;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Kinerja Jababeka Berbalik Positif

HR1 05 May 2025 Bisnis Indonesia
Pada kuartal I/2025, PT Jababeka Tbk. (KIJA) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp43,24 miliar, berbalik positif dari rugi bersih Rp125,44 miliar pada kuartal I/2024. Laporan keuangan ini mencerminkan lonjakan signifikan dalam pendapatan perusahaan, yang tercatat mencapai Rp1,29 triliun, naik 87,22% YoY.

Pencapaian tersebut didorong oleh penjualan tanah matang, tanah dan rumah, serta pendapatan dari segmen jasa, termasuk tenaga listrik dan pemeliharaan. Muljadi Suganda, Corporate Secretary Jababeka, menyatakan bahwa Kawasan Kendal menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan penjualan tanah kavling, yang meningkat hampir enam kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan dari Pilar Infrastruktur juga tumbuh 26% YoY, dengan segmen ketenagalistrikan dan pemeliharaan memberikan kontribusi besar. KIJA juga mencatatkan EBITDA yang naik 166% YoY menjadi Rp481,5 miliar, mencerminkan pertumbuhan operasional yang kuat dan efisiensi dalam pengendalian biaya.

DPR RI Meminta Pengawasan Maskapai Penerbangan Haji Diperketat

KT1 03 May 2025 Investor Daily (H)

DPR RI meminta pemerintah memperketat pengawasan tiga maskapai penerbangan haji 2025 yakni Garuda Indonesia, Saudi Airlines dan Lion Air, mengingat jumlah jemaah haji yang diterbangkan pada tahun ini mencapai angka 221.000 orang. Pada angkutan haji 2025, Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221.000 orang yang terdiri atas 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus. Kuota haji reguler terbagi atas 190.897 calon haji reguler  yang berhak lunas sesuai urutan porsi, 10.166 calon haji reguler prioritas lansia, 685 pembimbing ibadaj pada KBIHU, dan 1.572 petugas haji daerah (PHD). Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) pun telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 Hijriah/2025 Masehi. Jemaah calon haji pada Kamis (1/5).

Sehari berikutnya reguler asal Indonesia secara bertahap akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari Rmbarkasi masing-masing. Tahun ini untuk pertama kalinya pemerintah menunjuk Lion Air Group yang akan bersanding dengan Garuda Indonesia dan Suadi Airlines dalam melayani perjalanan haji 1446 Hijriah/2025 Masehi. Garuda Indonesia telah menyiapkan 13 armada pesawat yang akan melayani keberangkatan dan kepulangan dari Embarkasi Aceh, Medan, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok, dan sebagian Embarkasih Jakarta-Pondok Gede. Tahun ini, Garuda Indonesia akan mengangkut 104.172 jemaah haji reguler dan petugas. Jemaah ini tergabung dalam 287 kelompok terbang. (Yetede)

DPR RI Meminta Pengawasan Maskapai Penerbangan Haji Diperketat

KT1 03 May 2025 Investor Daily (H)

DPR RI meminta pemerintah memperketat pengawasan tiga maskapai penerbangan haji 2025 yakni Garuda Indonesia, Saudi Airlines dan Lion Air, mengingat jumlah jemaah haji yang diterbangkan pada tahun ini mencapai angka 221.000 orang. Pada angkutan haji 2025, Indonesia mendapatkan kuota sebanyak 221.000 orang yang terdiri atas 203.320 haji reguler dan 17.680 haji khusus. Kuota haji reguler terbagi atas 190.897 calon haji reguler  yang berhak lunas sesuai urutan porsi, 10.166 calon haji reguler prioritas lansia, 685 pembimbing ibadaj pada KBIHU, dan 1.572 petugas haji daerah (PHD). Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) pun telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 Hijriah/2025 Masehi. Jemaah calon haji pada Kamis (1/5).

