Tags
Korporasi
( 1584 )GOTO-Indosat Capaian Transformasi Digital dan Regulasi Anak
KT1
03 Jun 2025 Investor Daily (H)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan PT Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) meluncurkan Sahabat-Ai dengan model berkapasitas 70 miliar parameter yang dilengkapi dengan layanan chat multibahasa. Kolaborasi kedua perusahaan ini merupakan terobosan terbaru dalam ekosistem Large Language Model (LLM) open-source di Indonesia. Terobosan ini juga disebut menjadi tonggak penting dalan memperkuat kedaulatan digital Indonesia, sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia. Layanan tersebut juga dilengkapi kemampuan penalaran canggih memudahkan pengguna untuk bertanya dan mendapatkan jawaban informatif dengan bahasa yang alami. Layanan tersebut juga dilengkapi kemampuan penalaran canggih sehingga memudahkan pengguna untuk bertanya dan mendapatkan jawaban informatif dengan bahasa yang alami. Direktur Utama GoTo Group Patrick Walujo mengatakan, dengan model 70 miliar parameter dan layanan chat baru, Sahabat-AI semakin memperkuat ekosistem AI yang sesuai dengan karateristik Indonesia. "Kemampuan multibahasa dan akurasi yang lebih tinggi membuat layanan ini dapat memenuhi kebutuhun masyarakat dan bisnis di seluruh Indonesia, Ini mencerminkan komitman kami pada kedaulatan digital dan mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mengembangkan teknologi lokal," kata Patrick. (Yetede)
Harapan Baru atas Perbaikan Likuiditas Pasar
HR1
03 Jun 2025 Kontan
Kinerja Bank Mandiri (BMRI) pada kuartal I-2025 menunjukkan pertumbuhan laba bersih 3,9% secara tahunan menjadi Rp 13,2 triliun. Namun secara kuartalan, laba menurun 4,1% akibat tekanan likuiditas dan kenaikan cost of fund menjadi 2,4%, yang menyebabkan penurunan net interest margin (NIM) dari 5,27% menjadi 4,8%.
Menurut Arief Machrus, analis dari Ina Sekuritas, penurunan NIM disebabkan oleh ketatnya likuiditas dan persaingan perebutan dana pihak ketiga. Indy Naila, Investment Analyst dari Edvisor Profina Visindo, juga menilai tekanan NIM masih akan berlangsung dalam jangka pendek, meskipun inisiatif digitalisasi melalui Livin, Kopra, dan Livin Merchant bisa meningkatkan dana murah (CASA) ke depan.
Dari sisi kredit, pertumbuhan kredit kuartalan stagnan, namun secara tahunan tumbuh signifikan sebesar 16,5% yoy. Indy menambahkan bahwa pertumbuhan kredit korporasi cenderung melambat dan non-performing loan (NPL) masih tinggi, namun bisa membaik jika suku bunga dan ekonomi stabil. Ia memperkirakan laba BMRI bisa tumbuh 5%-8% tahun ini, ditopang efisiensi operasional.
Satria Sambijantoro, analis dari Bahana Sekuritas, menyebut BMRI tetap optimis mencapai target NIM 5%-5,2% pada 2025, seiring potensi peningkatan likuiditas di semester II-2025 karena belanja pemerintah dan pemangkasan suku bunga BI.
Meski begitu, BMRI tetap berhati-hati menghadapi risiko tarif impor AS, ketatnya likuiditas domestik, dan potensi pelemahan ekonomi makro. Bahana memproyeksikan laba bersih BMRI 2025 mencapai Rp 58,5 triliun (naik 4,87% yoy) dan mempertahankan rekomendasi buy dengan target harga Rp 6.700.
Sementara Indy merekomendasikan akumulasi dengan target harga Rp 6.100, dan Arief menetapkan target lebih tinggi di Rp 7.700. Dengan harga saham saat ini di Rp 5.075, saham BMRI dinilai masih punya potensi upside.
Meski menghadapi tekanan margin dan likuiditas, BMRI tetap menunjukkan prospek pertumbuhan laba yang positif untuk 2025 berkat strategi efisiensi, digitalisasi, dan potensi penurunan suku bunga. Para analis — Arief Machrus, Indy Naila, dan Satria Sambijantoro — secara umum optimistis dan merekomendasikan beli (buy) terhadap saham BMRI.
