;
Tags

Korporasi

( 1557 )

PT KAI Beli 54 Lokomotif dari AS Senilai US$ 222,4 Juta

KT1 16 Feb 2024 Investor Daily
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PTKAI bersama Progress Rail (anak usaha Caterpillar) yang berasal dari Amerika Serikat (AS) menandatangani kontrak kerja sama pengadaan sebanyak 54 lokomotif (loko) senilai US$ 222,4 juta. Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan, penandatanganan kontrak tersebut merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyediakan transportasi  untuk masyarakat melalui layanan KAI. "Lokomotif ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dan fitur-fitur yang ramah lingkungan. Sehingga mampu untuk mencapai standar  yang tinggi dalam mendukung keberlangsungan lingkungan," kata Didiek di Jakarta. Lokomitof asal AS ini akan mendukung emisi karbon  sekaligus kelanjutan dari pembelian sebanyak  91 lokomotif yang diterima KAI sejak 2011. (Yetede)

Setelah Bandara, GGRM Menggarap Bisnis Jalan TOL

HR1 15 Feb 2024 Kontan

Setelah rampung membangun Bandara Kediri, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyasar bisnis infrastruktur lain. GGRM akan masuk ke bisnis jalan tol di Kediri dan Tulungagung. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman mengatakan, per 12 Februari 2024, GRM bersama PT Suryaduta Investama, yang merupakan pemegang 69,29% saham GGRM, telah mendirikan anak usaha baru yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Keduanya mendirikan anak perusahaan bernama PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT). Modal dasar Sapta Agung Tol mencapai Rp 3,5 triliun yang terbagi atas 3,5 juta saham. Masing-masing saham bernilai nominal Rp 1 juta. Modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 2 triliun yang terdiri dari 2 juta saham.GGRM mengambil bagian saham pada saham Sapta Agung Tol sebanyak 1,99 triliun saham atau 99,9%. Sementara, PT Suryaduta Investama mengambil bagian 1 saham SSAT atau setara Rp 1 juta. Sapta Agung Tol akan menjalankan kegiatan usaha sebagai BUJT yang meliputi aktivitas jalan tol, konstruksi bangunan sipil jalan, dan lainnya. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pembentukan lini bisnis BUJT bisa berkontribusi positif terhadap kinerja GGRM. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, diversifikasi bisnis yang dilakukan GGRM akan menopang kinerja dalam jangka panjang. Nafan merekomendasikan accumulate saham GGRM dengan target harga Rp 20.950 per saham.

BI CORPORATE RESPONSIBILITY AWARD 2024 : Program CSR Bakal Memacu Kinerja Perusahaan

HR1 13 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Kinerja bisnis perusahaan diyakini terdongkrak jika mengimplementasikan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility. National Director Habitat For Humanity Indonesia Susanto menuturkan bahwa penerapan corporate social responsibility (CSR) bukan sekadar sebagai penggugur kewajiban perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Setidaknya, menurutnya, program CSR membawa enam dampak positif bagi perusahaan yang akan mendongkrak kinerja bisnis perseroan. “CSR mampu menjadi positive image bagi perusahaan, tidak ada CSR yang mencetak negative image pada bisnisnya,” jelasnya dalam Webinar Road To BISRA 2024 bertema Paving The Way Sustainable Business: Innovation In CSR, Senin (12/2). Di samping itu, implementasi program CSR juga dipercaya mampu mendorong daya jual dari produk suatu perusahaan, mengurangi biaya operasional, hingga mampu menarik minat investasi baru perusahaan. Sejumlah program CSR yang diprediksi menjadi tren pada 2024, yakni program yang bergerak pada sektor kebutuhan primer papan berupa sustainable housing. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas Vivi Yulaswati yang juga pemateri webinar menjelaskan program CSR berperan menjadi pelengkap skema pendanaan ekonomi hijau sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025—2045. Kepala Riset Bisnis Indonesia Intelligence Unit Dias R Sutino menambahkan webinar itu sekaligus pembukaan pendaftaran Bisnis Indonesia Corporate Social Responsibility Awards (BISRA) 2024 hingga ditutup pada 1 Maret 2024.

