Korporasi
( 1557 )Industri Film Siap Panen di Musim Lebaran
Laba Industri Pupuk Tumbuh di Tengah Volatilitas Pasar
Saudi Suntikkan Rp 1,6 Triliun untuk Investasi di AirAsia
Kredit Macet Rumah Tangga Meningkat di Awal 2025
Harga Emas Naik, Investor Panen Cuan
Perbaikan Smelter Manyar, PT Freeport Indonesia, Rampung Juni
PT Freeport Indonesia (PTFI)
memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant
Smelter Manyar, dengan mendatangkan perlengkapan dan komponen kritikal secara
bertahap menggunakan pesawat kargo Antonov AN-124 danBoeing 747 ke Surabaya,
yang selanjutnya menempu jalan darat ke Gresik, Jatim. “Kami berupaya semaksimal
mungkin agar proses recovery berjalan efektif dan efisien agar smelter
secepatnya kembali berproduksi. Pemilihan pesawat kargo karena waktu tempuh
dari luar negeri hanya 35 jam, jauh lebih cepat dari kapal laut yang memakan
waktu 60 hari,” kata Presdir PTFI, Tony Wenas, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Durasi perbaikan smelter ditargetkan
rampung pada Juni mendatang. Rencanakerja sudah disampaikan ke pemerintah dan
menjadi dasar pemberian izin ekspor konsentrat tembaga. Pabrik asam sulfat di
Smelter Manyar mengalami insiden kebakaran pada Oktober 2024, sebulan setelah
diresmikan oleh Presiden Indonesia ke-7 Jokowi. Kebakaran itu masuk dalam
kategori kahar sehingga pemerintah memberi kesempatan ekspor. Menteri ESDM
Bahlil Lahadalia mengatakan akan ada sanksi bagi PTFI bila perbaikan pabrik asam
sulfat tidak rampung pada Juni mendatang, berupa pungutan pajak ekspor
maksimal. (Yetede)
Saham Konsumer Ritel Kian Atraktif Dengan Peluang Cuan Hingga 65 %
Ramadan menjadi momentum terbaik
bagi emiten konsumer (consumer goods) dan ritel modern untuk memacu
penjualan dan menanggok untung lebih, mengingat daya beli masyarakat biasanya
lebih meningkat dibanding bulan biasanya. Langkah perusahaan konsumer ritel
yang gencar meningkatkan promosi untuk mengoptimalkan perolehan keuntungan,
akan membawa saham-sahamnya kian atraktif dengan peluang cuan hingga 65%. “Di
tengah kekhawatiran melemahnya permintaan selama musim Idul Fitri, kami tetap
meyakini emiten konsumer ritel akan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan
yang solid. Meski, persaingan akan ketat dan volatilitas dariharga komoditas
dapat menimbulkan tantangan terhadap margin emiten," kata Analis BRI Danareksa
Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya yang
dipublikasi Rabu (5/3/2025).
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
menyematkan rekomendasi buy untuk empat saham ritel modern, yakni PT Mitra
Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target harga Rp 2.000, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
(MAPA) di target harga Rp 1.250, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dengan
target harga Rp 1.100 dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dengan target
harga Rp 540. Di sektor konsumer, sekuritas tersebut memberi rekomendasi buy
untuk lima saham, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dengan target
harga Rp 14.000, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) di target harga Rp 8.800,
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.800, PT Mayora Indah Tbk
(MYOR) dengan target harga Rp 3.050, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk (SIDO) dengan target harga Rp 640, serta hold saham PT Unilever Indonesia
Tbk (UNVR) di target harga Rp 1.500. (Yetede)
Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT
Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT
Masih Kuatnya Tekanan ke Pasar Saham
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia(BEI) kembali terkoreksi pada perdagangan Selasa (4/3/2025), sebesar 2,14 % ke level 6.380,4. Tekanan ke pasarsaham masih kuat, sehingga indeks rawan tergelincir ke level 6.100-6.200. Pelemahan ini terjadi setelah IHSG sempat melonjak 3,97 % sehari sebelumnya, didorong kebijakan OJK yang merelaksasi aturan buyback saham tanpa perlu persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS). Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, mencatat, pasar saham domestik masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global.
“IHSG melemah 11,8% month to date (mtd) dan 11,4 % year to date (ytd) pada 28 Februari 2025 ke level 6.270,6,” ujarnya dalam konferensi pers hasil rapat dewan komisioner OJK bulanan (RDKB) Februari 2025, Selasa (4/3/2025). Nilai kapitalisasi pasar turun 11,68 % mtd menjadi Rp 10.879,86 triliun. Tekanan jual asing masih tinggi, dengan net sell Rp18,19 triliun mtd dan Rp 21,9 triliun ytd. Dirut BEI, Iman Rachman menambahkan, Indonesia menempati peringkat ke dua dalam aksi jual asing di kawasan Asean, setelah Thailand dengan net sell Rp 47,8 triliun. Meningkatnya ketidakpastian akibat perang dagang antara AS dan mitra dagangnya menjadi faktor utama yang mendorong aksi jual investor asing. “Ketidakpastian global terkait kebijakan suku bunga The Fed yang cenderung ketat berdampak pada pasar negara berkembang. Ini mendorong peningkatan permintaan terhadap aset safe haven," kata Iman. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Sesat Pikir Ganti Rugi Korupsi
31 Jan 2022 -
Bahaya Pencucian Uang dari NFT
30 Jan 2022 -
Awasi Distribusi Pupuk
31 Jan 2022








