Internasional
( 1369 )Inflasi AS Membandel
Inflasi AS masih tetap membandel, pada Agustus 2022 kenaikan indeks harga konsumen tahunannya 8,3%. Ini sangat mengecewakan konsumen dan pelaku usaha di AS, di tengah kebijakan moneter bank sentral AS (the Fed) yang sangat ketat dengan peningkatan bunga kebijakan (Fed Funds Rate) yang semakin mencekik perekonomian AS maupun global. Sebagaimana disampaikan US Federal Reserve Chair, Jerome Powell dalam per temuan di Jackson Hole, the Fed akan tetap menekan laju inflasi AS hingga mencapai target 2%. Langkah gubernur bank sentral AS mengendalikan laju inflasi AS dipastikan dengan menekan sisi demand-nya. Akibat dari kebijakan moneter super ketat AS tersebut, mendorong dolar AS semakin menguat hingga mencapai nilai paritasnya terhadap euro dan pounsterling, serta mencapai nilai tertinggi dengan yen selama 20 tahun, yang pada akhirnya menekan inflasi yang dipicu oleh harga barang-barang impor.
Saat ini melonjaknya inflasi global, khususnya di AS, bukan semata-mata dipicu kenaikan permintaan domestik. Faktor lain yang signifikan mendorong Inflasi di AS adalah tertekannya sisi penawaran, seperti terganggunya rantai produksi global karena China’s restrictive zero-Covid policy, dampak perang Rusia vs Ukraina terhadap harga energi dan makanan, serta peningkatan upah pekerja di AS. Faktor penyebab inflasi yang bersumber dari sisi penawaran tersebut di luar kontrol kebijakan bank sentral AS (the Fed). Akan tetapi uniknya, ekonomi AS berada pada posisi yang secara potensial mampu mengatasi sumber penyebab inflasi dari sisi penawaran tersebut. Sebab, AS masih relatif mandiri dalam kebutuhan energi dan sumber bahan makanannya, berlimpah dengan pekerja migran, kapasitas produksi yang memadai, serta tersedianya sumber kapital yang dibutuhkan untuk meningkatkan sektor manufaktur. (Yoga)
Lis Truss Akui Salah Langkah Dengan Pemangkasan Pajak
PM Inggris
Liz Truss, Minggu
(2/10) mengakui seharusnya
mempersiapkan lebih baik
sebelum membawa negara
pada situasi pemangkasan
pajak besar-besaran. Yang
direaksi negatif pasar finansial dan digambarkan buruk berita-berita
utama media.
Kurang dari sebulan menjabat tapi Inggris sudah jatuh
ke dalam krisis biaya hidup
yang dipicu lonjakan biaya
energi dan inflasi, pemimpin Tory atau Partai Konservatif Inggris
itu berkukuh bahwa kebijakan fiskalnya itu akan mengembalikan
Inggris ke jalur pertumbuhan.
Pada konferensi tahunan partai di kota Birmingham, Truss juga
berusaha meredam kritik dengan mengatakan akan mengurangi
tambahan utang pemerintah, yang diperlukan untuk mendanai
pemangkasan pajak untuk orang-orang terkaya.
“Saya tetap membela paket yang sudah kami umumkan. Tapi
saya menerima bahwa kami seharusnya mempersiapkan lebih baik.
Kami memiliki rencana yang jelas untuk menghadapi krisis energi
dan mengatasi inflasi, tapi juga membuat perekonomian tumbuh,”
ujar Truss kepada BBC TV, seperti dilansir AFP. (Yoga)
Facebook Berusaha Menahan Kejatuhan Sahamnya
Facebook dilaporkan sedang berusaha menahan kejatuhan sahamnya. Setahun lalu saat berubah nama perusahaan jadi Meta, kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1 triliun. Tapi sejak memuncak pada September 2021, Meta sekarang kehilangan duapertiga valuasinya. Harga sahamnya diperdagangkan di level terendah sejak Januari 2019 dan hampir pasti merugi hingga dua digit persentase dalam tiga kuartal berturut-turut. Bisnis Facebook selama ini dibangun di atas jejaring. Pengguna memperluas Facebook ke kawan-kawan dan kerabat keluarga. Lalu saling memberi tahu kolega atau mengundang teman-teman menjadi pengguna. Akhirnya semua orang berinteraksi di satu wadah bikinan Mark Zuckerberg itu. Iklan kemudian masuk dan menjadi sumber pendapatan dan Facebook mendulang untung sangat besar hingga mampu merekrut para insinyur paling baik dan paling cemerlang untuk mempertahankan roda bisnisnya tetap bergulir. Tapi di 2022, para penggunanya pindah ke lain platform. Para pengiklan mengurangi belanjanya. Meta pun mengalami penurunan pendapatan dua kuartal berturut-turut.
