;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Dividen BMRI Berikan Imbal Hasil Menarik

HR1 26 Mar 2025 Kontan
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen sebesar Rp 43,5 triliun atau 78% dari laba bersih tahun 2024, dengan nilai Rp 466 per saham. Ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya dan memberikan dividend yield sebesar 9,83% berdasarkan harga saham Rp 4.740.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, menegaskan bahwa keputusan pembagian dividen besar ini mencerminkan dukungan pemegang saham terhadap rencana ekspansi bisnis bank ke depan.

BPI Danantara, melalui BKI sebagai holding, juga akan mendapat dividen signifikan sebesar Rp 22,61 triliun.

Sementara itu, Handiman Soetoyo dari Mirae Aset Sekuritas menilai dividen BMRI menarik untuk investor jangka panjang, namun tidak cocok bagi pemburu dividen jangka pendek. Prospek pertumbuhan sektor perbankan dinilai tetap menjanjikan dalam jangka panjang.

Transformasi BUMN Karya Menjadi Agrinas

KT3 25 Mar 2025 Kompas

Pemerintah tengah mengubah tiga perusahaan BUMN Karya, PT Virama Karya (Persero), PT Yodya Karya (Persero), dan PT Indra Karya (Persero) untuk bertransformasi menjadi BUMN pangan, perkebunan, dan perikanan di bawah nama Agro Industri Nasional atau Agrinas. Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan rencana transformasi sejumlah BUMN nonpangan menjadi BUMN pangan untuk mendukung terlaksananya program prioritas Presiden Prabowo. Menteri BUMN Erick Thohir saat itu mengonfirmasi bahwa transformasi itu merupakan langkah institusinya untuk mendukung program swasembada pangan pemerintah. Unit bisnis BUMN yang selama ini punya fokus bisnis di sektor karya akan berkonsolidasi untuk mengerjakan penugasan lain yang berkaitan dengan sektor pangan.

Berdasarkan PP No 1 Tahun 2025, Virama Karya akan bertransformasi dengan nama baru Agrinas Jaladri Nusantara, untuk berbisnis tambak ikan atau udang. Adapun kontrak bisnis konsultasi infrastruktur yang masih berjalan akan dialihkan ke salah satu cucu usaha BUMN karya. Sementara, berdasarkan  PP No 2 Tahun 2025, Yodya Karya akan berganti nama menjadi Agrinas Pangan Nusantara untuk menggarap bisnis di sektor pertanian, industri pengolahan hasil pertanian, penyediaan tanah untuk pertanian, pengolahan lahan, penyediaan jaringan irigasi, perdagangan hasil pertanian, serta perdagangan mesin dan perlengkapan pertanian. Adapun menurut PP No 3 Tahun 2025, Indra Karya yang beralih nama menjadi Agrinas Palma Nusantara akan fokus pada dua lini bisnis utama, yakni sektor bisnis pengolahan perkebunan kelapa sawit dan layanan konsultasi konstruksi. (Yoga)

Harapan Baru: Danantara dan Pemulihan Ekonomi

HR1 25 Mar 2025 Kontan (H)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi melengkapi jajaran pengelolanya dan siap menjalankan mandat besar untuk mengelola aset BUMN hingga US$ 900 miliar. Dipimpin oleh Rosal Perkasa Roeslani sebagai CEO dan Pandu Sjahrir sebagai CIO, Danantara dirancang untuk menjadi katalis pertumbuhan ekonomi jangka panjang, dengan fokus investasi pada sektor strategis seperti ketahanan pangan, energi, hilirisasi, dan infrastruktur digital.

Rosal menegaskan bahwa Danantara akan menyalurkan investasi dengan prinsip daya saing, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan ekspor. Sementara Pandu menekankan pentingnya investasi jangka panjang yang berkelanjutan dengan imbal hasil di atas biaya modal.

Sejumlah ekonom menyambut positif langkah Danantara, meski memberikan catatan penting. Haryo Kuncoro memperkirakan dampak nyata Danantara baru terasa dalam 3–4 tahun ke depan. Andry Satrio Nugroho melihat Danantara berfungsi ganda sebagai super holding dan sovereign wealth fund (SWF), namun menyoroti pentingnya kejelasan peran keduanya.

