;
Tags

Internasional

( 1352 )

Prabowo - Erdogan Sepakat Akan Bangun Kembali Gaza

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat untuk terus membela kemerdekaan Palestina, dan keduanya juga berkomitmen membantu membangun kembali Gaza setelah luluh lantak dibombardir militer Israel. Komitmen itu masuk dalam perayaan bersama (joint statement) Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan setelah keduanya merampungkan pertemuan empat mata dan pertemuan bilkateral di Istana Kepresiden Turki, Ankara, Kamis (10/4/2025) malam waktu setempat. "Kami mengapresiasi sikap Indonesia terhadap isu Palestina. Dalam beberapa waktu ke depan, kami akan terus bekerja sama dengan Indoneisa membangun kembali Gaza, dan membela kepentingan Palestina," kata Presiden Erdogan. Dalam kesempatan yang sama, yang dihadiri oleh media-media nasional Turki dan Indonesia, Erdogan juga menyampaikan komitmennya untuk terus  bekerja sama dengan Indonesia dalam kerangka-kerangka kerja sama multilateral, diantaranya seperti di PBB, OKI, G20, D8, dan MIKTA. Komitmen yang sama juga disampaikan disampaikan oleh Presiden Prabowo saat menyampaikan pernyataan bersama di Istana Kepresidenan Turki. Presiden Prabowo menekankan Indonesia dan Turki satu suara untuk isu-isu yang  menyangkut kemerdekaan Palestina, perdamaian di Ukraina, dan stabilitas di Suriah. (Yetede)

Penentu Pertumbuhan Ekonomi Diperkirakan Hanya 4,5%

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 diperkirakan hanya mencapai 4,5% di bawah target pemerintah yang sebesar 5,2%. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi cermin dari ketidakmampuan kebijakan domestik dalam beradaptasi cepat terhadap guncangan eksternal. Proyeksi tersebut bahkan di bawah perkiraan Bank Dunia dan OECD yang masing-masing sebesar 5,1% dan 4,9%. Dari sisi perekonomian global, sikap Presiden AS Donald Trump yang menerapkan tarif  balasan atau resiprokal dari AS  ke Indonesia menjadi penyebab koreksi atas pertumbuhan ekonomi nasional. Meski saat ini Trump telah memutuskan  untuk penundaan selama 90 hari, tetapi hal tersebut masih menyebabkan ketidakpastian  pada perekonomian dunia. "Proyeksi yang lebih jujur dan kritis menurut kami, menempatkan pertumbuhan Indonesia hanya di kisaran 4,2% hingga 4,5%. Bahkan, berpotensi lebih rendah apabila respons  kebijakannya tetap pasif," kelas pakar kabijakan publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat. Nur Hidayat mengatakan kebijakan tarif Trump adalah pemicu, namun tidak serta-merta menjadi penyebab tunggal. (Yetede)

Presiden China Xi Jinping Mengambil Langkah Konsolidasi di Tiga Negara Bagian

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily (H)
Presiden China Xi Jinping mengambil langkah konsolidasi dengan beberapa negara tetangga terdekatnya di Asean, seiring meningkatnya perang dagang dengan AS. Menurut laporan, Xi akan melawat ke Vietnam, Malaysia, dan Kamboja pada minggu depan. Kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa Xi dijadwalkan mengunjungi Vietnam pada 14 hingga 15 April 2025. Kemudian mengunjungi Kamboja dan Malaysia mulai 15 hingga 18 April. Langkah ini diambil setelah dia berjanji bakal memperdalam kerja sama menyeluruh dengan negara-negara tetangga China itu. Perjalanan yang jarang terjadi ini merupakan upaya diplomatik pribadi yang terkenal oleh Xi, yang terakhir kali mengunjungi Kamboja dan Malaysia masing-masing sembilan dan 12 tahun yang lalu. Sedangkan kunjungan terakhir ke Vietnam belum terlalu lama, yakni pada bulan Desember 2023.  Dua pejabat Vietnam mengatakan, China dan Vietnam diperkirakan menandatangani sekitar 40 perjanjian pada Senin (14/4/2025), termasuk beberapa  di antaranya mengenai jalur kereta api. Demikian dikutip Reuters pada Jumat (11/04/2025). Vietnam telah melakukan pendekatan kepada China guna mendapatkan dana dan teknologi untuk mengembangkan jaringan kereta api. Intensitas jumlah kunjungan tingkat tinggi oleh para pejabat dari kedua negara yang sering terjadi, mencakup pembahasan kesepakatan seputar kerja sama bidang perkeretapian. (Yetede)