Banyak perusahaan mencabut
tombol login sosial yang biasanya
adalah Facebook dari situs-situsnya.
Di sisi lain rekrutmen juga menjadi
sulit, terutama sejak Zuckerberg
menghabiskan banyak waktunya
memikirkan metaverse. Yang hendak
dijadikan masa depan bisnis perusahaan tapi hampir tidak menghasilkan
pendapatan jangka pendek tapi malah
menghabiskan miliaran dolar AS setahun untuk membangunnya. Para investor tidak tertarik. Dan
cara mereka membuang saham Facebook membuat pengamat
bertanya-tanya apakah spiral penurunan harga sahamnya akan menjadi
spiral kematian. Dan Meta tidak akan
sanggup memulihkannya.
“Saya tidak yakin sekarang ini masih
ada bisnis inti di Facebook,” ujar Laura
Martin, analis dari Needham.
Tapi belum ada yang mengisyaratkan Facebook akan lenyap ditelan
zaman. Posisinya masih dominan di
iklan mobile. Dan model bisnisnya salah satu yang paling menguntungkan
di zaman ini.
Meski pendapatan bersihnya merosot 36% pada kuartal terakhir dibandingkan tahun sebelumnya, Meta
masih menghasilkan laba US$ 6,7
miliar dan arus kasnya mencapai US$
40 miliar. (Yoga)
India Berupaya Menjadi Raksasa Produsen Chip
Bersama negara lain seperti AS, India telah berupaya menjalin aliansi strategis seputar semikonduktor, sebuah perangkat penting yang digunakan di banyak perangkat mulai smartphone hingga lemari es. Bahkan pemerintah India telah mengambil langkah membawa produksi chip kedalam negerinya dan memberikan insentif bagi industri tersebut. "Saya pikir India memiliki peran penting untuk dimainkan," ujar Pranay Kotashane, Ketua program geopolitik teknologi tinggi di Takhasila Institute kepada CNBC. India sendiri tidak berada dalam gabungan negara-negara terkemuka untuk semikonduktor, karena itu tidak banyak perusahaan raksasa chip di India dan perusahaan manufaktur terdepan. Meski India belum memiliki perusahaan semikonduktor, pemerintahan PM Narendra Modi telah meluncurkan upaya memikat raksasa perusahaan asing. Salah satunya Desember lalu India menyetujui rencana pemberian insentif US$ 10 miliar untuk industri semi konduktor. Neil Shah dari konsultan teknologi Counterpoint Research berkata, "Kekuatan India adalah pasar konsumsi domestik yang besar dalam hal semikonduktor, menjadi ekonomi berpenduduk terbesar ke dua dunia. Rencana insentif akan membantu, selain itu India memiliki banyak teknisi yang mahir berbahasa Inggris dan tenaga kerja murah sehingga hemat biaya", (Yoga)
Partai Buruh Inggris Menentang Pemangkasan Pajak untuk Orang Kaya
LIVERPOOL, ID – Pemimpin Partai Buruh Inggris Keir Starmer menentang pemangkasan pajak bagi orang-orang kaya karena kebijakan tersebut tidak akan menciptakan pertumbuhan ekonomi. Dia juga menambahkan bakal memberlakukan kembali kebijakan tarif tertinggi pajak penghasilan menjadi 45%, setelah pemerintahan Perdana Menteri Liz Truss mendukung pemotongannya dalam anggaran mini terbaru yang diumumkan pada Jumat (23/9) guna merangsang pertumbuhan ekonomi Pernyataan Starmer tersebut disampaikan sebagai bagian dari kampanye untuk konferensi tahunan Partai Buruh minggu ini di Liverpool, barat laut Inggris. Dia pun menuturkan sedang berada di bawah tekanan untuk menegaskan dirinya sebagai sosok perdana menteri yang sedang dinantikan. Sebagai informasi, Starmer sedang berusaha mendorong partainya menuju pemilihan umum 2024 dan menguatkan dirinya untuk pembahasan dengan Truss yang lebih terfokus secara ideologis. Dibandingkan perdebatan sebelumnya dengan Boris Johnson yang sering berfokus pada karakter. (Yetede)
DIPLOMASI DI MARKAS PBB ASEAN Akan Lebih Tegas pada Myanmar
Para menlu ASEAN bertemu di New York, AS, dan sepakat bahwa tak ada kemajuan signifikan dalam implementasi Lima Poin Konsensus oleh junta militer Myanmar. Perlu ada tindakan lanjutan terhadap Myanmar. Diingatkan, sambil tegas pada Myanmar, ASEAN perlu bersinergi dengan negara mitra bicara agar mereka tak membuat kebijakan soal Myanmar yang merugikan ASEAN. Di sela-sela Sidang Ke-77 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, Menlu RI Retno LP Marsudi menemui mitranya dari negara-negara anggota ASEAN dalam pertemuan bilateral, trilateral, dan pertemuan informal para menlu ASEAN, kecuali Myanmar.
