merekomendasikan beli MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Lantas beli SILO dengan target Rp 2.870, juga beli ICBP dengan target harga Rp 14.750. Kemudian ia sematkan buy ASII dengan target harga Rp 6.350 dan TLKM di harga Rp 4.700 per saham. Sedangkan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji juga merekomendasikan akumulasi INDF dengan target harga Rp 6.500–Rp 6.750 per saham, INKP dengan target harga Rp 8.900–Rp 10.200 per saham dan MYOR dengan target harga Rp 2.530–Rp 2.850 per saham.

INVESTASI FIKTIF : KPK Segera Panggil Saksi Kasus Taspen

HR1 12 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikkan status perkara dugaan korupsi investasi fiktif PT Taspen (Persero) ke tahap penyidikan. Selanjutnya dilakukan pemanggilan saksi untuk diperiksa oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut. Tim KPK sudah melakukan upaya pencegahan ke luar negeri terhadap dua orang, termasuk melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, di antaranya di kantor Taspen. “Tentu pemeriksaan saksi-saksi yang akan menjadi prioritas lebih dahulu dalam rangka melengkapi alat bukti,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (11/3). Pada perkembangan sebelumnya, penyidik KPK telah menemukan sejumlah bukti terkait dengan perkara dugaan korupsi investasi fiktif saat menggeledah kantor Taspen, Jumat (8/3). Selain kantor Taspen, KPK juga menggeledah sebuah kantor swasta di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta. Pada kegiatan penggeledahan di dua lokasi tersebut, penyidik menemukan dokumen, barang bukti elektronik dan catatan keuangan yang diduga terkait dengan perkara dugaan korupsi Taspen. Barang-barang temuan penyidik KPK saat penggeledahan, terang Ali, akan segera disita sebagai barang bukti untuk berkas perkara korupsi di Taspen itu. Lembaga antirasuah menduga investasi fiktif Taspen dengan perusahaan lain merugikan negara ratusan miliar rupiah. Pencegahan ke luar negeri itu diajukan terhadap dua orang yang terdiri atas penyelenggara negara dan pihak swasta, kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham. Permintaan cegah itu berlaku untuk enam bulan pertama atau sampai dengan September 2024 dan bisa dilanjutkan sesuai dengan kebutuhan. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu dari dua orang tersebut adalah Direktur Utama Taspen Antonius N.S. Kosasih. Selain Antonius, KPK turut mengajukan pencegahan ke luar negeri terhadap Dirut PT Insight Investments Management Ekiawan Heri Primaryanto.

Berkah dari Murahnya Gandum

HR1 09 Mar 2024 Kontan
Potensi pasokan gandum global yang berlebih menyebabkan harga komoditas ini anjlok. Harga gandum berjangka untuk kontrak Mei 2024 di Chicago Board of Trade (CBOT) pada Jumat (8/3) tercatat  US$ 5,34 per gantang (3,12 kg). Satu pekan terakhir, harga gandum tersebut terpangkas 5,32%. Sedangkan secara year to date, harga gandum itu sudah turun 16,5%. 

Research Analyst Phintraco Sekuritas, Arsita Budi Rizqi melihat, penurunan harga gandum karena peningkatan produksi gandum global di sejumlah negara penghasil gandum terbesar. Ini bisa menekan harga gandum secara signifikan. Sentimen lain adalah importir gandum besar yakni negara-negara Eropa dan Aljazair membeli 870.000 – 900.000 metrik ton gandum giling pada tender internasional Selasa (5/3). Harganya amat miring, yakni US$ 228 per ton. Padahal di Januari, harga gandum masih US$ 265,5 per ton.  Asal gandum dari wilayah Laut Hitam termasuk Rusia. 

Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Ayu Dian pun menilai penurunan harga gandum ini jelas bisa memperbaki kinerja para emiten seperti ICBP dan INDF. Terlebih harga gandum dinilai masih melanjutkan tren pelemahannya. Alhasil, secara teknikal Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana merekomendasikan wait and see terhadap saham INDF. Support-nya di Rp 6.300 dan resistance  di Rp 6.475.