Tags
Korporasi
( 1584 )Huayou Siap Gantikan LG di Proyek Ekosistem Baterai Listrik
KT1
24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Huayou siap gantikan peran LG Energy Solution (LGES) di proyek eksositem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bernama Titan. Huayou adalah perusahaan asal China yang memproduksi material baterai EV lithium ion yang berbasis nikel. Huayou sebelumnya sudah bergabung di proyek Titan bersama Indonesia Battery Corporation (IBC). Peran Huayou di proyek ini adalah mengolah bijih nikel menjadi material katoda baterai EV. Lalu, produk itu diolah menjadi sel baterai, yang seharusnya dikerjakan oleh LGES. Titan adalah proyek ekosistem baterai EV terintegrasi yang berada di Halmahera Timur, Maluku Utara dalam skema Indonesia Grand Package (GP). Proyek ini melibatkan banyak perusahaan, mulai di tambang nikel, pengolahan nikel menjadi materai baterai, hingga produksi sel baterai. Di hulu, LGES sejatinya membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan PT Antam Tbk (Antam/ANTM), seperti yang dilakukan CATL di proyek Dragon. Selanjutnya, nikel jenis limonit Antam diolah menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) atau high pressure acid leaching (HPAL) untuk menghasilkan materialkatoda baterai EV. Proyek GP berlanjut ke hilir, yakni produksi sel baterai. (Yetede)
Kejagung Sita Rp 5,5 Miliar dalam Kasus Korupsi
HR1
24 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Kejaksaan Agung menyita uang senilai sekitar Rp5,5 miliar dari rumah Hakim Ali Muhtarom di Jepara, Jawa Tengah, terkait kasus suap vonis bebas (onstlag) korporasi minyak sawit (CPO). Uang tersebut ditemukan dalam bentuk 3.600 lembar pecahan US$100. Kasus ini melibatkan sejumlah tokoh, termasuk Djuyamto, Agam Syarif Baharudin, dan Ali Muhtarom yang diduga menerima suap total Rp22,5 miliar untuk membebaskan tiga grup perusahaan—Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas—dalam kasus minyak goreng. Uang suap disediakan oleh Kepala Legal Wilmar Group, Muhammad Syafei, dan disalurkan melalui pengacara Ariyanto serta panitera Wahyu Gunawan. Ketua PN Jaksel Muhammad Arif Nuryanta bahkan sempat meminta kenaikan nominal suap menjadi Rp60 miliar agar vonis lepas dapat diberikan.
Bisnis Rumah Sakit Dukung Pertumbuhan Emiten
HR1
24 Apr 2025 Kontan
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) tengah menjalankan ekspansi bisnis agresif di tahun 2025 dengan pembangunan dua rumah sakit baru, salah satunya di BSD City yang akan fokus pada segmen premium dengan teknologi medis canggih, serta pengembangan layanan kesehatan hewan melalui MediVet. Dengan capex sekitar Rp 800 miliar–Rp 1 triliun, MIKA menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit, melanjutkan kinerja positif tahun lalu yang mencapai pertumbuhan pendapatan 14,3% dan laba bersih 25,1% yoy.
Analis dari BNI Sekuritas, Laksmita Febriyanti, menilai ekspansi ini akan mendukung pertumbuhan kinerja MIKA, terutama dari segmen rumah sakit. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, menambahkan bahwa tren meningkatnya minat memelihara hewan menjadi peluang bagi MediVet untuk menyumbang 3%-5% pendapatan dalam lima tahun ke depan. Meskipun ada risiko seperti regulasi dan persaingan, analis MNC Sekuritas, M. Rudy Setiawan, memperkirakan MIKA tetap akan tumbuh dengan valuasi saham yang saat ini undervalued dan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.850 per saham.
Efisiensi Tak Menghambat Ekspansi Bisnis
HR1
23 Apr 2025 Kontan
Di tengah tekanan harga energi global, prospek PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masih dinilai solid oleh para analis. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyoroti langkah efisiensi MEDC, seperti penerbitan obligasi Rp 1 triliun untuk refinancing utang, dan penggunaan belanja modal (capex) untuk mempertahankan produksi serta efisiensi operasional.
Meskipun diperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan sebesar 8% dan laba bersih 4% pada 2025, diversifikasi portofolio energi dan kontribusi segmen gas memberikan bantalan terhadap fluktuasi harga minyak. Selain itu, Andhika Audrey dari Panin Sekuritas menilai fundamental MEDC tetap kuat, terutama karena kontribusi laba dari entitas asosiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 141% yoy pada 2024.
Andhika juga menekankan keberhasilan efisiensi operasional MEDC, dengan penurunan rasio Opex terhadap penjualan dari 11% menjadi 9%. Ia tetap optimistis pada prospek MEDC meskipun harga minyak dan logam diprediksi fluktuatif.
Arief Budiman dari Ciptadana Sekuritas menambahkan bahwa pencapaian pengiriman gas di atas target, rencana ekspor listrik ke Singapura, serta program buyback saham senilai US$ 50 juta menjadi katalis positif lainnya. Ia menilai penurunan laba dari anak usaha PT Amman Mineral Nusa Tenggara bersifat sementara karena transisi produksi.
