;
Tags

Internasional

( 1369 )

Mendorong Pembentukan Tim Investigasi Independen

KT1 11 Apr 2022 Tempo

Indonesia memilih abstain dalam pemungutan suara untuk meloloskan resolusi penangguhan Rusia dari Dewan Hak Azasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam forum Majelis Umum PBB di New York, AS, Kamis malam waktu setempat.  Resolusi itu diprakarsai Amerika dan negara Blok Barat lainnya.  Hasil voting atas resolusi itu adalah 93 negara menyatakan mendukung, 24 negara menolak, dan 58 negara abstain. Mayotiras negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memilih abstain. Negara ASEAN lainnya yang memilih abstain adalah Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Malaysia, dan Thailand. Suara negara yang abstain tak dihitung dalam pemungutan suara semacam ini. "Ini sependapat dengan prakarsa Sekretaris Jendral PBB untuk membentuk tim investigasi independen," kata Faizasyah kepada Tempo, Jumat, 8 April 2022. 

AS, Arab Teluk, dan OPEC Plus

KT3 11 Apr 2022 Kompas

Isu minyak telah membuat gonjang-ganjing hubungan antara AS dan negara-negara Arab Teluk, khususnya Arab Saudi dan UEA, menyusul meletupnya perang Rusia-Ukraina sejak 24 Februari lalu. Arab Saudi dan UEA menjadi bidikan AS sejak awal invasi Rusia ke Ukraina untuk dibujuk agar menaikkan produksi minyaknya, agar harga minyak dunia terjaga  dan tidak mengalami lonjakan signifikan. AS sejak awal telah menyiapkan paket sanksi ekonomi atas Rusia, di antaranya melarang impor minyak dari Rusia, dimana Rusia adalah produsen minyak terbesar kedua setelah Arab Saudi. Moskwa memproduksi minyak 8 juta barel per hari. Hilangnya minyak Rusia dari pasar dunia berakibat melonjaknya harga minyak dunia, hanya Arab Saudi dan UEA yang bisa menutupi absennya minyak Rusia dengan menambah produksi minyaknya.

Posisi Arab Saudi dan UEA sangat sulit. Bagi Arab Saudi dan UEA, AS adalah sahabat strategis yang menjamin keamanan dua negara itu. Di pihak lain, hubungan Arab Saudi dan UEA dengan Rusia juga sangat berkembang akhir-akhir ini. Arab Saudi, UEA, dan Rusia berada dalam satu payung organisasi, yaitu OPEC Plus. Dalam konteks dinamika minyak, Arab Saudi dan UEA berdalih bahwa kebijakan isu komoditas minyak harus mengacu pada kebijakan OPEC Plus. Artinya, Arab Saudi dan UEA memilih menjaga keutuhan OPEC Plus daripada menuruti kehendak AS. Arab Saudi dan UEA ingin memberi pesan politik kepada AS bahwa isu minyak adalah urusan Arab Saudi dan UEA bersama OPEC Plus, bukan dengan AS.

Dalam pertemuan virtual OPEC Plus pada 31 Maret, 23 negara anggota OPEC Plus, termasuk Rusia, sepakat berkomitmen memegang teguh kebijakan menjaga stabilitas pasar minyak dunia dengan hanya menambah 432.000 barel per hari mulai Mei mendatang. Dengan keputusan ini, harga minyak dunia sampai saat ini masih dikendalikan jauh di bawah 120 dollar AS per barel. Harga minyak mentah dunia, Jumat (8/4), berkisar 97,92 dollar AS per barel. Padahal, sebelum pertemuan OPEC Plus 31 Maret, harga minyak 25 Maret  119-120 dollar AS per barel. Sebenarnya harga minyak mentah dunia yang bisa ditekan di bawah 100 dollar AS per barel, sudah memenuhi aspirasi AS, juga memenuhi aspirasi Rusia. Di sini sesungguhnya posisi Arab Saudi dan UEA sudah sangat bagus, berimbang antara AS dan Rusia terkait komoditas minyak. (Yoga)


