Internasional
( 1352 )Orang Kaya Singapura Akan Dikenai Pajak
Menteri Keuangan (Menkeu) Lawrence Wong menyampaikan bahwa Pemerintah Singapura bakal mulai menerapkan kenaikan pajak atas barang dan jasa (goods and services tax/GST) tahun depan. Dalam pidato anggaran yang disampaikan Jumat (18/2), ia juga mengumumkan sejumlah kenaikan pajak yang ditujukan pada kelompok berpenghasilan lebih tinggi. Pemerintah Singapura dikabarkan telah berupaya meningkatkan pendapatan guna mendanai anggaran belanja masa depan yang diprediksi dapat mencapai lebih dari 20% dari penduduk domestik bruto (PDB) pada 2030. Dalam pidatonya Wong mengumumkan paket anggaran belanja sebesar Sin$ 500 juta (US$ 72 juta) untuk membantu warga Singapura menghadapi kenaikan biaya hidup. (Yetede)
Pasar Bergairah Susul Penarikan Tentara Rusia
Kabar penarikan sebagian pasukan Rusia dari Belarus disambut meriah oleh pasar. Indeks berbagai bursa saham pada perdagangan Selasa dan Rabu (16/2/2022) naik. Namun, pasar masih berhati-hati karena AS dan sekutunya menambah pasukan di sekitar Rusia. Indeks utama Asia naik, yakni Hang Seng 1,03 %, Nikkei225 1,96 % dan Shanghai 0,44 %. Di Eropa, FTSE naik 1,03 % dan DAX 1,96 %. Bursa AS pun bergairah. Nasdaq melonjak sampai 2,53 %. (Yoga)
Inovasi Bisnis, Norma Kerja Berubah
Pada November tahun lalu ada 4,5 juta tenaga kerja di AS yang memilih keluar dari pekerjaan. Padahal, ada juga pembukaan lowongan baru sebesar 10,6 juta pekerja. Sementara menurut laporan Goldman Sachs terbaru, sebanyak 2,5 juta orang menghilang dari dunia kerja, 800.000 orang memilih pensiun dini dan sisanya akan kembali ke dunia kerja. Secara umum, pandemi mengubah pikiran banyak kalangan. Mereka mengundurkan diri dari dunia kerja karena tidak ada atau kurangnya jaminan keamanan kesehatan. Ada juga yang ingin memulai usaha baru, menghabiskan uang tabungan, gaya hidup yang berubah, menikmati investasi di properti, dan sebagian besar sebenarnya menunggu situasi berubah.
Salah satu yang menarik yang dibahas Al Jazeera dan CNN beberapa waktu lalu adalah kenyataan banyak orang menunggu perubahan di perusahaan. Orang tidak mau kembali ke dunia kerja sebelum ada perbaikan gaji, bonus kerja, dan juga perbaikan tempat kerja. Calon pekerja mempunyai posisi lebih tinggi. Mereka akan menunggu tawaran lebih baik dibanding masa lalu. Pandangan yang perlu diubah adalah kenyataan bahwa perbedaan antara kantor dan rumah sudah semakin abu-abu. Karyawan akan memilih perusahaan yang mampu membangun kultur baru yang bisa mengoneksikan antara kantor dan rumah. Selain itu, sikap yang menarik sejak perekrutan, semisal dengan memberi air minum, makan siang, atau uang transportasi saat wawancara, juga sudah cukup untuk mengimpresi talenta di awal perkenalan dengan perusahaan. Norma kerja telah berubah. (Yoga)
Menhan Perancis-Menlu RI Bahas Isu Pertahanan dan Indo-Pasifik
Dalam pertemuan di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Menteri Pertahanan (Menhan) Perancis Florence Parly menegaskan pentingnya peran Indonesia di kawasan. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah Perancis untuk terus memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia. Saat ini pemerintah Perancis memegang presidensi kelompok EU. Terkait hal ini, Indonesia mengharapkan ada perkembangan signifikan dalam perundingan Indonesia-EU Comprehensif Economics Partnership Agreement (I-EU CEPA) selama presidensi. Kedua Menteri juga bertukar pandangan mengenai kerja sama di kawasan Indo-Pasifik. Keduanya memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya tercipta perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan. (Yetede)
