Internasional
( 1352 )Tujuh Dekade Menginspirasi Dunia
Kepergian Ratu Elizabeth II menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi Ratu Inggris, tapi juga bagi seluruh dunia. Sang Ratu meninggal pada Kamis, 8 September 2022, pukul 18.30. di Puri Balmoral, Skontlandia. Selama 70 tahun bertakhta, Elizabeth II telah membawa kerajaan beradaptasi dengan dunia modern. Wanita kelahiran 21 April 1926 itu mendobrak stigma kerajaan yang sarat akan konservatisme dan tertutup menjadi lebih terbuka. Sebagai kepala negara, Elizabeth II berkontribusi besar dalam memainkan peran simbolik politik luar negeri Inggris. Ia tetap peka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan, seperti kebencanaan, perubahan iklim, serta pendidikan. Semasa hidupnya, ia telah mengunjungi 117 negara, termasuk Indonesia pada 14 Maret 1974. Kala itu, selain itu bertemu dengan Presiden Soeharto, Ratu menemui Sultan Hamengku Buwono IX di Yogyakarta, lalu berangkat ke Bali. (Yetede)
Kerajaan Inggris, Tak Sekadar Bunga untuk Sang Ratu
Wafatnya Ratu Elizabeth II menorehkan duka mendalam bagi warga Kerajaan Inggris. Mereka mengenang Sang Ratu dengan penuh cinta, diiringi harapan akan masa depan kerajaan di era raja yang baru. Buket bunga berwarna-warni tergeletak mengelilingi tiang putih penopang bendera Inggris Raya yang berkibar di Puri Balmoral, Aberdeen, Skotlandia, Jumat (9/9). Tak hanya meletakkan bunga, seorang pria bahkan berhenti dan berdiri memandangi kibaran bendera itu selama lebih dari lima menit. ”Pagi ini saya menyempatkan membeli bunga putih, menaruhnya di bawah tiang bendera, dan berdiri selama 10 menit di sana. Saya sungguh sedih,” kata Michael Painter (68) saat ditemui di Marischal College, Aberdeen. Setelah memberikan penghormatan di tiang bendera, dia berencana pulang ke rumahnya yang berjarak 77 km dari Puri Balmoral dan menyalakan tv demi memperoleh kabar terbaru tentang wafatnya Ratu Elizabeth II. Keesokan harinya, dia berniat mengikuti ibadah di gereja untuk mendoakan Ratu.
Di tempat lain, mahasiswa S-2 program studi hubungan internasional di University of Glasgow, Andrew, menaruh hormat kepada Sang Ratu karena telah menunjukkan upaya dalam gerakan derma. ”Meskipun demikian, eksistensi kerajaan yang tidak berdampak signifikan pada perbaikan kehidupan masyarakat tetap perlu menjadi sorotan monarki,” ujarnya. Kerajaan Inggris mengumumkan secara resmi wafatnya Ratu Elizabeth II yang bertakhta selama tujuh dekade pada Kamis (8/9) pukul 18.30. Keluarga kerajaan mendatangi Puri Balmoral di Aberdeenshire melalui Bandara Internasional Aberdeen. Melalui situs resmi pemerintahan, Lord Provost of Aberdeen sekaligus Queen’s Lord-Lieutenant David Cameron menyatakan, Aberdeen cukup beruntung memiliki ikatan kuat dengan Ratu melalui sejumlah kunjungan. Dia menambahkan, takhta Ratu Elizabeth menjadi sumber stabilitas di tengah perubahan yang begitu cepat.
