;
Tags

Internasional

( 1369 )

Gandum India dan Krisis Pangan

KT3 18 May 2022 Kompas

Keputusan India menghentikan ekspor gandum menambah masalah pangan dunia, yang mengalami kenaikan harga, karena invasi Rusia ke Ukraina. India pada Jumat (13/5) mengumumkan akan mengatur ekspor gandumnya untuk menahan inflasi dan menjaga ketahanan pangan dalam negeri. Produksi gandum negara pengekspor kedua terbesar dunia itu terganggu akibat gelombang udara panas. Keputusan India itu membuat harga gandum dunia melonjak dan memperbesar kekhawatiran terjadinya krisis pangan. Harga gandum pengiriman ke depan (future) naik 5,9 % menjadi 12,46 USD per setengah bushel di pasar komoditas Chicago, AS, Minggu (15/5). Satu bushel setara dengan 35,239072 liter. Harga gandum naik tinggi akhir Maret 2022, menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Harga sempat menyentuh 13 USD, kemudian turun di bawah 10 USD, dan kembali melonjak menyusul kebijakan baru India.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) Franciscus Welirang menyebut penjualan terigu nasional triwulan I-2022 masih naik, tetapi jika dihitung hingga April 2022, permintaan menurun 2,8 %. Situasi ini memperlihatkan harga gandum yang tinggi akan menurunkan permintaan. Data Aptindo memperlihatkan, kebutuhan terigu naik sepanjang 2019-2021, pada tahun 2021 sebesar 4,6 % menjadi 8,927 juta ton. Pada sisi lain, impor gandum hingga April 2022 masih naik, menunjukkan cadangan gandum industri terigu nasional meningkat. Konsumen terbesar terigu nasional, 71 %, adalah industry, UMKM dan rumah tangga. Terigu digunakan untuk roti dan kue, mi basah, hingga penjualan eceran. Sisanya diserap industri besar dan modern. Elastisitas terigu menunjukkan, masyarakat siap mengganti tepung gandum dengan bahan pangan lain. Krisis pangan global lebih luas sejauh ini dapat dihindari karena panen padi tidak terganggu. (Yoga)


Animo Beli di Pasar Saham Global Tertekan

KT3 18 May 2022 Kompas

Terganggunya rantai pasok akibat penguncian wilayah di China dan ancaman resesi ekonomi AS menghantui animo beli pelaku pasar saham global. Aktivitas ritel dan pabrik di China turun tajam pada April. Pada saat yang sama, data produksi pabrik di New York, AS, dilaporkan merosot pada Mei. Kedua situasi ini menekan pasar saham. Pertemuan pejabat Bank Sentral AS, Selasa (17/5) turut  membahas kejatuhan pasar belakangan ini. (Yoga)

ASEAN Menanti AS Penuhi Janji

KT3 15 May 2022 Kompas

Seperti diduga banyak pihak, pertemuan khusus ASEAN-AS menghasilkan hal di bawah harapan ASEAN. Sebaliknya, AS mendapat lebih banyak manfaat dari hasil pertemuan yang berlangsung di Washington DC 12-13 Mei 2022 itu. Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid menyebutkan, ASEAN sangat menginginkan perdagangan bebas dan investasi dengan AS. Sejauh ini, kerangka kerja perdagangan dan investasi ASEAN-AS belum sepenuhnya terwujud. ASEAN, juga negara-negara lain di kawasan, masih menanti kejelasan Kerangka Kerja Sama Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang sedang disusun AS. Janji Presiden AS Joe Biden memberikan bantuan keamanan dan ekonomi sebesar 150 juta USD kepada ASEAN sangat kecil dibandingkan janji China kepada ASEAN. Pada 2021, Beijing menawarkan bantuan 1,5 miliar USD kepada ASEAN dan membeli komoditas ASEAN senilai 150 miliar USD. Ia mengingatkan, hubungan AS dengan kawasan akan meningkat jika dijalankan dalam kerangka konstruktif. Hubungan AS dengan kawasan jangan hanya difokuskan pada persaingan AS dengan China.