PT Kalbe Farma Tbk Semakin Kokoh Menancapkan Posisinya
KT1
03 Jun 2025 Investor Daily (H)
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) makin kokoh menancapkan posisinya di industri farmasi nasional, seiring mulai beroperasinya fasilitas produksi Computed Tomolgraphy (CT) Scan pertama di Indonesia, milik perseroan, Aksi strategis ini menjadi tonggak baru dalam diversifikasi bisnis Kalbe di sektor teknologi medis, sekaligus membuka potensi sumber pertumbuhan pendapatan jangka panjang. Presiden Direktur kalbe Farma Bernadette Ruth Irawati Setiady menjelaskan, fasilitas produksi CT Scan tersebut dioperasikan oleh cicit usaha Kalbe, PT Forsta Kalmedic Global (Forsta), yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Perseroan telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp260 miliar untuk mendirikan dan mengembangkan fasilitas produksi alat kesehatan tersebut. "Kami telah memulai invetasi sejak dua tahun lalu, dan dalam beberapa tahun ke depan, investasi akan terus bergulir seiring pengembangan alat kesehatan (alkes) berteknologi tinggi lainnya," ujar Irawati. langkah Kalbe Farma ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam menguranngi ketergantungan impor alat kesehatan. Kementerian Kesehatan dan kementerian Perindustrian mencatat bahwa 100% kebutuhan alat CT Scan nasional masih bergantung pada impor, dengan nilai pembelian pada 2023 mencapai hampir Rp 800 miliar. (Yetede)
IHSG Berpotensi Cetak Kinerja Positif
HR1
02 Jun 2025 Kontan (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat kinerja positif sepanjang Mei 2025 dengan kenaikan 7,44% secara bulanan, menembus level 7.175,81. Kinerja ini mematahkan mitos pasar “Sell in May and Go Away”. Bahkan secara year to date (ytd), IHSG tumbuh 1,35%.
Menurut Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, penguatan IHSG diperkirakan berlanjut pada Juni 2025, ditopang oleh sentimen musim pembagian dividen dari emiten big caps dan rilis kinerja emiten semester pertama 2025. Ia juga menyebut rebalancing sektoral akan semakin terasa di paruh kedua tahun ini, terutama jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.
Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment, menambahkan bahwa pasar akan bergerak lebih dinamis karena adanya potensi profit taking dari saham defensif ke sektor siklikal. Ia menyebut fenomena window dressing biasanya muncul di akhir tahun jika tidak ada koreksi besar pada Mei.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, mengamati bahwa secara historis selama 29 tahun terakhir, IHSG cenderung hanya terkoreksi pada Agustus dan September, memberikan peluang akumulasi saham berfundamental kuat di bulan-bulan tersebut.
Dengan sentimen positif seperti dividen, kinerja emiten, dan prospek kebijakan moneter, para analis optimis IHSG dapat mempertahankan tren penguatannya memasuki paruh kedua tahun 2025.
Sinyal Perbaikan Ekonomi Semakin Terlihat
HR1
02 Jun 2025 Kontan
Sepanjang tahun 2025, saham sektor konsumen nonprimer (consumer cyclicals) mengalami tekanan berat, dengan penurunan kinerja sebesar 12,14% year to date (ytd) — menjadikannya sektor berkinerja terburuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini dipicu oleh perlambatan kinerja keuangan emiten, penguatan indeks dolar AS, pengetatan moneter, deflasi, dan berkurangnya daya beli masyarakat.
Namun, Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa sektor ini berpeluang pulih. Faktor pendorongnya antara lain ekspektasi kebijakan dovish dari The Fed, stabilitas ekonomi domestik, nilai tukar rupiah yang menguat, serta potensi rotasi sektor ke saham-saham siklikal. Selain itu, program pemerintah seperti diskon tarif listrik juga diperkirakan bisa mendorong konsumsi rumah tangga terhadap barang nonprimer.
Jessica Leonardy, Equity Analyst OCBC Sekuritas, menyoroti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebagai salah satu saham yang menarik. MAPI diprediksi tumbuh kuat berkat portofolio merek internasional dan tren gaya hidup aktif di kalangan Gen Z dan milenial. MAPI juga ekspansif dengan rencana membuka 450 toko baru pada 2025.
Sementara itu, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas menilai Grup Alfamart, melalui AMRT dan MIDI, sebagai pemain defensif yang tetap berpotensi tumbuh. MIDI bahkan diproyeksikan mencetak laba bersih sebesar Rp 758,8 miliar tahun ini, naik 25% dari estimasi sebelumnya. MIDI juga dinilai lebih fokus dan efisien setelah keluar dari bisnis Lawson.