Direncanakan, jenazah Ratu Elizabeth II akan dibawa ke Edinburgh, Skotlandia. Untuk menjaga ketertiban, pemerintah setempat mengumumkan penutupan sejumlah ruas jalan di ibu kota Skotlandia tersebut. Pada Jumat pukul 13.00 waktu London, Inggris, petugas melepaskan tembakan penghormatan sebanyak 96 kali, menandakan rentang usia Ratu Elizabeth II sebelum wafat. Setiap tembakan dilepaskan dari arah Hyde Park yang berjarak 500 meter dari Istana Buckingham. Warga mendengarkan suara tembakan ini dalam suasana hening. Dengan wafatnya Ratu Elizabeth II, perannya diteruskan oleh anak pertama, Charles, yang sekarang menjadi Raja Charles III. Warga Inggris menantikan sepak terjang penerus Ratu Elizabeth. Mereka juga mengatakan harus membiasakan diri dengan Raja Charles III. ”Kami harus membiasakan diri dengan penerusnya, Raja Charles III. Setelah dipimpin selama 70 tahun oleh Ratu Elizabeth, pasti tidak mudah untuk menggantikan perannya,” kata Sandra, warga Inggris yang tinggal di Luton. Ia menuturkan, raja atau ratu Inggris adalah simbol Kerajaan Inggris. Siapa pun yang menempati posisi itu tidak akan terlalu berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Namun, ia berharap Raja Charles III bisa menjalankan tugas dengan lebih baik. (Yoga)
Indonesia Dukung IPEF
Pemerintah Indonesia mendukung penuh Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang diprakarsai AS. Sebaliknya, Pemerintah AS pun berkomitmen untuk mendorong investasi lebih besar ke Indonesia. Kesepahaman untuk saling dukung itu mengemuka dalam pertemuan bilateral Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri IPEF for Prosperity, Kamis (8/9) di LA, AS. Pertemuan itu membahas perkembangan penting dalam perundingan IPEF dan upaya meningkatkan kerja sama serta investasi AS ke RI. ”Volume perdagangan bilateral RI-AS ditargetkan 60 Miliar USD. Saat ini baru 37 miliar USD sehingga ada peluang meningkatkan kerja sama kedua negara,” ujar Airlangga.
Airlangga mengingatkan, Indonesia aktif terlibat menginisiasi pembentukan IPEF sejak diluncurkan pada 23 Mei 2022 di Tokyo, Jepang. Indonesia memutuskan secara resmi terlibat dalam semua pilar (empat pilar) yang ditawarkan IPEF, yaitu perdagangan; rantai pasok; energy bersih, dekarbonisasi, dan infrastruktur (ekonomi bersih); serta ekonomi berkeadilan (perpajakan dan antikorupsi). Hal yang dilakukan Indonesia selaras dengan yang diperjuangkan IPEF. Karena itu, Airlangga mendorong AS agar berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan ekosistem industri semikonduktor yang merupakan komoditas strategis dan menjadikan Indonesia bagian dari rantai pasoknya, selain baterai nikel mobil listrik. (Yoga)
Timor Leste-Australia Pecah Kongsi
Kerja sama Timor Leste dan Australia terancam oleh pecah kongsi, terutama dalam pengelolaan minyak dan gas di Celah Timor. Tanda-tanda pecah kongsi terlihat jelas dari kritikan terbuka PresidenTimor Leste Ramos Horta ketika berkunjung ke Australia pekan ini. Horta mengkritik Australia dan negara Barat kurang berkontribusi dalam pembangunan negaranya. Sebaliknya Horta menyanjung Indonesia dan China, yang mendukung pembangunan Timor Leste melalui kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Ia juga menyebut Jepang dan Korea Selatan sebagai mitra potensial dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan. Lebih jauh Horta menilai Australia dan sekutunya menghambat pembangunan Timor Leste, seperti dalam proyek minyak dan gas di Blok Greater Sunrise di Celah Timor. Australia ingin mendikte Timor Leste agar pengolahan minyak dan gas dilakukan di Darwin, Australia. Sebaliknya, Timor Leste menolak karena jarak ke Darwin sekitar 800 km, sementara ke daratan Timor Leste hanya 200 km. Tentu Timor Leste curiga kepentingan yang disembunyikan Australia di balik keinginan dalam proyek jaringan pipa (pemipaan) ke Darwin.Proyek pemipaan merupakan bisnis menggiurkan bagi Australia.
