Korporasi
( 1557 )Menunggu Kejutan dari Mitratel
BCA Menjadi Jawara dengan Mencetak Laba Terbesar di Indonesia
PANI Fokus pada Segmen Konsumen Premium
Teknologi Raksasa Dunia Tak Luput dari Dampak Tarif Trump
Dorong Inovasi Digital dan Bisnis Emas
Danantara Bisa Jadikan BRI Lebih Adaptif dan Agile
Tarik Ulur Kenaikan Tarif Transjakarta
Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan tarif angkutan umum TransJakarta sudah seharusnya ditinjau ulang. Pengamat transportasi dari masyarakat Indonesia Djoko Setijawarno mengatakan, sudah seharusnnya tarif ditinjau ulang untuk dipertimbangkan. Djoko beralasan, perhitungan tarif harus disesuaikan dengan komponen yang berlaku saat ini. "Misalnyya pendapatan masyarakat yang dihitung berdasarkan Upah Minimum Provinsi, biaya operasional bensin dan perawatan," ungkapnya kepada Investor Daily. Di sisi lain bahwa tarif Transjakarta masih disubsidi dengan menitikberatkan alokasi subisidi berdasarkan sumber-sumber pendapatan daerah.
"Saya kira bisa dipertimbangkan bahwa pemasukan subsidi masih ada peluang misalnya memanfaatkan subsidi transportasi umum TransJakarta dari penerbitan parkir tepi jalan,"ucapnya. Ia menilai maraknya, parkir liar masih marak di Jakarta perlu dievaluasi melalui manajemen parkir di badan jalan. Hal ini termasuk keberadaan jukir (juru parkir) liarnya," "Sejumlah trotoar diokupansi oleh sepeda motor sebagai lahan parkir. Ada hal pengguna jalan lain yang dilangggar dalam parkir liar, seperti keamanan dan kenyamanan. parkir liar di badan jalan umumnya retribusi masuk ke kantong pribadi, bukan pendapatan asli daerah. Sejumlah titik parkir dikuasai ormas, bisa jadi masa tertentu ada perjanjian tidak tertulis dengan kepala daerah sebagai pendukung kemenangan hingga terpilih," ungkapnya. (Yetede)
TIK mencatat pertumbuhan sebesar 7,57%
Gudang Ditambah, Stok Serapan Gabah Melonjak
BRI Bukukan Laba Fantastis di Kuartal Awal
Di tengah tantangan ekonomi global akibat tensi geopolitik dan perang tarif, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) berhasil mencatat kinerja positif pada Triwulan I 2025 dengan meraih laba bersih sebesar Rp13,80 triliun dan pertumbuhan aset sebesar 5,49% YoY menjadi Rp2.098,23 triliun. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa pencapaian ini diperoleh berkat strategi fokus pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penguatan konsumsi domestik. Penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.373,66 triliun, dengan 81,97% dialokasikan ke UMKM, seperti dijelaskan oleh Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya.
BRI juga memperkuat inklusi keuangan melalui AgenBRILink yang tersebar di 67 ribu desa dan mencatatkan pertumbuhan signifikan. Mucharom, Direktur Manajemen Risiko, menyoroti perbaikan kualitas kredit dengan NPL turun menjadi 2,97% dan NPL coverage mencapai 200,60%, menunjukkan manajemen risiko yang efektif. Dari sisi pendanaan, Direktur Network & Retail Funding Aquarius Rudianto menyampaikan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI mencapai Rp1.421,60 triliun, didukung dominasi dana murah (CASA) dan pertumbuhan layanan digital BRImo.
Sementara itu, Viviana Dyah Ayu selaku Direktur Finance & Strategy menekankan bahwa kondisi likuiditas dan permodalan BRI tetap kuat, dengan CAR mencapai 24,03%. Menutup konferensi, Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI siap melanjutkan transformasi menjadi bank universal yang melayani seluruh lapisan masyarakat dan sektor, dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan inovasi di tengah tantangan global.
Pilihan Editor
-
Waspada Rambatan Resesi AS
02 Aug 2022 -
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









