;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Kuasa Antam di Ekosistem EV Terintegrasi

KT1 22 May 2025 Investor Daily (H)

Megaproyek ekosistem baterai EV terintegrasi atau populer dengan kode Proyek Dragon garapan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam bersama mitra strategis  terus bergulir. Kali ini, Antam disebutkan akan memegang kuasa sekitar 30% sampai 40% saham di konsorsium (joint venture/JV) smelter pirometalurgi atau rotary kiln electric furnace 9RKEF) dan JV hidrometalurgi atau high acid leching (HPAL JVCO). Mitra strategis yang terlibat dalam proyek senilai US$ 5,6 miliar ini adalah Hongkong CBL, Ltd. (HKCBL), anak usaha dari PT Ningho Congco. Ltd, yang merupakan anak usaha dari pemain raksasa baterai EV asal China yaitu Contemporary Amperex Technology Co, Limied (CATL).

Direktur Utama Antam Nico D Kanter menyebut terdapat enam (6) JV dalam kerja sama strategis ANTM dengan CBL. Proses negosiasi untuk merampungkan sejumlah JV tersebut tidak berjalan mulus karena membutuhkan siklus yang panjang. Itulah mengapa, ekosistem baterai EV ini menjadi yang pertama di dunia. Keenam JV tersebut bergerak dari sisi hulu (upstream), menengah (midstream), hingga hulu (downstream). Pada sisi hulu sisi hulu atau JV 1 ditandai dengan penyelesaian divestasi sebanyak 49% anak usaha Antam, PT Sumberdaya Arindo (SDA), kepada HKCBL Ltd, sehingga perseroan menggenggam sebanyak 51% di JV 1 tersebut. (Yetede)

Menguatkan SDM Berkualitas

KT1 22 May 2025 Investor Daily (H)
Pendidikan memegang peran krusial dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) unggul yang cerdas, berintegritas, dan berdaya saing. Sebagai salah satu pilar utama dalam penguatan SDM, pendidikan berkontribusi secara strategis terhadap pembangunan karakter dan peningkatan daya saing. Pendidikan juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan mengasah critical thinking yang perlu dihadapi tantangan menuju visi Indonesia emas 2045. Sebagai bentuk komiment nyata, pemerintah terus mengoptimalkan alokasi anggaran pendidikan guna meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat, peningkatan link and match dan mendorong penguatan Pandidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta mendukung berbagai penguatan program unggulan antara lain sekolah unggulan dan sekolah rakyat untuk meningkatkan SDM sekaligus menjadikan pendidikan sebagai intrusmen memutus rantai kemiskinan. Berkaitan itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp727 triliun hingga Rp761 triliun dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun 2026 untuk meningkatkan kualitas SDM. Angka tersebut meningkatkan dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp724,3 triliun. (Yetede)

Ojol Siap Demo Lagi akibat Potongan Tak Turun

KT3 22 May 2025 Kompas

Perwakilan pengemudi ojek daring menghadiri rapat dengar pendapat yang digelar Komisi VDPR. Mereka menyuarakan sejumlah tuntutan, terutama mendesak agar potongan tarif bagi pengemudi dikurangi menjadi 10 %. Pemerintah diberi tenggat hingga akhir Mei 2025. Jika tidak dipenuhi, aksi lanjutan akan digelar dengan skala yang lebih besar dan masif. Adanya UU khusus bagi transportasi daring diharapkan memberi kepastian dan pelindungan hukum bagi pengemudi ojek daring (online). Sanksi yang diatur dalam regulasi itu dapat mendesak aplikator untuk mengikuti regulasi yang ada. ”Kalau sudah berbentuk UU, rigid, akan lebih kuat lagi. Kalau sudah kuat kami harapkan di dalamnya ada sanksi, baik administrasi maupun pidana bila terjadi pelanggaran. Saat ini, regulasi yang ada tidak menerapkan sanksi sehingga aplikator bebas melanggar,” ujar Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono usai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR di Jakarta, Rabu (21/5).

