;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Laba 14 Emiten Multifinance Menurun

KT1 14 May 2025 Investor Daily
Sebanyak 14 emiten perusahaan pembiayaan (multifinance) pada kuartal 1-2025 membukukan laba bersih  Rp942,62 miliar. Nilai ini merosot 15,36% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp 1,11 triliun. Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adora Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana, pada Maret 2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan dengan maret 2024 yang sebesar Rp432,11 miliar. Mengintip laporan keuangannya, ADMF mencatatkan pendapatan dari pembiayaan konsumen senilai Rp1,47 triliun, susut 5,77% secara yoy. Jika dirinci lebih lanjut, pendapatan pembiayaan dari sepeda motor pada kuartal 1-2025 sebesar Rp722,59 miliar, menurun dari tahun sebelumnya Rp 777,92 miliar. Selain itu, pendapatan pembiayaan dari mobil juga menurun dari Maret 2024 yang senilai Rp443,61 miliar menjadi Rp 366,87 miliar. Namun, pendapatan pembiayaan durable goods dan lainnya meningkat dari 339,84 miliar menjadi Rp377,23 miliar pada kuartal 1-2025. Penurunan pendapatan ini disebabkan karena pembiayaan ADMF yang juga menyusut, lantaran industri otomotif yang juga masih lesu di kuartal 1 tahun ini akibat daya beli yang melemah. (Yetede)

Laba 14 Emiten Multifinance Menurun

KT1 14 May 2025 Investor Daily
Sebanyak 14 emiten perusahaan pembiayaan (multifinance) pada kuartal 1-2025 membukukan laba bersih  Rp942,62 miliar. Nilai ini merosot 15,36% dibandingkan dengan laba bersih pada kuartal 1-2024 yang senilai Rp 1,11 triliun. Salah satu emiten yang mengalami penurunan laba bersih adalah PT Adora Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana, pada Maret 2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp278,52 miliar, ambles 35,54% dibandingkan dengan maret 2024 yang sebesar Rp432,11 miliar. Mengintip laporan keuangannya, ADMF mencatatkan pendapatan dari pembiayaan konsumen senilai Rp1,47 triliun, susut 5,77% secara yoy. Jika dirinci lebih lanjut, pendapatan pembiayaan dari sepeda motor pada kuartal 1-2025 sebesar Rp722,59 miliar, menurun dari tahun sebelumnya Rp 777,92 miliar. Selain itu, pendapatan pembiayaan dari mobil juga menurun dari Maret 2024 yang senilai Rp443,61 miliar menjadi Rp 366,87 miliar. Namun, pendapatan pembiayaan durable goods dan lainnya meningkat dari 339,84 miliar menjadi Rp377,23 miliar pada kuartal 1-2025. Penurunan pendapatan ini disebabkan karena pembiayaan ADMF yang juga menyusut, lantaran industri otomotif yang juga masih lesu di kuartal 1 tahun ini akibat daya beli yang melemah. (Yetede)

Beban Operasional Ancam Kinerja Perusahaan

HR1 14 May 2025 Kontan
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) tengah mengandalkan strategi ekspansi ke luar Pulau Jawa dan rebranding toko menjadi AZKO untuk mendorong pertumbuhan penjualan pada 2025. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 5% yoy dan SSSG (same store sales growth) sebesar 1%.

Menurut Jocelyn Santoso, analis Maybank Sekuritas, strategi ekspansi ACES dengan pembukaan 25–30 toko baru, termasuk tiga toko di luar Jawa pada kuartal I-2025, berpotensi mendorong SSSG hingga 3%, lebih tinggi dari target internal perusahaan. Ia juga menilai ekspansi ke wilayah dengan kompetisi rendah dapat meningkatkan margin laba. Meski begitu, Jocelyn memperkirakan pertumbuhan penjualan ACES hanya akan mencapai 4,45% yoy pada akhir tahun.

Sementara itu, Indy Naila dari Edvisor Provina Visindo memperingatkan bahwa ekspansi bisa menjadi pedang bermata dua, karena dapat menaikkan beban operasional dan pemasaran. Ia menekankan pentingnya kontrol pengeluaran agar margin tetap terjaga.