Dana IPO Untuk Ekspansi Usaha

HR1 13 Feb 2024 Kontan
Bertambah lagi emiten anyar yang menggelar initial public offering (IPO). Yakni PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Direktur Utama MKAP, Eric Handoko berjanji, setelah menjadi perusahaan terbuka, pihaknya bakal meningkatkan profesionalisme dan transparansi manajemen. Emiten jasa migas dan pertambangan ini membidik dana maksimal sebesar Rp 74,75 miliar dari aksi itu. MKAP akan menggunakan dana IPO untuk modal kerja. Antara lain biaya operasional, pembayaran kepada pemasok dan  perbaikan alat-alat berat. Dengan upaya ini, Eric menargetkan kinerja MKAP tumbuh 70% dari tahun lalu. Sedangkan perusahaan holding perdagangan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) berpotensi meraup dana segar dari bursa sebanyak Rp 119,63 miliar dari hajatan IPO. Untuk penggunaan dananya, sebanyak Rp 25 miliar akan dipakai untuk melunasi sebagian utang kepada Bank Central Asia (BCA) yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2024. Direktur Utama LIVE, Ellies Kiswoto berharap, dengan menyandang sebagai perusahaan terbuka, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan hingga 100% di akhir tahun ini. Salah satu langkah utamanya, dengan memperluas kategori produk yang bisa diperdagangkan. Sayang, dia tidak merinci jenisnya. Per Juli 2023 perseroan ini mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 19,64 miliar. Angka itu naik hingga 214,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 6,24 miliar. Di sisi lain, LIVE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 134,22 miliar, atau turun 7,92%. Emiten berikutnya adalah  PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA). Ini adalah emiten bidang desain interior. Di hajatan IPO kemarin, MEJA meraup dana segar Rp 49,44 miliar. Rencananya, dana hasil IPO MEJA akan digunakan untuk beberapa hal. Sekitar 72% atau Rp 32,716 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Dan sisanya untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor peralatan kerja proyek dan kendaraan. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024. Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto mengatakan, MEJA mengincar pendapatan sebesar Rp 63 miliar di tahun 2024.

SIDO Perkuat Produk dan Pemasaran

HR1 13 Feb 2024 Kontan
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) atau Sido Muncul optimistis mampu mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih di tahun ini. Sido Muncul menargetkan, kinerja pendapatan maupun laba tahun ini mengalami kenaikan sekitar 15% dari tahun lalu. Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat mengungkapkan, optimisme ini sejalan dengan prospek produk kesehatan, terutama produk jamu dan suplemen yang masih menjanjikan di tahun ini. Menurutnya, kesehatan merupakan kebutuhan utama masyarakat, berapa pun biayanya akan diupayakan untuk mendapatkannya. Kesadaran masyarakat untuk hidup sehat mendorong pelaku bisnis farmasi untuk terus berinovasi dan memberikan solusi kesehatan bagi masyarakat. Atas dasar itu, Sido Muncul makin terpacu untuk terus melakukan inovasi produk kesehatan berbasis herbal. Menurutnya, SIDO telah memiliki cukup pengalaman dalam mengembangkan produk kesehatan berbasis herbal. SIDO berencana meluncurkan minimal dua produk baru di tahun ini. Selain memperkuat lini produk herbal, SIDO juga tela menyiapkan startegi untuk  memaksimalkan penjualannya di tahun ini. Salah satu inisiatif yang disiapkan adalah melakukan pemerataan jaringan distribusi, sehingga  mampu menjangkau lebih banyak lagi outlet-outlet yang menjual produk Sido Muncul. Selain itu, SIDO juga berupaya memotong rantai distribusi dengan menggandeng perusahaan  yang memiliki jaringan secara nasional. Selain di pasar domestik, SIDO  juga fokus memperluas pasar ekspor. Saat ini, SIDO telah menjangkau pasar ekspor di  di negara-negara di kawasan Asia, Indo China, Semenanjung Arab, dan Afrika. Dari sisi belanja modal atau  capital expenditure (capex) tahun ini, SIDO mengalokasikan anggaran senilai Rp 102 miliar. Penggunaan dana capex tersebut untuk maintenance maupun penambahan peralatan produksi, termasuk penambahan fasilitas riset dan laboratorium. Sebagai informasi tambahan, hingga akhir September 2023, SIDO membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,36 triliun. Jumlah itu menurun sekitar 9,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, Direktur Keuangan Sido Muncul, Leonard mengatakan, menurunnya kinerja itu dikarenakan penurunan daya beli masyarakat yang berdampak pada penjualan produk-produk SIDO.

