Perbankan Nasional Sigap Menjaga Likuiditas Valas
Ditengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), perbankan nasional sigap menjaga likuiditas valuta asing (valas). Selain dari sisi likuiditas, perbankan juga lebih berhati-hati dalam ekspansi penyaluran kredit valas untuk menjaga kualitasnya. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 49,5 poin (0,29%) berada di level Rp16.823 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar terlihat turun 0,56 poin menjadi 102,3. Nilai tukar rupiah sempat ditutup melemah di level Rp 16.872. Di tengah dinamika pasar global dan fluktasi nilai tukar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran kredit valas sebesar 10,12% secara yoy di akhir 2024. Pertumbuhan ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung pembiayaan nasabah global, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan eksposur dalam mata uang asing. Sementara itu pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) valas juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,92% (yoy). Adapun, transaksi terbanyak masih berasal dari aktivitas trade finance dan treasure, yang menjadi kebutuhan utama nasabah korporasi dengan jaringan internasional. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023