;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Januari, Kredit Korporasi Melesat 13,3%

KT1 24 Feb 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit di awal tahun ini tumbuh tinggi. Salah satunya di dorong oleh  kredit korporasi yang meningkat 13,3%   per januari 2024 mencapai Rp 3.603 triliun. Berdasarkan data uang beredar yang dirilis BI pada Jumat (23/2/2024), pertumbuhan kredit korporasi  tersebut lebih tinggi  dibandingkan dengan posisi  Desember 2023 yang tumbuh 11,6% secara tahunan (yoy). "Dari sisi peningkatan, peningkatan kredit  didorong oleh terjaganya kinerja korporasi dan rumah tangga. Sementara secara sektoral, pertumbuhan kredit  terutama terjadi pada sektor pertambangan, jasa sosial, dan jasa dunia usaha," tutur Gubernur BI Perry Warjiyo. Sementara kredit perorangan tumbuh 9,8% (yoy) menjadi Rp3.352,9 triliun per Januari 2024. Secara keseluruhan, kredit yang disalurkan  perbankan tembus Rp7.009,9 triliun per Januari 2024, naik 11,5% (yoy). (Yetede)

Grahaprima Suksesmandiri Bidik Kenaikan Kinerja di 2024

HR1 23 Feb 2024 Kontan
PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) atau GrahaTrans menargetkan pendapatan minimal  Rp 418 miliar dan laba bersih Rp 40 miliar sepanjang 2024. Sebagai gambaran, emiten logistik ini membukukan pendapatan Rp 238,73 miliar per September 2023. Pencapaian itu naik 53,01% secara tahunan. Di sisi bottom line, GTRA mencetak laba bersih senilai Rp 17,53 miliar. Direktur Keuangan Grahaprima Suksesmandiri, Yohana Puspita menjelaskan, pertumbuhan pendapatan atau omzet tahun ini bakal ditopang penambahan armada pada 2023. Ronny Senjaya, Direktur Utama Grahaprima Suksesmandiri menimpali, secara historis, GTRA melakukan penambahan truk rata-rata 200 unit setiap tahunnya. Tahun lalu, GTRA menambah 170 unit truk. Saat ini GTRA memiliki lebih dari 1.000 armada yang terdiri dari berbagai tipe. Sejalan dengan penambahan truk, GTRA dalam tahap proses pembangunan pool dan bengkel yang berlokasi di Delta Mas, Cikarang. Bangunan itu berdiri di atas tanah seluas 3 hektare. Ronny berharap, fasiitas tersebut bisa meningkatkan utilitas armada GTRA. Pada akhir perdagangan Kamis (22/2), harga saham GTRA melejit 8,55% ke Rp 127 per saham. Sebulan terakhir GTRA telah terjun 46,64%, sementara secara year to date (ytd) GTRA tergerus 60,80%. "Dalam satu, dua bulan terakhir ada penurunan saham. Kami dari manajemen fokus dari sisi kinerja, sedangkan pergerakan harga saham kami serahkan kepada mekanisme pasar," tuturnya. Secara teknikal, Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas bilang, pelemahan GTRA sudah terbatas. Rekomendasi jangka pendek add, support Rp 109, resistance di Rp 150. 

