Tags
Korporasi
( 1557 )IHSG Berpotensi Cetak Kinerja Positif
HR1
02 Jun 2025 Kontan (H)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat kinerja positif sepanjang Mei 2025 dengan kenaikan 7,44% secara bulanan, menembus level 7.175,81. Kinerja ini mematahkan mitos pasar “Sell in May and Go Away”. Bahkan secara year to date (ytd), IHSG tumbuh 1,35%.
Menurut Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, penguatan IHSG diperkirakan berlanjut pada Juni 2025, ditopang oleh sentimen musim pembagian dividen dari emiten big caps dan rilis kinerja emiten semester pertama 2025. Ia juga menyebut rebalancing sektoral akan semakin terasa di paruh kedua tahun ini, terutama jika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.
Guntur Putra, CEO Pinnacle Investment, menambahkan bahwa pasar akan bergerak lebih dinamis karena adanya potensi profit taking dari saham defensif ke sektor siklikal. Ia menyebut fenomena window dressing biasanya muncul di akhir tahun jika tidak ada koreksi besar pada Mei.
Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, mengamati bahwa secara historis selama 29 tahun terakhir, IHSG cenderung hanya terkoreksi pada Agustus dan September, memberikan peluang akumulasi saham berfundamental kuat di bulan-bulan tersebut.
Dengan sentimen positif seperti dividen, kinerja emiten, dan prospek kebijakan moneter, para analis optimis IHSG dapat mempertahankan tren penguatannya memasuki paruh kedua tahun 2025.
Sinyal Perbaikan Ekonomi Semakin Terlihat
HR1
02 Jun 2025 Kontan
Sepanjang tahun 2025, saham sektor konsumen nonprimer (consumer cyclicals) mengalami tekanan berat, dengan penurunan kinerja sebesar 12,14% year to date (ytd) — menjadikannya sektor berkinerja terburuk di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penurunan ini dipicu oleh perlambatan kinerja keuangan emiten, penguatan indeks dolar AS, pengetatan moneter, deflasi, dan berkurangnya daya beli masyarakat.
Namun, Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, menilai bahwa sektor ini berpeluang pulih. Faktor pendorongnya antara lain ekspektasi kebijakan dovish dari The Fed, stabilitas ekonomi domestik, nilai tukar rupiah yang menguat, serta potensi rotasi sektor ke saham-saham siklikal. Selain itu, program pemerintah seperti diskon tarif listrik juga diperkirakan bisa mendorong konsumsi rumah tangga terhadap barang nonprimer.
Jessica Leonardy, Equity Analyst OCBC Sekuritas, menyoroti PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) sebagai salah satu saham yang menarik. MAPI diprediksi tumbuh kuat berkat portofolio merek internasional dan tren gaya hidup aktif di kalangan Gen Z dan milenial. MAPI juga ekspansif dengan rencana membuka 450 toko baru pada 2025.
Sementara itu, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas menilai Grup Alfamart, melalui AMRT dan MIDI, sebagai pemain defensif yang tetap berpotensi tumbuh. MIDI bahkan diproyeksikan mencetak laba bersih sebesar Rp 758,8 miliar tahun ini, naik 25% dari estimasi sebelumnya. MIDI juga dinilai lebih fokus dan efisien setelah keluar dari bisnis Lawson.
Meskipun Kiwoom Sekuritas masih memberikan pandangan netral terhadap sektor ini, Audi menyarankan perhatian khusus terhadap saham AUTO dan MAPI, dengan target harga masing-masing Rp 2.480 dan Rp 1.700. Kesimpulannya, sektor konsumen nonprimer menghadapi tekanan jangka pendek, tetapi memiliki peluang pemulihan di paruh kedua 2025, terutama bagi emiten dengan strategi dan posisi pasar yang kuat.
Tarif Impor AS Rugikan Perusahaan Global
HR1
31 May 2025 Kontan
Perang dagang yang dipicu oleh Presiden Donald Trump telah menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan global, dengan total lebih dari US$ 34 miliar, menurut analisis Reuters terhadap laporan 56 perusahaan besar dari AS, Eropa, dan Jepang. Kebijakan tarif yang tidak menentu menyebabkan lonjakan biaya, penurunan penjualan, serta ketidakpastian bisnis yang mendorong perusahaan untuk memangkas atau mencabut proyeksi keuangan.