Wijayanto Samirin menyarankan agar Danantara memprioritaskan investasi di Bursa Efek Indonesia, dan menghindari investasi di SBN karena dinilai tidak produktif, terutama di tengah defisit fiskal. Sementara itu, Dradjad Wibowo memberikan tiga catatan: pentingnya tata kelola dan jaminan bagi bank Himbara, optimalisasi sinergi BUMN, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam investasi.

Dengan personel kuat dan mandat ambisius, keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada implementasi strategi yang disiplin dan transparan, serta kemampuannya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tata kelola investasi yang sehat.

Gelombang Merger Bawa Optimisme Baru

HR1 25 Mar 2025 Kontan
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemegang saham Axiata Group diyakini akan memperkuat posisi keduanya dalam industri telekomunikasi Indonesia. Aksi korporasi ini diharapkan tidak hanya memperluas spektrum dan jaringan infrastruktur digital, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya dan meningkatkan margin profitabilitas.

Indy Naila, analis dari Edvisor Profina Visindo, menilai merger ini dapat memperkuat konektivitas digital dan meningkatkan ruang belanja modal EXCL untuk ekspansi. Senada, analis Mirae Asset Sekuritas Daniel Widjaja menyoroti potensi penghematan Rp 1,7 triliun per tahun dari penonaktifan 12.000–15.000 menara yang tumpang tindih serta peluang pertumbuhan di sektor Fixed Broadband (FBB) dan layanan 5G.

Paulus Jimmy dari Sucor Sekuritas melihat merger ini akan menghasilkan entitas baru dengan 94 juta pelanggan, pendapatan gabungan US$ 2,8 miliar, dan EBITDA US$ 1,4 miliar. Namun, ia juga mengingatkan tantangan ke depan, terutama terkait persaingan harga dan ARPU yang stagnan akibat tekanan ekonomi serta persaingan ketat di pasar data.

Kendati menghadapi tantangan, para analis tetap optimistis. Paulus menetapkan rating buy untuk saham EXCL dengan target harga Rp 3.200, sementara Indy dan Daniel masing-masing menargetkan Rp 2.700 dan Rp 2.900. Merger ini diyakini sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan pertumbuhan jangka panjang di industri telekomunikasi.

THR Lebaran: BRI Siapkan Rp 51,74 Triliun

HR1 25 Mar 2025 Kontan
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 51,74 triliun atau Rp 343,4 per saham, yang mencerminkan 86,02% dari laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 60,15 triliun. Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan menunjukkan komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama BBRI, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini dilakukan dengan memperhatikan struktur modal dan kesiapan likuiditas untuk ekspansi bisnis, serta menjaga rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat di angka 19%.

Kinerja keuangan BRI pada Februari 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dengan laba bersih Rp 4,6 triliun, tumbuh 42% secara tahunan dan 129% secara bulanan. Hal ini memunculkan optimisme terhadap prospek saham BBRI.

Achmad Yaki, Head Online Trading BCA Sekuritas, melihat prospek perbaikan kinerja BRI sebagai sinyal positif, dan merekomendasikan hold dengan target harga Rp 4.400. Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Analis Teknis Senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai pembagian dividen akan menjadi katalis positif, dan menyarankan buy dengan target harga Rp 3.830.

Dengan fundamental yang menguat dan pembagian dividen besar, saham BBRI diproyeksi memiliki potensi pemulihan dan pertumbuhan ke depan.

THR Lebaran: BRI Siapkan Rp 51,74 Triliun

HR1 25 Mar 2025 Kontan
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 51,74 triliun atau Rp 343,4 per saham, yang mencerminkan 86,02% dari laba bersih tahun 2024 sebesar Rp 60,15 triliun. Keputusan ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan menunjukkan komitmen BRI dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Catur Budi Harto, Wakil Direktur Utama BBRI, menjelaskan bahwa pembagian dividen ini dilakukan dengan memperhatikan struktur modal dan kesiapan likuiditas untuk ekspansi bisnis, serta menjaga rasio kecukupan modal (CAR) tetap kuat di angka 19%.