Komitmen MIND ID Penuhi Kebutuhan Emas Domestik
KT1
23 Apr 2025 Investor Daily (H)
MIND ID berkomitmen memenuhi kebutuhan emas domestik dari sumber daya nasional. Hal ini seiring dengan meningkatnya antusiasme investasi masyarakat terhadap logam mulia. Adapun kebutuhan emas Indonesia mencapai 70 ton per tahun. Pasokan emas nasional pemurnian logam mulia (precious metal refinary/PMR) PT Freeport Indonesia dengan kapasitas sekitar 50-60 ton per tahun. PT Antam Tbk sebagai anggota Holding Industri Pertambangan pun telah membangun pabrik manufaktur logam mulia di Gresik, Jawa Timur. Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, Dilo Seno Widago mengatakan masyarakat semakin tertarik menjadikan emas sebagai intrusmen lindungi nilai yang andal. "Kebutuhan emas memang meningkat secara signifikan. Kami terus memperkuat integrasi agar kebutuhan masyarakat bisa dari sumber daya mineral dalam negeri," kata Dilo. Dilo menjelaskan, saat ini bank-bank sentral di berbagai negara mulai mengalihkan cadangan devisanya ke dalam bentuk emas sebagai strategi mitigasi terhadap ketidakpastian global. Pergeseran ini mendorong lonjakan permintaan, sekaligus kontribusi kenaikan harga emas di pasar global dan domestik. Tren ini juga diperkuat oleh penguatan nilai tukar dolar AS, terutama pada periode April hingga Juli, saat jatuh tempo pembayaran utang luar negeri dan pembagian dividen dari berbagai korporasi nasional. (Yetede)
IDXCarbon Kuasai dan Unggul di Asia Tenggara
KT1
23 Apr 2025 Investor Daily (H)
Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon mencatatkan total nilai dan volume transaksi masing-masing sebesar Rp77,91 miliar dan 1,59 juta ton CO2 ekuivalen (tCO2e) dari sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 17 April 2025. Pencapaian ini menjadikan IDXCarbon unggul dibanding sejumlah bursa karbon regional, termasuk Jepang, Malaysia, dan Thailand. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan daya tarik kuat IDXCarbon, baik dari pelaku domestik maupun internasional. Bahkan permintaan dari pemilik proyek carbon luar negeri untuk mendaftarkan kredit karbon mereka di Indonesia terus meningkat. "Transaksi kita dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan bursa karbon di Jepang. IDXCarbon juga unggul dibandingkan dengan bursa karbon di Thailand dan Vietnam," kata Iman. Iman mengungkapkan jasa bursa karbon di IDXCarbon meningkat drastis sebesar 58% dari 16 partisipan saat peluncuran, menjadi 111 partisipan pada April 2025. Volume transaksi pada kuartal I-2025 saja telah mencapai 690.675 tCI2e, melampaui total transaksi tahun 2024 sebesar 413.764 tCO2e dan 494.254 tCO2e pada tahun 2023. (Yetede)
Penerbitan SUN Diprediksi Naik 42,19%
KT1
22 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah diperkirakan akan memperbanyak penerbitan Surat Utang Negara (SUN) pada tahun 2025, seiring meningkatnya kebutuhan biaya fiskal untuk mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto. Nilai penerbitan ditaksir mencapai Rp642,6 triliun, naik 42,19% dari outlook 2024 sebesar Rp 451,9 triliun. Analis Pendapatan Tetap PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Nasrudin mengatakan, lonjakan penerbitan didorong oleh dua faktor utama, yakni defisit anggaran yang lebih besar serta meningkatnya kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing. Dalam RAPBN 2025, pemerintah menargetkan defisit sebesar Rp 616,19 triliun atau 2,53% dari PDB, meningkat dari proyeksi defisit 2024 sebesar Rp507,8 triliun atau 2,29% PDB. Selain itu, utang jatih tempo tahun depan juga meningkat tajam. Total utang yang akan jatuh tempo mencapai Rp 800, 33 triliun, terdiri dari SBN Rp 705,5 triliun dan pinjaman Rp94,83 triliun. Jumlah tersebut melonjak dibandingkan tahun 2024 yang hanya sebesar Rp 434,29 triliun. "Penerbitan SUN akan lebih besar karena ada kebutuhan untuk membiayai defisit dan juga pembiayaan kembali. Tahun depan, SBN yang jatuh tempo cukup tinggi, jadi wajar jika pemerintah meningkatkan emisi," kata Ahmad. (Yetede)
PT PGN Tbk Berkolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk
KT1
