;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Kontrak Baru PT PP Naik 32%

KT1 19 Apr 2025 Investor Daily
PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan kontrak baru senilai Rp 6,27 triliun pada kuartal 1-2025, meningkat 32% dibandingkan periode sama tahun lalu. "Perolehan nilai kontrak baru PTPP sampai dengan bulan Maret 2025 berhasil melebihi 151% dari yang di targetkan pada kuartal awal 2025, dan telah mencapai 21% dari target akhir tahun 2025," kata Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo. Joko menyebutkan, perolehan nilai kontrak baru itu didominasi oleh proyek dengan sumber dana BUMN sebesar 52,1% swasta 28,6%, dan pemerintah 19,3%. Adapaun raihan  kontrak baru tertinggi yaitu pada sektor pelabuhan sebesar 37,2%, gedung 32,9%, jalan dan jembatan 22,6%, bendungan 4,3%, irigasi 2,8%, serta minyak dan gas 0,3%. "Capaian kontrak baru yang berhasil diraih PPTP pada bulan Maret 2025 diantaranya yaitu Proyek New Priok East Access (NPEA) seksi II senilai Rp 2,33 triliun dan proyek mandiri Financial Center PIK senilai Rp878,3 miliar," ujar dia. Joko mengungkapkan bahwa terdapat proyek dengan nilai kontrak jumbo yang berhasil diperolah  PTPP diakhir kuartal 1-2025. Sehingga, terdapat kenaikan signifikan pada pencapaian nilai kontrak baru dari sebelumnya yang dilaporkan pada bulan februari 2025. (Yetede)

Stasiun Kereta Cepat Karawang Mulai Bergeliat

KT1 19 Apr 2025 Investor Daily
Stasiun kereta cepat Karwang yang beroperasi sejak Desember tahun lalu mulai bergeliat dibanding sebelum masa periode Angkutan Lebaran. Hal ini beralasan karena akhir pekan yang panjang menyambut hari paskahh 2025. Stasiun Whoosh Karawang mencatat lonjakan penumpang selama masa libur Lebaran 2025, total penumpang yang naik dan turun di Stasiun Karawang mencapai 22.419 orang, dengan puncak tertinggi terjadi pada H+2 atau 3 April 2025, yakni sebanyak 2.305 penumpang  dalam satu hari. Terjadi peningkatan hingga 4x lipat jika dibandingkan hari-hari biasa yang melayani sekitar 500 penumpang per hari. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa tahun ini menjadi momentum penting karena merupakan pertama kalinya Stasiun Karawang melayani periode libur lebaran sejak resmi beroperasi pada Desember 2024 lalu. Antusiasme masyarakat pun tercermin dari tingginya okupansi, baik dari arah Jakarta maupun Bandung bahkan hingga kini terpantau volume naik turun di Stasiun Karawang bertahap terus mengalami peningkatan positif. (Yetede)

Bank Bersaing Tekan Biaya Dana Murah

KT1 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Perbankan terus mendorong penghimpunan dana murah (current account saving account/CASA) di tengah tren pengetatan likuiditas yang masih terjadi saat ini. Sejumlah jurus dilakukan bank guna menjaring dana murah untuk menekan biaya. Seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang kembali menghadirkan program Undian Rezeki Wondr BNI  sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah setia dan menjaring nasabah baru. Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies mengatakan, program undian ini berlangsung sejak April 2025 hingga 31 Januari 2026 dan terbuka bagi nasabah BNI di seluruh Indonesia. Nasabah dapat mengumpulkan kupon undian selama periode program melalui aktivitas perbankan seperti pembukaan rekening, aktivasi Wondr, peningkatan saldo tabungan, serta transaksi finansial melalui aplikasi Wondr by BNI. "Kalau kuartal 1 ini tabungan kami tumbuhnya 4,5% (yoy) dan menurut saya target tabungan BNI tumbuh 16,7% (yoy) hingga akhir tahun ini adaah sesuatu yang achievable," tutur Corina. Adapun, per Februari 2025, tabungan BNI tercatat 2025, sebesar Rp251,1 triliun, tumbuh 9,91% (yoy) menjadi Rp298,62 triliun, dan deposito yang dihimpun senilai Rp 225,2 triliun, turun 2,65% (yoy). Sehingga, total dana pihak ketiga (DPK) BNI sebesar Rp774,92 triliun, naik 1,03% (yoy). Ahasil, porsi CASA BNI dibandingkan total DPK sebesar 70,94%. (Yetede)