Diplomat senior Tommy Koh, malah menyebut AS lebih sibuk mendekati Asia Tenggara melalui isu keamanan saja. ”Padahal, bangsa Asia hidup dengan perdagangan,” kata mantan Duta Besar Singapura untuk AS itu. Adapun lembaga kajian di Washington DC, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), merekomendasikan agar pemerintahan Biden menghindari fokus pada narasi China. Biden perlu fokus pada agenda-agenda positif di kawasan Asia Tenggara. Direktur Eksekutif Asian Trade Centre Deborah Elms malah menyebutkan, AS menghabiskan terlalu banyak waktu untuk memulai pembicaraan isu ekonomi dengan Asia. Saat AS sibuk sendiri, pemerintah sejumlah negara Asia terus membuat aneka kesepakatan dagang sebagai sumber pertumbuhan setelah pandemic dan membangun ketahanan nasionalnya. ”Kondisi ini membuat AS tersingkir dengan sendirinya,” katanya. Kelambanan AS soal perdagangan, antara lain, memicu frustrasi PM Malaysia Ismail Sabri Yaakob. ”AS harus mengadopsi agenda perdagangan dan investasi yang lebih aktif dengan ASEAN. Hal itu akan menguntungkan AS secara ekonomi dan strategis,” ujarnya di sela pertemuan khusus ASEAN-AS. Adapun PM Vietnam Minh Chinh mengatakan, IPEF belum menunjukkan hal konkret dan perlu diklarifikasi. PM Singapura Lee Hsien Loong juga meminta ASEAN diajak bicara lebih mendalam soal IPEF. Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI Abdul Kadir Jailani mengatakan, Indonesia terus berkomunikasi dengan AS soal IPEF yang tengah disusun AS. Indonesia telah membaca rancangan naskah kerangka kerja sama itu, lalu memberi masukan serta meminta klarifikasi. Salah satu yang ditekankan Indonesia adalah arsitektur kawasan yang inklusif. Indonesia menolak setiap upaya yang berujung pada pengucilan hingga penyingkiran pihak lain di kawasan. Indonesia ingin memastikan semua pihak dilibatkan dan berkontribusi positif pada kemakmuran dan kedamaian kawasan. (Yoga)


PASAR MODAL, Aramco Rebut ”Mahkota” Apple

KT3 14 May 2022 Kompas

 Apple harus rela kehilangan ”mahkotanya” sebagai perusahaan paling bernilai atau berharga di dunia. Di tengah lonjakan harga komoditas, Aramco, raksasa minyak Arab Saudi, pada Rabu (11/5) merebut posisi Apple. Pada saat bersamaan, valuasi saham-saham industri teknologi terus merosot akibat langkah Bank Sentral AS menaikkan tingkat suku bunga acuan guna meredam inflasi. Saham Apple yang tercatat di Indeks Nasdaq anjlok secara beruntun pada akhir perdagangan Rabu dan Kamis, masing-masing turun 5 % dan 3 %. Nilai kapitalisasi pasarnya pun turun jadi 2,31 triliun USD. Padahal, pada awal tahun ini Apple menjadi perusahaan pertama di dunia dengan nilai kapitalisasi yang menembus 3 triliun USD. Di sisi lain, performa saham Apple sejak awal tahun ini hingga akhir perdagangan Kamis waktu AS tercatat melemah 21,67 %. 

Performa itu berkebalikan dengan kinerja nilai saham Aramco. Sejak awal tahun, harga saham Aramco telah menanjak 25 %. Nilai kapitalisasi pasar Aramco sebesar 2,43 triliun USD pada tengah pekan ini telah melampaui Apple. Kondisi ini menandai kembalinya ekonomi lama, yakni berjayanya perusahaan-perusahaan yang berbasis komoditas. Situasi itu mengenaskan bagi Apple karena penurunan harga saham perusahaan itu terjadi saat laba yang mereka raih justru positif. Laporan laba lebih baik dari perkiraan dalam tiga bulan pertama tahun ini saat permintaan konsumen menguat. Akan tetapi, manajemen Apple waspada  karena penerapan kebijakan pembatasan ketat di China untuk meredam penularan Covid-19 dan terganggunya rantai pasok berpotensi mengurangi hasil kinerja perseroan pada periode April-Juni hingga 4-8 miliar USD. ”Keterbatasan pasokan yang disebabkan oleh gangguan terkait Covid-19 dan kekurangan silikon di seluruh industri berdampak pada kemampuan kami untuk memenuhi permintaan pelanggan untuk produk kami,” kata Direktur Keuangan Apple Luca Maestri. (Yoga)