Sehari berikutnya reguler asal Indonesia secara bertahap akan mulai diberangkatkan ke Tanah Suci dari Rmbarkasi masing-masing. Tahun ini untuk pertama kalinya pemerintah menunjuk Lion Air Group yang akan bersanding dengan Garuda Indonesia dan Suadi Airlines dalam melayani perjalanan haji 1446 Hijriah/2025 Masehi. Garuda Indonesia telah menyiapkan 13 armada pesawat yang akan melayani keberangkatan dan kepulangan dari Embarkasi Aceh, Medan, Solo, Balikpapan, Makassar, Lombok, dan sebagian Embarkasih Jakarta-Pondok Gede. Tahun ini, Garuda Indonesia akan mengangkut 104.172 jemaah haji reguler dan petugas. Jemaah ini tergabung dalam 287 kelompok terbang. (Yetede)

Menunggu Kejutan dari Mitratel

KT1 03 May 2025 Investor Daily (H)
Kinerja PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) alias Mitratel pada tiga bulan  pertama tahun ini tergolong solid namun  moderat. Kejutan berpotensi muncul pada  kuartal-kuartal berikutnya menyusul efektifnya PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL/XLSmart) dan menggeliatnya bisnis fiber-to-the tower (FTTT) perseroan. Rencana XLSmart untuk menggandakan skala jaringan merupakan sinyal kuat bagi MTEL untuk bisa mempertebal pundi-pundi pendapatan. Pasalnya, konsolidasi operator/MNO) akan mendorong terjadinya peningkatan kolokasi terutama di luar Jawa, peningkatan kualitas jaringan, dan tren efisiensi sekaligus fiberisasi. Katalis-katalis tersebut akan menguntungkan MTEL sebagai pemain di sektor infrastruktur telekomunikasi khususnya menara. Ini cukup terefleksi dari rekam kinerja Mitratel selama tiga  bulan pertama tahun ini. Di mana, bisnis menara entitias anak Grup Telkom tersebut menunjukkan performa positif. Riset PT Indo Premier Sekuritas Indonesia yang disusun Aurelia Barus dan Belva Monica mencatat, jumlah dan penyewa menara pada akhir kuartal  1-2025 masing-masing bertumbuh sebesar 4% secara yoy dengan penambahan jumlah penyewa bersih sebanyak 391. Rasio keterhunian menara (tenancy ratio) juga di angka 1,52x, atau stabil dibandingkan akhir 20254. (Yetede)

BCA Menjadi Jawara dengan Mencetak Laba Terbesar di Indonesia

KT1 03 May 2025 Investor Daily (H)
Pada kuartal 1-2025 PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi jawara dengan mencetak laba terbesar di Indonesia. Hal ini setelah bank swasta tersebut menyalip bank-bank pelat merah pada tiga bulan pertama tahun ini. Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, secara konsolidasian BCA mencetak laba bersih kepada pemilik (PATMI) mencapai Rp14,15% secara yoy pada kuartal 1-2025. Sementara, PT Bank rakyat Indonesia (Perssero) Tbk (BRI) di posisi runner up dengan PATMI Rp 13,67 triliun atau menyusut 13,92% (yoy) akibat pencadangan yang meningkat. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berada di peringkat ketiga dengan laba bersih konsolidasi Rp13,2 triliun, naik 3,94% (yoy) per akhir Maret 2025. Posisi keempat adalah PT bank negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) yang meraup laba bersih Rp 5,38 triliun, naik 0,94% (yoy). Peringkat kelima adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dengan laba bersih Rp1,88 triliun, tumbuh 9,94% (yoy) pada kuartal 1-2025. Apabila mundur tiga bulan ke belakang, atau di posisi Desember 2024, BRI masih menjadi pemimpin dengan laba terbesar, mencapai Rp60,15 triliun, meski tumbuh tipis 0,08% (yoy). Peringkat kedua yakni bank Mandiri dengan laba bersih Rp54,85 triliun, tumbuh dua digit. 12,77% (yoy). (Yetede)

PANI Fokus pada Segmen Konsumen Premium

HR1 03 May 2025 Bisnis Indonesia
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), kongsi Agung Sedayu Group dan Salim Group, tetap optimistis terhadap prospek sektor properti nasional meskipun mengalami penurunan kinerja keuangan pada kuartal I/2025. Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma (Aguan), menekankan bahwa fokus perusahaan pada segmen pasar kelas menengah ke atas memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang, terutama dengan meningkatnya permintaan akan kawasan terintegrasi yang berkualitas.