Tetap Tenang Meski IHSG Naik dan Turun

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily (H)
Perdagangan di Bursa Efek Jakarta (BEI) telah terbuka kembali setelah libur panjang Idul Fitri 28 Maret hingga 7 April 2025. Selama hari Raya, pasar global mengalami gejolak signifikan akibat kebijakan tarif impor yang diberlakukan AD dan respons balasan dari Tiongkok. Seperti diperkirakan para pelaku pasar modal, situasi yang sama terjadi pada saat perdagangan di BEI dibuka kembali pada Selasa 8 April 2025. IHSG sempat turun 9,19% dan menyentuh level 5.912,06. Sebelum libur Idul Fitri 2025, pada Kamis, 27 Maret 2025 , IHSG ditutup menguat 0,59% ke level 6.510,62. Penurunan yang terjadi pada hari pertama pasca libur Idul Fitri membuat BEI mengambil langkah untuk trading halt atau penghentian sementara perdagangan. Gejolak ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal seperti kebijakan tarif resiprokal AS terhadap sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia, serta depresiasi nilai tular Rupiah yang menembus sempat menyentuh angka psikologis Rp 17.000 per dolar AS di pasar luar negeri. DI tengah kondisi pasar yang bergejolak ini, kunci utama bagi investor adalah tetap tenang dan tidak mengambil keputusan emosional. Perlu diingat, tujuan investor di pasar modal adalah jangka panjang. Pasar saham memang naik-turun dan itu normal. Gejolak harian bukan alasan untuk mengubah tujuan investasinya adalah untuk dana pensiun 10-20 tahun lagi, maka penurunan saat ini tidak akan berdampak signifikan dalam jangka panjang. (Yetede)

Penguatan Daya Saing Harus Semakin Menguat

KT1 12 Apr 2025 Investor Daily (H)
Keputusan penundaan penerapan tarif resiprokal oleh Presiden AS Donald Trump dinilai memberi waktu bernafas Indonesia dan puluhan negara lain di dunia.  Dengan adanya penundaan ini, pemerintah bisa mempersiapkan langkah taktis negosiasi secara lebih matang, sehingga memperkuat posisi tawar menawar Indonesia di hadapan AS. Namun, sejumlah pihak mengingatkan agar penundaan ini tidak menyurutkan tekad dan langkan pemerintah untuk mempekuat daya saing Indonesia melalui kebijakan stratregis dan reformasi struktrural. Pasalnya, hanya dengan daya saing yang kuat, Indonesia akan bisa mendapatkan peluang pasar, termasuk dalam mendiversifikasi pasar ekspor, meski tekanan global meningkat. Demikian benang merah pandangan yang dihimpun Investor Daily dari sejumlah narasumber secara terpisah, Jumat (11/4/2025). Mereka adalah peneliti Departemen Economi Centre for Startegic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) Telisa Aulia Falianty, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Andry Satrio Nugroho, dan Ketua Dewan Komisoner OJK Mahendra Siregar. Seperti dilansir sejumlah kantor berita asing, termasuk CNBC, melalui unggahan di media sosial pada Rabu (09/04/2025), Trump menurunkan tarif impor resiprokal terhadap sebagian besar negara mitra dagang AS menjadi 10% selama 90 harii, dari sebelumnya dalam rentang 11-5-%. (Yetede)

Tarif Memukul, Investor Tinggalkan Dolar AS

HR1 12 Apr 2025 Kontan (H)
Kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memicu guncangan besar di pasar keuangan global. Ketidakpastian akibat perang dagang membuat investor global melakukan reposisi besar-besaran terhadap portofolio investasinya, yang ditandai dengan eksodus dari aset-aset berbasis dolar AS, saham, dan obligasi negara tersebut.