Goyahnya Koin Stabilisator

KT3 14 May 2022 Kompas

Kegagalan algoritma mekanisme harga tetap aset kripto Terra USD atau UST serta sempat lepasnya Tether dari jangkar kurs USD memberikan tanda bahwa stablecoin juga masih rentan. Stablecoin merupakan jenis aset kripto yang sedianya dibuat untuk menstabilkan harga aset kripto yang bergejolak. Stablecoin dibuat untuk mempertahankan nilai tukarnya secara tetap dengan mata uang, seperti USD, sehingga satu aset stablecoin setara dengan 1 USD. Meskipun demikian, salah satu stablecoin, yakni Terra USD atau UST, bergerak menjauhi pasak 1 USD dan sempat menyentuh harga di bawah 0,5 USD pada Rabu (11/5). Tekanan juga dialami stablecoin lain, yakni Tether (USDT) yang sempat menyentuh 0,97 USD, kendati segera pulih ke pasak 1 USD. ”Kami telah mengindikasikan bahwa algoritma stablecoin sudah berupaya untuk diterima oleh regulator karena mereka dapat menghadapi risiko tertentu dalam menjaga kestabilan harga. Perihal UST, ternyata entitas pendukung aset kripto tidak cukup untuk menjaga harga sebagai sumber kestabilan ketika mekanisme algoritma UST berada di bawah tekanan,” demikian riset dari Monsur Hussain, SeniorDirector, Financial Institution Research Fitch Ratings, Kamis (12/5). Selama 10-12 Mei 2022, UST secara konstan diperdagangkan pada nilai di bawah 1 USD.

Menkeu AS Janet Yellen sudah mengatakan perlunya kerangka aturan untuk stablecoin. Regulasi yang sudah ada di Uni Eropa sedang menuju langkah final untuk melarang pembuatan algoritma stablecoin dan meminta regulasi seperti regulasi industri perbankan untuk diberlakukan kepada para penerbit stablecoin. Stablecoin yang didukung aset nyata membuat risikonya menjadi lebih terukur walaupun masih bergantung dari berbagai faktor lain, seperti keamanan dan likuiditas Faktor lain yang terkait dengan profil kredit dari penerbitnya, termasuk regulasi, serta transparansi dari dana cadang- an yang digunakan. Lokapasar untuk perdagangan aset kripto, Tokocrypto dalam keterangannya, sudah menghapuskan perdagangan token Luna dan UST/USDT mulai 13 Mei 2022. ”Setelah peninjauan mendalam, pairing token Luna/BNB, Luna/BIDR, Luna/BTC, Luna/USDT, dan UST/USDT dihapus dan transaksinya dihentikan pada 13 Mei 2022 pukul 07.40 WIB dan UST/USDT pukul 08.30 WIB,” kata CEO Tokocrypto Pang Xue Kai. Kebijakan Tokocrypto  selaras dan berhubungan dengan jaringan on-chain yang digunakan Binance, bursa aset kripto terbesar dunia.

Terra UST merupakan salah satu stablecoin terbesar. Nilai pasarnya pada 8 Mei 2022 sebelum terkena tekanan hanya sekitar 18,6 miliar USD, di bawah stablecoin terbesar Tether yang senilai 83,2 miliar USD atau USD Coin yang sekitar 48,7 miliar USD. Situasi yang terjadi di pasar kripto global beberapa hari terakhir telah memicu ketakutan sekaligus spekulasi para pelaku pasar. Para analis menyebutkan, penurunan harga aset-aset kripto masih akan berlanjut di tengah kekhawatiran akan inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga. Kekhawatiran itu mendorong para pedagang terus melepas aset mata uang digital mereka. Dikutip dari Coin Metrics, Jumat (13/5), koin Terra Luna nyaris tak berharga setelah sehari sebelumnya diperdagangkan dengan nilai 4 dollar AS per koin. Nilai koin itu runtuh dan mendekati nol. ”Saya tidak berpikir situasi yang terburuk sudah berakhir. Saya kira akan ada lebih banyak penurunan dalam beberapa hari mendatang,” kata Scottie Siu, Direktur investasi Axion Global Asset Management, perusahaan yang berbasis di Hong Kong yang menjalankan dana indeks kripto. (Yoga)


KTT ASEAN-AS Indonesia Harapkan AS ,Jadi Bagian Kerja Sama Inklusif di Kawasan

KT3 14 May 2022 Kompas (H)