Harga Emas Cetak Rekor Baru

KT1 17 Apr 2025 Investor Daily (H)
Harga emas kembali mencatatkan rekor baru di US$ 3.315 per ons pada Rabu (16/4/2025), melampaui puncak tertinggi sepanjang masa di Senin (14/4/2025). Harga emas yang diyakini bakal terus menanjak dan menembus US$ 4.00 per ons, membuat saham emitem logam mulia tersebut kian diburu di pasar, dengan potensi gain hingga 32,5%. Berdasarkan data Trading Economics, harga emas kembali menyentuh level tertinggi baru US$ 33,315 pada perdagangan rabu (16/4/2025), di tengah ketidakpastian perekonomian dunia akhirat kebijakan perdagangan AS. Goldman Sachs bahkan memperkirakan, harga emas naik ke US$ 4.000 per ons pada pertengahan 2026. Meroketnya harga emas, membuat saham-saham emiten logam mulia di lantai bursa terus diakumulasi oleh investor. Tercatat, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memuat 3,49% pada perdagangan Rabu (16/4/2025) ke level Rp 1.925. Saham anggota BUMN Holding pertambangan MIND ID ini bahkan mencatatkan  net buy asing hingga Rp 109 miliar, dan masuk menjadi salah satu top gainer dari sisi nilai, pada perdagangan kemarin. Di hari yang sama, saham emiten emas lainnya, yakni PT J Resources Asia pasifik Tbk (PSAB) juga melesat 10,34% ke posisi Rp320, disusul PT Hardinata Abadi Tk (HRTA) menanjak 7,14% ke Rp600, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) bertambah 4,73% ke Rp310, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) meningkat 2,78% ke Rp 730, dan PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) naik 0,41% ke Rp 6.075. (Yetede)

Memasuki Babak Baru Pembangunan IKN

KT1 17 Apr 2025 Investor Daily
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memasuki babak baru. Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menyatakan pembangunan IKN tahap II dengan alokasi anggaran Rp48,8 triliun telah dimulai. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara  Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa pembangunan tahap II IKN untuk periode 2025-2029 telah dimulai, dalam upaya mewujudkan Kota Nusantara sebagai ibu kota politik. "Saat ini proses pembangunan Tahap II IKN telah dimulai. Untuk proses lelang, serah kelola, dan pelaksanaan pekerjaan berikutnya akan segera dilaksanakan," kata Basuki. Seperti diketahui, Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas) yang membahas perkembangan IKN pada akhir Januari 2025 lalu telah menyetujui alokasi anggaran untuk kelanjutan pembangunan IKN periode 2025-2029 sebesar Rp48,8 triliun. Alokasi yang berasal dari APBN tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah penggunaan infrastruktur di IKN. Diantaranya, merampungkan kompleks legislatif, yudikatif, ekosistem pendukung, dan untuk membuka akses menuju IKN wilayah perencanaan (WP) 2. Anggaran sebesar itu juga akan digunakan untuk memelihara dan mengelola prasarana maupun sarana di IKN yang sudah selesai, karena pemeliharaan juga merupakan hal penting untuk menjaga aset tetap kondisi baik. (Yetede)

