;
Tags

Internasional

( 1352 )

Jepang Akan Stop Ekspor Chip ke Rusia

KT1 27 Feb 2022 Investor Daily

Pemerintah Jepang akan menjatuhkan sanksi pada Rusia, dengan membidik ekspor chip semikonduktor dan lembaga keuangan. Perdana menteri (PM) Jepang Fumio Kishada mengumumkan sanksi tersebut  setelah para pemimpin G-7 setuju untuk menerapkan hukuman terhadap Rusia secara ekonomi, karena penyerangan Ukraina. Kishida mengatakan, Jepang berencana membekukan aset dan penangguhan penerbitan visa untuk individu dan organisasi Rusia serta pembekuan aset yang menargetkan  lembaga keuangan Rusia. Kishida tidak merinci skala sanksi atau individu dan lembaga mana yang menjadi sasaran. Meski demikian, media lokal mengatakan Bank Rossiya, Promsvyazbank, dan bank pembangunan ekonomi Rusia VEB akan dikenakan sanksi. Jepang adalah sekutu utama AS juga telah mengumukan kontrol ekspor pada komponen sensitif yang menurut Presiden AS  Joe Biden akan memotong lebih dari setengah impor teknologi tinggi Rusia.(Yetede)

Ukraina, Kita Khawatirkan Eskalasinya

KT3 26 Feb 2022 Kompas

Setelah jadi berita hangat berhari-hari, serangan Rusia ke Ukraina yang dikhawatirkan jadi kenyataan. Serangan ini digambarkan sebagai serangan terbesar oleh satu negara ke negara lain di Eropa sejak Perang Dunia II. Invasi Rusia juga dipandang sebagai puncak konflik antara Rusia dan negara-negara Barat yang tergabung dalam NATO. Banyak pemimpin dunia mengecam aksi Rusia. Sekjen PBB Antonio Guterres, selain mengecam, juga menyerukan agar ”konflik harus dihentikan”. Presiden Jokowi melalui Twitter juga menyerukan penghentian konflik bersenjata di Ukraina. Perang menyengsarakan umat manusia dan membahayakan dunia.

Konflik militer terbuka sudah terjadi. Perang oleh sebagian pihak dipandang aksi anakronistis,tak sesuai kondisi zaman, mengingat biayanya mahal dan penderitaan yang ditimbulkannya amat besar. Sementara tujuan politik acapkali tetap sulit dicapai setelah kemenangan diraih. Invasi Amerika Serikat ke Irak dan Afghanistan menjadi contoh kontemporer klaim tersebut. Hal lain yang kita cemaskan dari konflik di Ukraina ialah kemungkinan eskalasi atau meluasnya. Ada pandangan bahwa dalam perang ada unsur irasionalitas dan miskalkulasi. (Yoga)


Pasokan Gas Akan Jadi Kunci Dalam Konflik Ukraina-Rusia

KT1 25 Feb 2022 Investor Daily

Pasukan Rusia pada Kamis (24/2) meluncurkan serangan ke Ukraina. Aksi yang sudah lama dikhawatirkan ini menimbulkan gelombang kejutan di pasar keuangan dan meningkatkan kekhawatiran tentang konsekuensi pasokan gas diseluruh dunia. Presiden Vladimir Putin sendiri bergeming  terhadap kecaman-kecaman internasional dan sanksi-sanksi tahap pertama, dengan menyatakan dimulainya  operasi militer khusus yang ditujukan untuk dimileterisasi Ukraina. Krisis di Ukraina tersebut dilaporkan berubah dengan cepat, bahkan sejumlah laporan spesifik yang masuk dari negara itu sulit dikonfirmasi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Dmytro Kuleba mencuit lewat Twitter pada Kamis bahwa Putin telah meluncurkan invasi skala penuh ke negara yang ia gambarkan sebagai perang agresi. Dia pun meminta para pemimpin dunia untuk menghentikan Presiden Rusia. Di sisi lain, harga gas  Eropa mulai melonjak ditengah berita invasi. Sementara itu, acuan harga internasional minyak mentah Brent telah melampaui US$ 110 per barel  untuk pertama kalinya sejak 2014. (Yetede)

