Penurunan Bunga Tekan Ekspansi
Pertumbuhan kinerja perusahaan pembiayaan (mulfiinance)
tahun ini berisiko lebih rendah dari target yang ditetapkan OJK. Hal ini
sebagai dampak atas tantangan eksternal, salah satunya penurunan penjualan kendaraan
bermotor karena melemahnya daya beli masyarakat. Ternyata sebanyak 14 emiten
perusahaaan pembiayaan pada kuartal
1-2025 membukukan laba bersih Rp942,62% dibandingkan dengan laba bersih pada
kuartal 1-2024 yang senilai Rp1,11 triliun. Salah satu emiten yang mengalami penurunan
laba bersih adalah PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance). Di mana,
pada Maret 2025 emiten bersandi saham ADMF ini meraup laba bersih Rp278,52
miliar, ambles 35,54% dibandingkan dengan Maret 2024 yang sebesar Rp432,11
miliar. Selain itu, ada Clipan Finance Indonesia (CFIN) yang meraup laba bersih
Rp35,04 miliar, anjlok 59,3% (yoy) pada akhir Maret 2025. Dari laporan
keuangannya, pendapatan susut dan beban melonjak, salah satunya karena alokasi
pencadangan yang naik menjadi Rp 158,71 miliar dari sebelumnya Rp 122,38
miliar. (Yetede)
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023