Internasional
( 1352 )Eropa Ingin Titanium Dikecualikan
Eropa terus menambah komoditas yang dikecualikan dari daftar sanksi terhadap Rusia. Setelah energi, kali ini titanium, salah satu material penting untuk pembangunan pesawat. Ketergantungan terhadap pasokan dari Rusia jadi alasan Eropa. Pemimpin Airbus, Guillaume Faury, Selasa (12/4), di Paris, meminta Eropa tidak melarang impor titanium dari Rusia. Menurut dia, larangan itu tidak akan menyulitkan Rusia, tetapi justru akan merusak industri dirgantara Eropa. (Yoga)
Putin Negosiasi Damai Dengan Ukraina Temui Jalan Buntu
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pada Selasa (12/4) bahwa proses negosiasi damai Rusia dengan Ukraina telah menemui jalan buntu. Ini adalah pernyataan terbuka pertama Putin mengenai konflik dalam lebih dari seminggu. Ia juga berjanji bahwa pasukannya akan menang, dan bakal menghalau Barat setelah gagal memaksa Rusia menuruti keinginannya. Dalam pidato terbukanya untuk kali pertama mengenai perang, Putin berjanji Rusia bakal mencapai semua tujuan mulia di Ukraina, sejak pasukan Rusia mundur dari wilayah utara Ukraina pasca dipukul mundur di gerbang Kyiv. Sampai saat ini, komentar tersebut merupakan sinyal terkuat yang akan berlangsung lebih lama. "Kami telah kembali lagi ke situasi buntu," ujar Putin dalam dalam jumpa pers saat berkunjung ke pusat Antariksa Rusia Vostochny Cosmodrome yang berjarak sekitar 5.550 km dari Timur Moscow. Ketika ditanya oleh para pekerja badan Antariksa Rusia, apakah operasi militer di Ukraina akan mencapai tujuannya? Putin berkata: "Tentu saja. Saya tidak ragu sama sekali. Rusia akan secara berirama dan tenang melanjutkan operasinya," (Yetede)
Perang Pangkas PDB Rusia dan Ukraina
Bank dunia menyampaikan laporan bahwa produk domestik bruto (PDB) Ukraina 2022 kemungkinan kontraksi 45,2%. Hal itu dikarenakan invasi yang dilancarkan Rusia telah menutup tempat-tempat bisnis, memangkas ekspor, dan membuat kegiatan ekonomi mustahil dilakukan disebagian besar di wilayah negara ini. Tidak hanya Ukraina, Bank Dunia juga memprediksikan PDB Rusia tahun ini turun 11,2% karena sanksi-sanksi finansial yang dijatuhkan oleh Amerika dan sekutunya terhadap Negara Beruang Merah itu, perusahaan-perusahaan pelat merah dan lembaga-lembaga lainnya. Bank Dunia yang berkantor pusat di Washington, AS itu, memperkirakan negara-negara berkembang dan maju di kawasan Eropa dan Asia Tengah mengalami kontraksi sebesar 4,1% pada 2022. (Yetede)
Perang Ukraina Ganggu Rantai Pasok Global
Ketegangan akibat konflik Rusia-Ukraina mengancam rantai pasok komoditas global yang sebelumnya sudah terdisrupsi pandemi Covid-19. Kebijakan yang tepat perlu diambil untuk mengantisipasi agar dampak konflik ini tidak mengganggu pemulihan ekonomi nasional. Hambatan rantai pasok global, terjadi pada komoditas pangan. Jika produksi Rusia dan Ukraina digabung, menyumbang 30,1 % pangsa pasar gandum dunia; 23,4 % pangsa pupuk dunia; serta 14,5 % pangsa jagung dunia. Terkait pasokan energi, pangsa ekspor batubara Rusia mencapai 15 % pangsa pasar global. Sementara itu, pangsa ekspor minyak mentah Rusia 11,9 % pangsa global. Produksi gas alam Rusia 4,8 % pangsa pasar global. Terhambatnya rantai pasok berbagai komoditas, terutama pangan dan energi, otomatis menimbulkan gejolak harga yang merembet pada tren inflasi global.