Internasional
( 1352 )IMF Setuju Putaran Final Keringanan Utang untuk Negara-Negara Miskin
Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa pihaknya telah menyetujui putaran kelima dan terakhir dari keringanan utang. Bantuan tersebut mencapai US$ 115 juta dibawah program Penanggulangan Bencana dan Pertolongan (CCRT) dari pemberi pinjaman krisis yang berbasis di Washington. CCRT, memungkinkan IMF untuk memberikan hibah kepada negara-negara termiskin dan yang paling rentan terkena bencana alam atau krisis kesehatan masyarakat. Disamping itu, pemerintah AS berencana memberikan US$ 580 juta bantuan tambahan kepada sejumlah organisasi internasional untuk memerangi Covid-19. Dana tambahan untuk tujuh badan multilateral membawa keseluruhan bantuan AS menjadi US$ 19,6 miliar, menurut Departemen Luar Negeri. (Yetede)
Bandara Dubai Kembali Beroperasi Penuh
Bandara Dubai, salah satu pusat perjalanan tersibuk di bunia, telah beroperasi penuh untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 pada Maret 2020 menurut para pejabat."Menyusul pembukaan tahap akhir bandara ini 100% beroperasi dengan semua terminal, ruang pertemuan, lounge, restoran, dan gerai ritel sekarang dibuka," kata sebuah pernyataan yang disampaikan kantor berita resmi UEA, WAM pada Senin (20/12). Tahun lalu, Bandara Internasional Dubai melaporkan penurunan lalu lintas sebesar 70% dari sebelumnya mencatat lebih dari 86 juta wisatawan pada 2019 menjadi 25,9 juta pada 2020. Pemerintah UEA, yang terdiri dari tujuh emirat termasuk Abu Dhabi dan Dubai, telah secara komprehensif mendorong kampanye vaksinasi untuk hampir 10 juta peduduknya. WAM juga melaporkan pada Senin bahwa pemerintah UEA menerima pengiriman pertama Evusheld dari AstraZeneca, yakni pengobatan antibiotik Covid-19. (Yetede)
Presiden ECB Sebut Kecil Kemungkinan Suku Bunga Naik di 2022
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde pada Kamis (16/12) menegaskan bahwa kecil kemungkinan suku bunga dinaikkan pada 2022. Walaupun bank-bank sentral utama lainnya sudah bergerak memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan. “Angka proyeksi terbaru itu jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya pada September. Inflasinya nanti akan stabil di level 1,8% pada 2023 dan 2024,” tambah Lagarde. Tantangan bagi 25 anggota dewan pemerintah ECB adalah menemukan cara untuk memperlancar transisi dari penarikan stimulus. Pertama, bank terus meningkatkan program pembelian aset (APP) sebelum pandemi. APP saai ini berjalan pada total pembelian aset sebesar 20 miliar euro per bulan. Kedua, bank membuat wadah baru untuk dukungan keuangan zona euro hingga hingga 2021 dan seterusnya. Dua hal ini merupakan opsi yang dibahas oleh para pengamat. (Yetede)
Presiden G-20 Pembentukan Ekosistem Karbon di Indonesia
Bersamaan dengan perhelatan Conference on Parties (COP) ke-26 di Glasgow, Skotlandia yag telah lewat, pemerintah merilis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Secara prinsip, NEK didefinisikan sebagai upaya pemberian harga (valuasi) atas emisi gas rumah kaca (GRK).
Dalam waktu yang hampir berdekatan. Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) juga baru disahkan dengan salah satu usulannya mengenai pengaturan skema pajak karbon. Perbaikan sisi kebijakan diharapkan dapat memperluas basis pajak untuk menjawab tantangan competitiveness melalui penciptaan skema insentif yang terukur.
Pajak karbon sendiri dalam peraturan NEK dikelompokkan dalam pungutan atas karbon sebagai sumber pembiayaan berbasis non-pasar bersama dan pembayaran berbasis kinerja (RBP). Untuk mekanisme berbasis pasar akan diselenggarakan melalui perdagangan karbon, baik perdagangan emisi maupun offset kebutuhan pembiayaan kenservasi lingkungan hidup dan kehutanan. (Yetede)
Minyak Dunia Diprediksi Tetap Naik
Analis Stephen Schork mengingatkan, harga minyak dunia masih mungkin naik lebih tinggi meskipun Amerika Serikat (AS) dan negara-negara konsumen lain melepaskan jutaan barel minyak dari cadangan stratregisnya guna meredam lonjakan harga saat ini. Cadangan minyak bumi strategis hanya ada untuk mengimbangi gangguan pasokan jangka pendek yang tak terduga.