”Tidak ada maksud buruk. Intensi ASEAN adalah mendorong mereka duduk bersama untuk rekonsiliasi nasional. Ini bukan bentuk campur tangan ASEAN terhadap masalah domestik Myanmar,” kata Retno dalam wawancara dengan media, Kamis (22/9). Dalam pertemuan para menlu ASEAN, Agustus 2022, organisasi itu memberi tenggat kepada junta Myanmar untuk melaksanakan Lima Poin Konsensus. Sudah hampir 1,5 tahun sejak ditetapkan pada April 2021 di Jakarta, tidak terlihat itikad baik junta melaksanakan konsensus tersebut. Lima Poin Konsensus ini merupakan kesepakatan langkah penyelesaian krisis di Myanmar. Isinya meliputi penghentian kekerasan, dialog konstruktif para pihak untuk mencapai solusi damai, penunjukan Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar guna memfasilitasi proses dialog, penyaluran bantuan kemanusiaan oleh ASEAN, dan kunjungan Utusan ASEAN ke Myanmar untuk bertemu para pihak yang berkonflik. (Yoga)
Inggris Mungkin Sudah Resesi
LONDON, ID – Bank of England (BoE) pada Kamis (22/9) menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) sehingga menjadi 2,25% dari sebelumnya 1,75%. Penaikan sebesar itu tetap tajam tapi di bawah ekspektasi sebesar 75 basis poin. Level penaikan yang lebih kecil itu dikarenakan bank sentral Inggris tersebut percaya ekonomi Inggris sudah resesi. Sejumlah analis, Kamar Dagang Inggris, bahkan BoE sebelumnya memperkirakan Inggris memasuki resesi sebelum akhir tahun. Ekonomi Inggris jatuh karena lonjakan harga energi-yang dipicu perang di Ukraina, gangguan-gangguan di seputar Covid-19 dan Brexit, penurunan kepercayaan konsumen, serta turunnya penjualan ritel. Saat menjelaskan keputusannya, BoE mencatat adanya volatilitas harga gas. Tapi pengumuman pembatasan atas tagihan energi diharapkan membatasi kenaikan inflasi harga konsumen ke depannya. “Namun begitu, sejak Agustus lalu semakin banyak muncul tanda bahwa inflasi di dalam negeri terus menguat. Kami meyakini ekonomi sudah resesi,” kata BoE (Yetede)
Suplai Pupuk Global Terganggu, Krisis Pangan Dunia Memburuk
Sidang Umum Ke-77 PBB didominasi pembicaraan mengenai isu krisis pupuk dan pangan. Ketersediaan pupuk dunia mengkhawatirkan dan diperkirakan bakal berdampak pada panen beras. Setidaknya 2 miliar orang yang sebagian besar di Asia berpotensi terkena dampaknya. Isu keamanan pangan dan pasokan pupuk menjadi topik pembicaraan utama Indonesia dengan berbagai pihak dalam berbagai rangkaian acara Sidang Umum 19-26 September 2022. Secara umum kondisi pangan dunia saat ini membaik dibandingkan beberapa bulan lalu, tak lama setelah Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022. Namun, ketersediaan puuk justru menurun akibat berbagai sanksi AS dan negara-negara Barat sekutunya terhadap Rusia atas invasi tersebut. Dalam acara Global Food Security Summit, Selasa (20/9) di New York, AS, Menlu Retno Marsudi mengungkapkan, beragam aspek terkait isu keamanan pangan telah membebani semua negara. Di beberapa negara, dampaknya lebih buruk. Sekitar 200 juta orang di 53 negara kini mengalami kelaparan akut. Sekitar 26 juta anak berisiko gizi buruk.
Hingga saat ini hambatan ekspor pupuk Rusia masih ada, terutama pada bahan pembuatnya, akibat sanksi dari Barat. Rusia adalah produsen besar potasium, fosfat, dan nitrogen, yang merupakan bahan pembuat pupuk. Produksinya mencapai 50 juta ton setahun atau 13 % produksi global. Saat ini telah ada ekspor pangan dan pupuk dari pelabuhan Rusia, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit. AS menyatakan, pangan dan pupuk Rusia tidak termasuk dalam sanksi. Namun, Rusia menyebutkan tetap ada dampak pada ekspor produk tersebut. ”Saya secara khusus menyebutkan bahwa kita harus mengatasi isu pupuk ini. Jika gagal, situasi pangan dunia yang lebih suram akan terjadi tahun depan,” ujar Retno.