Rp 1 Miliar, Izin Beli Kendaraan di Singapura

KT3 08 Apr 2022 Kompas

Guna memiliki kendaraan pribadi, setiap penduduk Singapura harus punya izin kepemilikan kendaraan atau certificate of entitlement (CoE). Otoriras Angkutan Darat Singapura melelang CoE per bulan. Mengutip The Straits Times, harga CoE menembus 99.999 dollar Singapura atau Rp 1,04 miliar pada lelang Rabu (6/4) untuk izin bebas yang bisa dipakai membeli kendaraan jenis apa pun. (Yoga)

Inggris Mendeteksi Virus Varian Omicron XE

KT1 07 Apr 2022 Investor Daily

Subvarian baru Omicron telah terdeteksi di Inggris. Disaat negara ini dihadapkan pada lonjakan Covid-19 yang penderitanya harus dibawa ke rumah sakit. Badan Ketahanan Kesehatan Inggris atau HSA menyatakan  pada Rabu (6/4), varian yang disebut Omicron XE itu telah terdeteksi di 637 pasien di seluruh Inggris. Jumlah tersebut belum cukup  untuk mengambil kesimpulan  tentang bagaimana tingkat keparahan dan penyebarannya. XE disebutkan mengandung campuran varian BA.1 yang sangat mudah  menular dan muncul diakhir 2021 serta varian BA.2 yang lebih baru dan saat ini yang dominan di Inggris. "Ini yang disebut rekombinan, yaitu jenis varian yang dapat muncul saat seorang individu  terinfeksi oleh dua  atau lebih varian  dalam waktu bersamaan, sehingga menimbulkan campuran  material genetis didalam tubuh pasien," Tutur HSA, seperti dilansir CNBC.  Rekombinan ini bukan hal yang terbilang jarang. Karena pernah muncul beberapa kali selama pandemi virus corona ini. (Yetede)

Ukraina Minta Dunia Segera Bertindak Setop Serangan Rusia

KT1 06 Apr 2022 Investor Daily

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenski mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk segera mengambil tindakan terhadap serangan Rusia. Ia menyuarakan pertanggungjawaban atas kekejaman terhadap warga sipil, seiring lonjakan kekhawatiran bahwa Negeri Beruang Merah itu sedang mempersiapkan serangan baru untuk merebut wilyah di Timur dan Selatan. "Orang-orang tewas di apartemen dan rumah. Warga sipil di hancurkan oleh tank saat duduk di mobil mereka ditengah jalan. Pertanggungjawaban tidak terelakkan," ujar Zelenski dalam rekaman video yang ditayangkan dihadapan DK PBB di New York, AS pada Selasa(5/4) yang dilansir AFP. Pidato yang disampaikan Zelensky itu menyusul kemarahan global atas temuan-temuan mengerikan dari korban sipil di Bucha dan kota-kota lainnya didekat Kyiv, setelah pasukan Rusia mundur. Dimana oleh Zelensky dan pejabat lainnya dikecam sebagai kejahatan perang dan upaya genosida.(Yetede)

Industri Militer Amerika Serikat Akan Panen

KT3 04 Apr 2022 Kompas

AS mengirimkan persenjataan ke Ukraina yang diambil dari stok, misalnya Stinger dan Javelin, rudal yang ditembakkan dari bahu. Senjata buatan perusahaan Lockheed Martin dan Raytheon Technologies itu sudah dibayar oleh Pemerintah AS beberapa waktu lalu. Pendapatan produsen senjata dari pasokan ke Ukraina itu diperkirakan tak banyak. Pendapatan lebih besar baru akan datang kemudian dari pesanan Pemerintah AS untuk isi ulang stoknya dan pesanan sejumlah negara. (Yoga)

