;
Tags

Korporasi

( 1557 )

Emiten MIND ID Bernafas Panjang

KT1 14 Apr 2025 Investor Daily
Peran komoditas mineral yang dinilai krusial memberikan nafas panjang bagi prospek emiten-emiten Holding BUMN Industri Pertambangan alis MIND ID. Ditambah lagi, keputusan AS menunda kebijakan tarif resiprokal bakal semakin mendorongg kinerja emiten MIDN ID bergerak ke atas. Rapor emiten MIND ID sepanjang tahun buku 2024  memang tidak secerah seperti tahun sebelumnya. Sebagian kalangan berpendapat, sejumlah faktor seperti penurunan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) dan kenaikan cost terlah terdampak pada laba bersih empat emiten MIND ID yaitu T Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Tercatat, laba bersih  empat MIND ID secara keseluruhan terkoreksi 18,41% menjadi Rp10,92 triliun pada 2024, yang terdiri dari Antam Rp 3,65 triliun, Bukit Asam Rp 5,1 triliun, Timah Rp 1,19 triliun, dan vale Indonesia US$ 57,8 juta atau setara Rp979 miliar. Direktur Eksekutif Reformider Institute Komaida Notonegoro mengamati, emiten-emiten MIDN ID secara prospek masih cukup bagus kendati mengalami koreksi dari sisi kaba bersih. Ini karena, sebagian besar dari emiten-emiten MIND ID bergerak di bisnis komoditas mineral yang notabene akan banyak dibutuhkan dalam konteks energi, perkembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), manufaktur, dan industri lainnya. "Jadi, artinya prospek (emiten-emiten MIND ID) masih cukup baik," Ujar Komaidi kepada Investor Daily. (Yetede)

Resiko Meningkat, Kredit Investasi jadi Tumpuan

KT1 12 Apr 2025 Investor
Pada dua bulan 2025, kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi diantara segmen lainnya. Ini menjadikan pembiayaan proyek jangka panjang tulang punggung industri perbankan dalam menjaga laju intermediasi di tengah peningkatan risiko. Di saat kualitas kredit meningkat dan risiko gagal bayar menghantui, penyaluran kredit investasi justru tetap mengalir, mengandalkan minat korporasi terhahadap ekspansi jangka panjang masih tetap solid. Mengacu data OJK, pada Februari 2025, pertumbuhan kredit tetap double digit, sebesar 10,3% secara  tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp7.825 triliun. Pertumbuhan ini naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang meningkat 10,27%. Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi tumbuh tumbuh sebesar 14,62%, melampaui pertumbuhan kredit konsumsi  yang sebesar 10,31% dan kredit modal kerja 7,66% (yoy) per Februari 2025. Bahkan apabila dibandingkan ddengan bulan sebelumnya, akhir 2024, hingga akhir 2023, kredit investasi terakselerasi di posisi Desember 2024, hingga akhir 2023, kredit investasi terakselerasi dari posisi Desember 2023 sebesar 13,62%, dan Januari 2025 sebesar 13,22% (Yetede)

OJK Terus Menekankan Kepada Sektor Jasa Keuangan

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily (H)

OJK terus menekankan kepada sektor jasa keuangan, utamanya perbankan untuk melakukan ujia daya tahan (stress test) terkait dampak  kebiajakn tarif resiprokal  AS terhadap negara mitra dagangnya. Sebagian besar lembaga jasa keuangan di Indonesia, baik perbankan, perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi masih memdokuskan  operasinya di pasar domestik dan kawasan Asia Tenggara. Hanya sebgaian kecil yang memiliki eksposur aset atau lini bisnis yang terhubung langsung dengan pasar AS.  Meski eksposur aset atau lini bisnis yang terhubung langsung dengan pasar AS. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa dilakukan pengawasan bahwa dilakukan yang lebih intens secara individual bank. Ketika ada perubahan kondisi  global maupun domsetik, OJK selalu memberikan arahan kepada bank.