ACES juga menghadapi tekanan dari proses rebranding toko menjadi AZKO. Jocelyn mencatat, beban operasional meningkat karena rebranding dan tunjangan Lebaran, yang menyebabkan penurunan laba bersih 31,1% yoy pada kuartal I-2025, meski penjualan naik 7,2% yoy menjadi Rp 2,14 triliun.

Namun, analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis tetap optimistis. Ia memproyeksikan pertumbuhan penjualan ACES dapat mencapai 5,6% yoy ke Rp 9,06 triliun di akhir 2025. Ia menilai valuasi saham ACES menarik, dengan sebagian besar risiko sudah tercermin dalam harga saham.

Dari sisi rekomendasi, Jocelyn dan Azis memberikan rating buy dengan target harga masing-masing Rp 750 dan Rp 645, sedangkan Indy merekomendasikan hold dengan target Rp 935.

Ekspansi dan rebranding ACES dinilai menjanjikan namun penuh tantangan. Keberhasilan strategi ini bergantung pada kemampuan perusahaan mengelola biaya dan mempertahankan margin di tengah tekanan operasional dan ketatnya persaingan ritel.

BTN Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Kerja

KT1 13 May 2025 Investor Daily
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan komitmennya dalam, mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja dengan mendukung pemberdayaan Srikandi BTN. Upaya tersebut sejalan dengan Asta CIta Presiden Prabowo Subianto yakni keseteraan gender. Direktur Utama BTN Nixon Napitupul menyampaikan, keterwakilan perempuan dalam jajaran top management juga menjadi bagian transformasi perseroan agar lebih produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman. "Industri perbankan sejatinya merupakan industri dengan pendekatan feminim karena berkaitan dengan hospitality, jasa, dan relasi. Dengan keterwakilan perempuan di level pemimpin akan membawa perubahan besar dalam menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi para nasabah," ujar Nixon. Nixon melanjutkan, keterwakilam perempuan dalam level pimpinan akan menciptakan lingkungan persaingan sehat. BTN sendiri telah mencatat kemajuan signifikan, dengan dua perempuan yang kini menjabat sebagai direksi dan keterwakilan perempuan di level BOD-1 telah mencapai 20%. Per Desember 2024, jumlah pegawai perempuan di BTN juga mencapai 48,9%. (Yetede)

BTN Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lingkungan Kerja

KT1 13 May 2025 Investor Daily
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan komitmennya dalam, mendorong kesetaraan gender di lingkungan kerja dengan mendukung pemberdayaan Srikandi BTN. Upaya tersebut sejalan dengan Asta CIta Presiden Prabowo Subianto yakni keseteraan gender. Direktur Utama BTN Nixon Napitupul menyampaikan, keterwakilan perempuan dalam jajaran top management juga menjadi bagian transformasi perseroan agar lebih produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman. "Industri perbankan sejatinya merupakan industri dengan pendekatan feminim karena berkaitan dengan hospitality, jasa, dan relasi. Dengan keterwakilan perempuan di level pemimpin akan membawa perubahan besar dalam menghadirkan layanan yang lebih ramah bagi para nasabah," ujar Nixon. Nixon melanjutkan, keterwakilam perempuan dalam level pimpinan akan menciptakan lingkungan persaingan sehat. BTN sendiri telah mencatat kemajuan signifikan, dengan dua perempuan yang kini menjabat sebagai direksi dan keterwakilan perempuan di level BOD-1 telah mencapai 20%. Per Desember 2024, jumlah pegawai perempuan di BTN juga mencapai 48,9%. (Yetede)

Lonjakan Likuiditas Bisa Panaskan Harga Saham

HR1 13 May 2025 Kontan (H)

Untuk meredam tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dengan membuka pendaftaran bagi anggota bursa yang ingin menjadi liquidity provider (LP). Menurut Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, sejauh ini sudah ada sembilan anggota bursa yang siap menjadi LP, termasuk lima dari luar negeri.

Kehadiran LP, yakni institusi yang menyediakan likuiditas dengan memperdagangkan saham-saham tertentu secara aktif, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan volume transaksi saham, khususnya saham-saham dengan likuiditas rendah seperti BDMN, BYAN, dan IMAS. Namun, peran LP ini tetap terbatas, tidak mencakup seluruh saham di pasar modal, melainkan hanya yang memenuhi kriteria tertentu.

