;
Tags

Korporasi

( 1584 )

Persaingan Kian Sengit di Tengah Pemain yang Menyusut

HR1 21 Apr 2025 Kontan
Merger antara PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) yang menghasilkan entitas baru PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (kode: EXCL), diyakini akan mengubah peta persaingan industri telekomunikasi Indonesia. Ekky Topan, Investment Analyst dari Infovesta Kapital Advisory, menilai bahwa kehadiran XLSmart dapat mengganggu dominasi operator lama seperti Telkomsel (TLKM) dan Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT), terutama dalam konteks persaingan harga dan paket bundling.

XLSmart diprediksi akan fokus pada pasar menengah-bawah dengan menawarkan paket data murah, berbeda dari Telkomsel yang menyasar pasar premium dan Indosat yang aktif di segmen urban. Menurut Ekky, langkah strategis seperti diversifikasi produk dan inovasi layanan digital akan sangat penting bagi operator incumbent agar tetap kompetitif.

Niko Margaronis dan Kafi Ananta, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menyatakan bahwa merger ini bisa membuat struktur persaingan industri menjadi lebih teratur, dengan XLSmart mengandalkan optimalisasi pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) dari total 95,3 juta pelanggan.

Namun, Aurelia Barus dan Belva Monica dari Indo Premier Sekuritas mengingatkan bahwa tantangan tetap ada. Strategi menaikkan harga kartu perdana belum cukup efektif mendongkrak kinerja perusahaan hingga kuartal II 2025. Sementara itu, perang tarif dan beban investasi jaringan 5G masih menjadi tekanan utama bagi operator.

Di sisi lain, segmen Fiber to the Home (FTTH) menjadi harapan baru, dengan Telkom dan XL Axiata diproyeksikan mampu menunjukkan pertumbuhan pelanggan di segmen ini pada kuartal I 2025. Meski sektor ini diperkirakan hanya tumbuh sekitar 3% per kuartal sepanjang 2025 menurut Niko, prospeknya tetap menjanjikan seiring turunnya risiko persaingan kartu SIM baru.

Ekky menyebut valuasi saham di sektor ini cukup menarik. Ia menargetkan harga saham EXCL di Rp 2.300–2.400, TLKM di Rp 2.700–3.000, dan ISAT di Rp 2.000–2.400, dengan peluang kenaikan apabila terjadi rebound penggunaan data dan bundling serta momentum pasar yang positif.

Secara keseluruhan, merger ini memberi harapan baru bagi konsolidasi industri telekomunikasi, namun tetap harus dihadapi dengan strategi yang tepat oleh seluruh pelaku pasar untuk menjaga daya saing dan profitabilitas.

BSI dan Penggadaian Panen Transaksi Emas

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily H
Ketidakpastian ekonomi global mendorong masyarakat mencari perlindungan nilai. Ini menyebabkan dana dari tabungan maupun pasar modal sedikit demi sedikit beralih ke intrusmen emas. Fenomena ini tercermin jelas dalam lonjakan bisnis emas milik PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan PT penggadaian, yang keduanya menikmati pertumbuhan signifikan dalam transaksi dan saldo emas yang dikelola. BSI misalnya emas mengalami kenaikan yang signifikan, didorong oleh tren pembelian emas dan kesiapan produk  emas BSI. Dengan diresmikannya BSI sebagai bullion bank, telah mendorong pertumbuhan yang signifikan dari sisi penjualan emas dan saldo emas kelolaan perseroan. Total emas mencapai 715 kg. Sementara itu, penjualan emas tercatat 107 kg per 13 April dan diperkirakan pada akhir bulan ini penjualan mencapai 230 kg. Plt. Direktur Utama BSI Bob T. Ananta mengungkapkan, kenaikan harga emas menjadi drastis dan menjadi safe haven bagi para investor. Bahkan, emas dianggap menjadi 'jalan keluar' bagi para investor. Beberapa dampak yang terjadi dikarenakan oleh kebijakan  Donald Trump yang memperlakukan peningkatan tarif terhadap berbagai negara, termasuk Indonesia, yaitu dolar AS menguat karena dianggap sebagai aset aman. Sedangkan rupiah melemah drastis. (Yetede)

Indonesia Belum Jadi Magnet Investor

HR1 21 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Persaingan memperebutkan investasi asing kian ketat, dan Indonesia mulai tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam yang berhasil menarik perusahaan-perusahaan global seperti Lego, Apple, dan Nvidia. CEO Lego Group, Niels B. Christiansen, menegaskan komitmen perusahaannya untuk membangun pabrik senilai US$1 miliar di Vietnam yang sepenuhnya berbasis energi terbarukan, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di Asia. COO Lego, Carsten Rasmussen, juga menyoroti keberhasilan Vietnam dalam menyediakan infrastruktur berkelanjutan dan tenaga kerja terampil.

Sementara itu, Apple telah menggelontorkan investasi hingga US$15,84 miliar di Vietnam, jauh lebih besar dibandingkan investasinya di Indonesia. Nvidia pun memperkuat komitmennya dengan mendirikan pusat riset AI dan mendukung pengembangan SDM digital di Vietnam. Keberhasilan Vietnam ini tidak lepas dari kelincahan pemerintahnya dalam membentuk kelompok kerja khusus dan merespons cepat kebutuhan investor.