"Ini stretss test itu sudah lebih regular sekarang yang dilakukan oleh teman-teman bank, tentu dengan berbagai skenario dan menyiapkan  mitigasi risiko yang lebih tepat," ucap Dian. Sesuai ketentuan OJK, bank  juga diwajibkan membentuk tambahan modal di atas  persyaratan penyediaan modal minimum sesuai profil risiko. Ini berfungsi sebagai penyangga apabila terjadi krisis keuangan dan ekonomi yang dapat mengganggu stabilitas risiko keuangan yang dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak volatilitas nilai tukar akibat perang tarif AS. Dian juga melihat eksposur  bank terhadap pelemahan nilai tukar rupiah. Menurut, risiko depresiasi rupiah kecil, tercermin dari posisi devisa neto (PDN) bank terhadap valuta asing (valas) hanya sebesar 1,55%, jauh dari threshold  20%. "Nah, ini saya kira memang volatilitas ini perbankan ini relatif sebetulnya kecil sampai saat ini. Mudah-mudahan akan selamanya demikian  dan akan semakin kuat," sambung Dian. (Yetede)

OJK Terus Menekankan Kepada Sektor Jasa Keuangan

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily (H)

OJK terus menekankan kepada sektor jasa keuangan, utamanya perbankan untuk melakukan ujia daya tahan (stress test) terkait dampak  kebiajakn tarif resiprokal  AS terhadap negara mitra dagangnya. Sebagian besar lembaga jasa keuangan di Indonesia, baik perbankan, perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi masih memdokuskan  operasinya di pasar domestik dan kawasan Asia Tenggara. Hanya sebgaian kecil yang memiliki eksposur aset atau lini bisnis yang terhubung langsung dengan pasar AS.  Meski eksposur aset atau lini bisnis yang terhubung langsung dengan pasar AS. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan bahwa dilakukan pengawasan bahwa dilakukan yang lebih intens secara individual bank. Ketika ada perubahan kondisi  global maupun domsetik, OJK selalu memberikan arahan kepada bank.

"Ini stretss test itu sudah lebih regular sekarang yang dilakukan oleh teman-teman bank, tentu dengan berbagai skenario dan menyiapkan  mitigasi risiko yang lebih tepat," ucap Dian. Sesuai ketentuan OJK, bank  juga diwajibkan membentuk tambahan modal di atas  persyaratan penyediaan modal minimum sesuai profil risiko. Ini berfungsi sebagai penyangga apabila terjadi krisis keuangan dan ekonomi yang dapat mengganggu stabilitas risiko keuangan yang dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak volatilitas nilai tukar akibat perang tarif AS. Dian juga melihat eksposur  bank terhadap pelemahan nilai tukar rupiah. Menurut, risiko depresiasi rupiah kecil, tercermin dari posisi devisa neto (PDN) bank terhadap valuta asing (valas) hanya sebesar 1,55%, jauh dari threshold  20%. "Nah, ini saya kira memang volatilitas ini perbankan ini relatif sebetulnya kecil sampai saat ini. Mudah-mudahan akan selamanya demikian  dan akan semakin kuat," sambung Dian. (Yetede)

Geliat Bisnis Wifi Makin Terang Benderang

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily (H)
Geliat PT Solusi Energi Digital Tbk (WIFI) mengembangkan bisnis internet murah (affordable internet) dengan menjangkau 49 juta pelanggan (household) dalam lima tahun ke depan makin terang benderang. Terbaru WIFI mempertebal modal hingga total Rp 9,8 triliun. Suntikan dana segar tersebut masing-masing berasal dari peningkatan modal (private placement) sebesar Rp 4 triliun dari Nippon Telegraph and Telephone East Corporation (NTT East) dan Rp5,8 triliun akan bersumber dari aksi penambahan modal melalui  hak memesan terlebih dahulu (HMTED) atau right issue akan digunakan untuk pembangunan jaringan Fiber to The Home (FTTH) sebanyak 4 juta sambungan di Jawa dan 1,64% sisanya sebagai modal kerja. NTT East merupakan entitas anak perusahaan dari perusahaan telekomunikasi terbesar asal Jepang, Nippon Telegraph and Telephone Corporation  (NTT Group). NTT East memperbesar modal ke Grup Surge ditandai melalui perjanjian pemegang sajam dengan entitas anak WIFI yaitu PT Jaringan Infra Andalan (JIA) dan perjanjian penyertaan saham dengan entitas anak WIFI yang lain yakni PT Integrasi  Jaringan Ekosistem (IJE) atau WEAVE. "Telah terjadi kesepakatan pemegang saham di mana NTT East melakukan peningkatan modal (private placement) kepada IJE dengan nilai investasi sebesar Rp 4 triliun dalam bentuk tunai dan dalam bentuk lainnya," jelas Direktur WIFI Shannedy Ong. (Yetede)

