;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Bill Gates Nilai MBG Penting untuk Yang Membutuhkan

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)
Tokoh filantropi dunia sekaligus pendiri Gates Foundation, Bill Gates menekankan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesi untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Hal tersebut menjadi fokus Bill Gates saat berkunjung ke SDN Jati 03, Pulogadung Jakarta Timur, bersama Presiden Prabowo Subianto pada Rabu untuk meninjau pelaksanaan Program MBG di SDN Jati 03 Pulogadung bersama Presiden Prabowo Subianto. "Dan tadi Pak Bill Gates memberikan apresiassi dan terkesan (impres) dengan apa yang dilakukan. Kemudian menekankan betapa pentingnya kepada Ibu hamil, menyusui dan balita," kata Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana di SDN Jati 03. Diketahui, Presiden Prabowo bersama tokoh filantropi dunia sekaligus pendiri Gates Foundation, Bill Gates menyapa warga sepanjang jalan dekat SDN Jati 03, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu. menurut Bill Gates, Program MBG ini harus tepat sasaran sebagaimana yang sudah diputuskan oleh Pemerintah Indonesia. "Iya menurut beliau ini program yang sangat penting dan terutama beliau menekankan kepada 1.000 hari pertama, yaitu ibu hamil, anak balita juga anak-anak yang masih butuh pertumbuhan," katanya. (Yetede)

Chandra Asri Caplok Aset Chevron

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)
Aster Chemicals and Energy, perusahaan patungan milik emiten konglomerat Prajoyo Pangestu PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) pabrik Glencore Asian Holdings Pte Ltd, mencaplok aset petrokimia berupa dioperasikan Chevron Philips Singapore Chemicals Pte Ltd (CSPC). Aster sebelumnya dikenal dengan nama Shell Energy dan Chemicals Park (SECP) dan resmi berubah nama menjadi Aster  setelah TPIA menuntaskan akusisi 100% saham milik Shell Singapore Pte. Ltd (SSPL) di SECP senilai US$ 253,7 juta. Pengambilalihan aset dilakukan Aster lewat entitas afiliasinya, Chandra Asri Capital Pte Ltd., setelah Aster mencapai kesepakatan jual beli dengan CSPC, yang merupakan perusahaan patungan antara Chevron Philips Chemical, EDB Investment Pte Ltd, dan Sumitomo Chemicals Company Ltd. CEO Grup Aster, Erwin Ciputra, menyampaikan akuisisi tersebut merupakan tonggak penting bagi Aster dalam upaya mendukung tujuan strategis. Berbekal kemampuan baru, dirinya meyakini, layanan  Grup Aster kepada pelanggan bakal semakin kuat. "Operasi manufaktur CPPSC akan memperkaya  ekosistem kami dan membuka peluang baru untuk inovasi dan kolaborasi. Kami menantikan bergabungnya CPSC dalam keluarga besar Aster, dan bersama tim yang mumpuni, kami akan mencapai pertumbuhan baru yang signifikan di industri," tutur Erwin. (Yetede)

Industri Penerbangan Mengalami Kelangkaan Suku Cadang Pesawat

KT1 08 May 2025 Investor Daily (H)

Pelaku industri penerbangan global saat ini tengah dihadapi tantangan akan langkanya suku cadang pesawat (spare part). Terkait hal tersebut, Garuda Indonesia Group telah menyiapkan strategi untuk bisa mengoptimalkan kapasitas produksinya. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI dengan PT Garuda Indonesia Tbk terkait persiapan haji 2025 di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (7/5), Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta manajeman untuk mengklarifikasi terkait pemberitaan 15 pesawat Garuda yang dihentikan sementara operasionalnya (grounded). "Yang kami baca ada 15 pesawat yang di-grounded, banyak masyarakat khawatir jangan-jangan yang di-grounded, ini dipaksakan  untuk terbang  yang kemudian bisa membahayakan keselamatan jamaah," kata Mufti Anam.

Politisi dari Partai PDI Perjuangan tersebut juga meminta jajaran direksi Garuda Indonesia untuk mengantisipasi keterlambatan penerbangan atau delay pada layanan angkutan haji 2025. Menurutnya, angkutan haji yang dilayani Garuda pada tahun 2024  menjadi yang terburuk dalam 10 tahun terakhir. Mengingat tingkat keterlambatan penerbangan haji yang dilayani Garuda pada tahun itu mencapai 47,5% dari total 85 penerbangan. "Yang ingin kami tanyakan dari pesawat yang dioperasikan dalam layanan haji ini apakah ada pesawat yang dipaksakan untuk tetap terbang? Seperti diketahui delay karena kerusakan pesawat yang dipaksakan untuk tetap terbang? Seperti diketahui delay karena kerusakan pesawat jadi efek domino terhadap penerbangan lain. Untuk itu DPR meminta kepada Garuda agar betul-betul menyiapkan pesawat yang fit, bukan hanya untuk keselamatan jemaah tapi juga kepastian mereka bisa berangkat tepat waktu," tegasnya. (Yetede)

