;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Tarik Menarik Properti Hijau Dengan Pengembang

KT3 22 Mar 2025 Kompas

Pengembangan proyek-proyek properti hijau di Tanah Air masih cenderung lamban. Meski pasar semakin mencari properti yang ramah lingkungan dan lestari, masih ada tarik-menarik dalam mendorong proyek properti hijau di Tanah Air. Konsil Bangunan Hijau Indonesia (GBCI) mencatat, komitmen pengembang  membangun properti hijau masih sebatas pada bangunan komersial. Dari data GBCI, tercatat lebih dari 100 bangunan gedung memperoleh sertifikasi greenship dari GBCI, sedangkan gedung yang memperoleh sertifikasi edge untuk efisiensi energi sekitar 240 bangunan. Sementara proyek residensial masih sangat sedikit.

Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta mengungkapkan, konsep properti hijau sudah cukup banyak diterapkan gedung-gedung pemerintah dan BUMN. Sebaliknya, penerapan properti hijau pada gedung yang dibangun pengembang swasta masih minim. Saat ini, baru ada lima grup pengembang besar yang gencar menerapkan prinsip ramah lingkungan pada property, seperti PT Intiland Development Tbk, Sinar Mas Land, Kota Baru Parahyangan, dan Grup Ciputra. ”Kami ingin mendorong kesadaran developer agar bangunannya green dari hulu-hilir, mulai dari konsultan, kontraktor, hingga bahan bangunannya. Kalau materialnya hijau, kontraktornya pasti menerapkan prinsip hijau. Kesadaran bangunan hijau bukan hanya kepentingan saat ini, tetapi generasi mendatang,” kata Ignesjz di Tangerang, Kamis (20/3).

Menurut Ignesjz, pemicu keengganan developer swasta untuk menggencarkan proyek properti hijau adalah biaya konstruksi lebih mahal sehingga harga jual menjadi lebih mahal. Padahal, dari hasil kajian GBCI, biaya pembangunan gedung berkonsep hijau hanya 4 % lebih tinggi dibanding gedung konvensional. Dalam 5 tahun, penambahan biaya itu dinilai sudah kembali, yang terkonversi dari penghematan energi dan air. Dalam jangka panjang atau setara usia bangunan 40 tahun, pemilik gedung atau property hijau juga akan menikmati biaya operasional bangunan lebih rendah 15 %. (Yoga)

Pekan Depan Struktur Kepengurusan Danantara akan Diumumkan

KT3 22 Mar 2025 Kompas

Susunan lengkap kepengurusan Badan Pengelola Investasi Danantara dijadwalkan akan diumumkan pada Senin (24/3/2025) pekan depan. Pengumuman struktur tim inti operasional ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap persepsi publik, termasuk sentimen investor di pasar modal. Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani. ”Ya, tunggu saja hari Senin pukul 12.00,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3). Sejak pukul 14.30 hingga sekitar pukul 16.00, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri, kepala lembaga, dan direktur utama bank pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi sinyal, PP yang mengatur inbreng atau pengalihan saham BUMN ke BPI Danantara diupayakan terbit sesuai waktu yang sudah dijadwalkan, yakni pada pekan ini. Wakil Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria mengatakan, target inbreng seluruh BUMN ke Danantara selesai akhir Maret 2025. Pelaksanaan inbreng ini, menurut rencana, dilakukan sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) sejumlah BUMN yang akan bergabung dengan Danantara.

”Sebelum RUPS, sudah kita lakukan inbreng. Beberapa RUPS akan mulai pada akhir bulan ini (Maret 2025),” ujar Dony seusai rapat konsultasi secara tertutup dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3). Terkait dengan struktur organisasi Danantara, nama sejumlah tokoh yang akan mengisi struktur kepengurusan BPI Danantara dilaporkan oleh Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dan Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir kepada Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/3) sore. Tokoh-tokoh dimaksud tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. (Yoga)

Langkah Baru Setelah Melepas Bisnis Supermarket

HR1 22 Mar 2025 Kontan
PT DFI Retail Nusantara Tbk (sebelumnya PT Hero Supermarket Tbk) kini memfokuskan strategi bisnisnya pada dua lini utama: Guardian (ritel kesehatan dan kecantikan) dan IKEA (furnitur rumah tangga), setelah resmi menghentikan operasional Hero Supermarket di akhir 2024.