Diversifikasi Bisnis Didorong di Tengah Ketidakpastian

HR1 12 Apr 2025 Kontan
PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) terus menunjukkan performa impresif sebagai produsen gas industri di Indonesia, dengan strategi ekspansi agresif dan diversifikasi produk. Perusahaan yang telah eksis sejak 1980 ini kini fokus pada produksi gas oksigen dan acetylene, serta mengembangkan layanan spesialis seperti leak test dan vacuum test.

Direktur Utama Rini Dwiyanti menegaskan bahwa SBMA akan terus memperkuat lini produk unggulan dan fokus memasuki pasar yang lebih luas melalui pengembangan gas berkualitas tinggi, seperti nitrogen UHP. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan sektor-sektor industri seperti petrokimia, kesehatan, dan teknologi.

Sementara itu, Julianto Setyoadji, Direktur Operasional SBMA, melihat peluang besar dari program hilirisasi industri dan pengembangan energi hijau di Kalimantan. Ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan jangka panjang, terutama dengan pembangunan Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) dan proyek PLTA.

Welly Sumanteri, Wakil Direktur Utama SBMA, menambahkan bahwa strategi utama perusahaan pada 2025 meliputi efisiensi operasional, peningkatan nilai tambah produk, serta ekspansi infrastruktur ke wilayah strategis seperti Kalimantan, Sulawesi, dan kawasan industri di luar Jawa.

Dengan pencapaian laba bersih yang melonjak 182,25% secara tahunan pada 2024, dan pendapatan yang tumbuh 16,15% yoy, SBMA menunjukkan posisi yang semakin kuat di pasar gas industri nasional, sekaligus bersiap menembus pasar global dengan portofolio produk dan layanan bernilai tinggi.

Perbankan Nasional Sigap Menjaga Likuiditas Valas

KT1 11 Apr 2025 Investor Daily (H)
Ditengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), perbankan nasional sigap menjaga likuiditas valuta asing (valas). Selain dari sisi likuiditas, perbankan juga lebih berhati-hati dalam ekspansi penyaluran kredit valas untuk menjaga kualitasnya. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 49,5 poin (0,29%) berada di level Rp16.823 per dolar AS. Sedangkan  indeks dolar terlihat turun 0,56 poin menjadi 102,3. Nilai tukar rupiah sempat ditutup melemah di level Rp 16.872. Di tengah dinamika pasar global dan fluktasi nilai tukar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran kredit valas sebesar 10,12% secara yoy di akhir 2024. Pertumbuhan ini  sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung pembiayaan nasabah global, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan eksposur dalam mata uang asing. Sementara itu pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) valas juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,92% (yoy). Adapun, transaksi terbanyak masih berasal dari aktivitas trade finance dan treasure, yang menjadi kebutuhan utama nasabah korporasi dengan jaringan internasional. (Yetede)

PTFI Mampu Hasilkan 32 Ton Emas Tahun Ini

KT1 11 Apr 2025 Investor Daily (H)

Fasilitas pemurnian logam mulia (Precious Metal Refinery/PMR) PT Freeport Indonesia (PTFI) mampu menghasilkan 32 ton emas pada tahun ini. Produksi logam mulia itu akan  mencapai kapasitas penuh sebesar 50 ton pada 2026 seiring dengan beroperasinya smelter Manyar, fasilitas pemurnian konsentrat tembaga kedua milik PTFI. Adapun total investasi membangun PMR dengan kapasitas 6 ribu lumpur anoda per tahun ini mencapai US$ 630 juta. Lumpur anoda merupakan produk samping dari smelter tembaga. Pada tahun ini pasokan lumpur anoda berasal dari PT Smelting, smelter tembaga pertama PTFI. Pasalnya, smelter Manyar masih dalam proses reparasi akibat insiden kebakaran pada fasilitas asam sulfat pada Oktober 2024 lalu.