Menlu RI Undang Kontribusi Lembaga Kajian dan Peneliti bagi G-20
Presidensi G-20 Indonesia memerlukan masukan dan ide dari lembaga-lembaga kajian dan lembaga penelitian, agar kerja G-20 membawa manfaat nyata bagi dunia, khususnya negara berkembang. "Sebagai lembaga independen, think tanks harus dapat menghasilkan solusi yang berani dan inovatif bagi berbagai tantangan global," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, dalam sambutannya di-Think-20 (T20) Inception Meeting. Beberapa cara yang dapat diupayakan T20, antara lain, peningkatan kapasitas kesehatan lokal hingga solusi inovatif bagi rantai pasok distribusi obat-obatan. Dalam sektor kesehatan, kesenjangan ketersediaan vaksinasi dunia harus diatasi, "Kita juga harus melihat jauh, melewati masa pandemi, bagaimana mempersiapkan dunia untuk krisis serupa di masa depan," ungkap Menlu RI. (Yetede)
Kebijakan Sejumlah Negara untuk Platform Digital
Perancis; negara pertama yang menerapkan publishers rights atau neighboring rights pada Juli 2019 guna memastikan media lokal dibayar untuk konten yang ada di platform digital. Pada November 2020, Google bersepakat dengan penerbit, seperti Le Monde, Le Figaro, Liberation, L’Express, Courrier International, dan L’Obs tentang kompensasi ekonomi pemuatan nukilan berita dalam daftar pencarian Google. Mengenakan pajak 3% dari pendapatan per tahun pada perusahaan digital, Google, Amazon, dan Facebook adalah sejumlah sasarannya. Pada Januari 2022, pengawas privasi data Perancis CNIL mendenda Google Alphabet sebesar 150 juta euro dan Facebook sebesar 60 juta euro karena mempersulit pengguna internet untuk menolak pelacak daring (cookies)
Australia; tahun 2021 mengesahkan UU ”News Media and Digital Platforms Mandatory Bargaining Code No. 21/2021”. Mengatasi ketidakseimbangan daya tawar antara platform digital dan bisnis media di Australia. Memungkinkan pembayaran atas berita media lokal yang tayang di platform digital. Google dan Facebook menandatangani perjanjian komersial dengan 30 organisasi berita lokal.
Uni Eropa; perusahaan didenda hingga 10% omzet tahunan jika melanggar peraturan persaingan. Raksasa teknologi bisa dilarang dari Uni Eropa jika melakukan pelanggaran hukum serius dan berulang. Perusahaan teknologi perlu memberi tahu Uni Eropa sebelum melakukan rencana merger ataupun akuisisi. Perusahaan teknologi mendapat pengawasan ketat dan perlindungan pengguna yang lebih komprehensif. Platform diwajibkan menciptakan mekanisme yang memungkinkan pelanggan menggugat keputusan moderasi oleh platform. Platform besar diwajibkan memberikan akses kepada peneliti terhadap data-data penting untuk membantu memahami ancaman siber. Mengatur para raksasa teknologi, Apple, Amazon, Google, dan Facebook, yang mendominasi sebagai gatekeepers atau penjaga gerbang internet. (Yoga)
Inggris Tawarkan Penempatan Militernya di Eropa
Pemerintah Inggris sedang menawarkan penempatan militer besar-besaran kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Eropa, dalam bentuk pengerahan pasukan, senjata, kapal perang, dan pesawat jet. Langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tersebut guna merespon meningkatnya permusuhan Rusia terhadap Ukraina. Dengan penempatan militer, artinya Inggris bakal melipat gandakan jumlah tentaranya menjadi sekitar 1.150 personel.