Tuntutan yang disampaikan yaitu mendesak potongan tarif menjadi 10 % dari 20 %, menghapus skema prioritas pemesanan dengan mengomersialkan paket berbayar bagi pengemudi, dan menetapkan standar tarif barang / logistik dan makanan. Tuntutan-tuntutan ini dinilai menunjukkan rendahnya pengawasan pemerintah terhadap aplikator. Selama ini, aplikator tidak pernah mengajak asosiasi, organisasi atau aliansi pengemudi ojek daring untuk berdiskusi, menentukan tarif serta biaya potongan aplikasi, dan komponen lainnya. Igun berharap agar transportasi daring diakui, supaya perusahaan aplikator tidak semena-mena. Memang, bukan sebagai transportasi umum, melainkan transportasi berbasis aplikasi. Pihak Kemenhub harus dipanggil dan menetapkan potongan biaya aplikasi 10 %. Jika permintaan tidak dipenuhi, para pengemudi akan kembali berkonsolidasi untuk turun aksi dengan skala lebih masif dan lebih besar dari demonstrasi Selasa (20/5). (Yoga)


Kredit Macet Sritex Seret Empat Bank Besar

HR1 22 May 2025 Bisnis Indonesia

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap keterlibatan empat bank, terdiri dari tiga bank daerah dan satu bank milik pemerintah (BUMN), dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit senilai sekitar Rp3,6 triliun kepada PT Sri Rezeki Isman Tbk. (Sritex).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, menyampaikan bahwa dana tersebut diduga dicairkan dan diterima oleh Iwan Setiawan Lukminto, pemilik Sritex. Iwan telah ditangkap oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di kediamannya di Solo pada Selasa malam, 20 Mei 2025, setelah tim Kejagung melacak alat komunikasi yang diduga miliknya.

Penangkapan ini merupakan bagian dari penyidikan kasus besar yang menyoroti dugaan penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit oleh lembaga perbankan kepada pihak swasta. Pemeriksaan Iwan dilakukan dalam kapasitasnya sebagai saksi, namun perannya sebagai penerima dana menjadi sorotan utama dalam kasus ini.

Kejagung kini tengah mendalami lebih lanjut peran keempat bank dan potensi pelanggaran prosedur pemberian kredit dalam skema yang mengarah pada tindak pidana korupsi.


Investor SRIL Hadapi Ketidakpastian

HR1 22 May 2025 Kontan (H)
Nasib investor PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex kian terpuruk setelah serangkaian masalah menerpa emiten tekstil ini. Selain terancam forced delisting oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) karena sahamnya telah disuspensi sejak Mei 2021, kini petaka baru muncul: Komisaris Utama SRIL, Iwan Setiawan Lukminto, ditangkap Kejaksaan Agung terkait dugaan keterlibatan dalam kasus kredit bermasalah senilai Rp 3,6 triliun dari empat bank kreditur.

Penahanan Iwan, yang juga mantan Direktur Utama Sritex (2014–2023), memperkecil harapan investor untuk memperoleh hak buyback atas saham mereka pasca-delisting. Ini diperparah oleh kondisi keuangan SRIL yang sangat buruk, dengan utang mencapai Rp 26,4 triliun, jauh melampaui nilai asetnya, serta rugi bersih sebesar US$ 66 juta hingga kuartal III-2024. Sritex pun telah berhenti beroperasi sejak Maret 2025 dan merumahkan lebih dari 10.000 karyawan setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang.

Budi Frensidy, pengamat pasar modal dari Universitas Indonesia, menilai bahwa kecil kemungkinan Sritex bisa menjalankan kewajiban buyback karena perusahaan sudah dalam kondisi bangkrut. Sementara itu, Teguh Hidayat, Direktur Avere Investama, menyoroti besarnya kerugian investor ritel, dengan lebih dari 45.000 investor menggenggam 8,37 miliar saham atau sekitar 41% dari total saham SRIL.

Nafan Aji Gusta, analis Mirae Asset Sekuritas, menyerukan agar BEI dan otoritas terkait memperkuat perlindungan terhadap investor, serta meningkatkan edukasi pasar modal agar investor tidak lagi terjebak pada saham emiten bermasalah akibat FOMO (fear of missing out).

Kasus Sritex menjadi contoh nyata lemahnya perlindungan investor dan pentingnya kehati-hatian dalam berinvestasi di pasar modal, terutama terhadap emiten yang memiliki catatan keuangan dan tata kelola yang buruk.