Kyle Rodda, analis pasar dari Capital.com, menyebutkan bahwa penurunan dolar AS dan pelemahan obligasi mencerminkan eksodus dari aset AS, yang menurutnya bukan sinyal baik bagi pasar. Sementara itu, Christopher Wong dari OCBC menegaskan bahwa kepercayaan terhadap dolar sedang terancam karena keunggulan ekonomi AS memudar dan beban utangnya membengkak.

Sebagai akibatnya, investor beralih ke aset safe haven, terutama emas, yang mencetak rekor tertinggi baru dengan harga emas spot mencapai US$ 3.234,10 per ons troi. Nitesh Shah dari WisdomTree menegaskan bahwa emas kembali jadi pilihan utama di tengah keraguan terhadap posisi AS sebagai mitra dagang global. Tai Wong, analis pasar logam, menambahkan bahwa prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan inflasi yang tinggi memberi tekanan tambahan pada dolar serta mendukung reli harga emas.

Selain emas, investor juga memburu mata uang safe haven seperti franc Swiss, yen Jepang, dan euro. Franc Swiss bahkan mencapai nilai tukar tertinggi dalam satu dekade, dan yen menguat ke level terbaik dalam enam bulan terakhir. Michael Pfister dari Commerzbank memprediksi intervensi bank sentral terhadap penguatan mata uang, meskipun skalanya mungkin tidak besar.

Menurut Francesco Pesole dari ING, situasi saat ini sudah melampaui penurunan biasa terhadap dolar, dan bisa disebut sebagai “krisis dolebijakan tarif Trump telah menciptakan gejolak signifikan di pasar global, menyebabkan penurunan tajam dalam kepercayaan terhadap dolar AS, dan mendorong lonjakan minat terhadap aset-aset safe haven seperti emas dan mata uang kuat lainnya.**Kesimpulan Artikel:**
 
Kebijakan tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Serikat **Donald Trump** telah memicu guncangan besar di pasar keuangan global. Ketidakpastian akibat perang dagang membuat investor global melakukan reposisi besar-besaran terhadap portofolio investasinya, yang ditandai dengan eksodus dari aset-aset berbasis dolar AS, saham, dan obligasi negara tersebut.
 
**Kyle Rodda**, analis pasar dari Capital.com, menyebutkan bahwa penurunan dolar AS dan pelemahan obligasi mencerminkan eksodus dari aset AS, yang menurutnya bukan sinyal baik bagi pasar. Sementara itu, **Christopher Wong** dari OCBC menegaskan bahwa kepercayaan terhadap dolar sedang terancam karena keunggulan ekonomi AS memudar dan beban utangnya membengkak.
 
Sebagai akibatnya, investor beralih ke aset safe haven, terutama **emas**, yang mencetak rekor tertinggi baru dengan harga emas spot mencapai **US$ 3.234,10 per ons troi**. **Nitesh Shah** dari WisdomTree menegaskan bahwa emas kembali jadi pilihan utama di tengah keraguan terhadap posisi AS sebagai mitra dagang global. **Tai Wong**, analis pasar logam, menambahkan bahwa prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan inflasi yang tinggi memberi tekanan tambahan pada dolar serta mendukung reli harga emas.
 
Selain emas, investor juga memburu mata uang safe haven seperti **franc Swiss**, **yen Jepang**, dan **euro**. Franc Swiss bahkan mencapai nilai tukar tertinggi dalam satu dekade, dan yen menguat ke level terbaik dalam enam bulan terakhir. **Michael Pfister** dari Commerzbank memprediksi intervensi bank sentral terhadap penguatan mata uang, meskipun skalanya mungkin tidak besar.
 