Meski kebijakan ini mendapat dukungan sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga likuiditas, sejumlah pengamat mengingatkan risiko yang muncul. Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, menyatakan bahwa LP dapat membuat harga saham bergerak tidak alami dan tidak mencerminkan fundamental emiten. Menurutnya, dominasi LP bisa menjadikan pasar seperti "mainan bandar" dan kurang berpihak pada investor ritel.

Sejalan dengan itu, Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, menilai kebijakan ini bisa membuka ruang manipulasi harga oleh pihak-pihak tertentu. Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas menambahkan bahwa kehadiran LP bisa menimbulkan tiga risiko: distorsi harga, ketergantungan pasar pada LP, dan kegagalan LP berfungsi optimal pada emiten dengan free float rendah dan potensi konflik kepentingan dengan pemegang saham pengendali.

Meskipun langkah BEI menunjukan upaya aktif untuk meningkatkan likuiditas dan stabilitas IHSG, implementasi liquidity provider harus diawasi ketat agar tidak menimbulkan distorsi harga dan mengabaikan kepentingan investor ritel.

Prospek Cerah tapi Penuh Tantangan untuk Telkom Group

HR1 13 May 2025 Kontan

Kinerja PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pada kuartal I 2025 menunjukkan pertumbuhan yang moderat, bahkan mengalami penurunan pendapatan sebesar 2,1% year-on-year akibat melemahnya segmen layanan data. Meskipun IndiHome mencatat pertumbuhan pelanggan, kontribusinya belum mampu mengimbangi penurunan tersebut. EBITDA juga turun 6,1% yoy, namun perbaikan terjadi secara kuartalan.

Steven Gunawan, analis dari KB Valbury Sekuritas, menyatakan bahwa pencapaian TLKM masih berada di bawah ekspektasi pasar, dengan laba bersih yang juga menurun, meski margin laba bersih membaik berkat penurunan beban bunga.

Ranjan Sharma, analis J.P. Morgan, menilai awal tahun yang lemah bisa menjadi katalis negatif bagi TLKM sepanjang 2025. Namun, ia tetap optimistis terhadap potensi perbaikan melalui efisiensi biaya dan restrukturisasi IndiHome, terutama dengan dukungan infrastruktur jaringan TLKM yang kuat.

Di sisi lain, Hans Kwee, Co-Founder Pasar Dana, menyoroti bahwa layanan fixed broadband (FBB) seperti IndiHome bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan TLKM, seiring meningkatnya permintaan di sektor tersebut.

Namun, TLKM juga menghadapi tantangan non-operasional, seperti kasus hukum yang melibatkan anak dan cucu usaha, termasuk investasi kontroversial melalui MDI Ventures di TaniHub. Direktur Utama TLKM, Ririek Adriansyah, mengakui adanya masalah substansi dan menegaskan komitmen perusahaan untuk memperbaiki tata kelola ke depan.

Rumor terkait divestasi saham Telkomsel di GOTO juga menambah ketidakpastian. Namun, Oky Prakarsa, VP Investor Relation TLKM, membantah adanya rencana perubahan kepemilikan dalam waktu dekat.

Meskipun kinerja keuangan TLKM pada awal 2025 melemah dan dibayangi berbagai isu hukum serta persaingan di sektor mobile dan fixed broadband, para analis seperti Steven, Ranjan, dan Hans masih melihat potensi positif, terutama dari lini IndiHome. Perlu adanya efisiensi dan restrukturisasi agar TLKM tetap kompetitif di tengah dinamika industri dan tekanan eksternal.

Antam Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

KT1 10 May 2025 Investor Daily (H)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berencana menambah lini usaha  baru di bidang industri barang perhiasan, custom product, dan barang lainnya dari logam mulia, untuk mengoptimalkan peluang dari segmen emas. Dari bisnis baru ini, perseroan menargetkan tambahan omzet penjualan hingga Rp 1 triliun dalam lima tahun ke depan. Menejemen Antam mengungkapkan bahwa penambahan kegiatan usaha komoditas logam mulia ini, akan dapat meningkatkan segmen emas dan pemurnian perseroan. "Selain  itu pengembangan kegiatan usaha komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian kinerja perusahaan dalam jangka panjang," ujar manajemen Antam.  Dalam penjelasannya, manajemen Antam menyebut bahwa sejalan dengan rancana jangka panjang perusahaan (RPJJ) tahun 2025-2029, komoditas emas memiliki peluang optimasi penjualan emas dengan verifikasi produk, pasar, dan ekspansi jaringan ritel distribusi.