Kopdes Merah Putih Siap Jadi Penyalur Bansos

KT1 20 May 2025 Investor Daily
Menko Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih nantinya dicanangkan pemerintah sebagai penyalur bantuan sosial (bansos). Rencananya tersebut diupayakan  mengingat Kopdes Merah Putih mengutamakan peran Kementerian BUMN, salah satunya PT Pos Indonesia, sebagai perusahaan milik negara yang turut menyukseskan peran lembaga keuangan milik desa tersebut. "Kita ingin buka menjadi penyalur bantuan-bantuan sosial dengan PT Bos Indonesia, BUMN juga," jelas Menko. Menko Pangan yang juga Ketua Satgas Kopdes Merah Putih itu menjelaskan, peran serta kementerian BUMN menjadi fungsi sentral pembentukan Kopdes Merah Putih tersebut. Selain PT Pos Indonesia, peran permodalan oleh Bank Himbara hingga agen pupuk perlu melibatkan Kementerian BUMN. "Semua itu urusannya dengan BUMN kita. Permodalan plafon Rp 3miliat itu dari BUMN, bank-bank dari Himbara. kemudian akan menjadi agen pupuk, agen sesuai pemerintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, agen  semua BUMN juga," Karena itu Menko Pangan mengatakan, pihaknya juga meminta bantuan Menteri BUMN Erick Thohir guna membentuk sistem dukungan dari BUMN terhadao Kopdes Merah Putih. "Jadi, memang hampir semua. Karena itu, kata kuncinya keberpihakan BUMN kepada koperasi ini akan sangat menentukan berhasil apa tidak," tegas dia. (Yetede) 

BUMDes Blora Mampu Berkontribusi Garap 160 Sumur Bor Minyak

KT1 20 May 2025 Investor Daily
Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Sumber Alam Agung Abadi Desa Plantungan, Blora, Jawa Tengah mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) Plantungan lewat pengelolaan 160 sumur bor artesis yang menghasilkan  minyak. "BUMDes dari awal mengelola sumur artesis hingga sekarang sudah berkontribusi dalam memberikan PADes Plantungan lebih dari Rp 3 miliar," kata Pengelola BUMDes Sumber Alam Agung Abadi Desa Plantungan Hanafi. Hasil pengumuman limbah dari seratus sumur bor artesis di Desa Plantungan Kecamatan Blora Jawa Tengah, kata dia, rata-rata mendapatkan 1 juta liter per bulan. Ia mengungkapkan dari 160 sumur bor artesis tersebut, yang bercampur dengan minyak limbah tercatat ada 60-an sumur, selebihnya minyak yang bercampur dengan air. "tergantung intensitas hujan. Jika curah hujannya tinggi banyak airnya, begitu sebaliknya. Rata-rata per bulan pengumpulan minyak bisa mencapai 1 juta liter," terangnya. Ia mengatakan dari pengolahan puluhan limbah sumur bor artesis di Desa Plantungan, penghasilan per tahunnya ya cukup besar dan sudah berjalan empat tahun, sehingga bisa berkontribusi terhadap PADesa. Sekitar 10% dari PADes tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan sosial, pembangunan infrastruktur serta lainnya. (Yetede)

Perbankan Tetap Cetak Laba di Tengah Tekanan

HR1 20 May 2025 Kontan
Sektor perbankan menunjukkan sinyal pemulihan di tengah ketidakpastian ekonomi pada awal tahun 2025, dengan beberapa bank besar mencatatkan perbaikan kinerja keuangan. Salah satunya adalah Bank Central Asia (BCA) yang mencetak laba bersih sebesar Rp 20,2 triliun selama Januari–April 2025, tumbuh 17,4% secara tahunan. Menurut Edi Chandren, Lead Investment Analyst Stockbit, pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pendapatan non bunga yang melonjak 26,3%, sebagian besar berasal dari dividen anak usaha senilai Rp 2,2 triliun yang tercatat dalam laporan keuangan bank only.

Namun, Edi mengingatkan bahwa tanpa faktor dividen tersebut, pertumbuhan laba BCA hanya akan mencapai 9,6%, yang mengindikasikan bahwa kinerja fundamental mungkin tidak sekuat yang tampak secara nominal.

Sementara itu, di jajaran bank menengah, Maybank Indonesia menunjukkan kinerja positif dengan mencetak laba bersih Rp 483,7 miliar, berbalik dari rugi tahun sebelumnya. Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyebut keberhasilan ini didorong oleh strategi pembiayaan berkelanjutan dan penurunan beban pencadangan secara signifikan.