Saham Antam Melaju Rp 3.000

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi salah satu saham favorit pelaku pasar, dengan kenaikan agresif selama sebulan terakhir hingga 81,43% ke level Rp2.540 di penutupan perdagangan Selasa (6/5/2025). Fundamental solid dengan lonjakan laba hingga 10 kali lipat, tren bullish harga emas, serta valuasi yang murah,  membuat analis percaya, saham produsen logam mulia ini akan terus melaju hingga Rp 3.000. "Melihat pola historis, arah pergerakan (ANTM) selanjutnya secara teknikal berpotensi menguji kembali level psikologis 3.00, yang merupakan area tertinggi pada tahun 2022. Jika momentum saat ini terus terjaga, level tersebut menjadi target rasional selanjutnya dalam jangka pendek hingga menengah," kata Invesment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan kepada Investor Daily. Topan melihat, kenaikan harga saham ANTM dalam sebulan terakhir didorong oleh beberapa sentimen utama. Pertama, lonjakan harga emas global yang mencapai rekor US$ 3.400 per troy ounce pada April 2025. Kenaikan ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko resesi global. Sebagai produsen emas terintegrasi, Antam secara langsung mendapatkan keuntungan dari kondisi tersebut. (Yetede)

IHSG Siap Uji Level 7.000

KT1 07 May 2025 Investor Daily (H)
IHSG semakin mendekati level psikologis 7.000, seiring dengan solidnya sentimen domestik dan dukungan dari kinerja emiten kuartal 1-2025. Meski tetap dibayangi potensi aksi ambil untung dan tekanan global, analis menilai tren positif masih akan berlanjut hingga akhir kuartal II-2025. Pada perdagangan Selasa (06/05/2025), IHSG ditutup menguat sebesar 66,24 poin (0,97%) ke level 6.898,19. Ini reli penguatan selama tujuh hari beruntun. Di saat yang sama, ada lima saham menjadi mesin cuan pemodal ini, dan masuk daftar top gainers hari ini, bahkan ada tiga yang mentok batas auto rejection atas (ARA). Berdasarkan data RTI, sebanyak 333 saham terpanntau naik, 268 saham turun, dan 205 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa hari ini mencapai Rp 16,7 triliun. Volume perdagangan sebanyak 23,18 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1.249.292 kali. Mayoritas sektor saham menguat pada penutupan pasar. Penguatan terbesar terjadi pada sektor baku 3,1%. Diikuti penguatan di sektor barang energi 2%, sektor konsumsi non primer 1,2%, dan sektor infrastruktur 0,8%. Sedangkan pelemahan terjadi pada sektor teknologi 0,5%, sektor properti 0,2%, sektor transportasi 0,1%, dan sektor industrian 0,1%. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

KAI Commuter Konsisten Tunjukkan Tren Positif Penumpang Sebanyak 32,3 Juta Orang

KT1 07 May 2025 Investor Daily
KAI Commuter konsisten menunjukkan catatan positif pertumbuhan volume sejumlah penumpang per April 2025 dengan jumlah pengguna sebanyak 32,3 juta orang. Angka ini meningkat 9% jika dibandingkan dengan April 2024 lalu, yang mencapai angka 29,6 juta orang. Sepanjang tahun 2025 hingga 30 April ini, KAI Commuter juga sudah melayani total penguna Commuter Line sebanyak 125.818,020 orang. Angka ini pun meningkat 7,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu sebanyak 117.488.707 orang. Manager Public Relations, Leza Arlan,  menyampaikan bahwa tercatat peningkatan tertinggi pada volme pengguna Commuter Line di Wilayah 2 Bandung yang meningkat sebesar 20,16% atau sejumlah 6.089.648 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu, yang sebanyak 5.068.094 orang. "Sementara itu, untuk capaian volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang 2025 ini sebanyak 109.446.180 orang atau meningkat 6,24% jika dibandingkan dengan periode 2024, yang sebanyak 103.019.965 orang," ujar Leza. Tren positif ini juga terlihat pada volume pengguna Commuter Line Merak yang juga meningkat 5,1% jika dibandingkan dengan tahun 2024, atau total sebanyak 1.428.838 orang. (Yetede)