Sanksi AS Jatuh Jika Rusia Invasi Ukraina

KT1 24 Feb 2022 Investor Daily

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa langkah Rusia ke Ukraina timur  sama dengan awal invasi. Presiden Joe Biden dijadwalkan berpidato  tentang tindakan Rusia itu Rabu (23/2) siang waktu setempat. Pesannya, kata Gedung Putih, bernada lebih tegas, menyusul tanggapan AS sebelumnya yang tampak ragu-ragu terhadap pengakuan Presiden Rusia Vladimir Putin atas dua wilayah yang dikuasai pemberontak di Ukraina sebagai daerah merdeka. Selama berminggu-minggu pemerintah AS  dan sekutunya mengatakan bahwa invasi penuh ke Ukraina dengan mengerahkan pasukan Rusia akan memicu sanksi ekonomi yang menghancurkan, Gedung  Putih juga menyambut baik keputusan otoritas Jerman, yang menghentikan proyek pipa raksasa Nord Stream 2. Langkah ini dimaksudkan untuk mengirimkan gas alam Rusia ke Eropa. Putin mengobarkan krisis ini pada Senin (21/2), ketika mengumukan pengakuan atas kantong-kantong pemberontak yang didukung Rusia di Ukraina. Presiden tersebut mengatakan militer Rusia akan bertanggung jawab atas apa yang dia sebut penjaga perdamaian. (Yetede)

Hong Kong Anggarkan US$ 22 Miliar Untuk Bantuan Ekonomi

KT1 24 Feb 2022 Investor Daily

Kepala keuangan Hong Kong Paul Chan pada Rabu (23/2) mengumumkan anggaran yang mencapai HKS 170 miliar (US$ 21,79), termasuk keringanan pajak dan voucher belanja untuk masyarakat. Sementara pusat-pusat keuangan saingan mulai melonggarkan aturan isolasi pandemi dan kembali membuka aktivitas bisnis. Hong Kong kewalahan oleh varian omicron yang sangat menular. Strategi nol kasus Covid-19 yang sebelumnya sukses juga tidak dapat mengekang gelombang baru. Lonjakan telah mendorong penerapan kembali pembatasan yang menyakitkan dengan menutup banyak bisnis dan sekolah. Pihak berwenang juga melakukan tes virus secara massal, sementara isolasi internasional semakin ketat. "Ekonomi dan mata pencaharian masyarakat kita berada di bawah tekanan besar dalam beberapa bulan terakhir," katanya kepada legislator. (Yetede)


Temasek Menjadi Investor Platform Kripto Amber Group

HR1 23 Feb 2022 Kontan

Perusahaan investasi negara Singapura Temasek Holdings Pte, termasuk di antara investor yang masuk dalam putaran pendanaan platform perdagangan mata uang kripto Amber Group yang memiliki valuasi sebesar US$ 3 miliar. Pemegang saham yang ada termasuk Sequoia China, Pantera Capital dan Tiger Global Management juga mengambil bagian dalam putaran pendanaan yang mencapai senilai US$ 200 juta tersebut.


Presidensi G-20, Dari Panggung Narasi Menuju Pawai Aksi

KT3 22 Feb 2022 Kompas

Pertemuan perdana tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) Jalur Keuangan G-20 di bawah Presidensi Indonesia telah rampung dan menghasilkan 14 poin kesepakatan bersama, yang jika dikerucutkan menjadi penguatan arsitektur kesehatan global sebagai respons menghadapi pandemi Covid-19, mempercepat transisi energi menuju energi bersih untuk pemulihan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan keuangan global jangka panjang, termasuk lewat keringanan pembayaran utang negara miskin. Sejujurnya, kesepakatan yang tercipta dari para otoritas moneter dan fiskal negara-negara G-20 tersebut tidak dapat mengubah dunia apabila narasi yang tertulis tidak dijewantahkan dalam bentuk aksi nyata.

Indonesia punya tugas menjembatani negara maju untuk mendukung dan memastikan inisiasi ini  berjalan. Semua negara harus menyadari ketahanan kesehatan dunia dibutuhkan dalam menghadapi potensi pandemi yang mungkin terjadi setelah Covid-19. Kolaborasi negara G-20 diperlukan untuk menyiapkan langkah-langkah konkret, seperti pendanaan iklim yang berkelanjutan, serta transfer pengetahuan dan teknologi, guna memastikan ketersediaan akses energi yang bersih dan terjangkau pada tingkat global. Selain itu, negara G-20 juga tetap perlu melakukan berbagai pendekatan ultilateral dan bilateral melalui proyek di berbagai sektor, misalnya skema pendanaan hijau, pengembangan teknologi panel surya, pengembangan pendidikan vokasi, dan area kerja sama lainnya. Seluruh dunia berharap forum G-20 dapat memberikan manfaat nyata pada pemulihan ekonomi global. (Yoga)