Sebaliknya, Indonesia justru menghadapi tantangan serius, terbukti dari batalnya investasi LG Energy Solution dalam Proyek Titan senilai US$9,8 miliar. Dilo Seno Widagdo, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, menyatakan bahwa keputusan LG dipicu oleh banyak faktor termasuk ketidakpastian industri kendaraan listrik global. Meski begitu, Dilo menyebut pemerintah masih mencoba menawarkan proyek ini kepada mitra baru, termasuk Amerika Serikat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia perlu lebih lincah, responsif, dan kompetitif dalam menyusun strategi investasi agar tak terus kehilangan peluang besar. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta harus diperkuat untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik dan berkelanjutan.

Menata Ulang Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily
Kemacetan panjang yang terjadi di sekitar kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak Kamis (17/4) malam harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, terutama untuk menata ulang kawasan pelabuhan tersibuk di Tanah Air tersebut. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Tanjung Priok mengakui telah terjadi peningkatan arus barang petikemas yang akan melakukan kegiatan receiving delivery  petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini bersamaan dengan selesainya masa arus mudik Lebaran paska pembatasan lalu lintas barang. Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri mengatakan bahwa kemacetan panjang terjadi pada hari Kamis (17/4) akibat meningkatnya  aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurutnya tidak terdapat hambatan yang terjadi akibat dari error sistem baik di Gate Pelabuhan maupun di Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok dan dipastikan bahwa kegiatan bongkar muat kapal berjalan lancar tanpa ada kendala. "Salah satu titik kemacetan yaitu pada New Priok Container Terminal One (NPCT-1) dikarenakan peningkatan volume kendaran yang melakukan kegiatan receiving delivery petikemas," kata Adi. (Yetede)

Astra Masih Bertahan dari Gempuran Mobil BEV China

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily

Grup Astra penguasa pasar mobil Indonesia, masih bertahan di tengah masifnya gempuran mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV), terutama asal China. Buktinya, pangsa pasar Astra sejauh ini masih solid. Berdasarkan riset Macquarie, pangsa pasar Toyota dan Daihatsu, merek andalan Astra, mencapai 50,4% pada Maret 2025. Sementara itu, pangsa pasar Toyota malah naik tipis menjadi 33,8% per kuartal 1-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu 33,7%. "Adapun pangsa pasar Daihatsu memang turun menjadi 12,1% dari tadinya 18,8%," tulis Macquarie. Di sisi lain, penjualan merek mobil Jepang lainnya turun tajam ada Maret 2025. Penjualan Honda dan Suzuki rontok 40,4$ dan 33,4%.

Akumulasi penjualan kedua merek  ini turun 20,4% per Maret tahun ini. Pemain BEV China, BYD Plus Denza, mencetak  kenaikan pangsa pasar menjadi 3,7% per maret 2025 dari 1,8% per Desember tahun lalu Demikian pula dengan Hyundai yang bisa  menaikkan pangsa pasar menjadi 3,4% dari 2,6%. Selain BYD, pemain BEV China yang menonjol adalah Wuling dan Chery. Secara terpisah, Masquarie telah berdiskusi dengan Chief FInancial Officer (CFO) dan manajemen Astra dalam nondeal roadshow (NDR) di AS. Intinya, Astra masih yakin bisa memimpin pasar mobil nasional. Manajemen Astra juga mengingatkan, bisnis jasa keuangan yang memasok 24% laba bersih tahun 2024 terbukti resilen ketika penjualan mobil turun. (Yetede)

Pemerintah Jangan Sampai Ada PHK Massal

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily
Pemerintah secara resmi mengesahkan penggabungan usaha atau merger antara PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Telecom Tbk ke dalam satu entitas baru PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk. Salah satu harapan yang ditekan oleh pemerintah setelah merger dilakukan adalah tidak ada PHK massal oleh manajemen. Menteri Kominikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengumumkan persetujuan merger setelah  verifikasi akhir dituntaskan. Menurut dia, penggabungan ini bukan hanya keputusan korporasi, tetapi juga langkah besar dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berdampak luas. "Kami harapkan mencapai penyehatan industri seluler dan tentu layanan harus terjaga secara baik, efisien, inklusif, dan terjangkau. Dan terhadap pegawainya tidak boleh ada PHK. Sekali lagi untuk penyehatan industri ke depan dalam kerangka membangun sebuah ekosistem atau transformasi digital sesuai amanah Presiden," jelas dia. Meutya menyatakan, layanan internet yang lebih cepat dan merata untuk jutaan warga di  wilayah tertinggi, terdepan, dan terluar (3T) menjadi komitmen utama  dari hasil merger tersebut. Menurut dia, pemerintah memberikan kewajiban peningkatan kecepatan unduh hingga 16%  pada tahun 2029 serta penambahan 8.000 BTS baru yang di fokuskankan pada daerah dengan layanan yang saat ini masih terbatas. (Yetede)