Mungkin karena tiada jalan keluar dengan Australia, Horta menyinggung kemungkinan mengajak Indonesia, China, Jepang, dan Korsel bermitra dalam mengelola Celah Timor. Proyek Blok Greater Sunrise terkatung-katung sebab perbedaan soal pemipaan. Masalahnya menjadi kian serius sebab Timor Leste sangat kecewa. Tentu menarik jika kritik Horta diletakkan dalam dinamika hubungan Australia-Timor Leste sejak tahun 1980-an, lebih-lebih selama 20 tahun terakhir. Sempat menjadi isu, Australia mendorong dan mendukung pemisahan Timor Timur dari Indonesia, antara lain karena mengincar palung minyak dan gas Celah Timor. Rupanya bujukan Australia membuat Timor Leste tergiur. Muncul kesan, Timor Leste terus-menerus mendekatkan diri dengan Australia pula. Bukan tidak mungkin pula Australia menginginkan Timor Leste seperti Papua Niugini (PNG), yang sangat tergantung kepadanya. Sebelum menjadi runyam, seperti PNG yang pernah disebut terancam menjadi negara gagal, Timor Leste tampaknya mau mengambil jarak dengan Australia. (Yoga)
AS Coba Kejar Laju China
AS berupaya mengimbangi pengaruh ekonomi China di Indo-Pasifik dengan inisiatif Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Para menteri terkait dari AS dan 13 negara partisipan mengadakan negosiasi selama dua hari di Los Angeles, 8-9 September 2022. Pertemuan tersebut akan mencakup empat area, yakni perdagangan dan aliran data, standar lingkungan hidup dan buruh, rantai pasok, dan upaya anti korupsi. Perwakilan Dagang AS Katherine Tai dan Mendag AS Gina Raimondo memimpin negosiasi. Hadir mewakili Indonesia Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
IPEF adalah prakarsa ekonomi yang diluncurkan Presiden AS Joe Biden di Tokyo pada 23 Mei 2022. IPEF beranggotakan 14 negara. Indonesia mengonfirmasi partisipasinya pada 17 Mei 2022. Selain AS, anggota IPEF meliputi Australia, Brunei, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Korsel, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Secara agregat, blok kerja sama ini mewakili 40 PDB dunia. Sehari sebelum pertemuan, Tai bahkan menyebut bahwa tak ada potongan tarif yang akan ditawarkan AS dalam negosiasi itu. Sementara China bersama negara-negara ASEAN, Australia, Jepang, Korsel dan Selandia Baru telah membentuk Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Mewakili 31 persen PDB dunia, blok kerja sama ekonomi yang mulai efektif berlaku per 1 Januari 2022 ini menawarkan peniadaan tarif dan hambatan non-tarif. (Yoga)
OPEC+ Pangkas Produksi
Arab Saudi dan para produsen minyak ”menantang” Amerika Serikat dan enam sekutunya di G7, berbentuk pemangkasan produksi setelah G7 berencana membatasi harga minyak Rusia. China juga menentang rencana pembatasan harga itu. Saudi Press Agency dan Arab News, Senin (5/9) malam waktu Riyadh atau Selasa dini hari WIB, melansir, produksi minyak pada Oktober 2022 akan dipangkas 100.000 barel per hari. Pemangkasan setara kenaikan yang ditawarkan OPEC+ awal Agustus 2022. Pengumuman OPEC+ diungkap tidak sampai sepekan setelah G7 memastikan akan membatasi harga minyak Rusia. Rusia menjadi mitra utama OPEC, organisasi negara produsen minyak, meski belum menjadi anggota. Rusia bisa mendapat posisi itu karena memasok 10 % kebutuhan minyak global. Lantaran kapasitas produksinya, Rusia selalu diajak OPEC membahas perkembangan pasar minyak global.
Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman diketahui sebagai orang pertama yang mendorong pemangkasan produksi. Menurut dia, pasar minyak sudah gila dan tidak sesuai kenyataan. Uni Emirat Arab dan Sudan mendukung keinginan Arab Saudi memangkas produksi minyak. Jubir Kemenlu China Mao Ning mengatakan, Beijing menentang keputusan G7. ”Minyak penting untuk memastikan keamanan energi global. Kami berharap negara-negara memberikan upaya yang membangun, bukan malah melakukan hal sebaliknya,” katanya. Peneliti pada Bruegel Institute, Georg Zachmann, telah memperingatkan potensi sikap OPEC+ atas keputusan G7. OPEC tidak pernah suka pembatasan harga. Sejak dulu, produksi cenderung dikurangi saat harga terpangkas. (Yoga)
Liz Truss Menghadapi Badai
Liz Truss mesti bersiap dan bergegas menghadapi badai yang menerjang perekonomian dunia, termasuk Inggris. Perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak setengah tahun lalu tidak kunjung usai. Harga pangan dan energi naik. Inflasi tinggi. Berbagai risiko masih mengintai. Negara Ratu Elizabeth itu juga menghadapi hari-hari penuh gejolak dan tantangan akibat harga-harga yang naik dan inflasi yang meroket. Dalam rilis Kantor Statistik Nasional Inggris, inflasi tahunan per Juli 2022 sebesar 10,1 %, tertinggi sejak tahun 1982. Harga pangan yang naik 12,7 % dalam setahun menjadi penyumbang utama inflasi.
