;
Tags

Internasional

( 1369 )

Minyak Dunia Diprediksi Tetap Naik

KT1 25 Nov 2021 Investor Daily

Analis Stephen Schork mengingatkan, harga minyak dunia masih mungkin naik lebih tinggi meskipun Amerika Serikat (AS) dan negara-negara konsumen lain melepaskan jutaan barel minyak dari cadangan stratregisnya guna meredam lonjakan harga saat ini. Cadangan minyak bumi strategis hanya ada untuk mengimbangi gangguan pasokan jangka pendek yang tak terduga.

Menurut laporan, harga minyak tahun ini telah melonjak lebih dari 50%, yang mana angka permintaannya sudah melebihi pasokan. Penyebabnya adalah, semakin banyak negara yang bangkit dari aturan karantina nasional atau lockdown. Disamping itu, lebih banyak negara yang membuka kembali perbatasannya maka ini berarti kembali dimulainya perjalanan internasional.

Sebagai informasi, acuan harga minyak global Brent pada Oktober telah melampaui ambang batas psikologi US$ 80 per barel dan bertahan didekat level itu. Sebelumnya Presiden Joe Biden mengumumkan pada selasa (23/11) bahwa AS akan melepaskan  50 juta barel dari cadangannya, Strategi ini sebagai bagian dari upaya global bersama negara-negara  konsumen energi untuk meredam kenaikan bahan bakar yang cepat. (Yetede)

Powel Ditaksir Lebih Agresif Melawan Inflasi

KT1 24 Nov 2021 Investor Daily

Powell selama berbulan-bulan tetap bersikeras bahwa inflasi saat ini hanya bersifat sementara. The Fed bakal bersabar dalam memutuskan kapan harus menaikkan tingkat suku bunga  acuannya dari hampir nol. Bank Sentral AS pun telah memulai program pembelian obligasi senilai US$ 120 miliar per bulan pada November, dan berencana mengakhiri pembelian pada pertengahan 2022.

Namun beberapa investor percaya bahwa The Fed perlu melakukan pengurangan atau tapering lebih cepat dan menaikkan tingkat suku bunga. Pandangan mereka semakin diperkuat melalui debat publik baru-baru ini, antara beberapa pejabat Fed tentang apakah akan menarik  dukungan ekonomi lebih cepat demi membantu menjinakkan laju inflasi.

"Para investor menantang The Fed sampai batas tertentu, dan menjadi lebih khawatir bahwa The Fed tertinggal dari kurva inflasi." ujar Mike Sewel, manager portfolio di T. Rowe Price yang dikutip Reuters. Adanya perbedaan pandangan mengenai  seberapa agresif The Fed akan bergerak ikut membantu meneggerakkan volatilitas di pasar obligasi. (Yetede)

PBB Ingatkan Kenaikan Harga konsumen di 2022

KT1 19 Nov 2021 Investor Daily

Badan perdagangan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau UN’s Trade and Development Agency (UNCTAD) mengingatkan tentang lonjakan tarif angkutan peti kemas. Yang mana dapat diartikan sebagai harga yang lebih tinggi bagi konsumen pada tahun depan. Kecuali, permasalahan yang dipicu oleh pandemi virus corona Covid-19 dapat diuraikan.

Menurut UNCTAD, level harga impor global dapat meningkat sebesar 11% dan harga konsumen mencapai sebesar 1,5% diantara sekarang dan 2023. “Harga konsumen global akan naik secara signifikan ditahun depan sampai gangguan pada rantai pasokan pengiriman tidak terhalang. Serta kendala-kendala pelabuhan dan inefisiensi terminal ditangani.” Demikian pernyataan UNCTAD.

UNCTAD menyatakan bahwa pandemi telah memperbesar tantangan industri yang sudah ada sebelumnya terutama soal kekurangan tenaga kerja dan kesenjangan infrastruktur. UNCTAD menambahkan, prospek jangka menengah tetap positif tetapi tunduk pada resiko dan ketidakpastian yang meningkat. (Yetede)