Eropa Terancam Darurat Energi

KT3 31 Mar 2022 Kompas

Negara-negara Eropa menyiapkan langkah antisipasi jika Rusia menghentikan pasokan energi, terutama gas, menyusul dampak konflik di Ukraina. Jerman memberlakukan level status darurat keamanan energinya. Spanyol memilih memotong biaya sambungan dan keuntungan kelebihan pajak pada kontrak pasokan listrik bagi pelanggan rumah tangga dan industri. ”Ruang krisis sekarang akan didirikan di kementerian,” kata Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, Rabu (30/3). Negara-negara anggota G7 menolak permintaan Rusia untuk membayar pembelian gas dari Rusia dengan mata uang Rusia, rubel. Pemerintah Rusia, Selasa (29/3), menyatakan tidak akan memasok gas ke Eropa secara gratis dan hanya akan menerima pembayaran dalam mata uang rubel dan tidak dalam bentuk mata uang lain.

Melalui juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Moskwa menyatakan bahwa Pemerintah Rusia, bank sentral Rusia, dan perusahaan Gazprom akan mempresentasikan proposal tentang metode pembayaran gas dalam mata uang rubel kepada Presiden Vladimir Putin, Kamis ini. Peskov menambahkan, Rusia akan mengambil keputusan pada waktunya jika negara-negara Eropa menolak untuk membayar gas Rusia dalam mata uang rubel. Terkait situasi ancaman pasokan energi dari Rusia itu, Habeck menyebutkan, level pertama dari tiga status darurat keamanan energi diberlakukan, yakni pemberlakuan peringatan dini. Level tertinggi dari status darurat keamanan energi Jerman adalah campur tangan pemerintah dalam alokasi pasokan gas di masyarakat. Kementerian Ekonomi menyebut prioritas tertinggi pasokan gas di Jerman adalah untuk rumah tangga dan rumah sakit. (Yoga)


Eropa Atur Google dan Kawan-Kawan

KT3 28 Mar 2022 Kompas

Parlemen Uni Eropa mengesahkan UU Pasar Digital yang akan mencegah monopoli raksasa teknologi terus berlanjut. Aturan ini akan menentukan kecepatan investigasi antimonopoli, pengaturan ketat soal perlindungan dan privasi data pengguna teknologi, serta aturan-aturan lain yang tengah digodok, termasuk soal kecerdasan buatan. Aturan ini disahkan Kamis (24/3) malam atau Jumat (25/3) WIB. Parlemen Uni Eropa (UE) juga akan memberlakukan aturan digital baru lainnya, yaitu UU Layanan Digital, pada Oktober mendatang, untuk menandai hingga menghapus konten dan layanan berbahaya, seperti ujaran kebencian. ”Apa yang kami putuskan kemarin akan memulai era baru regulasi teknologi,” kata Ketua Parlemen UE Andreas Schwab.

Beberapa substansi UU Pasar Digital tersebut mencakup soal pemanfaatan data pribadi pengguna dan kemungkinan pengguna aplikasi melakukan pembayaran menggunakan teknologi yang dikembangkan pihak ketiga. Dalam pengumpulan dan pemanfaatan data pribadi pengguna, misalnya, mesin pencari Google, Facebook, dan Instagram akan dipaksa mengungkapkan lebih banyak soal data ini kepada para pengiklan dan penerbit, terutama tentang cara kerja iklan serta efektivitas iklan sebenarnya. Situasi ini akan mengurangi monopoli iklan yang dilakukan Google dan Facebook, terutama karena para pelanggan mereka dan perusahaan lain akan mencari cara baru agar pesan itu tersampaikan.

Data pribadi pengguna juga tidak dapat digabungkan untuk iklan bertarget kecuali ”persetujuan eksplisit” diberikan oleh pengguna. Aturan baru ini mencegah Google melakukan penelusuran kebiasaan pengguna platform, mulai dari Youtube, Google Maps (riwayat perjalanan), hingga lalu lintas surat elektronik Gmail, juga mengunci monopoli perusahaan raksasa teknologi dalam pengembangan teknologi. Modusnya dengan membalutnya dengan slogan ”inkubator” atau teknologi rintisan. Otoritas menilai, akuisisi atau pembelian berbalut ”sosial” ini sebagai upaya para raksasa teknologi menggembosi atau mematikan calon pesaing potensial mereka sebelum menjadi ancaman. Aturan baru ini mewajibkan semua akuisisi, tidak hanya perusahaan, tetapi juga teknologi rintisan untuk dilaporkan kepada Komisi Eropa. (Yoga)