"Paket ini akan mengirim pesan yang jelas ke Rusia. Kami tidak bakal menolerir aktivitas destabilitas mereka, dan kami akan selalu mendukung sekutu NATO kami dalam menghadapi permusuhan Rusia. Saya telah memerintahkan Angkatan Bersenjata kami untuk bersiap di tempatkan diseluruh Eropa pada hari minggu, guna memastikan kami dapat mendukung sekutu NATO di darat, di laut, dan di udara."
Demikian disampaikan Johnson dalam sebuah pernyataan, Sabtu (19/1). Sebagai informasi, hubungan antara pemerintah Rusia dan negara-negara Barat sedang berada dititik-titik terendah sejak Perang Dingin, sebabnya, Rusia telah mengerahkan puluhan ribu tentara di perbatasan Ukraina. (Yetede)
Ikhtiar Mengejar Pengemplang BLBI
Pemerintah telah menetapkan target pengejaran buron di Singapura setelah penandatanganan perjanjian ektradisi Indonesia-Singapura, Selasa, 25 Januari 2022. "Ya, sudah ada targetnya," kata Direktur Jendral Administrasi Hukum dan Hal Azazi Manusia, Cahyo Rahadian Muzhar, kepada Tempo. "Kalau Singapurakan dari dulu kami kejar terus perjanjian ektradisinya karena ada urgensi ke situ." Cahyo tak bersedia mengungkapkan identitas buron yang dikejar di negeri Singa itu. Perjanjian ektradisi Indonesia-Singapura ditandatangani oleh Yasonna Serta Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura K. Shanmugam di Bintan, Kepulauan Riau. Ada 31 jenis tindak pidana yang diatur dalam traktat ini, seperti tindak pidana korupsi, pencuci uang, suap, perbankan, narkotik, terorisme, dan pendanaan kegiatan yang berhubungan dengan terorisme. Traktat ini bersifat retroaktif atau berlaku surut selama 18 tahun terhitung sejak tanggal diratifikasi nantinya. (Yetede)
Mencermati Peringatan IMF
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan perlunya semua negara memperhatikan berbagai perkembangan global akhir-akhir ini agar dampak negatifnya dapat dieliminasi atau diminimalkan, yaitu ketegangan politik yang dipicu ulah Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengancam akan mengirim militer dan persenjataannya ke Ukraina, dan ditanggapi AS dan sekutunya, NATO. Selain itu, terjadi peningkatan angka kasus Covid-19 varian Omicron, yang penyebarannya terus meningkat. Kemudian, dorongan inflasi di AS yang semakin nyata, menurunnya laju pertumbuhan ekonomi di China, belum berakhirnya gangguan rantai pasok global, meningkatnya harga energi dan bahan makanan. Semua itu berpotensi menimbulkan pengaruh negatif pada semua negara, terlebih negara yang lemah, apalagi negara dengan tingkat pinjaman nasional tinggi, beban angsuran dan suku bunga utang akan semakin dirasakan. Perekonomian yang mengalami masalah dalam valuta dianjurkan cepat menyelesaikannya, supaya tak kian memberatkan. (Yoga)
Seratus Lebih Miliarder Minta Dipajaki Saat ini Juga
Paris, Lebih dari 100 miliuner membuat permohonan yang tidak biasa pada Rabu (19/1). Permohonan ini muncul setelah sebuah studi yang diduking oleh individu kaya dan organisasi nirlaba menunjukkan bahwa pajak kekayaan atas orang-orang terkaya di dunia dapat menghimpun dana US$ 2,52 triliun per tahun. Uang itu cukup untuk membayar vaksin Covid-19 bagi semua orang dan menarik 2,3 miliar orang keluar dari kemiskinan. "Pajaki kami sekarang," kata mereka, pada sebuah surat terbuka pada pertemuan World Economic Forum Davos yang berlangsung virtual. Permohonan mereka mengikuti laporan oleh badan amal global Oxfam minggu ini yang mengatakan bahwa 10 orang terkaya di dunia menggandakan kekayaan mereka menjadi US$ 1,5 triliun selama dua tahun pertama pandemi.