Kinerja keuangan BRI pada Februari 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dengan laba bersih Rp 4,6 triliun, tumbuh 42% secara tahunan dan 129% secara bulanan. Hal ini memunculkan optimisme terhadap prospek saham BBRI.

Achmad Yaki, Head Online Trading BCA Sekuritas, melihat prospek perbaikan kinerja BRI sebagai sinyal positif, dan merekomendasikan hold dengan target harga Rp 4.400. Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Analis Teknis Senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menilai pembagian dividen akan menjadi katalis positif, dan menyarankan buy dengan target harga Rp 3.830.

Dengan fundamental yang menguat dan pembagian dividen besar, saham BBRI diproyeksi memiliki potensi pemulihan dan pertumbuhan ke depan.

Tambang Timah Digarap Koperasi

KT1 24 Mar 2025 Investor Daily

PT Timah Tbk menggandeng koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menggarap tambang. Program kemitraan dengan kelompok masyarakat ini merupakan bagian dari tata kelola sektor timah yang dimonitor langsung oleh Kejaksaan Agung. Tata kelola niaga timah sudah dimulai pemerintah sejak tahun lalu, diawali dengan memasukkan komoditas tersebut dalam aplikasi Sistem Informasi Mineral dan Batu bara Kementerian/Lembaga (Simbara). Penerapan Simbara mencegah terjadinya penyelewengan ataupun aksi korupsi. Jaksa Agung Muda Intelijen Kejagung, Reda Manthovani mengatakan pihaknya berperan aktif melakukan koordinasi dalam rangka membenahi tata kelola pertimahan.

Hal ini guna mendorong tersedianya regulasi dalam tata kelola termasuk memberikan kesempatan masyarakat mengelola pertambangan. Adanya kerja sama PT Timah dengan BUMDes menurutnya merupakan wujud kehadiran negara agar kekayaan alam dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini masyarakat diberi kesempatan mengelola timah dalam wilayah IUP PT Timah. “Kita melakukan pengamanan supaya kerja sama PT Timah membimbing koperasi dan BUMDes melakukan penambangan di IUP PT Timah dapat berjalan sesuai prosedur dan SOP sehingga tidak menimbulkan kerusakan lingkungan tapi dapat memberikan dampak ekonomi,” kata Reda, akhir pekan lalu. (Yetede)


Tarik Menarik Properti Hijau Dengan Pengembang

KT3 22 Mar 2025 Kompas

Pengembangan proyek-proyek properti hijau di Tanah Air masih cenderung lamban. Meski pasar semakin mencari properti yang ramah lingkungan dan lestari, masih ada tarik-menarik dalam mendorong proyek properti hijau di Tanah Air. Konsil Bangunan Hijau Indonesia (GBCI) mencatat, komitmen pengembang  membangun properti hijau masih sebatas pada bangunan komersial. Dari data GBCI, tercatat lebih dari 100 bangunan gedung memperoleh sertifikasi greenship dari GBCI, sedangkan gedung yang memperoleh sertifikasi edge untuk efisiensi energi sekitar 240 bangunan. Sementara proyek residensial masih sangat sedikit.

Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta mengungkapkan, konsep properti hijau sudah cukup banyak diterapkan gedung-gedung pemerintah dan BUMN. Sebaliknya, penerapan properti hijau pada gedung yang dibangun pengembang swasta masih minim. Saat ini, baru ada lima grup pengembang besar yang gencar menerapkan prinsip ramah lingkungan pada property, seperti PT Intiland Development Tbk, Sinar Mas Land, Kota Baru Parahyangan, dan Grup Ciputra. ”Kami ingin mendorong kesadaran developer agar bangunannya green dari hulu-hilir, mulai dari konsultan, kontraktor, hingga bahan bangunannya. Kalau materialnya hijau, kontraktornya pasti menerapkan prinsip hijau. Kesadaran bangunan hijau bukan hanya kepentingan saat ini, tetapi generasi mendatang,” kata Ignesjz di Tangerang, Kamis (20/3).