Tokoh penting dalam artikel, Jeffrey Sonnenfeld, profesor dari Yale School of Management, menyatakan bahwa kerugian tersebut kemungkinan masih belum mencerminkan skala dampak sebenarnya, karena banyak perusahaan belum melaporkan sepenuhnya akibat dari gejolak perdagangan global.
Perusahaan besar seperti Apple, Ford, Porsche, Sony, Walmart, hingga United Airlines mengaku kesulitan dalam menyusun perencanaan biaya dan panduan laba, bahkan ada yang terpaksa menaikkan harga tanpa proyeksi laba atau mengubah strategi keuangan secara drastis.
Rich Bernstein, CEO Richard Bernstein Advisors, menilai banyak perusahaan saat ini mengalami kebingungan menentukan arah strategi masa depan akibat ketidakpastian kebijakan tarif AS. Hal ini tercermin dari meluasnya pembahasan isu tarif dalam laporan keuangan, baik di indeks S&P 500, STOXX 600 Eropa, maupun Nikkei 225 Jepang.
Dampaknya terhadap perekonomian makro juga mulai terlihat. Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan bahwa laba perusahaan AS turun US$ 118,1 miliar pada kuartal I-2025, sementara produk domestik bruto (PDB) menyusut 0,2%, menandakan tekanan serius pada ekonomi.
Perang dagang telah menciptakan ketidakpastian besar di sektor korporasi global, melemahkan kinerja perusahaan, menekan laba, dan merusak prospek ekonomi baik di AS maupun secara internasional.
Bisnis Bank Digital Cetak Laba Tinggi
HR1
30 May 2025 Kontan
Kinerja perbankan digital menunjukkan tren yang sangat positif sepanjang empat bulan pertama 2025. Sebagian besar bank digital mencetak laba signifikan, bahkan bank yang sebelumnya merugi berhasil membalikkan keadaan.
Bank Jago mencatatkan kinerja paling mencolok, dengan laba bersih naik 173,56% menjadi Rp 81,22 miliar, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih. Disusul oleh BCA Digital, yang meraih laba Rp 84,45 miliar atau naik 29%, berkat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 46,5%.
Sementara itu, Bank Neo Commerce (BNC) membalikkan kerugian menjadi laba Rp 191,65 miliar, berkat strategi efisiensi, terutama dari penurunan beban provisi. Direktur Utama BNC, Eri Budiono, menyebut pencapaian ini merupakan buah dari penguatan fondasi bisnis sejak tahun lalu. Eri optimistis kredit akan tumbuh 12–15% tahun ini dengan fokus pada dana murah, payroll, dan cash management.
Allo Bank, meski mencetak pertumbuhan laba terbatas sebesar 4,11%, tetap fokus pada strategi digital hybrid yang mengintegrasikan segmen ritel dan wholesale. Direktur Utama Allo Bank, Indra Utoyo, menekankan pentingnya pengembangan layanan yang sesuai kebutuhan nasabah di era digital serta integrasi dalam ekosistem mitra strategis.
Namun, Indra mengakui tekanan makroekonomi dan ketatnya likuiditas menjadi tantangan bagi pertumbuhan yang lebih tinggi, sehingga Allo Bank belum berencana menurunkan suku bunga deposito dan akan tetap menjaga keseimbangan aset-liabilitas.
Kinerja positif bank digital merupakan hasil dari transformasi strategis dan efisiensi operasional, dengan tokoh-tokoh kunci seperti Eri Budiono dan Indra Utoyo memainkan peran penting dalam mengarahkan bank masing-masing menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Erajaya Makin Kinclong Berkat iPhone 16
HR1
30 May 2025 Kontan
Pertumbuhan pesat pasar smartphone di Indonesia, khususnya di segmen kelas menengah yang tumbuh 24,9% yoy pada 2024, menjadi pendorong positif bagi kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Meskipun sempat terdampak oleh keterlambatan distribusi iPhone 16 akibat hambatan TKDN, kinerja ERAA diproyeksikan akan membaik seiring iPhone 16 yang mulai dipasarkan sejak April 2025.
Indy Naila, analis dari Edvisor Profina Visindo, menilai peluncuran iPhone 16 akan menjadi angin segar bagi ERAA sebagai mitra resmi Apple di Indonesia. Ia memperkirakan produk ini dapat menyumbang 15%–20% dari total pendapatan ERAA sepanjang 2025.