INKP Tertekan Harga Pulp Global

HR1 23 Feb 2024 Kontan
Kinerja emiten kertas dari Grup Sinarmas yakni, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) diproyeksi tumbuh positif. Selain prospek pemulihan harga pulp di pasar global, rencana pabrik INKP untuk ekspansi bakal mendorong pertumbuhan kinerja ke depan. Analis Ciptadana Sekuritas Asia, M. Gibran menjelaskan, harga pulp kraft turun tajam di tahun 2023. Dari level US$ 8.660 per ton pada September 2022, menjadi US$ 4.974 per ton pada April 2023. Namun ada momentum kenaikan di awal tahun dengan diperdagangkan di harga sekitar US$ 5.620 per ton. Gibran menuturkan, pulihnya harga pulp and paper di tahun ini, diperkirakan akan didorong oleh pertumbuhan ekonomi di Asia, terutama Tiongkok. Selain itu, ada kebijakan pengadaan barang ramah lingkungan di Tokyo, dan penutupan beberapa pabrik pulp dan kertas di Amerika Utara dan Australia. INKP juga tengah berencana membangun pabrik kertas baru yang canggih di Karawang, Jawa Barat dengan total kapasitasnya mencapai hingga 3,9 juta ton per tahun. Dengan saldo kas yang masih cukup solid yakni US$ 1,5 miliar hingga kuartal III-2023, Gibran memperkirakan INKP akan membiayai rencana investasi sebesar US$ 3,6 miliar untuk pabrik yang berlokasi di Karawang itu, melalui kombinasi obligasi atau pinjaman dan kas internal. "Dengan pulihnya harga pulp dan kertas serta tambahan kapasitas produksi dari pabrik baru, kami memperkirakan INKP akan mencapai pertumbuhan pendapatan sebesar 11,6% year on year (yoy) pada 2024 menjadi US$ 3,6 miliar dan naik 27,2% yoymenjadi US$ 4 miliar pada 2025," imbuh Gibran. Meski begitu, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo menilai, penjualan masih berpotensi turun 5% di 2024, mengingat saat ini ekonomi China belum pulih benar dan harga pulp yang masih turun. Sementara Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM), Reza Fahmi menuturkan, secara valuasi INKP saat ini cukup atraktif. Rasio price earning (PE) berada di kisaran 6,5 kali dan PBV 0,46 kali, relatif rendah jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir. Dengan outlook yang cenderung positif untuk jangka panjang dengan pertumbuhan dari pabrik baru, Reza melihat INKP menarik untuk dikoleksi jangka panjang dengan target harga Rp 11.000 per saham.

Duet Adik Bungsu Grup Bakrie Melaju

HR1 23 Feb 2024 Kontan
Barisan saham emiten terafiliasi Grup Bakrie menyala lagi. Motor penggeraknya dua emiten anyar, yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII). VKTR ngebut dengan penguatan empat hari beruntun. Harga saham emiten di bisnis kendaraan listrik dan komponen suku cadang ini melejit 17,33% ke level Rp 176 per saham Kamis (22/2). Emiten bungsu dari Grup Bakrie, ALII juga melaju kencang dengan penguatan lima hari berturut-turut. Harga saham emiten jasa pengangkutan laut ini lanjut menguat 9,4% ke posisi Rp 815 per saham kemarin. Dibandingkan dengan harga penawaran saat initial public offering (IPO) 7 Februari 2024, harga ALII sudah melejit 199,63%. Saham-saham terafiliasi Grup Bakrie lain juga menyala pada perdagangan Kamis (22/2). Namun, momentum ini tak mampu membangunkan seluruh saham terafiliasi Grup Bakrie. Lantaran masih banyak saham yang berstatus saham gocap. Yaitu saham yang terjerat notasi khusus dari BEI. Seperti BTEL, VIVA, MDIA, ELTY dan  JGLE. Pendiri dan CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto mengamati, ada katalis bervariasi dalam lonjakan saham terafiliasi Grup Bakrie. Dia memandang kemenangan Prabowo - Gibran dalam hitung cepat Pemilihan Presiden (Pilpres) menjadi bagian dari sentimen positif Grup Bakrie. Hal ini lantaran sang pendiri Aburizal Bakrie menjadi salah satu pendukung pasangan capres-cawapres tersebut. Pengamat Pasar Modal & Pendiri WH-Project, William Hartanto menambahkan, pendongkrak saham VKTR juga datang dari kemitraan dengan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).   Mereka berupaya  meningkatkan inovasi dan mempercepat adopsi kendaraan listrik komersial. Equity Sales Jasa Utama Capital Sekuritas, Alfredo Gusvirli menambahkan, untuk  ALII, terpapar sentimen positif sebagai saham yang baru IPO. Return-nya masih cukup signifikan. Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyematkan trading buy ALII (support Rp 690, resistance Rp 865), BUMI (support Rp 85, resistance Rp 91) dan UNSP (support Rp 105, resistance Rp 110). 