Kerja Sama Kedubes Uzbekistan-BSMH untuk Saling Tukar Informasi

KT1 17 Nov 2021 Investor Daily

Berita satu Media Holdings (BSMH) pada Selasa (16/11) menerima kunjungan media visit dari Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Uzbekistan, yang diwakili oleh Sekretaris Kedua, Muzafar S Abduazinov serta Konsul dan Penasihat Dagang, Sherzod B, Ismailnov. Kedatangan Perwakilan Kedubes Republik Uzbekistan tersebut disambut oleh Direktur Pemberitaan Berita Satu Media Holdings, Prima Dorimulu: Anthony Wansono, Wakil Pemimpin BeritaSatu.com, Aditya Laksamana Yudha: Pemimpin Redaksi Jakarta Globe Heru Adriyanto beserta Tim Berita Satu Media Holdings. Ada pun tujuan dari kunjungan Kedutaan Besar Republik Uzbekistan adalah untuk menjalin kerjasama di bidang industri media untuk lebih memperkenalkan pariwisata, sejarah, dan kehidupan masyarakat Uzbekistan kepada masyarakat Indonesia dan juga sebaliknya. Muzaffar mengungkapkan dua proyek kerna sama dengan Berita Satu media Holdings, yakni yang pertama mengatur jadwal kunjungan tim Berita Satu ke Uzbekistan. Kedua adalah membangun koneksi dan kerja sama 24 jam seminggu antara redaksi dengan Kedubes Uzbekistan untuk menyampai informasi-informasi penting, seperti geopolitik, dan geoekonomi. "Hari ini kami mengunjungi Berita Satu untuk membahas kerjasama dibidang media , untuk membangun kerja sama reguler dalam rangka saling bertukar informasi tentang masyarakat Uzbekistan kepada Indonesia dan masyarakat Indonesia kepada Uzbekistan dengan tujuan mendekatkan kedua masyarakat agar dapat saling memahami lebih dekat lagi," ujar Muzaffar. (Yetede)


Negara-Negara Didesak Membatasi Bahan Bakar Fosil

KT1 13 Nov 2021 Investor Daily

Rancangan pernyataan konferensi tingkat tinggi COP-26 meminta negara-negara untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Setelah dua minggu sepanjang waktu, para delegasi menghasilkan ringkasan kemajuan. Yang mendesak pemerintah negara-negara untuk mempercepat penghapusan secara bertahap pembangkit listrik tenaga batu bara.

Satu hari sebelum penutupan, negara-negara hampir tidak mendekati kesepakatan apakah rencana pengurangan emisi nasional harus ditingkatkan dalam jangka pendek. “Yang benar adalah bahwa atmosfir tidak peduli dengan komitmen. Atmosfir hanya peduli dengan apa yang kita masukkan kedalamnya. Kemanusiaan tidak akan diselamatkan oleh janji.”Kata Vanessa aktivis pemuda Uganda.

Negara-negara kaya memperlakukan pendanaan iklim sebagai amal atau bantuan untuk menenangkan negara-negara berkembang, agar menandatangani paket keputusan yang dikompromikan. Sementara Negara yang sudah dilanda bencana iklim seperti kekeringan dan banjir yang memecah rekor, menuntut agar mereka diberikan kompensasi secara terpisah untuk kerugian dan kerusakan. (Yetede)

 


WHO Menantikan vaksin Covid-19 Lewat Oral dan Hidung

KT1 11 Nov 2021 Investor Daily

Kepala Ilmuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Sounya Swaminathan mengatakan bahwa dirinya menantikan generasi kedua Vaksin Covid-19, yang dapat mencakup semprotan hidung dan versi oral. Swaminathan mengatakan vaksin semacam itu dapat memiliki keunggulan dibandingkan suntikan saat ini, karena akan lebih mudah untuk diberikan dan bahkan  bisa dilakukan sendiri. "Ini mencakup seluruh jajaran teknologi. Mereka masih dalam pengembangan. Saya yakin beberapa dari (vaksin)  akan terbukti sangat aman dan manjur  dan lainnya mungkin tidak. Mungkin ada keuntungan dari beberapa vaksin  generasi kedua, jelas jika Anda memiliki vaksin oral  atau vaksin intra-nasal ini lebih mudah diberikan dari pada vaksin suntikan, akhirnya kita bisa memilih mana yang paling tepat. Jika bukan karena Covid , kami akan menggunakan platform ini untuk infeksi lain dimasa depan." katanya dalam interaksi langsung disaluran media sosial WHO, Rabu (10/11).