Hadrianus Wahyu Trikusumo, Presiden Direktur DFI Retail Nusantara, menegaskan bahwa fokus baru ini bertujuan mendorong pertumbuhan jangka menengah hingga panjang secara berkelanjutan. Ia mencatat bahwa kinerja keuangan perusahaan mulai membaik, dengan kerugian tahun 2024 berhasil ditekan hingga 95,77% menjadi Rp 5,85 miliar dari tahun sebelumnya yang mencatat rugi bersih Rp 132,16 miliar. Perbaikan ini didorong oleh peningkatan kinerja Guardian serta keuntungan dari divestasi Hero Supermarket dan penjualan aset non-inti.

Diky Risbianto, Head of Communications and Corporate Affairs DFI Retail, mengungkap bahwa Guardian kini menjadi kontributor utama pendapatan dan akan terus diperluas ke kota-kota tier 2 dan 3. Sementara IKEA akan difokuskan pada efisiensi operasional dan peningkatan daya tarik toko, dengan harapan bisa mendongkrak performa di tengah tantangan permintaan furnitur rumah tangga yang masih lesu.

Perubahan arah bisnis ini menunjukkan langkah strategis DFI Retail dalam menyesuaikan diri terhadap tren konsumen dan peluang pasar, sembari berupaya memulihkan kinerja keuangan secara bertahap.

Di Tengah Tantangan Global dan Domestik, Bank OCBC Tumbuh Positif

KT3 21 Mar 2025 Kompas

Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan pertumbuhan kuat dan kinerja yang solid. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), OCBC membagikan dividen tunai Rp 106 per saham atau Rp 2,43 triliun yang merupakan 50 % dari laba tahun buku 2024. Sepanjang tahun 2024, OCBC NISP membukukan laba Rp 4,9 triliun atau naik 19 % secara tahunan. Dana sebesar Rp 100 juta juga disisihkan untuk cadangan umum, sedangkan sisa laba bersih ditetapkan sebagai laba ditahan. RUPST yang digelar pada Kamis (20/3) juga memberi persetujuan untuk pembelian kembali saham perseroan (share buyback) dari pemegang saham publik sebesar 390.000 saham atau 0,002 % dari total modal yang telah dikeluarkan dan disetor penuh dalam perseroan. Presdir OCBC, Parwati Surjaudaja menambahkan, akuisisi dan merger PT Bank Commonwealth telah diselesaikan pada 2024.

Akuisisi tersebut sekaligus menjadi komplementer dalam memperkuat pertumbuhan ke depan. Direktur OCBC Hartati menyebut, return on equity (ROE) atau imbal hasil atas ekuitas juga naik menjadi 13 %. Total kredit yang disalurkan bank pun tumbuh 11 % mencapai Rp 170,5 triliun dengan kualitas yang terjaga di mana rasio NPL bruto terhitung sebesar 1,6 %, lebih rendah dari rata-rata industri perbankan. Total simpanan nasabah atau dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 13 % menjadi Rp 205,9 triliun. Bank juga memiliki modal yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ke depan yang tecermin pada rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,6 persen. Sementara margin bunga bersih sebesar 4,4 %. Pendapatan bunga bersih bank meningkat 11,4 %, seiring pertumbuhan kredit yang diberikan dan juga peningkatan pasar. (Yoga)

Strategi Ekspansi dan Harga Jadi Kunci Pertumbuhan

HR1 21 Mar 2025 Kontan
PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), emiten yang dimiliki oleh Garibaldi Thohir (Boy Thohir), menunjukkan prospek jangka panjang yang menjanjikan berkat stabilnya produksi amonia dan inisiatif strategis dalam dekarbonisasi, termasuk proyek amonia rendah karbon dan pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui usaha patungan ESSA SAF Makmur (ESM).

Meskipun pendapatan ESSA turun 12,62% pada 2024 akibat penurunan harga jual rata-rata amonia, laba bersih justru naik 30,54% menjadi US$ 45,18 juta, ditopang oleh efisiensi biaya produksi dan penurunan beban bunga karena pengurangan utang yang signifikan.