IMPC Incar Pendapatan Rp 3,15 Triliun

HR1 23 Feb 2024 Kontan
Emiten produsen bahan bangunan, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)  menargetkan pertumbuhan kinerja tahun ini cenderung konservatif dibandingkan tahun lalu. Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo menargetkan, pendapatan tahun ini sebesar Rp 3,15 triliun dan laba bersih Rp 550 miliar. "Kami memasang target yang cenderung konservatif untuk mengantisipasi risiko geopolitik global dan tingkat suku bunga yang masih tinggi," jelas Haryanto Tjiptodihardjo, Rabu (21/2). Sementara hingga akhir 2023 lalu, IMPC mengestimasi perolehan laba bersih ditutup pada kisaran Rp 420 miliar hingga Rp 430 miliar. Nilai tersebut diproyeksi melampaui target 2023 yang sebesar Rp 390 miliar. Target tersebut naik sekitar 37%-40% dari pencapaian laba bersih pada tahun 2022 sebesar Rp 307 miliar. Lebih lanjut, untuk menggapai target yang telah disiapkan tersebut, IMPC mengedepankan strategi pertumbuhan organik dan inorganik. Untuk mendukung rencana ekspansi tahun ini, IMPC menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) berkisar Rp 325 miliar. Adapun peruntukannya,  mayoritas dialokasikan untuk membangun pusat distribusi baru seluas 36.000 meter persegi (m2) di lahan seluas 60.000 m2 di Jawa Barat. Lokasi persisnya berada di Kawasan Delta Silicon 8, Cikarang, Jawa Barat. Pembangunan pusat distribusi baru di Cikarang ini diharapkan dapat menunjang peningkatan penjualan perusahaan dalam lima tahun mendatang. Fasilitas pusat distribusi ini dijadwalkan  beroperasi pada kuartal IV-2024. Tak hanya itu, IMPC juga akan memulai produksi perdana atap Alderon roofing di pabrik yang berlokasi di Kulai, Malaysia pada kuartal IV tahun ini. Hal ini menyambut keberhasilan ekspor Alderon roofing ke negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. "Kami juga akan senantiasa menjaga kesehatan arus kas perusahaan agar dapat mempertahankan Dividend Payout Ratio di atas 50%, melanjutkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan komitmen kami terhadap tata kelola keuangan perusahaan yang disiplin, prudent, dan efisien," kata dia. Sementara itu, IMPC juga diketahui mengucurkan pinjaman ke anak usahanya yang berbasis di Vietnam, yakni Impack Vietnam Company Ltd.

Peter Sondakh Lepas 83% Saham di Fortune Indonesia

KT1 23 Feb 2024 Investor Daily (H)
Rajawali Group, kelompok usaha yang dikendalikan Peter Sondakh akan melepas kepemilikan mayoritas di PT Fortune  Indonesia Tbk (FORU) kepada perusahaan holding asal Singapura. Saat ini, PT Karya Citra Pertama  yang merupakan perusahaan  terafiliasi Rajawali Group tengah melakukan negosiasi dengan IMR Asia Holding Pte Ltd terkait penjualan 83% saham emiten jasa periklanan dan kehumasan tersebut. "Perseroan menerima pemberitahuan tertulis dari IMR Asia Holding Pte Ltd sehubungan dengan negosiasi  yang sedang berlangsung  atas rencana pengambialihan saham perseroan yang dimiliki oleh PT Karya Citra Prima yang saat ini merupakan pemegang saham pengendali perseroan," kata Sekretaris Perusahaan Fortune Indonesia Sari Dewi. Sari Dewi menegaskan, perseroan  akan senantiasa memperhatikan dan memenuhi ketentuan peraturan Otoritas Jasa Keuangan  khususnya peraturan nomor 31 tahun 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta  Material Oleh Emiten atau Perusahaan Publik dan Peraturan BEI khusus nomor I.E tahun 2021 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. (Yetede)