PANI juga berharap pembangunan infrastruktur seperti Tol Kamal—Teluk Naga—Rajeg (Kataraja) akan memperkuat daya tarik kawasan PIK2, yang diklaim akan menjadi ikon kota modern di Jabodetabek dengan akses langsung ke Bandara Soekarno-Hatta hanya dalam waktu 7 menit.

Namun demikian, dari sisi kinerja keuangan, PANI mencatat penurunan laba bersih sebesar 59,49% YoY menjadi Rp49,57 miliar dan penurunan pendapatan sebesar 4,43% YoY menjadi Rp611,97 miliar. Meskipun demikian, manajemen tetap optimis bahwa investasi jangka panjang dan pembangunan berkelanjutan akan mendongkrak nilai kawasan dan memperkuat posisi PIK2 sebagai destinasi utama properti di Indonesia.

Teknologi Raksasa Dunia Tak Luput dari Dampak Tarif Trump

HR1 03 May 2025 Bisnis Indonesia
Dalam menghadapi gelombang kebijakan tarif dagang yang dipicu oleh pemerintahan Presiden Donald Trump, sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Apple, Microsoft, dan Amazon mulai merasakan dampak langsung berupa peningkatan biaya, pelemahan pasar utama, serta ketidakpastian proyeksi bisnis ke depan.

Tim Cook, CEO Apple, mengungkapkan bahwa tarif dagang akan meningkatkan beban perusahaan hingga lebih dari US$900 juta. Apple juga mengalami penurunan penjualan di China akibat persaingan ketat dengan produsen lokal dan pembatasan penggunaan teknologi asing. Meski pendapatan masih tumbuh 5% YoY, Apple harus menyusun strategi jangka panjang demi menjaga stabilitas.

Sementara itu, Microsoft ikut menaikkan harga produk konsol game-nya seperti Xbox Series S dan X secara global, dipicu oleh inflasi dan biaya pengembangan. Meski demikian, laporan keuangannya menunjukkan pertumbuhan pendapatan 13% menjadi US$70,1 miliar, didorong oleh kekuatan di sektor AI melalui kolaborasi dengan OpenAI, menunjukkan ketahanan relatif terhadap dampak tarif.

Andy Jassy, CEO Amazon, menyampaikan bahwa meskipun pendapatan Amazon tumbuh 9% YoY menjadi US$155,7 miliar, proyeksi ke depan menunjukkan perlambatan, terutama karena kekhawatiran tarif, fluktuasi mata uang, dan risiko resesi. Saham Amazon pun melemah akibat tekanan pada sektor ritel dan periklanan yang sangat bergantung pada barang dari China.

Kebijakan proteksionisme telah mengubah lanskap global dan memaksa perusahaan teknologi besar untuk lebih berhati-hati dalam menyusun strategi bisnis, menunjukkan bahwa bahkan pemain terbesar pun tidak kebal terhadap tekanan geopolitik dan kebijakan perdagangan.

