Pertumbuhan Diproyeksi tak Sampai 5 Persen
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi, ekonomi Indonesia pada kuartal I 2020 hanya dapat tumbuh dalam ren tang 4,5 sampai 4,9 persen. Proyeksi tersebut lebih lambat di bandingkan keran realisasi pertum buhan ekonomi periode yang sama pada tahun lalu, yakni 5,07 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, prediksi di bawah 5 persen bagi ekonomi Indonesia relatif masih baik di tengah dinamika ekonomi global saat ini. Sementara di Cina, sudah negative, di beberapa negara sudah negatif, tapi kita masih bisa bertahan. Lembaga Dana Mone terInternasional (IMF) dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Eco no mic Co-operation and Development/OECD) memprediksi ekonomi global mampu membaik dibandingkan tahun lalu yang di bawah 3 persen. OECD menurunkan proyeksinya 0,5 basis poin menjadi 2,4 persen, dengan asumsi wabah Covid-19 di Cina hanya berlangsung selama satu kuartal dan tidak menyebar signifikan ke negara lain. Namun, pemotongan pertumbuhan bisa menjadi 1,5 persen apabila asumsi tidak terpenuhi. Revisi ke bawah itu karena Cina menjadi mitra dagang utama Indonesia, terutama dari sisi perdagangan. Karena itu, kemampuan Cina menyem buhkan diri menen tukan situasi ekonomi Indonesia ke depannya. Kemenkeu belum bisa memberikan proyek si ekonomi sepanjang 2020. Banyak kemungkinan bisa ter jadi dan memengaruhi prediksi pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun.
Dari sisi APBN, apabila dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai defisit yang dialami APBN per Februari ini tumbuh 16,2 persen. Pada Februari 2019, defisit APBN sebesar Rp 54 triliun atau 0,34 persen dari PDB. Pelebaran defisit disebabkan pendapatan negara, terutama dari sisi pajak, mengalami kontraksi, sedang kan belanja negara terus tumbuh. Terlihat, penerimaan pajak pada Februari tumbuh negatif 5,0 persen menjadi Rp 152,9 triliun dari sebelumnya, Rp 160,9 triliun pada periode sama tahun lalu. Pemerintah kini meng go dok paket stimulus ketiga, poin utama yang akan masuk dalam paket itu adalah bidang ke sehatan. Kemenkeu segera mengalirkan dana ke segala kebutuhan di bidang kesehatan me la lui paket stimulus ketiga. Salah satu poin yang masuk dalam aspek kesehatan adalah peningkatan kapasitas rumah sakit dan ke butuhan peralatan kesehatan, seperti alat pelindung diri (APD) dan masker. Dengan stimulus yang ada, pemerintah menetapkan target pelebaran defisit sam pai 2,5 persen terhadap PDB atau lebih lebar dari asumsi makro di Undang-Undang APBN 2020 sebesar 1,76 persen dari PDB.Tags :
#Pertumbuhan EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023