Sebaliknya, Bank Mega mengalami penurunan laba hingga 19,19%, meskipun Allo Bank, sebagai afiliasinya, berhasil mencatat kenaikan laba 4,11%, berkat pertumbuhan pendapatan bunga bersih.

Namun, menurut Andry Asmoro, Kepala Ekonom Bank Mandiri, prospek laba perbankan secara keseluruhan tahun ini masih sulit diprediksi. Bank-bank perlu menjaga efisiensi, menekan biaya, dan mengembangkan kredit berbasis value chain untuk tetap kompetitif, terutama menghadapi ketatnya persaingan dalam menghimpun dana pihak ketiga.

Meskipun beberapa bank telah menunjukkan pemulihan kinerja, faktor-faktor non-operasional seperti dividen dan efisiensi beban masih memegang peranan besar, dan keberlanjutan tren positif ini sangat tergantung pada kemampuan bank menavigasi dinamika ekonomi yang kompleks.

Retail Ekspansi ke Luar Jawa Meski Tantangan Berat

HR1 20 May 2025 Kontan
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan minimarket Alfamart dan Alfamidi, berupaya mendongkrak kinerja keuangan tahun 2025 melalui strategi ekspansi agresif. Perusahaan menargetkan pembukaan 1.200 toko baru, terutama di luar Pulau Jawa, yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibanding wilayah yang sudah jenuh seperti Jabodetabek.

Jessica Leonardy, Analis OCBC Sekuritas, menilai bahwa penjualan toko-toko AMRT di luar Jawa tumbuh signifikan, 15,3% yoy pada kuartal I-2025, dan menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan. Jessica juga mencatat penguatan pangsa pasar AMRT di segmen ritel modern, yang kini mencapai 28,6%, dan di segmen minimarket sebesar 35,3%.

Patricia Gabriela, Senior Analis BNI Sekuritas, juga optimistis bahwa ekspansi toko dapat mendorong penjualan tumbuh 10% yoy dan laba bersih naik 12% yoy sepanjang 2025. Bukti awal terlihat dari laporan kuartal I-2025, di mana AMRT mencatatkan pendapatan Rp 32,77 triliun (naik 11,8% yoy) dan laba bersih Rp 975,12 miliar (naik 9,5% yoy).

Namun demikian, Benny Kurniawan dari JP Morgan mengingatkan bahwa beban operasional meningkat tajam, termasuk karena pembangunan dua pusat distribusi baru dan potensi kenaikan upah minimum. Ini dapat membatasi pertumbuhan laba, dengan proyeksi kenaikan margin laba kotor hanya 0,2% yoy di 2025. Meski begitu, ia tetap optimis untuk jangka menengah, memprediksi pertumbuhan laba 21% yoy di 2026.

Dengan ekspansi agresif yang dibarengi peningkatan pangsa pasar dan fokus pada efisiensi margin, AMRT berada dalam jalur pertumbuhan, meski harus tetap mewaspadai tekanan dari sisi operasional.

PT Bank Mandiri Taspen Menjalin Kerja Sama dengan IFG Credit Life Insurance

KT1 19 May 2025 Investor Daily
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) dan PT Bank Mandiri Taspen menjalin kerja sama pemasaran produk IFG Credit Life Insurance dalam rangka mendukung layanan perbankan yang terintegrasi. Penandatanganan perjanjian Kerja Sama dilakukan kedua perusahaan dalam memperluas akses perlindungan finansial bagi masyarakat.  Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri Taspen bersama IFG Life akan memberikan perlindungan jiwa untuk debitur dan calon debitur  Bank Mandiri Taspen, terutama nasabah UMKM dan Pensiunan, dengan produk IFG Credit Life Insurance yang memberikan perlindungan terhadap resiko meninggal dunia bagi debitur selama jangka waktu kredit. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi debitur atas kelangsungan kreditnya dan menjaga kualitas kredit di Bank Mandiri Taspen. Direktur Bisnis Korporasi IFG Life Bugi Riagandhy, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi dan misi IFG Life dalam memperluas akses perlindungan asuransi kepada masyarakat Indonesia. Kerja sama ini merupakan bentuk awal kolaborasi strategi dalam mendukung perlindungan menyeluruh bagi debitur dan calon debitur Bank Mandiri Taspen dan membuka peluang kerja sama lain di masa depan. (Yetede)