Menurut Ignesjz, pemicu keengganan developer swasta untuk menggencarkan proyek properti hijau adalah biaya konstruksi lebih mahal sehingga harga jual menjadi lebih mahal. Padahal, dari hasil kajian GBCI, biaya pembangunan gedung berkonsep hijau hanya 4 % lebih tinggi dibanding gedung konvensional. Dalam 5 tahun, penambahan biaya itu dinilai sudah kembali, yang terkonversi dari penghematan energi dan air. Dalam jangka panjang atau setara usia bangunan 40 tahun, pemilik gedung atau property hijau juga akan menikmati biaya operasional bangunan lebih rendah 15 %. (Yoga)

Pekan Depan Struktur Kepengurusan Danantara akan Diumumkan

KT3 22 Mar 2025 Kompas

Susunan lengkap kepengurusan Badan Pengelola Investasi Danantara dijadwalkan akan diumumkan pada Senin (24/3/2025) pekan depan. Pengumuman struktur tim inti operasional ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap persepsi publik, termasuk sentimen investor di pasar modal. Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani. ”Ya, tunggu saja hari Senin pukul 12.00,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3). Sejak pukul 14.30 hingga sekitar pukul 16.00, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri, kepala lembaga, dan direktur utama bank pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi sinyal, PP yang mengatur inbreng atau pengalihan saham BUMN ke BPI Danantara diupayakan terbit sesuai waktu yang sudah dijadwalkan, yakni pada pekan ini. Wakil Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria mengatakan, target inbreng seluruh BUMN ke Danantara selesai akhir Maret 2025. Pelaksanaan inbreng ini, menurut rencana, dilakukan sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) sejumlah BUMN yang akan bergabung dengan Danantara.

”Sebelum RUPS, sudah kita lakukan inbreng. Beberapa RUPS akan mulai pada akhir bulan ini (Maret 2025),” ujar Dony seusai rapat konsultasi secara tertutup dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3). Terkait dengan struktur organisasi Danantara, nama sejumlah tokoh yang akan mengisi struktur kepengurusan BPI Danantara dilaporkan oleh Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dan Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir kepada Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/3) sore. Tokoh-tokoh dimaksud tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. (Yoga)

Langkah Baru Setelah Melepas Bisnis Supermarket

HR1 22 Mar 2025 Kontan
PT DFI Retail Nusantara Tbk (sebelumnya PT Hero Supermarket Tbk) kini memfokuskan strategi bisnisnya pada dua lini utama: Guardian (ritel kesehatan dan kecantikan) dan IKEA (furnitur rumah tangga), setelah resmi menghentikan operasional Hero Supermarket di akhir 2024.

Hadrianus Wahyu Trikusumo, Presiden Direktur DFI Retail Nusantara, menegaskan bahwa fokus baru ini bertujuan mendorong pertumbuhan jangka menengah hingga panjang secara berkelanjutan. Ia mencatat bahwa kinerja keuangan perusahaan mulai membaik, dengan kerugian tahun 2024 berhasil ditekan hingga 95,77% menjadi Rp 5,85 miliar dari tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih Rp 132,16 miliar. Perbaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja Guardian serta keuntungan dari divestasi Hero Supermarket dan penjualan aset non-inti.

Diky Risbianto, Head of Communications and Corporate Affairs DFI Retail, mengungkap bahwa Guardian kini menjadi kontributor utama pendapatan dan akan terus diperluas ke kota-kota tier 2 dan 3. Sementara IKEA akan difokuskan pada efisiensi operasional dan peningkatan daya tarik toko, dengan harapan bisa mendongkrak performa di tengah tantangan permintaan furnitur rumah tangga yang masih lesu.

Perubahan arah bisnis ini menunjukkan langkah strategis DFI Retail dalam menyesuaikan diri terhadap tren konsumen dan peluang pasar, sembari berupaya memulihkan kinerja keuangan secara bertahap.