Merger GOTO Grab Berhembus Lagi

HR1 12 Feb 2024 Kontan
Kabar rencana aksi merger kakap kembali mengemuka. Kali ini antara dua peseteru di ranah transportasi online: PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab Holdings Ltd. Menurut laporan Bloomberg, rencana merger tersebut untuk mengatasi kerugian  kedua perusahaan imbas persaingan ketat di antara mereka. Saat ini, kedua perusahaan tengah berdiskusi awal tentang berbagai skenario terkait merger. Salah satu opsi potensial, Grab mengakuisisi GOTO dengan menggunakan uang tunai, saham, atau kombinasi keduanya. Sumber Bloomberg menyebut GOTO lebih terbuka terhadap kesepakatan merger itu setelah Patrick Walujo mengambil alih posisi sebagai pemimpin GOTO. "Kami tidak dapat menanggapi rumor di pasar. Saat ini tidak ada diskusi terkait hal tersebut," tegas Sinta Setyaningsih, Head of Corporate Communications GOTO, Minggu (11/2). 
Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat melihat, merger GOTO dan Grab salah satunya akibat winter tech. Menurutnya kinerja GOTO masih prospektif. Tapi belum menciptakan laba akibat biaya operasional tinggi. Salah satu upaya meringankan beban operasional GOTO adalah kerja sama antara Tokopedia dengan Tiktok. Di sisi lain, isu merger GOTO dan Grab diproyeksi mematikan perusahaan serupa di Tanah Air. Dua raksasa teknologi ini bisa jadi akan memonopoli pangsa pasar di Indonesia. Khususnyna di layanan transportasi online serta layanan e-commerce. Sedangkan CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menambahkan, aksi GOTO dengan Grab bisa membawa peningkatan margin dan nilai tambah bisnis bagi GOTO secara keseluruhan. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyarankan supaya investor wait and see soal rencana merger GOTO dan Grab. Nafan merekomendasikan hold untuk saham GOTO dengan target harga Rp 116 per saham.

Vale Indonesia Cetak Laba US$ 274,33 Juta

HR1 12 Feb 2024 Kontan
Kinerja PT Vale Indonesia Tbk (INCO) tumbuh positif sepanjang tahun 2023 lalu. Emiten produsen nikel ini mengantongi pertumbuhan laba bersih 36,89% menjadi US$ 274,33 juta pada tahun lalu. Dikutip dari laporan keuangan, Minggu (11/2), laba bersih per saham dasar INCO naik menjadi US$ 0,0276 dari sebelumnya US$ 0,0202. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan laju pendapatan yang mencapai US$ 1,23 miliar per akhir 2023 yang meningkat sebesar 4,48% secara tahunan atau year on year (yoy). Rinciannya, sebanyak US$ 985,81 juta adalah penjualan kepada Vale Canada Limited (VCL), dan sebanyak US$ 246,45 juta merupakan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining. Sepanjang 2023, INCO memproduksi 70.728 metrik ton nikel dalam matte. Realisasi ini naik 18% dari produksi tahun 2022 yang hanya 60.090 ton nikel matte. Tapi, INCO memperkirakan, produksi nikel matte tahun ini hanya berada di angka 70.000 ton, stagnan dari produksi tahun lalu. Chief Financial Officer INCO, Bernardus Irmanto mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan produksi cenderung sama. Salah satunya, faktor pemeliharaan alat tambang. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rizkia Darmawan menyematkan rekomendasi trading buy terhadap saham INCO dengan target harga Rp 4.900 per saham. Target harga ini menyiratkan price to earnings (PER) ratio sebesar 11,7 kali untuk 2024.

WIKA Setor Modal untuk Proyek Jalan Tol

HR1 09 Feb 2024 Kontan
Meski banyak menanggung beban,  BUMN  karya terus melakukan aksi korporasi. Tujuannya, mengoptimalkan kinerja. Seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). WIKA melakukan transaksi afiliasi dengan PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP). Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/2), transaksi tersebut terkait penambahan penyertaan modal ke PT WSP oleh WIKA. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya menjelaskan, nilai transaksi penambahan penyertaan modal Kepada PT Wijaya Karya Serang Panimbang ini sebanyak 750,13 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Nilai ini seluruhnya diambil  oleh WIKA, senilai Rp 75,01 miliar. Menurut Mahendra, transaksi itu terjadi pada 1 Februari 2024.  WSP mengajukan tambahan setoran modal melalui pengeluaran saham baru ke seluruh pemegang saham WSP. Jumlahnya 904 juta saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham, atau sebesar  Rp 90,4 miliar. Berdasarkan penawaran saham PT WSP sesuai porsi kepemilikan, WIKA memegang 82,98% atau 750,12 juta saham dengan nominal Rp 75,01 miliar. PTPP memiliki 16,14% atau 145,9 juta saham dengan nominal Rp 14,59 miliar. Lalu, PT Jababeka Infrastruktur memiliki 0,88% atau 7,96 juta atau Rp 756,72 juta. Aksi korporasi tersebut akan mengalir sebagai modal kerja WSP untuk  menyelesaikan pembangunan jalan tol Serang-Panimbang. Selain itu juga agar mempertahankan kepemilikan WIKA di WSP.