Beberapa analis seperti Kenny Shan dari Sinarmas Sekuritas, Reggie Parengkuan dari Indo Premier Sekuritas, Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas, dan Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas sepakat merekomendasikan "buy" untuk saham ESSA, dengan target harga antara Rp 665 hingga Rp 1.200 per saham. Mereka menilai ESSA memiliki pendapatan yang stabil, portofolio proyek yang solid, serta didukung prospek kenaikan harga gas alam global yang akan menjaga harga amonia tetap tinggi.

Namun demikian, Reggie Parengkuan mengingatkan adanya risiko penurunan harga amonia apabila konflik geopolitik mereda atau musim dingin di Eropa dan AS tidak seberat yang diperkirakan. Hal ini menjadi sentimen negatif yang perlu dicermati ke depan.

Strategi Ekspansi dan Harga Jadi Kunci Pertumbuhan

HR1 21 Mar 2025 Kontan
PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), emiten yang dimiliki oleh Garibaldi Thohir (Boy Thohir), menunjukkan prospek jangka panjang yang menjanjikan berkat stabilnya produksi amonia dan inisiatif strategis dalam dekarbonisasi, termasuk proyek amonia rendah karbon dan pengembangan Sustainable Aviation Fuel (SAF) melalui usaha patungan ESSA SAF Makmur (ESM).

Meskipun pendapatan ESSA turun 12,62% pada 2024 akibat penurunan harga jual rata-rata amonia, laba bersih justru naik 30,54% menjadi US$ 45,18 juta, ditopang oleh efisiensi biaya produksi dan penurunan beban bunga karena pengurangan utang yang signifikan.

Beberapa analis seperti Kenny Shan dari Sinarmas Sekuritas, Reggie Parengkuan dari Indo Premier Sekuritas, Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas, dan Reza Priyambada dari Reliance Sekuritas sepakat merekomendasikan "buy" untuk saham ESSA, dengan target harga antara Rp 665 hingga Rp 1.200 per saham. Mereka menilai ESSA memiliki pendapatan yang stabil, portofolio proyek yang solid, serta didukung prospek kenaikan harga gas alam global yang akan menjaga harga amonia tetap tinggi.

Namun demikian, Reggie Parengkuan mengingatkan adanya risiko penurunan harga amonia apabila konflik geopolitik mereda atau musim dingin di Eropa dan AS tidak seberat yang diperkirakan. Hal ini menjadi sentimen negatif yang perlu dicermati ke depan.

Perlu Rute Alternatif untuk Truk

KT3 20 Mar 2025 Kompas

Pembatasan angkutan barang sumbu tiga atau lebih untuk melintas di ruas tol dan arteri selama arus mudik Lebaran 2025 akan berlangsung 16 hari, yakni 24 Maret hingga 8 April 2025. Pembatasan ini diperkirakan memicu kerugian bisnis truk dan depo kontainer sehingga perlu ditinjau kembali. Salah satunya, pemerintah bisa mempertimbangkan membuka rute alternatif. Senior Consultant Supply Chain Indonesia, Sugi Purnoto, Rabu (19/3) di Jakarta, berpendapat, sejumlah jalan tol dapat digunakan untuk angkutan barang, terutama di jalan tol yang jarang dilalui pemudik. Contohnya, Jalan Tol Lingkar Pelabuhan (CTP) dan Cibitung-Cimanggis, Jalan Tol Pelabuhan dan JORR II-Balaraja, serta Jalan Tol Serpong-Cinere-Cimanggis yang bukan jalur tol pemudik.

Sugi memperkirakan kerugian ekonomi akibat kebijakan pembatasan itu bisa mencapai Rp 1 triliun. Perhitungan ini didasarkan pada terhambatnya angkutan barang yang banyak mengalir ke kawasan industri di Pulau Jawa. ”Untuk aliran kontainer, terutama domestik dari Jakarta ke arah timur, memberi proporsi 60-70 % total pergerakan kontainer di Tanjung Priok. Jadi, efeknya besar sekali,” tutur Sugi. Ketua Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) Mustofa Kamal Hamka mengatakan, bisnis depo kontainer di pelabuhan dirugikan atas kebijakan tersebut. Pengusaha harus menanggung biaya sewa lebih tinggi karena ada potensi pengembalian peminjaman kontainer ke perusahaan pelayaran lebih lama dari yang diperjanjikan. (Yoga)

Upaya Ekstra Dongkrak IHSG

HR1 20 Mar 2025 Kontan (H)
Pemerintah dan otoritas pasar modal terus berupaya meredam gejolak di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap menemui para investor untuk mengembalikan kepercayaan pasar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pasar Modal Inarno Djajadi, menerbitkan kebijakan yang memperbolehkan emiten melakukan buyback saham tanpa persetujuan RUPS, berdasarkan POJK Nomor 13 Tahun 2023. Kebijakan ini diharapkan bisa membantu menahan tekanan IHSG.