Dalam pidato pembukaan Sidang Ke-77 Majelis Umum PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres, juga secara khusus menyebutkan isu pupuk yang akan memperburuk krisis pangan dunia jika tidak segera diatasi. ”Untuk meredakan krisis pangan global, kita sekarang harus mengatasi kegentingan pasar pupuk. Tahun ini, dunia punya cukup pangan, masalahnya adalah distribusi. Namun, jika pasar pupuk tidak stabil, tahun depan persoalannya adalah suplai pangan. Kami sudah mendengar laporan tentang para petani di Afrika Barat yang memanen lebih sedikit akibat mahalnya dan langkanya pupuk,” katanya. Guterres menambahkan, sangat penting untuk terus menghilangkan hambatan ekspor pupuk Rusia dan bahan pembuatnya, termasuk amonia. Amonia tidak masuk dalam sanksi Barat. (Yoga)
UNI EROPA-INDONESIA, CEPA, Kunci Pembuka Potensi
Selama bertahun-tahun, Indonesia bukan mitra ekonomi utama Uni Eropa (UE) di Asia Tenggara. Negara-negara dengan kapasitas ekonomi di bawah Indonesia justru menjadi mitra dagang utama UE. Komisioner Perdagangan UE Valdis Dombrovskis meyakini, hubungan ekonomi Brussels-Jakarta bisa lebih besar lagi. Salah satu kebutuhan untuk mencapai itu adalah penyelesaian Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh (CEPA) Indonesia-UE, katanya di Jakarta, Selasa (20/9). Penyelesaian perundingan CEPA menjadi salah satu prioritas UE di Indonesia. Selain dengan Indonesia, UE sedang merundingkan perjanjian dagang dengan Australia dan Selandia Baru. Setelah 11 putaran perundingan, belum ada tanda CEPA Indonesia-UE akan disepakati. UE berharap perundingan bisa tuntas paling telat semester I-2024.
Dengan total PDB 19 triliun USD, volume perdagangan barang dan jasa Indonesia-UE pada 2020 hanya 26,3 miliar USD. Dengan kata lain, volume perdagangan Brussels-Jakarta tidak sampai 0,2 % gabungan PDB Indonesia-UE. Bagi UE, masalah dalam hubungan dagang dengan Indonesia bukan hanya kecil jumlahnya. Selama bertahun-tahun, Indonesia selalu mencatat surplus dari perdagangan barang dan jasa dengan UE. Kedepan, UE berharap hubungan lebih berimbang. Dombrovskis meyakini, CEPA Indonesia-UE akan membuka potensi lebih besar setelah disahkan. PDB Indonesia diperkirakan bisa bertambah 5,2 miliar euro pertahun. Sebaliknya bagi UE, akan ada potensi pertambahan 3,1 miliar euro per tahun. Ekspor Indonesia ke UE ditaksir akan meningkat sampai 18 % per tahun. (Yoga)
As Akan Membela Taiwan jika Diserang
WASHINGTON, ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (18/9) mengatakan pasukan AS akan membela Taiwan jika menghadapi invasi Tiongkok. Akan tetapi Gedung Putih menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah AS terhadap Tiongkok menyangkut Taiwan tidak berubah. “Ya jika ada serangan luar biasa,” ujar Biden, menjawab pertanyaan apakah pasukan AS akan membela Taiwan, saat diwawancara pada program “60 Minutes” di CBS, yang dilansir AFP, Senin (19/9). Bukan kali ini saja Biden menyatakan pasukan AS akan ambil bagian bilamana terjadi perang antara Tiongkok dan Taiwan. Dan Gedung Putih kemudian segera memberikan pernyataan klarifikasi. Komentar Biden tentang ini yang sebelumnya adalah saat melawat ke Jepang pada Mei 2022. Ketika itu, Biden juga ditanya apakah akan mengkomitmenkan pasukan AS kepada situasi seperti itu. “Ya, itu komitmen kami,” ujar dia. AS memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 1979. Karena mengalihkan pengakuan kepada Pemerintah Tiongkok sebagai satu-satunya perwakilan Tiongkok. Tapi pada saat yang sama, AS tetap mempertahankan tegas tapi juga halus dalam mendukung. (Yetede)