Prahara di Ukraina, Laba di Amerika

KT3 20 Mar 2022 Kompas

Perang di Ukraina memberi sedikit jeda atas tekanan terhadap pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Perang di daratan Eropa itu juga membuat perusahaan produsen persenjataan AS memanen banyak laba. Dalam 3 pekan perang, Washington telah mengumumkan paket bantuan pertahanan senilai total 1,35 miliar USD untuk Kiev. Awalnya 350 juta USD, lalu 200 juta USD, dan terbaru 800 juta USD. Washington juga menjanjikan bantuan kemanusiaan 250 juta USD untuk Kiev. Tentu saja Ukraina tidak menerimanya dalam bentuk uang tunai, dana itu dipergunakan untuk membeli aneka produk persenjataan buatan AS, lalu dikirimkan ke Ukraina.

Industri pertahanan AS tidak hanya mendapat dana dari pesanan Washington. Finlandia membeli 64 jet tempur F-35 senilai 9,4 miliar USD. Meski dikembangkan bersama NATO, AS adalah pemilik utama jet tempur itu. Jerman pada Maret 2022 membeli 35 jet tempur F-35. Berlin juga akan membeli sistem pertahanan udara. Selain itu, Jerman menjajaki pembelian helikopter dari Lockheed Martin atau Boeing. Polandia menjajaki pembelian pesawat nirawak MQ-9. Negara-negara Eropa juga berminat pada Javelin dan Stinger. Javelin merupakan rudal panggul antitank. Adapun Stinger rudal panggul anti pesawat. Saham produsen persenjataan AS dilaporkan terus naik sejak perang Ukraina meletus. (Yoga)


Harga Pangan, Dering Alarm FAO

KT3 15 Mar 2022 Kompas

Konflik Rusia-Ukraina berlanjut. Alarm Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO berdering. Jika konflik berkepanjangan, diperkirakan muncul risiko perdagangan, harga, logistik, produksi, kemanusiaan, energi, serta makro-ekonomi, yakni mencakup kurs mata uang, utang, dan produk domestik bruto. Peringatan itu dilontarkan FAO dalam laporan ”Pentingnya Ukraina dan Rusia bagi Pasar Pertanian Global dan Risiko Konfliknya” yang dipublikasikan di Roma, Italia, 10 Maret 2022, bersamaan Konferensi Regional Asia dan Pasifik (APRC) FAO ke-36 di Dhaka, Bangladesh, 10-11 Maret 2022. Khusus di sektor pangan, FAO memperkirakan, dalam skenario jangka pendek (2022-2023), harga pangan dan pakan internasional yang saat ini sudah tinggi akan meningkat 8-22 %. Harga gandum, misalnya, naik 8,7 % untuk kategori risiko moderat/sedang, sementara kategori berat, lonjakan harganya mencapai 21,5 %.

Pada 4 Maret 2022, FAO menyebutkan, harga pangan dunia terus melambung tinggi. Indeks Harga Pangan FAO (FFPI) Februari 2022 mencapai 140,7 naik 3,9 % secara bulanan dan 20,7 % secara tahunan. Minyak nabati, sereal, susu, dan daging mendominasi lonjakan harga. Indeks harga minyak nabati menembus level 201,7 naik 26,87 % secara tahunan dan mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa. FAO meminta setiap negara menjaga perdagangan pangan dan pupuk agar tetap terbuka serta mengatasi hambatan rantai pasok perdagangan global. Setiap negara yang bergantung pada impor pangan dari Rusia dan Ukraina perlu mendiversifikasi pasokan dari negara lain serta membangun ketahanan pangan domestik. (Yoga)


Pilihan Editor