Pasar Menguat Pasca kabar Biden-Putin

KT3 22 Feb 2022 Kompas

Kabar rencana pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden guna membicarakan krisis Rusia-NATO membawa sentimen positif di pasar sekuritas global. Meskipun hasil pertemuan sama sekali tidak bisa diprediksi, pasar saham Asia sudah bergerak naik memangkas kerugian awal yang tajam pada awal-awal perdagangan, Senin (21/2). Indeks Nasdaq berjangka, misalnya, naik tipis 0,2 % setelah terdata turun lebih dari 1 % sebelumnya. (Yoga)

Langkah Konkret Persempit Kesenjangan

KT3 21 Feb 2022 Kompas

Tema Presidensi G-20 Indonesia 2022, Recover Together, Recover Stronger, tidak berhasil apabila tidak menjawab isu dan tantangan yang dihadapi perempuan di ruang publik dan domestik. Pertemuan pertama Women 20 (W-20) dalam Presidensi G-20  Indonesia di Likupang, Sulut, Selasa (15/2) memberi rekomendasi berperspektif jender, membahas kendala perempuan di negara anggota G-20, yaitu ketidaksetaraan yang menghasilkan kesenjangan berlapis. Dari data Bathylle Missika, Head of Networks, Partnerships and Gender Division OECD Development Centre, kesenjangan muncul pada upah yang berbeda, kesempatan kerja yang berbeda. Kesenjangan dimulai dari rumah dan Interpretasi agama umumnya membangun relasi jender yang saling berlawanan dan tidak selalu setara, Indonesia tak terkecuali.

Perempuan lebih banyak melakukan pekerjaan tanpa nilai ekonomi, seperti hamil, melahirkan, mengurus rumah dan keluarga, yang membuat sumbangan perempuan dalam perekonomian tidak tampak sehingga penghargaan pada kerja perempuan lebih rendah.  Meski memiliki kesamaan isu yang dihadapi perempuan, seperti diperlihatkan nara sumber dari Jepang, Yoriko Meguro, dan dari Indonesia, Nursyahbani Katjasungkana, setiap negara memiliki sejarah perjuangan hak perempuan yang khas. Banyak perempuan kehiangan pekerjaan atau berkurang jauh penghasilannya karena bekerja di bidang yang berhubungan langsung dengan pelanggan, seperti di rumah makan, hotel, salon, toko, dan UMKM. Ketersediaan dana abadi utuk pelatihan, bantuan keuangan bagi perempuan pelaku UMKM, serta akses pasar adalah langkah konkret dan praktis yang layak diupayakan. Terutama untuk membantu perempuan mengadopsi teknologi informasi dan internet, memitigasi dampak perubahan iklim, dan menghadapi kemungkinan ancaman kesehatan yang bersifat katastrofi global, seperti pandemi Covid-19. (Yoga)


Bali Menanti Manfaat G-20

KT3 21 Feb 2022 Kompas

Presiden Jokowi mengundang para pemimpin negara di KTT G-20 untuk bertemu di Indonesia dalam KTT G-20 yang akan digelar di Bali, Oktober 2022. Bukan kali ini saja Bali menjadi lokasi konferensi internasional. Pada Oktober 2018, Bali menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia. Menjelang pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia 2018, Bali sebagai tuan rumah ”diguyur” sejumlah proyek infrastruktur dan proyek penunjang, Rp 4,04 triliun. Wamen PUPR John Wempi Wetipo menyebutkan, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 500 miliar untuk pengerjaan sejumlah proyek dalam rangka persiapan KTT G-20 di Bali.

Pada 2013, Bali juga menjadi lokasi KTT APEC. Tetamu penting KTT APEC 2013 berbusana kain endek dengan motif Dewata Nawa Sanga dalam jamuan makan malam kehormatan. Kain tenun endek untuk KTT APEC 2013 diproduksi oleh usaha pertenunan Putri Ayu, Gianyar. Apresiasi terhadap beragam produk Bali juga diungkapkan Presiden Jokowi ketika meninjau pameran IKM Bali Bangkit, 27 Desember 2021. Presiden menyatakan harapannya agar produk-produk karya pelaku IKM dapat dipilih dan dijadikan suvenir dalam KTT G-20. (Yoga)


Pilihan Editor