Dorong Inovasi Digital dan Bisnis Emas

KT1 02 May 2025 Investor Daily (H)
30 April 2025. Transformasi layanan digital mendorong peningkatan berbasis  fee (fee based income/FBI) PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Peningkatan FBI pada triwulan 1 2025 mendorong peningkatan laba bersih Perseroan menjadi Rp1,88 triliun, tumbuh 10% secara yoy. Plt Direktur Utsam BSI Bob T Ananta pada saat pemaparan publik kinerja BSI tumbuh 39,3% menjadi Rp1,7 triliun. "Secara komposisi fee based ratio juga naik signifikan per Maret 2025 dari 16,91% ke level 20,35%," kata dia. Lebih lanjut Bob mengatakan meningkatnya fee based adalah impact dari implementasi strategi perbaikan infrastruktur transaction banking sepanjang tahun 2024 seperti peluncuran BYOND by BSI, penambahan EDC, QRIS BSI, ditambah fokus pada bisnis emas  terutama setelah penetapan BSI sebagai bank emas oleh Presiden RI pada 26 Februari 2025. "Dalam kondisi ekonomi global yang chellanging, emas telah menjadi jalan keluar bagi investor  untuk menempatkan dananya dan ini menjadi big opportunity bagi BSI," ungkapnya. Bisnis BSI Emas melalui BYOND by BSI naik signifikan di mana hal tersebut didorong tren pembelian emas oleh nasabah dan kesiapan  produk emas BSI. (Yetede)

Danantara Bisa Jadikan BRI Lebih Adaptif dan Agile

KT1 02 May 2025 Investor Daily
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi menilai, keberadaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang kini resmi menaungi perusahaan-perusahaan BUMN, memungkinkan BRI menjadi lebih adaptif dan agile serta memiliki fleksibilitas pengelolaan bisnis. "Dengan demikian BRI diharapkan dapat meningkatkan daya saing global dan lebih kompetitif dalam menghadapi berbagai tantangan pasar," kata Hery. Walaupun saat ini secara formal BRI sdah berada di bawah Danantara, Hery memastikan, layanan operasional maupun bisnis perbankan berjalan normal. Nasabah tetap dapat  menikmati layanan terbaik dari BRI. "Jadi, sebenarnya tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan," BPI Daya Anagata  Nusantara (Danantara) telah mengumumkan struktur kepengurusan yang lengkap. Hery mengatakan, badan sovereign wealth fun (SWF) ini memiliki struktur organisasi yang berlapis serta memiliki tim yang profesional dan kompeten sesuai bidangnya. "Oleh karena itu, kami percaya, Danantara akan dikelola dengan profesional dan akan membawa manfaat yang lebih baik untuk BRI, untuk BUMN dan untuk masyarakat," kata Hery. (Yetede)

Tarik Ulur Kenaikan Tarif Transjakarta

KT1 02 May 2025 Investor Daily

Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menaikkan tarif angkutan umum TransJakarta  sudah seharusnya ditinjau ulang. Pengamat transportasi dari masyarakat Indonesia Djoko Setijawarno mengatakan, sudah seharusnnya tarif ditinjau ulang untuk dipertimbangkan. Djoko beralasan, perhitungan tarif harus disesuaikan dengan komponen yang berlaku saat ini. "Misalnyya pendapatan masyarakat yang dihitung berdasarkan Upah Minimum Provinsi, biaya operasional bensin dan perawatan," ungkapnya kepada Investor Daily. Di sisi lain bahwa tarif Transjakarta  masih disubsidi dengan menitikberatkan alokasi subisidi berdasarkan sumber-sumber pendapatan daerah.

"Saya kira bisa dipertimbangkan bahwa pemasukan subsidi masih ada peluang misalnya memanfaatkan subsidi transportasi umum  TransJakarta  dari penerbitan parkir tepi jalan,"ucapnya. Ia menilai maraknya, parkir liar masih marak di Jakarta perlu dievaluasi melalui manajemen parkir di badan jalan. Hal ini termasuk keberadaan jukir (juru parkir) liarnya," "Sejumlah trotoar diokupansi oleh sepeda motor sebagai lahan parkir. Ada hal pengguna jalan lain yang dilangggar dalam parkir liar, seperti keamanan dan kenyamanan. parkir liar di badan jalan umumnya retribusi masuk ke kantong pribadi, bukan pendapatan asli daerah. Sejumlah titik parkir dikuasai ormas, bisa jadi masa tertentu ada perjanjian tidak tertulis dengan kepala daerah sebagai pendukung kemenangan hingga terpilih," ungkapnya. (Yetede)