Swaminathan menjelaskan keuntungan dari vaksin yang disemprotkan kehidung, seperti yang terjadi di beberapa negara dengan vaksin influenza. "Jika ada respon imun lokal maka akan menangani  virus sebelum ia pergi dan terbentuk sendiri di paru-paru dan mulai menyebabkan masalah,"katanya. WHO hanya memberikan otoritas penggunaan darurat untuk tujuh vaksin Covid-19. Antara lain yang dibuat oleh Pfizer/BioNtech Moderna ,AstraZeneca, Johnson and Johnson, Shinopharm, Sinovac dan minggu lalu Bharat Biotech. "Tidak ada vaksin yang 100%, Tidak ada yang pernah mengklaim bahwa vaksin akan menjadi 100% protektif. Tapi 90% adalah jumlah perlindungan yang luar biasa untuk dimiliki, dibandingkan dengan nol. Hingga saat ini, dengan vaksin yang telah kami setujui belum ada signal yang begitu mengkhawatirkan yang perlu kita katakan, kita perlu memikirkan kembali vaksin ini," kata Swaminathan. Menurut hitungan AFP, hingga saat ini lebih dari   dari 7,25 miliar dosis vaksin telah kita berkan di seluruh dunia. (Yetede)

Bandara Syndey Siap Dijual Senilai US$ 3Triliun

KT1 09 Nov 2021 Investor Daily

Bandara Sydney pada Senin (8/11) mengumumkan telah menyetujui tawaran pengambilalihan senilai US$ 17 miliar oleh konsorsium investor Australia, hanya beberapa hari setelah dibuka kembali untuk perjalanan internasional. Dewan bandara dengan suara bulat telah menyetujui penjualan ke Sydney Aviation Alliance, sebuah konsorsium dari investor infrastruktur dan dana pensiun Australia. Pihaknya merekomondasikan para pemegang saham untuk memilih. Alliance tersebut menawarkan Aus$ 8,75 per saham Aus$ 23,6 miliar (US$ 17,5 miliar), setelah penawaran sebelumnya beberapa bulan lalu ditolak karena terlalu rendah. "Pengumuman hari ini adalah puncak dari bulan keterlibatan antara semua pihak. Anggota Dewan Sydney Airport yakin hasilnya mencerminkan nilai jangka panjang yang sesuai untuk bandara," kata Kepala Bandara Sydney David Ginski dalam sebuah pernyataan, Senin (8/11). Pengumuman itu muncul setelah perbatasan internasional Sydney dibuka  kembali sebagian, hampir 600 hari setelah salah satu penutupan perbatasan pandemi terberat di dunia dimulai. Warga Australia yang divaksinasi yang bepergian melalui Sydney dan Melbourn sekarang dapat datang datang dan pergi tanpa karantina atau mendapat pengecualian resmi. Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah pertama negara itu dalam memulai kembali aktivitas perjalanan secara bertahap. Penjualan bandara tetap tunduk pada persyaratan, termasuk pada evaluasi ahli independen. (Yetede)

Maskapai Bersiap Hadapi Lonjakan Penerbangan ke AS

KT1 08 Nov 2021 Investor Daily

Jumlah pesanan maskapai penerbangan menuju Amerika Serikat (AS) dilaporkan segera mengalami lonjakan. Hal ini terjadi setelah gedung putih mengumumkan bakal membuka kembali negaranya bagi semua pelancong internasional yang telah divaksinasi, mulai pekan depan. Keputusan yang mulai berlaku pada Senin (8/11) waktu setempat itu menyusul tindakan pembatasan yang sudah berlangsung selama 18 bulan bagi 33 negara selama pandemi virus corona terburuk. Pandemi ini telah memisahkan keluarga, menghambat agenda perjalanan bisnis dan membuat frustasi para wisatawan.

Di sisi lain, kebijakan AS tersebut menjadi tantangan bagi industri penerbangan, sebagai informasi,maskapai-maskapai besar  termasuk Air France, United AirLines, dan Singapore Airlines disebut sedang berjuang keras untuk memenuhi lonjakan permintaan mendadak. Hal ini mendorong mereka menambah jumlah jadwal penerbangan, mengganti  pesawat lebih besar dengan yang lebih kecil, serta melipat gandakan upaya-upaya untuk merekrut dan mempertahankan staf.

