Perbaikan Smelter Manyar, PT Freeport Indonesia, Rampung Juni
PT Freeport Indonesia (PTFI)
memastikan percepatan perbaikan fasilitas Common Gas Cleaning (CGC) Plant
Smelter Manyar, dengan mendatangkan perlengkapan dan komponen kritikal secara
bertahap menggunakan pesawat kargo Antonov AN-124 danBoeing 747 ke Surabaya,
yang selanjutnya menempu jalan darat ke Gresik, Jatim. “Kami berupaya semaksimal
mungkin agar proses recovery berjalan efektif dan efisien agar smelter
secepatnya kembali berproduksi. Pemilihan pesawat kargo karena waktu tempuh
dari luar negeri hanya 35 jam, jauh lebih cepat dari kapal laut yang memakan
waktu 60 hari,” kata Presdir PTFI, Tony Wenas, di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Durasi perbaikan smelter ditargetkan
rampung pada Juni mendatang. Rencanakerja sudah disampaikan ke pemerintah dan
menjadi dasar pemberian izin ekspor konsentrat tembaga. Pabrik asam sulfat di
Smelter Manyar mengalami insiden kebakaran pada Oktober 2024, sebulan setelah
diresmikan oleh Presiden Indonesia ke-7 Jokowi. Kebakaran itu masuk dalam
kategori kahar sehingga pemerintah memberi kesempatan ekspor. Menteri ESDM
Bahlil Lahadalia mengatakan akan ada sanksi bagi PTFI bila perbaikan pabrik asam
sulfat tidak rampung pada Juni mendatang, berupa pungutan pajak ekspor
maksimal. (Yetede)
Postingan Terkait
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023