Selama Krisis Covid-19 Kekayaan Para Miliarder Bertambah US$ 2,2 Triliun
Masa – masa puncak virus corona Covid-19 justru menunjukkan kekayaan para miliarder dunia melonjak lebih dari 25%. Reli dipasar saham membantu total kekayaan dunia itu untuk pertama kalinya membungkus angka US$ 10 triliun. Hal ini terungkap dalam studi bertajuk “ Mengarungi Badai “ yang dipublikasikan oleh Bank Swiss UBS dan perusahaan jasa akunting PwC pada Rabu ( 7/10 ). Hasil studi menunjukkan bahwa kekayaan para miliarder global naik menjadi US$ 10,2 triliun antara April dan Juni 2020.
Bertambah dari U$$ 8 triliun di awal April 2020. Penambahan pundi – pundi itu mencerminkan kenaikan kekayaan US$ 27,5% dan melampaui rekor tertinggi sebelumnya. Yakni sebesar US$ 8,9 triliun yang tercapai pada akhir 2017. Sementara jumlah miliarder dunia juga mencapai angka tertinggi baru sebanyak 2.189. Dibandingkan rekor sebelumnya sebanyak 2.000 miliarder dari 43 pasar di seluruh dunia. Kekayaan mereka mencakup sekitar 98% dari total kekayaan para miliarder global. Antara 7 April dan 31 Juli tahun ini, laporan tersebut menunjukkan bahwa para miliarder di setiap industri mengalami peningkatan kekayaan dua digit.
Para miliarder di sektor industri, teknologi, dan Kesehatan bahkan mencatatkan pertumbuhan kekayaan antara 36% dan 44%. Para saham global reli sejak awal pandemi, setelah banyak pemerintah menggelontorkan stimulus untuk mengatasi dampak pandemi tersebut terhadap ekonomi.Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023