Senada, Laras Nadira dari Bahana Sekuritas mencatat bahwa penjualan iPhone 16 1,5 kali lebih tinggi dari seri sebelumnya dalam dua minggu pertama penjualan, berkat permintaan yang sempat tertunda. Ia juga menyoroti potensi dorongan tambahan dari peluncuran iPhone 17 pada paruh kedua 2025.
Namun, pada kuartal I-2025, ERAA mencatat penurunan pendapatan 4,61% yoy, terutama karena anjloknya segmen ponsel dan tablet. Meski begitu, Muhamad Heru Mustofa dari Phintraco Sekuritas tetap optimistis, memproyeksikan pendapatan ERAA tumbuh 9,04% dan laba bersih naik 9,59% di akhir tahun.
Dalam konteks ekspansi, ERAA merevisi target pembukaan toko dari 300–400 menjadi 250–300 toko, mencerminkan sikap hati-hati terhadap pelemahan daya beli. Hingga kuartal I, hanya 34 toko baru yang dibuka.
Prospek ERAA tetap cerah, didukung produk unggulan seperti iPhone 16 dan strategi ekspansi yang realistis. Indy Naila, Laras Nadira, dan Jody Wijaya kompak merekomendasikan beli (buy) saham ERAA dengan target harga masing-masing Rp 680, Rp 650, dan Rp 620 per saham.
Menunggu Realisasi Kesepakatan RI-Prancis US$ 11 Miliar
KT1
30 May 2025 Investor Daily (H)
Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama dalam sejumlah sektor strategis melalui penandatanganan 26 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU), dengan nilai kesepakatan sebesar US$ 11 miliar atau setara Rp179,3 triliun (kurs Rp 16.300/dolar AS). Publik berharap MoU ini dapat terlaksana sehingga memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, 26 MoU tersebut dilakukan dalam dua sesi. Adapun 16 MoU disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Sedangkan 10 MoU ditandatangani pada sesi lanjutan di Gedung AA Maramis, kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Bila diakumulasi, nilai kerja sama tersebut ditaksir mencapai US$ 11 miliar. Dengan adanya MoU ini diharapkan dapat menyelaraskan hubungan pedagangan Indonesia-Prancis hingga memperluas kerja sama ke sektor strategis lainnya. "Saya hitung total nilai MoU, setidaknya US$ 11 miliar. Ini akan membuat Indonesia dan Perancis menjadi sangat kuat. Dan ini juga merupakan penanda 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Prancis," kata Airlangga. (Yetede)
Dividen Jumbo Perusahaan Gas Negara
KT1
30 May 2025 Investor Daily (H)
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN kembali melanjutkan tradisi pembiayaan dividen jumbo, dengan menetapkan dividen tahun buku 2024 sebesar US$ 271,5 juta atau setara Rp4,44 triliun. Dividen yang mencapai 80% dari perolehan laba bersih 2024 ynag senilai US$ kepada seluruh 339,4 juta tersebut, akan didistribusikan kepada seluruh pemegang 24,24 miliar saham PGN. Secara historis, anak usaha PT Pertamina ini konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar. Tahun ini, emiten gas ini membagikan dividen tahun buku 2023 sebesar US$ 222,43 juta atau 80% dari perolehan laba bersih yang mencapai US$ 278,09 juta. Setahun sebelumnya, PGN juga membagikan dividen jumbo sebesar US$ 228,36 juta atau 70% dari laba bersih 2022 yang senilai US$ 326,2 juta. Dan pada 2022, perseroan membagikan dividen tahun buku 2021 sebesar US$ 205,95 juta atau 67,8% dari laba bersih US$ 303,82 juta. Saat ini, sebanyak 13,81 miliar saham atau 59,96% saham PGAS dikuasai oleh PT Pertamina dan sisanya 10,43 miliar saham atau 43,04% dimiliki publik. Sementara ini, di lantai bursa, saham PGAS telah menguat Rp4,3% dalam satu pekan terakhir ke level Rp 1.820. Sekretaris Perusahaan PGN Fajriyah Usman mengatakan, rencana pembagian dividen tahun buku 2024 telah disetujui dalam RUPST perseroan pada rabu, (28/05/2025). (Yetede)
Laba BTN Tembus Rp 1 Triliun
KT1
30 May 2025 Investor Daily