Geliat Kebangkitan Bisnis Internet MyRepublic

KT1 17 Apr 2025 Investor Daily
MyRepublic, penyedia layanan internet rumah (fixed broadbrand), perusahaan yang bernaung di bawah Sinar Mas Group menunjukkan geliat kebangkitan dalam bisnis internet, khususnya bisnis internet yang berasis Fiber To The Home (FTTH) selama 10 tahun terakhir ini. Adapun MyRepublic adalah penyedia internet dan TV berbayar yang dikelola oleh PT PT Innovate Mas Indonesia dan PT Eka Mas Republik. Keduanya merupakan entitas anak tidak langsung PT Dian Swastatika Sentosa Tbk  (DSSA) Mas Sejahtera. Selama satu dekade aksis di bisnis ini, MyRepblic mengklaim salah satu pemain utama di Indonesia, dengan jumlah pelanggan aktif telah mencapai 1,1 juta. Dengan jumlah tersebut, menjadikan MyRepublic sebagai pemain kedua terbesar di pasar Indonesia saat ini. Chief Sales &Marketing Officer My Republic Iman Syahrizal mengatakan, tahun inilah tahun yang istimewa, karena tepat satu dekade MyRepublic hadir untuk melayani kebutuhan koneksi internet di Indonesia. Menurut Iman, pada tahun ini dan kedepannya, pihaknya sudah memiliki rencana bisnis untuk terus memperkuat kualitas layanan, serta menjangkau lebih banyak pengguna layanan internet rumah. Tahun ini MyRepublic menargetkan untuk menambah jumlah pelanggan menjadi 2 juta pelanggan. (Yetede)

Tekanan Operasional Menghambat Kinerja

HR1 17 Apr 2025 Kontan

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengalami penurunan profitabilitas meskipun penjualan sepanjang tahun 2024 tumbuh solid sebesar 13,6% year-on-year (yoy), mencapai Rp 37,8 triliun. Tekanan berasal dari peningkatan beban operasional seperti gaji dan sewa yang masing-masing naik 7,4% dan 17,1% yoy, serta strategi diskon agresif yang menekan margin laba kotor. Akibatnya, laba bersih MAPI turun 6,7% menjadi Rp 1,76 triliun.

Analis Bahana Sekuritas, Laras Nadira, menyebut bahwa kenaikan tarif sewa pusat perbelanjaan akan terus menjadi tantangan bagi profitabilitas MAPI. Ia memproyeksikan margin laba kotor akan membaik ke 43,8% pada 2025 dan 2026 melalui strategi pengelolaan merchandise dan fokus pada produk unggulan. Namun, Laras tetap mengambil pendekatan konservatif dengan memangkas target harga saham menjadi Rp 1.600 dan memberikan rekomendasi hold.

Analis JP Morgan, Benny Kurniawan, justru melihat kinerja MAPI pada 2024 lebih baik dari ekspektasi pasar, dan memberikan rating overweight dengan target harga Rp 1.760 per saham. Sementara itu, Indy Naila, Investment Analyst di Provina Visindo, masih optimistis dengan potensi pertumbuhan MAPI di 2025 karena daya beli masyarakat menengah atas yang tangguh serta prospek sektor food and beverage, dan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.850 per saham.

Meskipun menghadapi tekanan margin dan risiko konsumsi yang melemah, MAPI tetap memiliki prospek pertumbuhan terbatas dengan proyeksi pertumbuhan penjualan sebesar 9% untuk 2025 dan 2026.

Korporasi Beri Sinyal Positif Terhadap Pasar Modal

KT1 16 Apr 2025 Investor Daily (H)
Di tengah gempuran perang dagang global yang menyebabkan pasar finansial dunia dan Indonesia bergejolak, sejumlah emiten Tanah Air mantap untuk terus menjalankan aksi korporasi berupa penawaran umum perdanaan (initial public offering/IPO) saham, penerbitan surat utang (obligasi), hingga penambahkan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD/right issue). Bahkan, puluhan emiten telah mengumumkan rencana mereka  untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai fantastis, yang menunjukkan keyakinan mereka terhadap prospek pasar modal Indonesia. PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) dan PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menjadi perusahaan terbaru yang mencatatkan (listing) saham perdana di BEI pada Senin (14/4/2025) dan Selasa (15/4/2025). FORE bahkan membukukan kelebihan permintaan (oversubscibed) hingga 200 kali, dan MDLA lebih dari 6 kali, dengan total penghimpunan dana keduanya mencapai Rp1,04 triliun. Beberapa emiten juga tetap percaya diri untuk menghimpun pendanaan dari pasar modal melalui penerbitan surat utang. Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk (PTRO) menerbitkan obligasi senilai Ro 1 triliun dan sukuk Rp 1,5 triliun. Emiten lainnya yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menerbitkan obligasi senilai Rp 2,8 triliun. (Yetede)