Sebagai pemimpin tradisional ASEAN, Indonesia mengharapkan AS menjadi bagian upaya damai, stabilitas, dan kerja sama inklusif di kawasan Indo-Pasifik. Ajakan itu disampaikan Presiden Jokowi saat menghadiri jamuan santap siang pemimpin negara-negara ASEAN bersama Ketua Dewan Perwakilan AS Nancy Pelosi dan anggota Kongres AS di Capitol Hill, Washington DC, Kamis (12/5). Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyinggung soal perang di Ukraina. Menurut Presiden, perang itu terjadi karena hukum internasional dan multilateralisme diabaikan. Situasi itu bisa terjadi di mana saja, termasuk di Indo-Pasifik. Untuk itu, Presiden mengajak AS terus menjadi mitra strategis ASEAN. Pakar Asia pada American Enterprise Institute, Zack Cooper, mengatakan, dalam pertemuan AS-ASEAN pada 12-13 Mei 2022 di Washington DC itu, AS kurang kokoh membangun komitmen pada ASEAN. ”Khususnya pada perdagangan dan investasi,” ujarnya kepada Financial Times, Jumat (13/5). Saat bertemu dengan para pemimpin ASEAN, Kamis lalu, Presiden Joe Biden tidak mengungkap adanya terobosan baru. Selain itu, tidak ada juga pengumuman kerja sama ekonomi yang, seperti diungkap sejumlah lembaga kajian Asia Tenggara dan AS, sangat diharapkan ASEAN. Biden hanya mengumumkan paket bantuan 150 juta USD untuk ASEAN. Nilai itu jauh di bawah paket bantuan untuk Ukraina. Dalam periode 24 Februari-30 April 2022, Washington mengucurkan lebih dari 10 miliar USD dan sedang mengupayakan tambahan 40 miliar USD untuk Ukraina. Nilai paket bantuan untuk ASEAN yang diumumkan Biden itu juga jauh di bawah paket bantuan yang dijanjikan Beijing. Untuk membantu ASEAN, China menjanjikan bantuan 1,5 miliar USD guna memulihkan ekonomi dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Greg Poling, mencatat, Washington mengeluarkan rata-rata 85 juta dollar AS per tahun untuk program sejenis pada 2016-2021. Ia juga menyebut, total tawaran Biden amat kecil dan semakin kecil jika mempertimbangkan dana itu disebar di banyak program. ”Ini menunjukkan tantangan pemerintahan (Biden) untuk bersaing dengan China kala Beijing bisa memobilisasi miliaran USD dan memaksa BUMN (China) berinvestasi untuk tujuan politik,” katanya. Pemimpin Dewan Bisnis ASEAN-China Xu Ningning mengatakan, pertemuan Washington jelas berusaha menarik ASEAN lebih dekat ke AS. Namun, menurut dia, hubungan ekonomi ASEAN-China tidak akan terganggu, faktanya volume perdagangan ASEAN-China hampir tiga kali lipat dari volume perdagangan ASEAN-AS. Pada 2021, nilai perdagangan ASEAN-China mencapai 878,2 miliar USD dan ASEAN menjadi mitra dagang terbesar China pada 2020. Sebaliknya, nilai perdagangan ASEAN-AS tidak sampai 400 miliar USD. Selain itu, hubungan ekonomi ASEAN-China juga hanya bermotif ekonomi. Sementara AS cenderung membawa isu sosial politik dalam relasi ekonomi. (Yoga)


Menyelamatkan Agenda G20 Indonesia

KT3 13 May 2022 Kompas

Pertemuan tingkat tinggi para pemimpin ASEAN dengan Presiden AS Joe Biden bisa menjadi momentum untuk menekankan pentingnya agenda G20 tahun 2022 yang diusulkan Indonesia. Beberapa negara semakin merasakan tekanan inflasi tinggi dari naiknya harga pangan dan energi sebagai akibat dari perang di Ukraina dan sanksi yang diberikan kepada Rusia. Inflasi AS mencapai 8,5 % pada Maret, tertinggi selama empat dekade terakhir. Begitu pula di banyak perekonomian utama lain. Di Indonesia, inflasi mencapai 3,47 %, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi juga mulai memburuk. OECD memprediksi perang akan menyebabkan penurunan pertumbuhan global sebesar 1 %. Padahal, untuk mencapai pemulihan ekonomi yang kuat, diperlukan kerja sama ekonomi yang lebih baik. Dampak perang di Ukraina juga hanya dapat ditanggulangi dengan kerja sama di tingkat global. Termasuk untuk meminimalkan risiko disrupsi pasokan, krisis pangan, ataupun krisis energi.