Menurut **Francesco Pesole** dari ING, situasi saat ini sudah melampaui penurunan biasa terhadap dolar, dan bisa disebut sebagai “krisis dolar”.
 
Kebijakan tarif Trump telah menciptakan gejolak signifikan di pasar global, menyebabkan penurunan tajam dalam kepercayaan terhadap dolar AS, dan mendorong lonjakan minat terhadap aset-aset safe haven seperti emas dan mata uang kuat lainnya.

Ketegangan China-AS Naik, Perang Tarif Berlanjut

HR1 12 Apr 2025 Kontan
Ketegangan dagang antara China dan Amerika Serikat kembali memuncak, setelah Kementerian Keuangan China resmi menetapkan tarif impor sebesar 125% untuk seluruh produk asal AS, sebagai respons atas kebijakan tarif tinggi dari Washington. China menilai langkah AS sebagai bentuk perundungan dan pemerasan ekonomi, namun mengindikasikan tidak akan membalas lebih jauh, menyebut eskalasi tarif lanjutan sudah tidak relevan secara ekonomi.

Menurut analis dari UBS, keputusan China untuk tidak melanjutkan pembalasan menunjukkan bahwa hubungan perdagangan antara kedua negara besar ini kemungkinan besar tidak akan pulih dalam waktu dekat.

Untuk mengurangi dampak negatif dari perang tarif ini, China mulai menjalin kembali hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Uni Eropa. Dalam pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Xi menekankan pentingnya kerja sama China-Uni Eropa dalam mempertahankan globalisasi dan melawan kebijakan sepihak.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga menunjukkan pendekatan yang lebih lunak terhadap China, dengan tidak lagi mengecam kedekatannya dengan Rusia dalam percakapan terbaru mereka, melainkan mendorong peran China dalam proses perdamaian.

Selain itu, bank sentral China juga telah berdiskusi dengan bank sentral Jepang dan Korea Selatan, membahas dampak tarif AS dalam forum regional di Malaysia, menunjukkan upaya lebih luas China untuk membangun koalisi ekonomi alternatif di tengah tekanan dari AS.

Dengan langkah strategis ini, China berupaya mengalihkan fokus ekonomi dan memperkuat kerja sama dagang di luar AS, khususnya ke kawasan Eropa dan Asia Timur.

Pembangunan Pusat Data Microsoft Ditunda

KT3 11 Apr 2025 Kompas

Microsoft berencana memperlambat atau menghentikan sementara beberapa pembangunan tahap awal proyek pusat data di sejumlah lokasi. Penundaan proyek itu mencakup proyek senilai 1 miliar USD di Licking County, Ohio, AS. NoelleWalsh, Presiden Operasi KomputasiAwan Microsoft, Rabu (9/4) mengatakan, perubahan umum terjadi pada industri yang berkembang pesat. Pembangunan pusat data adalah program multitahun dan padat modal untuk memastikan perusahaan memiliki infrastruktur memadai di lokasi yang tepat. ”Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan untuk cloud dan AI kami tumbuh lebih dari yang pernah kami perkirakan. Untuk memenuhi peluang ini, kami mulai melaksanakan proyek penskalaan infrastruktur terbesar dan paling ambisius dalam sejarah kami,” tutur Walsh lewat sebuah unggahan di pelantar LinkedIn.