Meskipun Kiwoom Sekuritas masih memberikan pandangan netral terhadap sektor ini, Audi menyarankan perhatian khusus terhadap saham AUTO dan MAPI, dengan target harga masing-masing Rp 2.480 dan Rp 1.700. Kesimpulannya, sektor konsumen nonprimer menghadapi tekanan jangka pendek, tetapi memiliki peluang pemulihan di paruh kedua 2025, terutama bagi emiten dengan strategi dan posisi pasar yang kuat.
Tarif Impor AS Rugikan Perusahaan Global
HR1
31 May 2025 Kontan
Perang dagang yang dipicu oleh Presiden Donald Trump telah menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan global, dengan total lebih dari US$ 34 miliar, menurut analisis Reuters terhadap laporan 56 perusahaan besar dari AS, Eropa, dan Jepang. Kebijakan tarif yang tidak menentu menyebabkan lonjakan biaya, penurunan penjualan, serta ketidakpastian bisnis yang mendorong perusahaan untuk memangkas atau mencabut proyeksi keuangan.
Tokoh penting dalam artikel, Jeffrey Sonnenfeld, profesor dari Yale School of Management, menyatakan bahwa kerugian tersebut kemungkinan masih belum mencerminkan skala dampak sebenarnya, karena banyak perusahaan belum melaporkan sepenuhnya akibat dari gejolak perdagangan global.
Perusahaan besar seperti Apple, Ford, Porsche, Sony, Walmart, hingga United Airlines mengaku kesulitan dalam menyusun perencanaan biaya dan panduan laba, bahkan ada yang terpaksa menaikkan harga tanpa proyeksi laba atau mengubah strategi keuangan secara drastis.
Rich Bernstein, CEO Richard Bernstein Advisors, menilai banyak perusahaan saat ini mengalami kebingungan menentukan arah strategi masa depan akibat ketidakpastian kebijakan tarif AS. Hal ini tercermin dari meluasnya pembahasan isu tarif dalam laporan keuangan, baik di indeks S&P 500, STOXX 600 Eropa, maupun Nikkei 225 Jepang.
Dampaknya terhadap perekonomian makro juga mulai terlihat. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan bahwa laba perusahaan AS turun US$ 118,1 miliar pada kuartal I-2025, sementara produk domestik bruto (PDB) menyusut 0,2%, menandakan tekanan serius pada ekonomi.
Perang dagang telah menciptakan ketidakpastian besar di sektor korporasi global, melemahkan kinerja perusahaan, menekan laba, dan merusak prospek ekonomi baik di AS maupun secara internasional.
Bisnis Bank Digital Cetak Laba Tinggi
HR1
30 May 2025 Kontan
Kinerja perbankan digital menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang empat bulan pertama 2025. Sebagian besar bank digital mencetak laba signifikan, bahkan bank yang sebelumnya merugi berhasil membalikkan keadaan.
Bank Jago mencatatkan kinerja paling mencolok, dengan laba bersih naik 173,56% menjadi Rp 81,22 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih. Disusul oleh BCA Digital, yang meraih laba Rp 84,45 miliar atau naik 29%, berkat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 46,5%.
Sementara itu, Bank Neo Commerce (BNC) membalikkan kerugian menjadi laba Rp 191,65 miliar, berkat strategi efisiensi, terutama dari penurunan beban provisi. Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menyebut pencapaian ini merupakan buah dari penguatan fondasi bisnis sejak tahun lalu. Eri optimistis kredit akan tumbuh 12–15% tahun ini dengan fokus pada dana murah, payroll, dan cash management.
Allo Bank, meski mencetak pertumbuhan laba terbatas sebesar 4,11%, tetap fokus pada strategi digital hybrid yang mengintegrasikan segmen ritel dan wholesale. Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo, menekankan pentingnya pengembangan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah di era digital serta integrasi dalam ekosistem mitra strategis.
Namun, Indra mengakui tekanan makroekonomi dan ketatnya likuiditas menjadi tantangan bagi pertumbuhan yang lebih tinggi, sehingga Allo Bank belum berencana menurunkan suku bunga deposito dan akan tetap menjaga keseimbangan aset-liabilitas.
Kinerja positif bank digital merupakan hasil dari transformasi strategis dan efisiensi operasional, dengan tokoh-tokoh kunci seperti Eri Budiono dan Indra Utoyo memainkan peran penting dalam mengarahkan bank masing-masing menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Erajaya Makin Kinclong Berkat iPhone 16
HR1
30 May 2025 Kontan
Pertumbuhan pesat pasar smartphone di Indonesia, khususnya di segmen kelas menengah yang tumbuh 24,9% yoy pada 2024, menjadi pendorong positif bagi kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Meskipun sempat terdampak oleh keterlambatan distribusi iPhone 16 akibat hambatan TKDN, kinerja ERAA diproyeksikan akan membaik seiring iPhone 16 yang mulai dipasarkan sejak April 2025.