TOTL Kejar Kontrak Rp 3,5 Triliun

HR1 21 Feb 2024 Kontan
Emiten konstruksi swasta, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) berusaha meningkatkan kinerja bisnisnya sepanjang tahun 2024. Manajemen TOTL mengincar kontrak baru senilai Rp 3,5 triliun sepanjang tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari target kontrak baru TOTL pada 2023 yang sebesar Rp 2,9 triliun. Adapun pada Januari 2024 lalu, TOTL mampu mencatatkan kontrak baru sekitar Rp 237 miliar. Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada, Anggie S. Sidharta menyampaikan, pihaknya terus aktif mencari proyek-proyek konstruksi guna memenuhi target kontrak baru tahun ini. Saat ini, TOTL sedang terlibat dalam sejumlah tender proyek infrastruktur dengan nilai sekitar Rp 8,7 triliun. Sejalan dengan target kontrak baru yang diincar di tahun ini, Manajemen Total Bangun Persada berharap dapat membukukan pendapatan dan laba bersih masing-masing sekitar Rp 3,1 triliun dan Rp 150 miliar. Perhelatan pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang berjalan lancar juga diharapkan memudahkan TOTL dalam menggapai proyek baru sepanjang tahun ini. Sebab, para pemilik proyek kini tidak lagi khawatir terhadap kelangsungan usahanya usai Pemilu. Sebagai respon atas tantangan tersebut, Total Bangun Persada telah menerapkan beberapa inisiatif strategis guna mempertahankan kinerja perusahaan. Salah satunya adalah menjaga arus kas keuangan tetap positif. Salah satunya dengan melakukan efisiensi dan optimalisasi kinerja maupun biaya operasional perusahaan ini. Lebih lanjut, pihak TOTL menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 8 miliar pada 2024. Dana tersebut hendak dipakai untuk penyediaan peralatan proyek serta peralatan dan software IT. Mengutip materi paparan publik beberapa bulan lalu, TOTL tercatat memiliki rekam jejak sejumlah proyek pembangunan properti. Per kuartal III-2023, pendapatan usaha TOTL tercatat sebesar Rp 2,07 triliun atau naik 19,54% secara tahunan year on year (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022. Dari jumlah pendapatan di kuartal III-2023 tersebut, mayoritas berasal dari bisnis jasa konstruksi yang mencapai Rp 2,06 triliun. Pencapaian ini naik 19,07% secara yoy.

JARINGAN GAS RUMAH TANGGA : ALOKASI TEBAL BELANJA MODAL

HR1 20 Feb 2024 Bisnis Indonesia

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. menyiapkan alokasi belanja modal atau capital expenditure yang cukup tebal pada tahun ini guna mempercepat bisnis hilir perseroan, terutama untuk jaringan gas rumah tangga pada 2024. Perusahaan dengan kode saham PGAS itu menyiapkan capital expenditure (capex) sebanyak US$227 juta atau sekitar Rp3,54 triliun untuk program kerja sisi hilir perseroan pada tahun ini. Porsi belanja modal sisi hilir itu sudah ikut menghitung rencana kerja pembangunan jaringan gas atau jargas rumah tangga sepanjang 2024.“Komponen hilir, capexnya sebesar US$227 juta, karena ada pemanfaatan untuk program hilir lainnya,” kata Sekretaris Perusahaan Perusahaan Gas Negara (PGN) Rachmat Hutama saat dihubungi Bisnis, Senin (19/2). Rencanannya, PGAS bakal membangun 117.701 sambungan rumah tangga pada tahun ini. Sebagian besar investasi untuk jargas ini dilakukan di Pulau Sumatra dan Jawa. “Target PGN pada 2024 adalah 117.701 sambungan untuk kami selesaikan dengan sebaran di Pulau Sumatra dan Jawa,” jelasnya. Pemerintah juga memutuskan untuk memberikan insentif harga gas dari hulu dengan ketetapan maksimal US$4,72 per juta British thermal unit (MMBtu) bagi pengembang. Adapun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa hingga akhir 2023, jargas rumah tangga yang sudah terpasang mencapai 900.000 sambungan rumah. Dari jumlah tersebut, sebagian besar didominasi pendanaan yang berasal dari APBN sebanyak 703.308 sambungan rumah, dan sisanya dibangun melalui penugasan pemerintah kepada PGN. Adapun, PGN area Palembang mencatat realisasi jumlah pelanggan yang tersambung jarga per Desember 2023 di Provinsi Sumatra Selatan sebanyak 52.487 sambungan. Area Head PT PGN Palembang Agus Muhammad Mirza mengatakan bahwa total pelanggan tersebut mencapai 98,77% dari pencapaian per bulan. Jumlah pelanggan itu tidak jauh berbeda dengan rata-rata realisasi di bulan sebelumnya sepanjang 2023. Menurutnya, jumlah pelanggan pada Januari tercatat sebanyak 51.612 sambungan, Februari 52.867 sambungan, Maret 52.224 sambungan, April 53.735 sambungan, bulan Mei 53.666 sambungan, dan Juni 53.529 sambungan. Di sisi lain, Kementerian ESDM juga tengah berencana membuka lelang internasional untuk mengakselerasi pembangunan jaringan gas rumah tangga yang telah lama melempem. Sebelum keran investasi swasta dibuka lebar, pemerintah lebih dahulu mematangkan muatan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6/2019. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji menjelaskan bahwa revisi beleid itu berkaitan dengan upaya untuk memasukkan opsi kerja sama anyar KPBU ke dalam program pengadaan jaringan gas domestik mendatang. Selain revisi Perpres, Tutuka mengatakan bahwa Kementerian ESDM tengah menaruh perhatian khusus untuk skema KPBU yang saat ini masih didorong di Kota Batam dan Palembang. KPBU awal di Kota Batam ditargetkan dapat membangun 280.000 sambungan rumah tangga (SR), sementara untuk Kota Palembang masih dalam tahap survei permintaan di tengah masyarakat.