Menurut laporan, harga minyak tahun ini telah melonjak lebih dari 50%, yang mana angka permintaannya sudah melebihi pasokan. Penyebabnya adalah, semakin banyak negara yang bangkit dari aturan karantina nasional atau lockdown. Disamping itu, lebih banyak negara yang membuka kembali perbatasannya maka ini berarti kembali dimulainya perjalanan internasional.
Sebagai informasi, acuan harga minyak global Brent pada Oktober telah melampaui ambang batas psikologi US$ 80 per barel dan bertahan didekat level itu. Sebelumnya Presiden Joe Biden mengumumkan pada selasa (23/11) bahwa AS akan melepaskan 50 juta barel dari cadangannya, Strategi ini sebagai bagian dari upaya global bersama negara-negara konsumen energi untuk meredam kenaikan bahan bakar yang cepat. (Yetede)
Powel Ditaksir Lebih Agresif Melawan Inflasi
Powell selama berbulan-bulan tetap bersikeras bahwa inflasi saat ini hanya bersifat sementara. The Fed bakal bersabar dalam memutuskan kapan harus menaikkan tingkat suku bunga acuannya dari hampir nol. Bank Sentral AS pun telah memulai program pembelian obligasi senilai US$ 120 miliar per bulan pada November, dan berencana mengakhiri pembelian pada pertengahan 2022.
Namun beberapa investor percaya bahwa The Fed perlu melakukan pengurangan atau tapering lebih cepat dan menaikkan tingkat suku bunga. Pandangan mereka semakin diperkuat melalui debat publik baru-baru ini, antara beberapa pejabat Fed tentang apakah akan menarik dukungan ekonomi lebih cepat demi membantu menjinakkan laju inflasi.
"Para investor menantang The Fed sampai batas tertentu, dan menjadi lebih khawatir bahwa The Fed tertinggal dari kurva inflasi." ujar Mike Sewel, manager portfolio di T. Rowe Price yang dikutip Reuters. Adanya perbedaan pandangan mengenai seberapa agresif The Fed akan bergerak ikut membantu meneggerakkan volatilitas di pasar obligasi. (Yetede)
PBB Ingatkan Kenaikan Harga konsumen di 2022
Badan perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN’s Trade and Development Agency (UNCTAD) mengingatkan tentang lonjakan tarif angkutan peti kemas. Yang mana dapat diartikan sebagai harga yang lebih tinggi bagi konsumen pada tahun depan. Kecuali, permasalahan yang dipicu oleh pandemi virus corona Covid-19 dapat diuraikan.
Menurut UNCTAD, level harga impor global dapat meningkat sebesar 11% dan harga konsumen mencapai sebesar 1,5% diantara sekarang dan 2023. “Harga konsumen global akan naik secara signifikan ditahun depan sampai gangguan pada rantai pasokan pengiriman tidak terhalang. Serta kendala-kendala pelabuhan dan inefisiensi terminal ditangani.” Demikian pernyataan UNCTAD.
UNCTAD menyatakan bahwa pandemi telah memperbesar tantangan industri yang sudah ada sebelumnya terutama soal kekurangan tenaga kerja dan kesenjangan infrastruktur. UNCTAD menambahkan, prospek jangka menengah tetap positif tetapi tunduk pada resiko dan ketidakpastian yang meningkat. (Yetede)
Kerja Sama Kedubes Uzbekistan-BSMH untuk Saling Tukar Informasi
Berita satu Media Holdings (BSMH) pada Selasa (16/11) menerima kunjungan media visit dari Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Uzbekistan, yang diwakili oleh Sekretaris Kedua, Muzafar S Abduazinov serta Konsul dan Penasihat Dagang, Sherzod B, Ismailnov. Kedatangan Perwakilan Kedubes Republik Uzbekistan tersebut disambut oleh Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings, Prima Dorimulu: Anthony Wansono, Wakil Pemimpin BeritaSatu.com, Aditya Laksamana Yudha: Pemimpin Redaksi Jakarta Globe Heru Adriyanto beserta Tim Berita Satu Media Holdings. Ada pun tujuan dari kunjungan Kedutaan Besar Republik Uzbekistan adalah untuk menjalin kerjasama di bidang industri media untuk lebih memperkenalkan pariwisata, sejarah, dan kehidupan masyarakat Uzbekistan kepada masyarakat Indonesia dan juga sebaliknya. Muzaffar mengungkapkan dua proyek kerna sama dengan Berita Satu media Holdings, yakni yang pertama mengatur jadwal kunjungan tim Berita Satu ke Uzbekistan. Kedua adalah membangun koneksi dan kerja sama 24 jam seminggu antara redaksi dengan Kedubes Uzbekistan untuk menyampai informasi-informasi penting, seperti geopolitik, dan geoekonomi. "Hari ini kami mengunjungi Berita Satu untuk membahas kerjasama dibidang media , untuk membangun kerja sama reguler dalam rangka saling bertukar informasi tentang masyarakat Uzbekistan kepada Indonesia dan masyarakat Indonesia kepada Uzbekistan dengan tujuan mendekatkan kedua masyarakat agar dapat saling memahami lebih dekat lagi," ujar Muzaffar. (Yetede)
Negara-Negara Didesak Membatasi Bahan Bakar Fosil
Rancangan pernyataan konferensi tingkat tinggi COP-26 meminta negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Setelah dua minggu sepanjang waktu, para delegasi menghasilkan ringkasan kemajuan. Yang mendesak pemerintah negara-negara untuk mempercepat penghapusan secara bertahap pembangkit listrik tenaga batu bara.
