Korporasi
( 1557 )PT KAI Beli 54 Lokomotif dari AS Senilai US$ 222,4 Juta
Setelah Bandara, GGRM Menggarap Bisnis Jalan TOL
Setelah rampung membangun Bandara Kediri, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyasar bisnis infrastruktur lain. GGRM akan masuk ke bisnis jalan tol di Kediri dan Tulungagung. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman mengatakan, per 12 Februari 2024,
GRM bersama PT Suryaduta Investama, yang merupakan pemegang 69,29% saham GGRM, telah mendirikan anak usaha baru yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Keduanya mendirikan anak perusahaan bernama PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT).
Modal dasar Sapta Agung Tol mencapai Rp 3,5 triliun yang terbagi atas 3,5 juta saham. Masing-masing saham bernilai nominal Rp 1 juta. Modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 2 triliun yang terdiri dari 2 juta saham.GGRM mengambil bagian saham pada saham Sapta Agung Tol sebanyak 1,99 triliun saham atau 99,9%.
Sementara, PT Suryaduta Investama mengambil bagian 1 saham SSAT atau setara Rp 1 juta. Sapta Agung Tol akan menjalankan kegiatan usaha sebagai BUJT yang meliputi aktivitas jalan tol, konstruksi bangunan sipil jalan, dan lainnya.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pembentukan lini bisnis BUJT bisa berkontribusi positif terhadap kinerja GGRM.
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, diversifikasi bisnis yang dilakukan GGRM akan menopang kinerja dalam jangka panjang. Nafan merekomendasikan accumulate saham GGRM dengan target harga Rp 20.950 per saham.
BI CORPORATE RESPONSIBILITY AWARD 2024 : Program CSR Bakal Memacu Kinerja Perusahaan
Kinerja bisnis perusahaan diyakini terdongkrak jika mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility. National Director Habitat For Humanity Indonesia Susanto menuturkan bahwa penerapan corporate social responsibility (CSR) bukan sekadar sebagai penggugur kewajiban perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Setidaknya, menurutnya, program CSR membawa enam dampak positif bagi perusahaan yang akan mendongkrak kinerja bisnis perseroan. “CSR mampu menjadi positive image bagi perusahaan, tidak ada CSR yang mencetak negative image pada bisnisnya,” jelasnya dalam Webinar Road To BISRA 2024 bertema Paving The Way Sustainable Business: Innovation In CSR, Senin (12/2).
Di samping itu, implementasi program CSR juga dipercaya mampu mendorong daya jual dari produk suatu perusahaan, mengurangi biaya operasional, hingga mampu menarik minat investasi baru perusahaan. Sejumlah program CSR yang diprediksi menjadi tren pada 2024, yakni program yang bergerak pada sektor kebutuhan primer papan berupa sustainable housing.
Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati yang juga pemateri webinar menjelaskan program CSR berperan menjadi pelengkap skema pendanaan ekonomi hijau sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025—2045. Kepala Riset Bisnis Indonesia Intelligence Unit Dias R Sutino menambahkan webinar itu sekaligus pembukaan pendaftaran Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 hingga ditutup pada 1 Maret 2024.
Dana IPO Untuk Ekspansi Usaha
SIDO Perkuat Produk dan Pemasaran
Merger GOTO Grab Berhembus Lagi
Vale Indonesia Cetak Laba US$ 274,33 Juta
WIKA Setor Modal untuk Proyek Jalan Tol
Unilever Bakal Fokus ke Segmen Premium
Di tahun 2024 ini, PT Unilever Indonesia Tbk akan bekerja keras memperbaiki kinerja. Perusahaan asal Belanda ini menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di rentang 2,4% hingga 2,5% dari total pendapatan 2023. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengungkapkan, belanja modal tersebut mengalir dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis emiten berkode saham UNVR itu. Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2023, Unilever membukukan laba bersih Rp 4,8 triliun sepanjang tahun 2023. Angka itu turun sebesar 10,51% dibandingkan laba bersih pada 2022 senilai Rp 5,36 triliun. "Secara keseluruhan, kami menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 930 miliar hingga Rp 970 miliar untuk 2024," kata Benjie di paparan kinerja, Rabu (7/2). Direktur Keuangan UNVR, Vivek Agarwal mengakui, UNVR mengalami beberapa kendala. Salah satunya dari tensi geopolitik global yang telah memberikan dampak pada kinerja perseroan. Ke depan, UNVR berkomitmen fokus pada pertumbuhan jangka panjang. Langkahnya adalah dengan menerapkan lima prioritas strategis. Seperti memperkuat merek-merek utama UNVR.
Lalu, memperluas portofolio ke premium dan value segment, membangun execution powerhouse, memimpin kapabilitas transformasional, dan menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai inti dari perseroan ini. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, prospek kinerja fundamental UNVR diperkirakan akan cenderung moderat. Kalaupun UNVR bertumbuh, masih akan terbatas. Adapun tantangan UNVR saat ini menurutnya adalah adanya persaingan yang ketat dari perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) lainnya. Tantangan lain adalah kenaikan harga bahan baku yang bisa menekan margin keuntungan dan ketidakpastian ekonomi global serta stabilitas nilai tukar rupiah. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, kinerja UNVR masih bergantung pada daya beli konsumsi rumah tangga. Maka Nafan merekomendasi hold saham UNVR dengan target harga Rp 3.330 per saham. Sedang rekomendasi Sukarno, wait and see UNVR di jangka menengah. Lalu secara teknikal jangka pendek dengan target Rp 3.330 hingga Rp 3.380 per saham.
WSKT Berharap Bisa Meraup Kontrak
Pilihan Editor
-
Bank Sentral Waspadai Kepanikan di Pasar Uang
09 Mar 2020