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN membukukan laba bersih tahun berjalan mencapai Ro 1,01 triliun untuk periode Januari-April 2025. Jumlah ini meningkat 2,7% yoy dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp983,8 miliar. Mengacu laporan keuangan BTN, Kamis (29/5/2025), pendapatan bunga tercatat tumbuh 7,6% menjadi Rp 10,91 triliun. Pendapatan bunga didorong dari kinerja total pertumbuhan kredit dan pembiayaan yang meningkat 5,09% yoy menjadi Rp 363,11 hingga akhir April 2025. Secara rinci, kredit konvensional tumbuh tipis 3,41% menjadi sebesar Rp316,53 triliun, sedangkan pembiayaan syariah melonjak sampai dengan 18,17% menjadi Rp46,57 triliun di akhir April 2025. Hal tersebut juga tercermin dari rasio dana murah (CASA) yang merambat naik dari posisi 49,67% menjadi sebesar51,31%. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh 8,61% yoy menjadi Rp389,15 triliun. Dilihat dari komposisinya, giro melompat 15,03% menjadi Rp 156,80 triliun. Kemudian, tabungan tumbuh moderat sebesar 2,93% yoy menjadi Rp42,85 triliun. Kemudian deposito meningkat 5,08% yoy menjadi Rp 189,49 triliun. (Yetede)
Suzuki Investasi Rp 1 T
KT1
30 May 2025 Investor Daily
PT Suzuki Motor (SIM) menggelontorkan investasi sedikitnya Rp 1 triliun untuk mengembangkan model terbarunya, Suzuki Fronx di Indonesia. SUV ringkas yang hadir dalam varian bensin maupin mild hybrid ini telah dirakit secara lokal dan memiliki kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang disebut sekitar 60%. Suzuki Fronx hadir dalam beberapa varian, yakni GL, seharga Rp 259 juta MT (transmisi manual) dan Rp271 juta AT (transmisi otomatis), GX seharga Rp271 juta (MT) dan Rp293,3 juta (AT), serta GSX seharga Rp 319,9 juta (AT). "Komponen saja investasi yang telah kita keluarkan lebih dari Rp1 triliun untuk pengadaan komponen (fronx) untuk produksi tidak hanya supplier tapi tentunya di pabrik perlu ada investasi, sehingga bisa dipastikan jumlahnya lebih dari Ro 1 triliun untuk mengembangkan Fronx," ujar Direktur Pelaksana PT SIM Shodiq Wicaksono. PT SIM mendapatkan kepercayaan dari Suzuki Motor Corporation (SMC) Japan untuk memproduksi Suzuki Fronx secara lokal di Indonesia. Proses manufaktur keseluruhan model ini berlangsung di fasilitas Suzuki Cikarang Plant, Jawa Barat, yang telah memenuhi standar global dan didukung oleh berbagai pelaku industri lokal. (Yetede)
Telkom Rombak Direksi
KT1
28 May 2025 Investor Daily (H)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) merombak susunan direksi dan dewan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2024. Selain menyetujui pembagian dividen besar dan aksi pembelian kembali saham (buyback), rapat juga mengusung arah strategi baru untuk memperkuat peran Telkom sebagai pemimpin ekosistem digital nasional. Wakil Direktur Utama (Wadirut) Telkom Muhammad Awaluddin mengungkapkan ada tiga misi besar yang akan dilaksanakan tahun ini. Melalui komposisi yang baru, Telkom Indonesia ingin memiliki peran penting dalam ekosistem telekomunikasi nasional. Seluruh jajaran direksi, dewan komisaris, serta dukungan pemegang saham, dukungan pemegang saham, mereka berkomitmen untuk menjadi penggerak sinergi dan kolaborasi dalam ekosistem telco di Indonesia. "Telkom harus menjadi accelerator telco di Indonesia," kata Awwaludin. Kemudian, Telkom terus berkomitmen dalam melakukan pengembangan digital dan menjadi digital ecosystem leader. Infrastruktur Telkom yang dinilai sudah sangat masif, baik fasilitas digital penunjang dan lain sebagainya, sehingga mampu berperan dalam memonetisasi dan mengutilitas infrastruktur digital. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Beban Bunga Utang
05 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022