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio N Kacaribu mengatakan, kenaikan harga komoditas akan memperburuk tekanan inflasi di banyak negara. Berdasarkan kajian BKF, tingkat inflasi global tahun ini berpotensi melonjak dari 3,8 % menjadi 4,6 %, dan baru melandai pada 2023. Selain tak luput dari gejolak harga komoditas di pasar global, tekanan kenaikan inflasi di dalam negeri mulai muncul karena naiknya permintaan di tengah pemulihan pascapandemi serta momen bulan Ramadhan. Plt Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Abdurohman mengingatkan, kenaikan harga komoditas energi dan pangan berdampak mempercepat serapan belanja subsidi pemerintah. Pada APBN 2022, pemerintah mengalokasikan total anggaran subsidi Rp 206,96 triliun, untuk subsidi energi Rp 134,03 triliun dan untuk subsidi non-energi Rp 72,93 triliun. Selama periode Januari-Februari 2022, belanja subsidi energi Indonesia sudah mencapai Rp 21,7 triliun, setara 16,97 % anggaran subsidi energi. (Yoga)
Mendorong Pembentukan Tim Investigasi Independen
Indonesia memilih abstain dalam pemungutan suara untuk meloloskan resolusi penangguhan Rusia dari Dewan Hak Azasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam forum Majelis Umum PBB di New York, AS, Kamis malam waktu setempat. Resolusi itu diprakarsai Amerika dan negara Blok Barat lainnya. Hasil voting atas resolusi itu adalah 93 negara menyatakan mendukung, 24 negara menolak, dan 58 negara abstain. Mayotiras negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memilih abstain. Negara ASEAN lainnya yang memilih abstain adalah Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, dan Thailand. Suara negara yang abstain tak dihitung dalam pemungutan suara semacam ini. "Ini sependapat dengan prakarsa Sekretaris Jendral PBB untuk membentuk tim investigasi independen," kata Faizasyah kepada Tempo, Jumat, 8 April 2022.
AS, Arab Teluk, dan OPEC Plus
Isu minyak telah membuat gonjang-ganjing hubungan antara AS dan negara-negara Arab Teluk, khususnya Arab Saudi dan UEA, menyusul meletupnya perang Rusia-Ukraina sejak 24 Februari lalu. Arab Saudi dan UEA menjadi bidikan AS sejak awal invasi Rusia ke Ukraina untuk dibujuk agar menaikkan produksi minyaknya, agar harga minyak dunia terjaga dan tidak mengalami lonjakan signifikan. AS sejak awal telah menyiapkan paket sanksi ekonomi atas Rusia, di antaranya melarang impor minyak dari Rusia, dimana Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua setelah Arab Saudi. Moskwa memproduksi minyak 8 juta barel per hari. Hilangnya minyak Rusia dari pasar dunia berakibat melonjaknya harga minyak dunia, hanya Arab Saudi dan UEA yang bisa menutupi absennya minyak Rusia dengan menambah produksi minyaknya.
Posisi Arab Saudi dan UEA sangat sulit. Bagi Arab Saudi dan UEA, AS adalah sahabat strategis yang menjamin keamanan dua negara itu. Di pihak lain, hubungan Arab Saudi dan UEA dengan Rusia juga sangat berkembang akhir-akhir ini. Arab Saudi, UEA, dan Rusia berada dalam satu payung organisasi, yaitu OPEC Plus. Dalam konteks dinamika minyak, Arab Saudi dan UEA berdalih bahwa kebijakan isu komoditas minyak harus mengacu pada kebijakan OPEC Plus. Artinya, Arab Saudi dan UEA memilih menjaga keutuhan OPEC Plus daripada menuruti kehendak AS. Arab Saudi dan UEA ingin memberi pesan politik kepada AS bahwa isu minyak adalah urusan Arab Saudi dan UEA bersama OPEC Plus, bukan dengan AS.
