Industri Perbankan Mencatatkan Fasilitas Kredit yang Belum Diserap Debitur
Industri perbankan mencatatkan fasilitas kredit yang belum diserap debitur per Februari 2025 mencapai Rp 2.332,95 triliun, nilai tersebut meningkat 11,52$% dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya (yoy). Meski demikian, angka tersebut menurun Rp 15,95 triliun dibandingkan posisi underbursed loan (UL) Januari 2025 yang sebesar Rp2.348,9 triliun atau, naik 11,75% (yoy). Adapun, pertumbuhan kredit menganggur berasal dari kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMII) (yoy) menjadi Rp417,74 triliun per Februari 2025. Sementara itu, KBMI 4 mencatatkan underbursed loan senilai Rp 879,94 triliun, meningkat 14,73% (yoy) per Februari 2025. Di samping itu, OJK juga mencatatkan underbursed loan KBMI 1 sebesar Rp122,46 triliun, naik 10,67% (yoy) menjadi Rp912,81 triliun pada dua bulan tahun ini. Berikutnya, jika dilihat dari kepemilikannnya, Bank Pembangunan daerah (PDB) mencatatkan kontraksi pada pertumbuhan UL yakni minus 21,59% (yoy) per Februari 2025 menjadi Rp24,55 triliun dari periode tahun sebelumnya Rp 31,31 triliun. Lalu untuk fasilitas kredit yang belum ditarik terbesar dicatatkan oleh bank umum swasta nasional (BUSN) mencapai Rp 1.534,09 triliun, naik 9,75%. (Yetede)
Postingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
28 Jun 2025
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
28 Jun 2025
Regulasi Perumahan perlu direformasi
26 Jun 2025
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
26 Jun 2025
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
25 Jun 2025
Melonjaknya Rekening Macet Pinjaman Daring
24 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023