KLBF Redam Risiko Kurs Lewat Strategi Efisiensi

HR1 16 Apr 2025 Kontan

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memasang target pertumbuhan yang lebih konservatif di tahun 2025, yakni 8%-10% untuk pendapatan dan laba. Strategi baru difokuskan pada ekspansi produk, komersialisasi alat kesehatan, serta diversifikasi transaksi pembelian bahan baku menggunakan mata uang yuan sebagai langkah mitigasi risiko fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Analis Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas menilai langkah penggunaan yuan sebagai strategi diversifikasi risiko yang cerdas di tengah ketidakpastian ekonomi. Meski ada tantangan berupa pelemahan daya beli masyarakat, Azis masih menilai target KLBF dapat dicapai dengan strategi yang telah disiapkan, dan memberikan rekomendasi speculative buy dengan target harga Rp 1.240–Rp 1.245 per saham.

Sementara itu, menurut Sarkia Adelia dari Panin Sekuritas, pertumbuhan KLBF di kuartal IV-2024 sangat didorong oleh segmen distribusi-logistik dan consumer health, terutama dari produk preventif dan dialyzer. Dia juga mencermati bahwa strategi pengembangan alat kesehatan serta kemitraan dengan pihak ketiga akan menjadi penopang pertumbuhan ke depan. Sarkia memberi rekomendasi buy, meski menurunkan target harga dari Rp 1.700 ke Rp 1.350.

Dari sudut pandang Willy Goutama (Maybank Sekuritas), peningkatan margin kotor dan laba bersih KLBF yang didorong penurunan biaya produksi menunjukkan efisiensi operasional yang kuat. Ia memproyeksikan laba bersih KLBF mencapai Rp 3,5 triliun di 2025, dan terus naik hingga Rp 4,5 triliun di 2027, dengan rata-rata pertumbuhan EPS 12% per tahun. Namun, ia juga menyesuaikan target harga menjadi Rp 1.450 per saham dengan rekomendasi buy.

Meskipun menghadapi tekanan daya beli dan tantangan ekonomi global, KLBF tetap menunjukkan prospek positif melalui strategi efisiensi, ekspansi produk, dan diversifikasi risiko mata uang, seperti disampaikan oleh ketiga tokoh analis tersebut.

Obligasi Korporasi Jadi Pilihan Rasional

HR1 16 Apr 2025 Bisnis Indonesia

Dalam kondisi ekonomi global yang penuh tekanan dan minim katalis positif, pasar modal Indonesia menunjukkan anomali menarik dengan melonjaknya penerbitan surat utang korporasi sebesar 77,4% pada kuartal I/2025, mencapai Rp46,75 triliun. Fenomena ini mencerminkan lemahnya minat terhadap pasar saham serta tingginya ketertarikan terhadap aset berbasis yield di tengah volatilitas global. Emiten-emiten lokal, terutama di sektor multifinance dan energi dengan peringkat kredit tinggi, memanfaatkan momentum ini dengan cermat.

Namun, dinamika ini tidak terlepas dari kebijakan fiskal dan moneter nasional. Pemerintah berencana menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) dalam jumlah besar, sedangkan Bank Indonesia (BI) aktif menggelontorkan SRBI untuk mengelola arus modal dan stabilitas rupiah. Hal ini menciptakan persaingan ketat atas likuiditas di pasar, yang berpotensi mendorong naiknya biaya dana bagi sektor swasta.

Dalam situasi ini, peran tokoh-tokoh regulator menjadi sangat penting: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan menjaga transparansi dan efisiensi pasar, sementara Bank Indonesia perlu menyinkronkan kebijakan SRBI agar tidak mengganggu pembiayaan sektor riil. Selain itu, lembaga pemeringkat seperti Pefindo juga berperan besar dengan proyeksi konservatifnya, memperkirakan total emisi obligasi korporasi tahun 2025 sebesar Rp143,91 triliun. Proyeksi ini menunjukkan adanya kehati-hatian pasar terhadap risiko yang meningkat akibat ketegangan geopolitik global, seperti aksi sell-off China yang memicu lonjakan yield US Treasury.