Sejumlah emiten, seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (melalui Amelia Allen) dan PT Avia Avian Tbk (melalui Andreas Timothy Hadikrisno), telah merespons kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan opsi buyback. Namun, keputusan final belum diambil oleh sebagian perusahaan karena perlu kajian lebih lanjut.

Di sisi lain, pengamat pasar modal seperti Budi Frensidy dan Satrio Utomo menilai bahwa buyback bukan solusi jangka panjang karena bergantung pada kesiapan dana emiten. Bahkan, Satrio menilai bahwa untuk saham dengan harga tinggi, dana yang dibutuhkan sangat besar dan lebih baik digunakan untuk ekspansi guna mendukung ekonomi riil.

Kritik juga diarahkan pada pemerintah agar lebih terbuka terhadap masukan publik dan menjalankan pembagian kerja yang efektif antara Presiden dan Wakil Presiden Gibran, bukan sekadar kegiatan seremonial. Keseluruhan langkah ini mencerminkan perlunya respons yang lebih struktural dan strategis dalam menghadapi tekanan pasar.

Properti CTRA Tertekan Daya Beli Lemah

HR1 20 Mar 2025 Kontan
Meskipun PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menghadapi tantangan cukup berat pada tahun 2025, prospeknya masih dianggap menarik oleh para analis. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menilai pencapaian marketing sales tinggi pada 2024 sulit diulang karena lemahnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian global. Indy Naila dari Edvisor Profina Visindo menambahkan bahwa kondisi ekonomi, inflasi, dan kekhawatiran perlambatan ekonomi turut menekan profitabilitas perusahaan. Meskipun begitu, Indy tetap optimistis bahwa adanya potensi penurunan suku bunga dan dukungan insentif PPN DTP dapat mendorong pertumbuhan moderat marketing sales CTRA hingga 5% menjadi Rp 11,5 triliun.

Kevin Halim dan Jeffrosenberg Chenlim dari Maybank Sekuritas memproyeksikan marketing sales CTRA akan datar di 2025 karena basis yang tinggi pada 2024, namun tetap merevisi naik proyeksi laba bersih CTRA berkat ketersediaan properti yang memenuhi syarat pembebasan PPN. Meskipun menurunkan target harga saham CTRA, ketiga analis – Sukarno, Indy, dan Kevin – tetap merekomendasikan trading buy dengan target harga bervariasi antara Rp 850 hingga Rp 1.000 per saham.

Buyback Saham, Harapan Baru Investor

HR1 20 Mar 2025 Kontan
Pelonggaran aturan buyback oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memungkinkan bank untuk melakukan pembelian kembali saham tanpa menunggu persetujuan RUPS. Kebijakan ini disambut positif oleh perbankan, termasuk Bank Negara Indonesia (BBNI) yang siap segera mengeksekusi buyback senilai Rp 1,5 triliun, menurut Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI. Bank Mandiri, melalui Sekretaris Perusahaan M. Ashidiq Iswara, juga tengah memfinalisasi rencana buyback sebesar Rp 1,17 triliun sebelum RUPS.

Kebijakan ini dinilai memberikan sentimen positif bagi pasar saham, terutama saham sektor perbankan yang belakangan tertekan. Achmad Yaki dari BCA Sekuritas menyatakan kebijakan serupa pernah berhasil mendorong penguatan IHSG saat pandemi 2020. Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas juga menilai kebijakan ini dapat menjadi katalis positif karena valuasi saham bank besar kini sudah murah dibandingkan nilai wajarnya. Kedua analis sepakat bahwa aksi buyback dapat mendukung pemulihan IHSG dan meningkatkan likuiditas pasar modal.