Inflasi diperkirakan masih akan mendaki jika harga energi tidak kunjung turun. Harga energi, yang pasokannya terbatas akibat invasi Rusia ke Ukraina, sudah dua kali lipat dibandingkan Mei 2022. Bank Sentral Inggris, Bank of England, pun menaikkan suku bunga acuan ke 1,75 % untuk membawa inflasi turun ke level 2 %, sesuai target. Dengan proyeksi inflasi menyentuh 13,3 persen pada Oktober 2022, Bank of England diperkirakan masih akan menaikkan lagi suku bunga acuannya. Banyak rumah tangga di Inggris yang tagihannya meningkat.
Ditengah kondisi yang penuh tantangan ini, Elizabeth Mary Truss terpilih sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris. Ia otomatis menjadi PM setelah mengalahkan pesaingnya, Rishi Sunak, sebagai pemimpin Partai Konservatif. Truss, yang sebelumnya menjabat Menlu, menggantikan Boris Johnson yang mundur pada Juli 2022. Setelah Johnson menyatakan pengunduran dirinya, ibu dua anak ini menyingkat kehadirannya dalam pertemuan Menlu G20 di Bali, dan segera kembali ke Inggris. ”Saya akan melakukan langkah berani agar kita bisa melalui kondisi yang sulit ini, menumbuhkan perekonomian, dan membebaskan potensi Inggris,” cuitnya melalui Twitter setelah terpilih. (Yoga)
Redam Gejolak Sosial, Uni Eropa Subsidi Warga
Sejumlah negara anggota Uni Eropa mengucurkan subsidi miliaran euro atau setara ratusan triliun rupiah untuk meredam dampak kenaikan harga-harga di tengah lonjakan kenaikan harga energi. Di sejumlah negara Eropa, kenaikan harga meningkatkan risiko kerusuhan dan aksi protes. Kanselir Jerman Olaf Scholz, Minggu (4/9) mengumumkan insentif tambahan bagi warga di negaranya. Paket itu bernilai 65 miliar euro atau Rp 961,3 triliun. (Yoga)
UE Bergegas Bantu Sektor Industri
LONDON, ID – Harga gas Eropa melonjak pada Senin (5/9) sedangkan saham anjlok dan mata uang euro merosot setelah Pemerintah Rusia menghentikan pengiriman gas ke Eropa melalui rute-rute pasokan utama. Negara-negara Uni Eropa (UE) langsung merespons dengan menawarkan paket paket bantuan miliaran dolar AS agar perusahaan-perusahaan listrik tidak kolaps karena kekurangan likuiditas, sekaligus demi melindungi rumah tangga dari lonjakan tagihan listrik. Perusahaan negara Rusia, Gazprom, menyatakan tidak akan membuka aliran gas melalui jalur pipa Nord Stream 1 karena ada kerusakan pada satu turbin.
Eropa pun menuding Rusia menggunakan pasokan energi sebagai pembalasan atas sanksi-sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap Negeri Beruang Merah atas invasinya ke Ukraina. Sebaliknya, Rusia mengatakan Barat telah melancarkan perang ekonomi dan sanksi-sanksinya sudah menghambat operasional pipa gas Finlandia sendiri mengambil langkah dengan menawarkan 10 miliar euro (US$ 10 miliar), sedangkan otoritas Swedia menyediakan 250 miliar crown (US$ 23 miliar) dalam bentik jaminan likuiditas untuk perusahaan. (Yetede)
Pengaruh Energi Rusia di UE Segera Berakhir
LONDON, ID – Para analis energi dan politik mengungkapkan bahwa ketergantungan Uni Eropa (UE) terhadap energi, khususnya gas dari Rusia, sepertinya bakal segera berakhir. Jika terwujud dapat mengurangi risiko gangguan pasokan, mengingat banyak yang khawatir Rusia bisa saja menghentikan total pengiriman gas selama musim dingin nanti. Menurut laporan, ekspor gas Rusia ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah turun tajam. Padahal Rusia sudah sejak lama menjadi pemasok energi terbesarnya. Penurunan ekspor gas tersebut semakin memperparah perselisihan antara UE dan Rusia, serta memperburuk risiko resesi dan kekurangan gas di musim dingin. Pihak berwenang Rusia mengatakan alasan dibalik pengurangan pengiriman adalah karena alat yang rusak atau tertundanya kedatangan perangkat yang diperlukan. Tetapi para pembuat kebijakan Eropa menganggap pemangkasan pasokan tersebut sebagai manuver politk yang dirancang untuk menebar ketidakpastian kepada 27 negara dalam blok UE, dan meningkatkan harga energi di tengah serangan Negeri Beruang Merah ke Ukraina. (Yetede)