DIVESTASI VALE INDONESIA : Harga Khusus Saham INCO untuk Pemerintah

HR1 17 Feb 2024 Bisnis Indonesia

PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) selangkah lebih dekat untuk mendapatkan izin usaha pertambangan khusus sebagai pengganti kontrak karya, setelah menyepakati harga divestasi 14% sahamnya kepada PT Mineral Industri Indonesia (Persero).Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif membeberkan, PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID telah mencapai kesepakatan dengan INCO mengenai harga untuk 14% yang akan didivestasikan oleh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tersebut. Meski belum secara gamblang menyampaikan harga per lembar saham INCO yang disepakati dalam salah satu proses untuk tetap bisa beroperasi di Indonesia, Arifin memastikan bahwa harga yang akan dibayarkan MIND ID nantinya di bawah harga pasar saat ini. “Sudah deal atas harganya. Sesuai dengan proporsi saham yang dilepas. Kepalanya tetap Rp3.000 [per saham],” katanya, Jumat (16/2). INCO memang tengah menyelesaikan proses divestasi 14% kepemilikan saham Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd kepada MIND ID yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) holding pertambangan. Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Axell Ebenhaezer menilai harga divestasi INCO di sekitar Rp3.000 tergolong cukup murah jika dibandingkan dengan nilai pasar saat ini. Harga divestasi yang berada di bawah harga pasar atau harga diskon memberikan sentimen negatif bagi saham INCO. Axell mengatakan, kemungkinan saham INCO akan tertekan, karena harga divestasi ini dapat dianggap sebagai implied fair value atau nilai wajar untuk saham INCO. Pada penutupan perdagangan kemarin, saham INCO bergerak di jalur merah dan parkir di level Rp3.690 per saham. Posisi ini tergerus 7,75% atau 310 poin dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya di level Rp4.000.

Harita Naikkan Produksi Nikel Hingga Dua Kali Lipat

KT1 16 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickle berencana menaikkan produksi feronikel hingga lebih dari dua kali lipat menjadi 305 ribu ton pada 2025 dibandingkan target tahun ini 120 ribu ton. Produksi mixed hydroxide precipitate (MHP) atau campuran padatan hidroksida dari nikel dan kobalt juga  ditargetkan naik dua kali lipat dari 55 ribu ton di 2023 menjadi 120 ribu ton pada tahun ini. Kenaikan tersebut sejalan dengan bertambahanya  kapasitas dan lini produksi perseroan. Manajemen Harita Nickle mengungkapkan, penambahan produksi feronikel pada tahun depan akan berasal dari Smelter Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) perusahaan asosiasi, PT Karunia Peramai Sentosa (KPS). Smelter nikel dengan 12 lini produksi ini, dapat memproduksi  185.000 metal ton per tahun. Pabrik nikel RKEF ketiga tersebut diperkirakan selesai dan siap beroperasi secara bertahap mulai pertengahan 2025. (Yetede)