Indy Naila, analis dari Edvisor Profina Visindo, menilai peluncuran iPhone 16 akan menjadi angin segar bagi ERAA sebagai mitra resmi Apple di Indonesia. Ia memperkirakan produk ini dapat menyumbang 15%–20% dari total pendapatan ERAA sepanjang 2025.
Senada, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas mencatat bahwa penjualan iPhone 16 1,5 kali lebih tinggi dari seri sebelumnya dalam dua minggu pertama penjualan, berkat permintaan yang sempat tertunda. Ia juga menyoroti potensi dorongan tambahan dari peluncuran iPhone 17 pada paruh kedua 2025.
Namun, pada kuartal I-2025, ERAA mencatat penurunan pendapatan 4,61% yoy, terutama karena anjloknya segmen ponsel dan tablet. Meski begitu, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas tetap optimistis, memproyeksikan pendapatan ERAA tumbuh 9,04% dan laba bersih naik 9,59% di akhir tahun.
Dalam konteks ekspansi, ERAA merevisi target pembukaan toko dari 300–400 menjadi 250–300 toko, mencerminkan sikap hati-hati terhadap pelemahan daya beli. Hingga kuartal I, hanya 34 toko baru yang dibuka.
Prospek ERAA tetap cerah, didukung produk unggulan seperti iPhone 16 dan strategi ekspansi yang realistis. Indy Naila, Laras Nadira, dan Jody Wijaya kompak merekomendasikan beli (buy) saham ERAA dengan target harga masing-masing Rp 680, Rp 650, dan Rp 620 per saham.
Menunggu Realisasi Kesepakatan RI-Prancis US$ 11 Miliar
KT1
30 May 2025 Investor Daily (H)
Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama dalam sejumlah sektor strategis melalui penandatanganan 26 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), dengan nilai kesepakatan sebesar US$ 11 miliar atau setara Rp179,3 triliun (kurs Rp 16.300/dolar AS). Publik berharap MoU ini dapat terlaksana sehingga memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, 26 MoU tersebut dilakukan dalam dua sesi. Adapun 16 MoU disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Sedangkan 10 MoU ditandatangani pada sesi lanjutan di Gedung AA Maramis, kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Bila diakumulasi, nilai kerja sama tersebut ditaksir mencapai US$ 11 miliar. Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat menyelaraskan hubungan pedagangan Indonesia-Prancis hingga memperluas kerja sama ke sektor strategis lainnya. "Saya hitung total nilai MoU, setidaknya US$ 11 miliar. Ini akan membuat Indonesia dan Perancis menjadi sangat kuat. Dan ini juga merupakan penanda 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Prancis," kata Airlangga. (Yetede)
Dividen Jumbo Perusahaan Gas Negara
KT1
30 May 2025 Investor Daily (H)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN kembali melanjutkan tradisi pembiayaan dividen jumbo, dengan menetapkan dividen tahun buku 2024 sebesar US$ 271,5 juta atau setara Rp4,44 triliun. Dividen yang mencapai 80% dari perolehan laba bersih 2024 ynag senilai US$ kepada seluruh 339,4 juta tersebut, akan didistribusikan kepada seluruh pemegang 24,24 miliar saham PGN. Secara historis, anak usaha PT Pertamina ini konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar. Tahun ini, emiten gas ini membagikan dividen tahun buku 2023 sebesar US$ 222,43 juta atau 80% dari perolehan laba bersih yang mencapai US$ 278,09 juta. Setahun sebelumnya, PGN juga membagikan dividen jumbo sebesar US$ 228,36 juta atau 70% dari laba bersih 2022 yang senilai US$ 326,2 juta. Dan pada 2022, perseroan membagikan dividen tahun buku 2021 sebesar US$ 205,95 juta atau 67,8% dari laba bersih US$ 303,82 juta. Saat ini, sebanyak 13,81 miliar saham atau 59,96% saham PGAS dikuasai oleh PT Pertamina dan sisanya 10,43 miliar saham atau 43,04% dimiliki publik. Sementara ini, di lantai bursa, saham PGAS telah menguat Rp4,3% dalam satu pekan terakhir ke level Rp 1.820. Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan, rencana pembagian dividen tahun buku 2024 telah disetujui dalam RUPST perseroan pada rabu, (28/05/2025). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