Agenda yang diusung Indonesia di dalam presidensi G20 tahun ini menjadi sangat penting untuk dilaksanakan meski makin sulit untuk dicapai. Peran penting G20 harus terus disuarakan oleh Indonesia dan anggota G20 lain. Saat ini ada pandangan dari beberapa negara, terutama anggota G7, bahwa kehadiran Rusia dalam berbagai pertemuan G20 adalah hal yang tidak patut. Ini bahkan berujung pada ancaman boikot terhadap pertemuan tingkat tinggi November di Bali. Ketika para pemimpin AS dan Indonesia bertemu di Washington, fokus diskusi dapat diarahkan untuk mencegah dampak invasi Rusia yang dapat menggagalkan agenda kerja sama ekonomi di bawah G20. Terkait ini, perlu disampaikan; Pertama, pertemuan G20 tahun ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk memberikan dukungan bagi pemulihan ekonomi global yang lebih baik. Agenda yang diusulkan Indonesia berusaha menjembatani berbagai kepentingan negara maju dan berkembang, yang terkadang berbeda, dalam pemulihan ekonomi global. Kedua, Indonesia perlu menekankan pentingnya Indonesia dan ASEAN dalam menyukseskan agenda AS di kawasan ini. AS butuh Indonesia dan ASEAN untuk tujuannya menyukseskan rencana kerangka kerja IndoPasifik.  Dengan sistem perdagangan global dalam kondisi tak sehat, G20 harapan terakhir dunia untuk kebijakan perdagangan yang tak saling merugikan.  Agenda kerja sama G20 yang diusulkan Indonesia di presidensi tahun ini terlalu penting untuk ditinggalkan. Demi keberlangsungan perekonomian global yang lebih baik, adil, dan berkelanjutan. (Yoga)


Gantikan Lam, John Lee Akan Memimpin Hong Kong

KT1 09 May 2022 Investor Daily

John Lee telah terpilih menjadi Kepala eksekutif Hong Kong yang baru, dan akan memulai  masa jabatan lima tahunnya pada 1 Juli untuk menggantikan Carrie Lam yang telah habis masa jabatannya. Pria berusia 64 tahun itu sebenarnya menjabat sebagai Kepala Menteri  Hong Kong dan merupakan seorang Loyalitas Republik  Rakyat Tiongkok (RRT). Dia juga menjadi satu-satunya kandidat  dalam pemilihan umum Hong Kong pada Minggu (8/5) dengan perolehan lebih dar  1.416 suara. 

Dalam konferensi persnya Lee ditanya apakah kinerjanya bakal ditantang oleh kurangnya  mendat pemilihan dan legitimasi di mata beberapa orang. Dia menjawab " Pemilihan dijalankan sesuai dengan hukum Hong  Kong. Siapapun, yang menurut undang-undang memenuhi syarat,  dapat ikut serta dan mencalonkan diri dalam pemilu," demikian dilansir CNBC. Disinggung soal perolehan lebih dari 1.400 suara yang memilih dirinya: "Tentu saja, dengan jumlah dukungan itu, itu mendorong saya dan memberikan saya kepercayaan diri yang kuat bahwa arahan saya disetujui dan telah dibagikan oleh banyak anggota komite pemilihan," (Yetede)

Kapitalisme Baru Jepang

KT3 09 May 2022 Kompas

PM Jepang yang terpilih secara resmi awal Oktober 2021, Fumio Kishida, mengusung konsep anyar: kapitalisme baru. Berbicara dalam Davos Agenda Forum Ekonomi Dunia (WEF) pada Januari 2022, Kishida menyatakan, Jepang bertekad memimpin tren global dengan bentuk kapitalisme baru itu. Ia ingin menunjukkan contoh nyata bagaimana kapitalisme dapat berkembang, termasuk saat Jepang akan memegang kepemimpinan G7 pada 2023. Kishida menyatakan, saat ini dunia berada di era perubahan paradigma kebijakan. Ia becermin dari pengalaman serupa, kala negara-negara Barat berupaya mendorong negara kesejahteraan pada era 1950-an hingga 1960-an. Ada pula contoh kebangkitan neoliberalisme oleh Presiden AS Ronald Reagan dan PM Inggris Margaret Thatcher pada dasawarsa 1980-an dan 1990-an. Ia mengaku bakal terus mempromosikan reformasi ekonomi dan sosial, sambil tunduk pada penilaian kritis oleh warga Jepang lewat pemilu. Agar berhasil, para pemimpin pemerintah, industri, dan buruh wajib bekerja sama menghasilkan momentum besar dan menciptakan gelombang sejarah: sebuah pergeseran paradigma global dalam kebijakan lewat kapitalisme baru itu.