Saham Telekomunikasi Masih Belum Bangkit

HR1 07 May 2025 Bisnis Indonesia

Melansir laporan keuangan kuartal I/2025, sejumlah emiten telekomunikasi mencatatkan kinerja yang beragam di tengah tantangan ekonomi dan kompetisi industri yang ketat. Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi, menyampaikan bahwa EXCL berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 1,93% menjadi Rp8,6 triliun, namun laba bersih justru turun drastis 28,93% menjadi Rp384,5 miliar, dipengaruhi oleh persaingan ketat dan proses merger dengan Smartfren.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia (TLKM) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 4,01% menjadi Rp5,81 triliun dan penurunan pendapatan sebesar 2,11%. Meski begitu, manajemen TLKM menyebut perusahaan tetap menunjukkan ketahanan melalui pertumbuhan pada segmen digital, enterprise, dan data center.

Di sisi lain, PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatat penurunan pendapatan menjadi Rp13,57 triliun, namun berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 1,31% menjadi Rp1,31 triliun. CEO Indosat, Vikram Sinha, menekankan pentingnya fokus pada pelanggan kelas menengah ke bawah dalam kondisi daya beli yang melemah, sambil mengoptimalkan pengalaman pelanggan.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis, dan Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai prospek sektor telekomunikasi tetap moderat hingga positif dengan peluang perbaikan di kuartal selanjutnya seiring kompetisi yang tidak terlalu agresif dan efisiensi operasional pasca-merger, khususnya pada ISAT. Tantangan utama yang masih dihadapi meliputi stagnasi ARPU, tekanan harga, dan kebutuhan investasi berkelanjutan dalam transformasi digital.

Serapan belanja modal (capex) juga menunjukkan komitmen terhadap penguatan jaringan dan digitalisasi: EXCL sebesar Rp1,24 triliun, ISAT Rp2,62 triliun (naik 22,8%), dan TLKM Rp5 triliun, dengan fokus pada jaringan dan layanan digital. Strategi capex ini mempertegas arah industri menuju penguatan infrastruktur dan layanan berbasis teknologi guna menjaga daya saing di tengah tekanan ekonomi dan dinamika pasar.


Daya Ungkit e-Commerce 2025

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Sektor e-commerce Indonesia memiliki potensi besar pada tahun ini, dengan berbagai tren dan peluang yang menarik. Namun, tantangan seperti persaingan yang ketat dan regulasi persaingan usaha perlu diantisipasi. Pelaku usaha perlu beradaptasi dengan perubahan pasar dan memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan e-commerce. Dalam laporan e-Conomy SEA 2024 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, Gross Merchandise  Value (GMV) ekonomi digital Indonesia diproyeksi  tumbuh sebesar 13% dibandingkan tahun 2023. Angka ini diperkirakan mancapai US$ 90 miliar atau setara dengan Rp1,430 triliun pada  tahun 2024, yang mengukuhkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara (ASEAN). Laporan tersebut mengungkapkan sektor e-commerce tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi digital  dengan diperkiraan peningkatan GMV sebesar 11% hingga mencapai US$ 65 miliar. Sementara, Sirclo penyedia solusi omnichannel commerce enabler di Indonesia, dalam laporan terbarunya menyebut, terjadi peningkatan rata-rata jumlah transaksi online sebesar 4,95% dan jumlah konsumen sebesar 6,8% sepanjang tahun 2024. (Yetede)

Ambisi Bandara Soekarno-Hatta Gaet 94 Juta Penumpang

KT1 06 May 2025 Investor Daily
Bandara Internasional Seokarno-Hatta, Cengkareng Banten, terus berbenah. Setelah Terminak 2F bertransformasi menjadi terminal khusus haji dan umrah, pada tahun depan Terminal 1F akn digunakan khusus maskapai bertarif rendah atau low cost carrier (LCC). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan PT Angkasa pura Indonesia atau InJourney Airports tengah melakukan revitalisasi di Terminal 1 Bandara Soetta. Setelah rampung, Terminal 1F aklan melayani maskapai penerbangan LCC untuk rute tujuan internasional. "Jadi nanti yang low cost 1F itu Insya Allah, kita akan resmikan di kuartal 1-2026," kata Erick. Menurut Erick, penyegaran terminal yang dilakukan di Bandara Soetta bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas pengunjung yang  ditargetkan mencapai 94 juta penumpang per tahunnya. "Setelah Terminal 2F, nanti Terminal 1 kita akan upgrade lagi untuk low cost," imbuhnya. Saat ini, Bandara Internasional Soetta memiliki total kapasitas  sebanyak 55 juta penumpang per tahunnya. Dengan optimalisasi pada setiap terminal, diharapkan dapat meningkatkan jumlah menjadi 90 juta penumpang. (Yetede)