XLSMART Siap Beroperasi

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily (H)
Sebuah babak penting dalam era digital Indonesia telah dimulai dengan peresmian PT XLSMART Telecom Sejahtera. Tbk (EXCL), Kamis (17/4/2025), hasil dari penggabungan kekuatan tiga pemain utama yakni PT XL Axiata Tbk, PT Smartfrean Telecom Tbk, PT Smart Telecom. XLSMART hadir dengan visi untuk mendifinisikan ulang konektivitas, mendorong inovasi tanpa henti, dan meningkatkan kualitas pengalaman digital bagi seluruh masyarakat Indonesia. Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan, pembentukan XLSMART adalah langkah penting, menyatukan kekuatan saling melengkapi dari XL Axiata dan Smartfren dibawah satu kepemimpinan dan visi bersama serta menjadi pemimpin laju transformasi digital Indonesia. "Kami akan terus mengoperasikan merek-merek andalan kami untuk melayani pelanggan mobile seluler dan home broadband melalui XL, AXIS, dan Smartfren maupun pelanggan UMKM dan korporasi melalui XLSMART for Business, sembari meningkatkan kualitas  layanan, memperluas cakupan, serta menghadirkan pengalaman  digital yang lebih cerdas dan terintegritas, ujar Rajeev. (Yetede)

Distributor Alat Kesehatan Percepat Langkah Ekspansi

HR1 19 Apr 2025 Kontan

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) resmi mencatatkan diri sebagai perusahaan tercatat ke-13 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025. Perusahaan ini bergerak di bidang distribusi dan pemasaran produk farmasi, alat kesehatan, serta platform digital komersial. Meskipun didirikan pada 2011, perjalanan usaha Medela dimulai sejak 1980 melalui pendirian Anugrah Argon Medica dan dilanjutkan dengan beberapa akuisisi serta pendirian perusahaan baru untuk memperluas jaringan distribusi.

Direktur Utama MDLA, Krestijanto Pandji, mengungkapkan keunggulan perusahaannya dalam hal distribusi yang cepat, dengan produk yang dapat dikirim dalam waktu 24 jam ke lebih dari 70.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Medela juga tengah memperluas ekspansinya ke pasar internasional, terutama di ASEAN, dan menjalin kerja sama dengan perusahaan luar negeri, termasuk di China dan Filipina.

MDLA baru saja melaksanakan IPO, yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 685 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis, termasuk pengembangan pabrik, pembelian gudang, dan peningkatan kapasitas produksi. Krestijanto menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit pada 2025, dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp 16 triliun dan laba bersih sekitar Rp 370 miliar.

Meskipun harga saham MDLA setelah IPO tidak banyak bergerak, perusahaan ini tetap optimis dalam mencapai tujuan ekspansi dan meningkatkan kapasitas produksinya untuk memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional.

Emiten BUMN Guyur Likuiditas Rp 12 Triliun

KT1 19 Apr 2025 Investor Daily (H)
Sebanyak lima emiten BUMN papan atas, yakni PT Bank rakyat Indonesia (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia TbK (TLKM), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai total sekitar Rp 12 triliun. Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat menambah likuiditas di pasar saham, di tengah hengkangnya dana asing yang mendekati angka Rp 50 triliun. Sejak awal tahun 2024 hingga penutupan perdagangan kamis (17/4/2025), saham BBRI telah terkoreksi 10,78% ke posisi Rp3.640, disusul BMRI yang melemah 19,30% ke Rp4.600, BBNI turun 7,13% ke Rp4.040, TLKM turun 5,9% ke Rp2.559, dan SMRG berkurang 25,53%. Manajemen Telkom mengungkapkan, perseroan berencana melaksanakan buyback saham sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun menggunakan kas internal perusahaan. Emiten BUMN Telekomunikasi ini berencana memimta persetujuan aksi korporasi tersebut dalam rapat umum pemgang saham tahunan (RUPST) pada 27 Mei mendatang, dengan periode pelaksanaan buyback pada 28 Mei 2025-27 Mei 2026. (Yetede)

ULN yang Tercatat US$ 427,2 Miliar pada Februari 2025

KT1 19 Apr 2025 Investor Daily (H)
Nilai Utang Luar Negeri (ULN) yang tercatat US$ 427,2 miliar pada Februari 2025 atau lebih rendah dari posisi ULN pada januari 2025 yang sebesar US$ 427,9 miliar, dipengaruhi oleh penguatan  dolar AS. Berkaitan itu, pemerintah dan otoritas moneter diharapkan memantau gejolak perekonomian global dan kemampuan membayar utang tersebut. Berdasarkan data BI secara tahunan ULN Indonesia tumbuh 4,7% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan 5,3% pada januari 2025. Perkembangan tersebut berasal dari perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta,. "Posisi ULN Februari 2025 dipengaruhi oleh faktor penguatan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Dia menjelaskan, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena pengelolaan  yang dilakukan dengan penerapan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari penurunan rasio ULN Indonesia terhadap PDB menjadi 30,2% pada Februari 2025, dari 30,3 pada Januari 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 84,7% dari total ULN. BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN untuk menjaga struktur ULN. (Yetede)