Dalam pertemuan virtual OPEC Plus pada 31 Maret, 23 negara anggota OPEC Plus, termasuk Rusia, sepakat berkomitmen memegang teguh kebijakan menjaga stabilitas pasar minyak dunia dengan hanya menambah 432.000 barel per hari mulai Mei mendatang. Dengan keputusan ini, harga minyak dunia sampai saat ini masih dikendalikan jauh di bawah 120 dollar AS per barel. Harga minyak mentah dunia, Jumat (8/4), berkisar 97,92 dollar AS per barel. Padahal, sebelum pertemuan OPEC Plus 31 Maret, harga minyak 25 Maret 119-120 dollar AS per barel. Sebenarnya harga minyak mentah dunia yang bisa ditekan di bawah 100 dollar AS per barel, sudah memenuhi aspirasi AS, juga memenuhi aspirasi Rusia. Di sini sesungguhnya posisi Arab Saudi dan UEA sudah sangat bagus, berimbang antara AS dan Rusia terkait komoditas minyak. (Yoga)
Rp 1 Miliar, Izin Beli Kendaraan di Singapura
Guna memiliki kendaraan pribadi, setiap penduduk Singapura harus punya izin kepemilikan kendaraan atau certificate of entitlement (CoE). Otoriras Angkutan Darat Singapura melelang CoE per bulan. Mengutip The Straits Times, harga CoE menembus 99.999 dollar Singapura atau Rp 1,04 miliar pada lelang Rabu (6/4) untuk izin bebas yang bisa dipakai membeli kendaraan jenis apa pun. (Yoga)
Inggris Mendeteksi Virus Varian Omicron XE
Subvarian baru Omicron telah terdeteksi di Inggris. Disaat negara ini dihadapkan pada lonjakan Covid-19 yang penderitanya harus dibawa ke rumah sakit. Badan Ketahanan Kesehatan Inggris atau HSA menyatakan pada Rabu (6/4), varian yang disebut Omicron XE itu telah terdeteksi di 637 pasien di seluruh Inggris. Jumlah tersebut belum cukup untuk mengambil kesimpulan tentang bagaimana tingkat keparahan dan penyebarannya. XE disebutkan mengandung campuran varian BA.1 yang sangat mudah menular dan muncul diakhir 2021 serta varian BA.2 yang lebih baru dan saat ini yang dominan di Inggris. "Ini yang disebut rekombinan, yaitu jenis varian yang dapat muncul saat seorang individu terinfeksi oleh dua atau lebih varian dalam waktu bersamaan, sehingga menimbulkan campuran material genetis didalam tubuh pasien," Tutur HSA, seperti dilansir CNBC. Rekombinan ini bukan hal yang terbilang jarang. Karena pernah muncul beberapa kali selama pandemi virus corona ini. (Yetede)
Ukraina Minta Dunia Segera Bertindak Setop Serangan Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk segera mengambil tindakan terhadap serangan Rusia. Ia menyuarakan pertanggungjawaban atas kekejaman terhadap warga sipil, seiring lonjakan kekhawatiran bahwa Negeri Beruang Merah itu sedang mempersiapkan serangan baru untuk merebut wilyah di Timur dan Selatan. "Orang-orang tewas di apartemen dan rumah. Warga sipil di hancurkan oleh tank saat duduk di mobil mereka ditengah jalan. Pertanggungjawaban tidak terelakkan," ujar Zelenski dalam rekaman video yang ditayangkan dihadapan DK PBB di New York, AS pada Selasa(5/4) yang dilansir AFP. Pidato yang disampaikan Zelensky itu menyusul kemarahan global atas temuan-temuan mengerikan dari korban sipil di Bucha dan kota-kota lainnya didekat Kyiv, setelah pasukan Rusia mundur. Dimana oleh Zelensky dan pejabat lainnya dikecam sebagai kejahatan perang dan upaya genosida.(Yetede)
Industri Militer Amerika Serikat Akan Panen
AS mengirimkan persenjataan ke Ukraina yang diambil dari stok, misalnya Stinger dan Javelin, rudal yang ditembakkan dari bahu. Senjata buatan perusahaan Lockheed Martin dan Raytheon Technologies itu sudah dibayar oleh Pemerintah AS beberapa waktu lalu. Pendapatan produsen senjata dari pasokan ke Ukraina itu diperkirakan tak banyak. Pendapatan lebih besar baru akan datang kemudian dari pesanan Pemerintah AS untuk isi ulang stoknya dan pesanan sejumlah negara. (Yoga)