Unilever Bakal Fokus ke Segmen Premium

HR1 09 Feb 2024 Kontan

Di tahun 2024 ini, PT Unilever Indonesia Tbk akan bekerja keras memperbaiki kinerja. Perusahaan asal Belanda ini menargetkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di rentang 2,4% hingga 2,5% dari total pendapatan 2023. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap mengungkapkan, belanja modal tersebut mengalir dalam rangka mendukung pertumbuhan bisnis emiten berkode saham UNVR itu. Melansir laporan keuangan per 31 Desember 2023,  Unilever membukukan laba bersih Rp 4,8 triliun sepanjang tahun 2023. Angka itu turun sebesar 10,51% dibandingkan laba bersih pada 2022 senilai Rp 5,36 triliun. "Secara keseluruhan, kami menyiapkan anggaran belanja modal sebesar Rp 930 miliar hingga Rp 970 miliar untuk 2024," kata Benjie di paparan kinerja, Rabu (7/2). Direktur Keuangan UNVR, Vivek Agarwal mengakui, UNVR mengalami  beberapa kendala. Salah satunya dari tensi geopolitik global yang telah memberikan dampak pada kinerja perseroan. Ke depan, UNVR berkomitmen fokus pada pertumbuhan jangka panjang. Langkahnya adalah dengan menerapkan lima prioritas strategis. Seperti memperkuat merek-merek  utama UNVR.

Lalu, memperluas portofolio ke premium dan value segment, membangun execution powerhouse, memimpin kapabilitas transformasional, dan menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai inti dari perseroan ini. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas menilai, prospek kinerja fundamental UNVR diperkirakan akan cenderung moderat. Kalaupun UNVR bertumbuh, masih akan terbatas. Adapun tantangan UNVR saat ini menurutnya  adalah adanya persaingan yang ketat dari perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) lainnya. Tantangan lain adalah kenaikan harga bahan baku yang bisa menekan margin keuntungan dan ketidakpastian ekonomi global serta stabilitas nilai tukar rupiah. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, kinerja UNVR masih bergantung pada daya beli konsumsi rumah tangga. Maka Nafan merekomendasi hold saham UNVR dengan target harga Rp 3.330 per saham.  Sedang rekomendasi Sukarno, wait and see UNVR di jangka menengah. Lalu secara teknikal jangka pendek dengan target Rp 3.330 hingga Rp 3.380 per saham.

WSKT Berharap Bisa Meraup Kontrak

HR1 07 Feb 2024 Kontan
Emiten badan usaha milik negara (BUMN karya relatif mudah mendapatkan kontrak baru. Termasuk PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Meski salah satu emiten BUMN karya ini berupaya menyehatkan finasialnya, WSKT masih sanggup mencatatkan kontak baru. Sepanjang 2023, WSKT mencatatkan kontrak baru Rp 16,9 triliun. Direktur Keuangan WSKT, Wiwi Suprihatno menjelaskan saat ini pihaknya telah menerapkan komite risiko. Salah satu tugasnya adalah menjaga pemilihan proyek-proyek baru agar lebih menguntungkan dan berkelanjutan. Dari pencapaian nilai kontrak baru 2023 itu, berdasarkan kepemilikan proyek didominasi oleh proyek pemerintah 61,66%. Lalu  proyek BUMN/BUMD sebesar 21,75%, pengembangan anak usaha 16,00% dan swasta 0,60%. Sementara, berdasarkan segmentasi proyek adalah untuk proyek konektivitas infrastruktur sebesar 55,24%, proyek gedung 16,95%, proyek sumber daya air 13,28%, dan anak usaha 14,27%. Agar bisa mencapai target tersebut, WSKT masih berharap dari proyek pemerintah yang  ditargetkan bisa mencapai 50%. Sisanya dari proyek swasta dan lainnya. Selain itu, WSKT masih bakal menyasar proyek dengan skema pembayaran bulanan dan ada uang muka. Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat menilai manajemen WSKT butuh perombakan agar bisa memperbaiki kinerja. Ini terkait adanya dugaan pelanggaran tata kelola perusahaan. Ini  berkaca pada hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di periode 2015-2019.