Kapitalisme baru ala Kishida mencakup pertumbuhan ekonomi dan pemerataan secara bersamaan. Dua komponen ini harus dicapai dengan menghasilkan siklus pertumbuhan ekonomi yang baik dan meningkatkan upah melalui kolaborasi sektor publik dan swasta. Kishida menyadari risiko masalah rantai pasok untuk bahan dan teknologi yang penting dan strategis belakangan makin meningkat. Ini terjadi karena ketegangan geopolitik yang makin intens dan risiko bencana alam dan kesehatan, termasuk penyakit menular baru. Pascapandemi Covid-19, ujian itu terutama datang dari efek berantai dari perang Rusia-Ukraina. Dalam ketidakstabilan geopolitik dunia, Kishida menjanjikan investasi asing langsung menjadi 80 triliun yen (617 miliar USD), setara 12 % PDB Jepang 2030. Kishida juga menyatakan, Jepang terus mendorong perusahaan untuk meningkatkan upah dan membelanjakan lebih banyak untuk penelitian dan pengembangan. Kishida mengakui tantangan negaranya tidak ringan. Dia antara lain menyebutkan soal kurangnya tenaga kerja dan perlunya mendorong keberagaman jenis dan skala perusahaan-perusahaan di Jepang. Untuk itu, dia berjanji akan memperkenalkan insentif pajak untuk mendorong sektor swasta meningkatkan upahnya. Investasi pada riset dan pengembangan mau tidak mau diperlukan untuk mencapai tingkat internasional. (Yoga)


Krisis Pangan, 193 Juta Orang Tak Punya Cukup Makanan

KT3 05 May 2022 Kompas

Tak ada cukup makanan untuk disantap setiap hari. Itulah yang dihadapi 193 juta orang di 53 negara sepanjang tahun 2021. Diperkirakan tahun ini jumlahnya bakal bertambah akibat kombinasi tiga faktor ”pahit”, yakni konflik, cuaca ekstrem, dan dampak pandemic Covid-19. Situasi ini tergambar dalam Laporan Global Krisis Pangan yang dirilis bersama oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Uni Eropa, Selasa (3/5). Tren yang muncul dalam laporan dari tahun ke tahun sungguh mengkhawatirkan. Jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan itu naik 20 % atau 40 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Laporan itu menyebutkan, krisis ekonomi akibat pandemic Covid-19 memukul 30,2 juta orang di 21 negara. Cuaca ekstrem menjadi penyebab utama kerawanan pangan akut yang menimpa 23,5 juta orang di delapan negara Afrika. Selama enam tahun terakhir, kerawanan pangan berlipat ganda. PBB mendefinisikan kerawanan pangan akut sebagai ketidakmampuan seseorang untuk mengonsumsi cukup makanan untuk menopang hidupnya. ”Ini kelaparan yang bisa menyebabkan kematian,” sebut FAO.

Perang di Ukraina bakal memperburuk situasi karena produksi pangan global terganggu. Perang berisiko ”menjerumuskan” Somalia, Etiopia, Haiti, Afghanistan, Sudan Selatan, Suriah, dan Yaman ke dalam krisis yang lebih gawat karena mereka bergantung pada Ukraina dan Rusia untuk gandum, pupuk, dan suplai makanan lain. Tahun 2021, Somalia memperoleh 90 % gandum dari Rusia dan Ukraina. RD Kongo menggantungkan 80 % kebutuhan gandum dan Madagaskar mengimpor 70 % makanan pokok dari kedua negara yang berkonflik itu. Bisa dibayangkan kala lebih dari dua bulan terakhir pasokan itu terganggu, kata Direktur Kantor Kedaruratan dan Ketahanan FAO Rein Paulsen. ”Apabila tidak ada upaya lebih besar untuk mendukung komunitas perdesaan, skala kelaparan dan hilangnya penghidupan akan mengerikan. Aksi kemanusiaan dalam skala besar amat diperlukan untuk mencegahnya,” sebut PBB. FAO menyatakan perlu setidaknya 1,5 miliar USD guna menstabilkan dan meningkatkan produksi pangan lokal di wilayah berisiko, terutama saat musim tanam dimulai. (Yoga)


Pilihan Editor