;

Setelah Bandara, GGRM Menggarap Bisnis Jalan TOL

Setelah Bandara, GGRM Menggarap Bisnis Jalan TOL

Setelah rampung membangun Bandara Kediri, emiten rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menyasar bisnis infrastruktur lain. GGRM akan masuk ke bisnis jalan tol di Kediri dan Tulungagung. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Gudang Garam, Heru Budiman mengatakan, per 12 Februari 2024, GRM bersama PT Suryaduta Investama, yang merupakan pemegang 69,29% saham GGRM, telah mendirikan anak usaha baru yang merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Keduanya mendirikan anak perusahaan bernama PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT). Modal dasar Sapta Agung Tol mencapai Rp 3,5 triliun yang terbagi atas 3,5 juta saham. Masing-masing saham bernilai nominal Rp 1 juta. Modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 2 triliun yang terdiri dari 2 juta saham.GGRM mengambil bagian saham pada saham Sapta Agung Tol sebanyak 1,99 triliun saham atau 99,9%. Sementara, PT Suryaduta Investama mengambil bagian 1 saham SSAT atau setara Rp 1 juta. Sapta Agung Tol akan menjalankan kegiatan usaha sebagai BUJT yang meliputi aktivitas jalan tol, konstruksi bangunan sipil jalan, dan lainnya. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pembentukan lini bisnis BUJT bisa berkontribusi positif terhadap kinerja GGRM. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, diversifikasi bisnis yang dilakukan GGRM akan menopang kinerja dalam jangka panjang. Nafan merekomendasikan accumulate saham GGRM dengan target harga Rp 20.950 per saham.

Tags :
#Umum #Korporasi
Download Aplikasi Labirin :