22 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT PGN Tbk berkolaborasi dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dalam pengembangan Synthetic Natural Gas (SNG) yang berasal dari batu bara. Proyek ini memanfaatlan cadangan low-rank coal milik PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang selama ini belum termonetisasi secara optimal. SNG merupakan gas hasil olahan batu bara yang menyerupai gas bumi. Produk ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun bahan baku industri. Nantinya SNG diproyeksikan untuk menjangkau pelanggan eksisting PGN, khususnya industri di wilayah Jawa Bagian Barat yang tengah menghadapi tantangan pasokan. Direktur Strategis Pengembangan Binsis PGN, Rosa Permata Sari mengatakan proyek SNG merupakan bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi nasional dan penguatan ketahanan energi. "Inisiatif ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam hilirisasi dan kemandirian energi. Jika terealisasi, proyek ini berpotensi memperkuat pasokan gas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan teradap impor," kata Rosa. Sepanjang 2025, kedua perusahaan akan fokus pada studi kelayakan guna mengkaji potensi pembangunan fasilitas produksi SNG, jaringan pipa, serta skema bisnis yang memungkinkan. Adapun lokasinya berdekatan dengan jaringan pipa transmisi PGN di pagerdewa, Sumatera Selatan, sehingga berpotensi menghemat pengembangan infrastruktur. (Yetede)
LPS Mencatat Simpanan Jumbo Tumbuh Tipis
KT1
22 Apr 2025 Investor Daily (H)
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan jumbo dengan tiering nominal di atas Rp 5 miliar hanya naik 0,1% secara bulanan (month to month/mtm) per Maret 2025 menjadi Rp4.879,05 triliun. Pertumbuhan ini cenderung membaik dari Februari 2025 yang terkoreksi 1,5% (mtm). Meski demikian, simpanan nasabah tajir ini masih tumbuh pada tiga bulan pertama tahun ini. Secara total, simpanan yang dihimpun perbankan nasional per Maret 2025 mencapai Rp9.077,85 triliun, tumbuh 0,9% (mtm) atau naik 4,7% secara yoy. Dimana, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp9.014,16 triliun, naik 1% (mtm) atau 5,2% (yoy) dan simpanan dari bank Rp63,69 triliun, susut 15% (mtm) atau -33,8% (yoy). Apabila dirinci berdasarkan tiering nominalnua, simpanan di bawah Rp 100 juta justru tumbuh tertinggi 5% (mtm) per Maret 2025 menjadi Rp1.133,06 triliun atau tumbuh 6,8% (yoy). Kemudian, simpanan Rp100-200 juta tumbuh 1,8% (mtm) atau 5,9% (yoy) menjadi Rp457,99 triliun. Berikutnya, simpanan dengan tiering Rp200-500 juta naik 1,4% (mtm) menjadi Rp 736,14 triliun per Maret 2025. Tiering Rp500 juta sampai dengan Rp 1 miliar tumbuh 0,8% (mtm) menjadi Rp627,17 trilun. Untuk tiering Rp 1-2 miliar naik 0,4% (mtm) menjadi Rp537,9 triliun, serta tiering Rp 2-5 miliar tercatat minus 0,7% (mtm) menjadi Rp706,54 triliun per Maret 2025. (Yetede)
Emiten Ini Menarik Meski Belum Untung
HR1
22 Apr 2025 Kontan
Kinerja PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengalami tekanan pada tahun 2024, dengan mencatatkan rugi bersih sebesar US$ 56 juta, meningkat dari kerugian tahun sebelumnya. Meskipun demikian, prospek jangka panjang MDKA dinilai masih positif oleh para analis, berkat fundamental operasional yang tetap solid, terutama dari pertumbuhan pendapatan sebesar 31,2% yoy menjadi US$ 2,23 miliar, yang didorong oleh peningkatan penjualan nikel dan bijih limonit.
Analis Andhika Audrey dari Panin Sekuritas menjelaskan bahwa tekanan kinerja terutama berasal dari lonjakan beban keuangan akibat tingginya suku bunga global. Namun ia tetap merekomendasikan buy untuk saham MDKA, meski dengan penurunan target harga menjadi Rp 1.200 karena tekanan pada harga nikel dan potensi keterlambatan proyek.
Sementara itu, analis Indy Naila dari Edvisor Provina Visindo melihat prospek positif MDKA didukung oleh potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian global. Ia memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 3.400–US$ 3.500 per ons troi, yang akan meningkatkan pendapatan dan margin MDKA. Indy merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.160.
Dari sisi operasional, Benny Kurniawan dari JP Morgan mencatat bahwa produksi Tambang Emas Tujuh Bukit sesuai ekspektasi dan akan meningkat pada kuartal I 2025. Ia menekankan pentingnya efisiensi pada sektor nikel dan menyebut proyek Tambang Emas Pani sebagai pilar utama pertumbuhan ke depan. Benny mempertahankan rekomendasi overweight dengan target harga Rp 1.950.
Secara keseluruhan, meski masih menghadapi risiko seperti kenaikan belanja modal dan volatilitas harga komoditas, MDKA dinilai berada di jalur pemulihan, dengan strategi fokus pada ekspansi emas dan efisiensi operasional di sektor nikel yang berpotensi memperbaiki kinerja keuangan di masa depan.
Pilihan Editor
-
Melawan Hantu Inflasi
10 Mar 2022 -
Krisis Ukraina Meluber Menjadi ”Perang Energi”
10 Mar 2022 -
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
24 Feb 2022