Smelter manyar ditargetkan beroperasi maksimum pada akhir tahun ini. PMR PTFI yang berada dalam satu kawasan dengan smelter Manyar itu diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Maret 2025. fasilitas yang berada di Gresik, Jawa Timur ini merupakan pemurnian emas modern terbesar di dunia yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Emas yang dihasilkan PMR diserap oleh PT Antam Tbk. Kerja sama ini diikat dalam perjanjian jual beli emas yang menyatakan bahwa Antam akan menyerap produk PMR selama lima tahun dengan target 30 ton per tahun. Durasi dan volume penyerapan itu pun bersifat fleksibel. Kontrak keduanya bisa diperpanjang dan ditingkatkan sesuai kebutuhan dalam negeri. PTFI menegaskan komitmennya untuk selalu memprioritaskan Antam dalam penyaluran produk emasnya. (Yetede)

ASDP Target Dekarbonisasi Nasional

KT1 11 Apr 2025 Investor Daily
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target dekarbonisasi nasional. Perseroan mencatat capaian signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan dengan berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 10,2 ton melalui pengumpulan 1,9 ton sampah plastik menggunakan Reserve Vending Machine (RVM). Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ASDP yang dijakankan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Corporate Secertary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa RVM kini telah dipasang di berbagai titik strategis, termasuk di Kantor Pusat ASDP, Kementerian BUMN, dan Kemenhub. Keberadaan mesin ini menjadi simbol kuat kolaborasi pemerintah dan BUMN dalam mendorong budaya daur ulang yang berdampak langsung terhadap pengurangan emisi karbon. "Permasalahan emisi karbon telah menjadi isu global yang mendesak. Melalui penerapan RVM di ruang-ruang publik, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah platik yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada perlindungan ekosistem laut," ujar Shlevy. (Yetede)

Potensi Impor Naik Bisa Ganggu Industri Lokal

HR1 11 Apr 2025 Kontan
Meskipun kebijakan pemerintah untuk menghapus kuota impor komoditas strategis menimbulkan potensi tantangan, prospek PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) tetap dinilai positif di tahun 2025, terutama karena dukungan dari stabilitas harga bahan baku dan peluang besar dari program pemerintah.

Ahmad Iqbal Suyudi, Investment Analyst dari Edvisor Profina Visindo, menilai bahwa pembukaan keran impor bisa menekan harga jual akibat melimpahnya pasokan daging, yang berpotensi menurunkan pendapatan JPFA. Namun, pada level nilai tukar rupiah saat ini, dampaknya masih dianggap terbatas.

Abdul Azis Setyo Wibowo, Analis dari Kiwoom Sekuritas, juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa impor dapat menurunkan harga ayam, yang sudah terlihat pada kuartal pertama 2025. Meski demikian, penurunan harga tersebut berhasil diimbangi oleh kestabilan harga bahan baku seperti jagung.

Ezaridho Ibnutama dari NH Korindo Sekuritas menyoroti bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pendorong utama pertumbuhan JPFA ke depan. Dengan target 82,9 juta penerima manfaat pada 2027, JPFA sebagai pemain utama dalam program ini berada dalam posisi yang sangat strategis. Ia memproyeksikan pendapatan JPFA tumbuh 9,03% menjadi Rp 60,84 triliun, dengan laba bersih naik tipis 0,93% ke Rp 3,24 triliun.

Ezaridho dan Edvisor merekomendasikan saham JPFA dengan rating buy, target harga di kisaran Rp 2.400–Rp 2.500. Sementara Aziz menyarankan strategi trading jangka pendek hingga menengah, dengan target harga lebih konservatif di Rp 2.000–Rp 2.010.

Namun, para analis juga menekankan risiko dari ketergantungan impor kedelai, potensi kelebihan pasokan unggas, dan keberlanjutan program MBG yang masih bergantung pada realisasi anggaran dan implementasi pemerintah.

Prospek JPFA tetap menjanjikan, dengan catatan perlunya perhatian pada fluktuasi harga bahan baku dan kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap pasar domestik.