Satu hari sebelum penutupan, negara-negara hampir tidak mendekati kesepakatan apakah rencana pengurangan emisi nasional harus ditingkatkan dalam jangka pendek. “Yang benar adalah bahwa atmosfir tidak peduli dengan komitmen. Atmosfir hanya peduli dengan apa yang kita masukkan kedalamnya. Kemanusiaan tidak akan diselamatkan oleh janji.”Kata Vanessa aktivis pemuda Uganda.
Negara-negara kaya memperlakukan pendanaan iklim sebagai amal atau bantuan untuk menenangkan negara-negara berkembang, agar menandatangani paket keputusan yang dikompromikan. Sementara Negara yang sudah dilanda bencana iklim seperti kekeringan dan banjir yang memecah rekor, menuntut agar mereka diberikan kompensasi secara terpisah untuk kerugian dan kerusakan. (Yetede)
WHO Menantikan vaksin Covid-19 Lewat Oral dan Hidung
Kepala Ilmuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Sounya Swaminathan mengatakan bahwa dirinya menantikan generasi kedua Vaksin Covid-19, yang dapat mencakup semprotan hidung dan versi oral. Swaminathan mengatakan vaksin semacam itu dapat memiliki keunggulan dibandingkan suntikan saat ini, karena akan lebih mudah untuk diberikan dan bahkan bisa dilakukan sendiri. "Ini mencakup seluruh jajaran teknologi. Mereka masih dalam pengembangan. Saya yakin beberapa dari (vaksin) akan terbukti sangat aman dan manjur dan lainnya mungkin tidak. Mungkin ada keuntungan dari beberapa vaksin generasi kedua, jelas jika Anda memiliki vaksin oral atau vaksin intra-nasal ini lebih mudah diberikan dari pada vaksin suntikan, akhirnya kita bisa memilih mana yang paling tepat. Jika bukan karena Covid , kami akan menggunakan platform ini untuk infeksi lain dimasa depan." katanya dalam interaksi langsung disaluran media sosial WHO, Rabu (10/11).
Swaminathan menjelaskan keuntungan dari vaksin yang disemprotkan kehidung, seperti yang terjadi di beberapa negara dengan vaksin influenza. "Jika ada respon imun lokal maka akan menangani virus sebelum ia pergi dan terbentuk sendiri di paru-paru dan mulai menyebabkan masalah,"katanya. WHO hanya memberikan otoritas penggunaan darurat untuk tujuh vaksin Covid-19. Antara lain yang dibuat oleh Pfizer/BioNtech Moderna ,AstraZeneca, Johnson and Johnson, Shinopharm, Sinovac dan minggu lalu Bharat Biotech. "Tidak ada vaksin yang 100%, Tidak ada yang pernah mengklaim bahwa vaksin akan menjadi 100% protektif. Tapi 90% adalah jumlah perlindungan yang luar biasa untuk dimiliki, dibandingkan dengan nol. Hingga saat ini, dengan vaksin yang telah kami setujui belum ada signal yang begitu mengkhawatirkan yang perlu kita katakan, kita perlu memikirkan kembali vaksin ini," kata Swaminathan. Menurut hitungan AFP, hingga saat ini lebih dari dari 7,25 miliar dosis vaksin telah kita berkan di seluruh dunia. (Yetede)