Terkait hal itu, salah satu tema strategis dalam jangka panjang adalah penguatan fungsi emas, termasuk penetrasi ke lini pasar baru melalui kolaborasi, akuisisi, maupun kegiatan lainnya. "Untuk mendukung pencapaian target penjualan komoditas emas, perseroan melalui unit bisnis pengolahan dan pemurnian logam mulia (UBPPLM) memiliki strategi yang berfokus   pada kualitas dan penyediaan produk, pengembangan produk  dan keunggulan daya saing, serta pemasaran. Perseroan telah merencanakan berbagai program kerja, diantaranya pengembangan produk berupa produk perhiasan dan costum product termasuk product  termasuk produk industri untuk keperluan teknik dan atau laboratorium yang terbuat dari logam mulia," papar manajemen Antam. (Yetede)

Pemegang Polis Jiwasraya Nasibnya Masih Belum Jelas

KT1 10 May 2025 Investor Daily (H)
Meski proses restrukturisasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah berlangsung bertahun-tahun, namun nasib pemagang saham polis masih terkatung-katung. Banyak dari mereka yang  mengadu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mendapatkan haknya. Dalam hal ini OJK mendorong tim likuidasi Jiwasraya untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis yang menolak restrukturisasi dan jua kepada peserta Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK). Kepala Eksekutif Pengawas Asuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun(PPDP) Ogi Prastomiyono menjelaskan, pemerintah sebagai pemegang saham Jiwasraya telah memutuskan untuk melakukan penyelamatan pemegang polis Jiwasraya melalui restrukturisasi atas kewajiban dan pengalihan pertanggungan kepada IFG Life yang berada di bawah holding IFG. Kedua, pembubaran Jiwasraya setelah program pengalihan diselesaikan Pemerintah telah memberikan total Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan total Rp16,56 triliun melalui BPUI sebagai holding. Selain itu, BPUI juga melakukan fundrising mencapai Rp 34,75 triliun. Dan tersebut yang digunakan untuk pengalihan polis Jiwasraya ke IFG Life. Selanjutnya dana tersebut disertakan modal untuk pengalihan polis. Sampai dengan 31 Desember 2024, jumlah restrukturisasi polis yang dialihkan mencapai 99,9% polis yaitu 314.060 polis, dengan kewajiban Rp38,09 triliun  lebih  dari 2 juta orang peserta. (Yetede)

PT Sumber Global Energy Teken Kontak Batu Bara US$ 10 Juta

KT1 10 May 2025 Investor Daily

Emiten perdagangan komoditas, PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) menandatangani kontrak ekspor batu bara bernilai US$ 10 juta atau setara Rp165,25 miliarm bersama COALIMEX, perusahaan di bawah Kementerian Listrik dan Batu Bara Vietnam. Kontrak tersebut diteken pada Senin (5.5.2025 oleh konsorsium TGS  yang dipimpin oleh SGER. Adapaun jenis batu bara yang dikapalkan merupakan antrasit berkualitas tinggi sesuai paket pengadaan No 01/2024/TNK-CLM. "Kontrak ini merupakan hasil proses pengadaan yang telah melalui evaluasi dan disetujui Keputusan No 30T tertanggal 23 Januari 2025," kata Direktur Utama SGER Welly Thomas. Welly menjelaskan, nilai kontrak sebesar US$ 10 juta tersebut berpotensi terus bertambah seiring permintaan energi yang tinggi dari Vietnam. Dia juga menyebutkan  bahwa kontrak ini adalah bagian dari upaya memperkuat kerja sama energi antara Indonesia dan Vietnam. COALIMEX sendiri merupakan pemain lama dalam batu bara dunia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Sejak didirikan pada 1982, perusahaan ini telah mengalami transformasi kelembagaan dan kini berada di bawah naungan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam. (Yetede)