Pada tahun fiskal ini, Microsoft akan tetap menghabiskan 80 miliar USD lebih untuk terus membangun infrastruktur pusat data. Microsoft tengah berinvestasi di sejumlah negara, termasuk Australia, sejak Oktober 2023 dan Afrika Selatan sejak Maret 2025. Adapun tahun fiskal Microsoft berakhir pada Juni 2025. Sebelumnya, Microsoft telah menghentikan tahap akhir proyek pusat data besar di Wisconsin untuk sementara, Desember lalu. Analis di TD Cowen juga melaporkan, awal tahun ini, Microsoft mengurangi beberapa perluasan pusat data internasional dan membatalkan sewa beberapa pusat data yang dioperasikan perusahaan lain di AS. Microsoft telah memiliki lebih dari 350 pusat data di 60 kawasan. Pusat data merupakan infrastruktur yang menjadi tulang punggung komputasi awan dan AI. (Yoga)


Menlu Menegaskan bahwa Evakuasi Warga Gaza Bukan Relokasi Permanen

KT1 11 Apr 2025 Investor Daily (H)

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa rencana Indonesia menerima sekitar 1.000 pengungsi Palestina dari Jalur Gaza hanya dalam rangka evakuasi sementara dan bukan merupakan upaya relokasi secara permanen. Indonesia senantiasa menolak segala upaya yang akan memindahkan secara permanen warga Palestina dari tanah airnya karena segala upaya pengubahan demografi Jalur Gaza merupakan pelanggaran hukum internasional. "Keberadaan mereka di Indonesia bersifat sementara dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk 'memindahkan' warga Palestina tersebut dari tanah airnya," ucap Sugiono.

Warga Palestina yang akan di evakuasi ke Indonesia tersebut adalah korban perang yang akan menerima perawatan dan pengobatan medis serta anak-anak yatim piatu yang perlu menjalani pemulihan atas trauma yang mereka alami, kata Menlu. Sugiono mengatakan bahwa rencana tersebut mengikuti inisiatif sejumlah negara Arab lain seperti Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, serta Turki, yang juga menerima warga palestina yang menjadi korban perang di Gaza. Lebih lanjut, Menlu menegaskan bahwa warga Palestina tersebut baru akan dikirim dan diterima oleh Indonesia apabila semua pihak menghendaki dan menyetujui rencana tersebut. (Yetede)

Perang Tarif Dicabut Selama 90 Hari

KT1 11 Apr 2025 Investor Daily (H)

Tidak hanya untuk menunda, pintu negosiasi tetap terbuka, bahkan bisa sampai   mencabut perang tarif yang  dilancarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Syaratnya, para pihak mampu mencapai kesepakatan yang saling memenangkan diantara mereka. Lewat unggahan media sosialnya pada rabu (09/04/2025), Trump menurunkan tarif impor resiprokal terhadap sebagian besar negara mitra dagang AS menjadi 10% selama 90 hari agar dapat terselenggara negosiasi perdagangan dengan negara-negara dimaksud, termasuk Indonesia. Pengumuman Trump yang mengguncang pasar finansial secara positif itu terjadi hanya beberapa jam setelah barang-barang dari hampir 90 negara menjadi sasaran tarif timbal balik. Pada 2 April 2025, Trump mengatakan akan mengenakan tarif timbal balik yang mulai berlaku pada Rabu.

Besaran tarif dasar 10% atas impor lebih dari impor 90 negara akan dikenakan tarif timbal balik yang mulai berlaku pada Rabu. Besaran tarif resiprokal ini dari yang terendah 11% hingga tertinggi 50%. Trump mengatakan ada lebih dari 75 Negara menghubungi para pejabat AS untuk bernegosiasi setelah ia mengumumkan tarif barunya pada pekan ini. "Sebaliknya, dan berdasarkan fakta bahwa lebih dari 75 negara telah menghubungi perwakilan AS, termasuk Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, dan USTR, untuk merundingkan solusi atas subjek-subjek yang sedang dibahas terkait perdagangan, hambatan perdagangan, tarif, manipusai mata uang, dan tarif  nonmoneter, dan bahwa menurut saya negara-negara ini tidak melancarkan balasan  dengan cara, bentuk, atau jalan apapun terhadap AS. Saya telah menetapkan penangguhan selama 90 hari," tutur Trump. (Yetede)