Sementara itu, setelah pengumuman Gedung Putih, maskapai British Airways menunjukkan lonjakan 900% dalam hal pencarian jadwal penerbangan dan paket-paket liburan ke tujuan utaman di AS, dibandingkan dengan pekan sebelumnya, Bahkan sehari setelah pengumuman, maskapai Amerikan Airlines memperlihatkan adanya kenaikan 66% dalam pemesanan penerbangan ke Inggris, 40% ke Eropa dan 74% ke Brasil. Disamping itu, tercatat persaingan yang sangat ketat untuk mendapatkan kursi pada 8 November. (Yetede)

PUPR Ajak Investor Turki ikut Bangun Infrastruktur

KT1 08 Nov 2021 Investor Daily

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak investor Turki untuk menanam investasi  di sektor infrastruktur. Indonesia tercatat membutuhkan anggaran sebesar US$430 miliar untuk membangun infrastruktur, namun hanya 30% dari angka tersebut yang bisa dibiayai dengan APBN sehingga pemerintah membuka peluang investasi disektor ini. "Kami mendorong investor-investor dari Turki untuk berinvestasi diberbagai sektor infratstruktur baik melalui skema Kerjasam Pemerintah Badan Usaha (KPBU) maupun Engineering, Prodcurement, Construction(EPC)," kata Menteri Basuki dalam pernyataan resminya seperti dikutip pada Minggu (7/11).

Dalam kunjungan kerja hari Ketiga di kota Ankara, Turki. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Duta Besar RI untuk Turki Lalu M Iqbal melanjutkan pertemuan bilateral dengan antara Indonesia dengan Turki sebelumnya yang dilakukan secara virtual pada Juni 2020 sekaligus menyiapkan kerangka kerja sama yang akan diusulkan menjadi salah satu topik pertemuan Preseiden Joko Widodo dan Presden Turki Recep Toyyip Erdogan pada awal Februari 2022. "Saya berharap pertemuan hari ini akan menjadi awal langkah kita dalam kerjasama infrastruktur yang lebih baik dan memperkuat kerjasama bilateral kita," ujar Menteri PUPR.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Negara Turki siap mendukung Indonesia dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Kementerian PUPR menyakini bahwa pembangunan infrastruktur masih banyak menyediakan peluang investasi yang dapat dikerjasamakan dengan perusahaan konstruksi dari luar negeri, khususnya Turki. Pada kesempatan tersebut juga dibahas tentang penambahan frekwensi penerbangan Indonesia-Turki dari enam kali menjadi 10 kali setiap minggu untuk meningkatkan konektivitas dibidang angkutan udara. (Yetede)

Erick Thohir Jajaki Kerja sama Investasi Qatar dengan BUMN

KT1 08 Nov 2021 Investor Daily

Menteri BUMN Erick Thohir melanjutkan lawatan kerjanya ke Qatar, Minggu (7/11). Dalam lawatan itu, Erick Thohir mengadakan pertemuan dengan Sheik Faishal Bin Thani  Al Thani, Chief of Asia Pasific & Africa Investment  Authority (QIA). Lembaga investasi terbesar di dunia yang dimiliki negara Qatar dan juga otoritas yang memiliki saham klub sepak bola Paris Saint Germain (PSG) tersebut, menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia.

"Syukur Alhamdulillah pertemuan tadi menghasilkan poin-poin  penting yang salah satunya minat berinvestasi dibidang pariwisata, energi, dan lain-lain," kata Erick dalam keterangan tertutupnya, Minggu. Menurutnya, Qatar sangat terkesan dengan pembangunan yang terus dilakukan Indonesia selama beberapa tahun terakhir dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Dengan potensi sumber daya, baik alam maupun manusia, yang  dimiliki Indonesia, para Investor percaya untuk berinvestasi.

Dalam lawatannya ke Qatar, Erick juga menyempatkan diri bertemu dengan Menteri Pertahanan Qatar Kholid bin Mohammad Al Attiyah. Pertemuan ini melanjutkan pertemuan awal yang dirajut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Pertemuan kedua Menteri ini menghasilkan komitmen bersama  untuk memajukan industri pertahanan Indonesia, "Alhamdulillah, dalam pertemuan ini Barzan menyatakan komitmennya untuk bekerjasama dengan Pindad untuk memajukan industri  pertahanan Indonesia. 

Bardan menyatakan bahwa kerja sama ini nantinya bukan hanya soal bisnis, namun juga mencakup alih teknologi dan pengembangan SDM pindad agar dapat bersaing dalam rantai nilai global," kata Erick. Lawatan ke Qatar menjadi lanjutan dari safari Erick kesejumlah negara. Sebelumnya Erick mendampingi Presiden dalam pertemuan di Glasgow Skotlandia untuk menghadiri  COP26. Lawatan berlanjut ke Uni Emirat Arab untuk menghadiri pertemuan bilateral antara Indonesia dengan kerajaan UEA. (Yetede)

Pilihan Editor