Internasional
( 1352 )Inggris Mungkin Sudah Resesi
LONDON, ID – Bank of England (BoE) pada Kamis (22/9) menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) sehingga menjadi 2,25% dari sebelumnya 1,75%. Penaikan sebesar itu tetap tajam tapi di bawah ekspektasi sebesar 75 basis poin. Level penaikan yang lebih kecil itu dikarenakan bank sentral Inggris tersebut percaya ekonomi Inggris sudah resesi. Sejumlah analis, Kamar Dagang Inggris, bahkan BoE sebelumnya memperkirakan Inggris memasuki resesi sebelum akhir tahun. Ekonomi Inggris jatuh karena lonjakan harga energi-yang dipicu perang di Ukraina, gangguan-gangguan di seputar Covid-19 dan Brexit, penurunan kepercayaan konsumen, serta turunnya penjualan ritel. Saat menjelaskan keputusannya, BoE mencatat adanya volatilitas harga gas. Tapi pengumuman pembatasan atas tagihan energi diharapkan membatasi kenaikan inflasi harga konsumen ke depannya. “Namun begitu, sejak Agustus lalu semakin banyak muncul tanda bahwa inflasi di dalam negeri terus menguat. Kami meyakini ekonomi sudah resesi,” kata BoE (Yetede)
Suplai Pupuk Global Terganggu, Krisis Pangan Dunia Memburuk
Sidang Umum Ke-77 PBB didominasi pembicaraan mengenai isu krisis pupuk dan pangan. Ketersediaan pupuk dunia mengkhawatirkan dan diperkirakan bakal berdampak pada panen beras. Setidaknya 2 miliar orang yang sebagian besar di Asia berpotensi terkena dampaknya. Isu keamanan pangan dan pasokan pupuk menjadi topik pembicaraan utama Indonesia dengan berbagai pihak dalam berbagai rangkaian acara Sidang Umum 19-26 September 2022. Secara umum kondisi pangan dunia saat ini membaik dibandingkan beberapa bulan lalu, tak lama setelah Rusia menyerang Ukraina pada Februari 2022. Namun, ketersediaan puuk justru menurun akibat berbagai sanksi AS dan negara-negara Barat sekutunya terhadap Rusia atas invasi tersebut. Dalam acara Global Food Security Summit, Selasa (20/9) di New York, AS, Menlu Retno Marsudi mengungkapkan, beragam aspek terkait isu keamanan pangan telah membebani semua negara. Di beberapa negara, dampaknya lebih buruk. Sekitar 200 juta orang di 53 negara kini mengalami kelaparan akut. Sekitar 26 juta anak berisiko gizi buruk.
Hingga saat ini hambatan ekspor pupuk Rusia masih ada, terutama pada bahan pembuatnya, akibat sanksi dari Barat. Rusia adalah produsen besar potasium, fosfat, dan nitrogen, yang merupakan bahan pembuat pupuk. Produksinya mencapai 50 juta ton setahun atau 13 % produksi global. Saat ini telah ada ekspor pangan dan pupuk dari pelabuhan Rusia, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit. AS menyatakan, pangan dan pupuk Rusia tidak termasuk dalam sanksi. Namun, Rusia menyebutkan tetap ada dampak pada ekspor produk tersebut. ”Saya secara khusus menyebutkan bahwa kita harus mengatasi isu pupuk ini. Jika gagal, situasi pangan dunia yang lebih suram akan terjadi tahun depan,” ujar Retno.
Dalam pidato pembukaan Sidang Ke-77 Majelis Umum PBB, Sekjen PBB Antonio Guterres, juga secara khusus menyebutkan isu pupuk yang akan memperburuk krisis pangan dunia jika tidak segera diatasi. ”Untuk meredakan krisis pangan global, kita sekarang harus mengatasi kegentingan pasar pupuk. Tahun ini, dunia punya cukup pangan, masalahnya adalah distribusi. Namun, jika pasar pupuk tidak stabil, tahun depan persoalannya adalah suplai pangan. Kami sudah mendengar laporan tentang para petani di Afrika Barat yang memanen lebih sedikit akibat mahalnya dan langkanya pupuk,” katanya. Guterres menambahkan, sangat penting untuk terus menghilangkan hambatan ekspor pupuk Rusia dan bahan pembuatnya, termasuk amonia. Amonia tidak masuk dalam sanksi Barat. (Yoga)
UNI EROPA-INDONESIA, CEPA, Kunci Pembuka Potensi
Selama bertahun-tahun, Indonesia bukan mitra ekonomi utama Uni Eropa (UE) di Asia Tenggara. Negara-negara dengan kapasitas ekonomi di bawah Indonesia justru menjadi mitra dagang utama UE. Komisioner Perdagangan UE Valdis Dombrovskis meyakini, hubungan ekonomi Brussels-Jakarta bisa lebih besar lagi. Salah satu kebutuhan untuk mencapai itu adalah penyelesaian Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh (CEPA) Indonesia-UE, katanya di Jakarta, Selasa (20/9). Penyelesaian perundingan CEPA menjadi salah satu prioritas UE di Indonesia. Selain dengan Indonesia, UE sedang merundingkan perjanjian dagang dengan Australia dan Selandia Baru. Setelah 11 putaran perundingan, belum ada tanda CEPA Indonesia-UE akan disepakati. UE berharap perundingan bisa tuntas paling telat semester I-2024.
Dengan total PDB 19 triliun USD, volume perdagangan barang dan jasa Indonesia-UE pada 2020 hanya 26,3 miliar USD. Dengan kata lain, volume perdagangan Brussels-Jakarta tidak sampai 0,2 % gabungan PDB Indonesia-UE. Bagi UE, masalah dalam hubungan dagang dengan Indonesia bukan hanya kecil jumlahnya. Selama bertahun-tahun, Indonesia selalu mencatat surplus dari perdagangan barang dan jasa dengan UE. Kedepan, UE berharap hubungan lebih berimbang. Dombrovskis meyakini, CEPA Indonesia-UE akan membuka potensi lebih besar setelah disahkan. PDB Indonesia diperkirakan bisa bertambah 5,2 miliar euro pertahun. Sebaliknya bagi UE, akan ada potensi pertambahan 3,1 miliar euro per tahun. Ekspor Indonesia ke UE ditaksir akan meningkat sampai 18 % per tahun. (Yoga)
As Akan Membela Taiwan jika Diserang
WASHINGTON, ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (18/9) mengatakan pasukan AS akan membela Taiwan jika menghadapi invasi Tiongkok. Akan tetapi Gedung Putih menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah AS terhadap Tiongkok menyangkut Taiwan tidak berubah. “Ya jika ada serangan luar biasa,” ujar Biden, menjawab pertanyaan apakah pasukan AS akan membela Taiwan, saat diwawancara pada program “60 Minutes” di CBS, yang dilansir AFP, Senin (19/9). Bukan kali ini saja Biden menyatakan pasukan AS akan ambil bagian bilamana terjadi perang antara Tiongkok dan Taiwan. Dan Gedung Putih kemudian segera memberikan pernyataan klarifikasi. Komentar Biden tentang ini yang sebelumnya adalah saat melawat ke Jepang pada Mei 2022. Ketika itu, Biden juga ditanya apakah akan mengkomitmenkan pasukan AS kepada situasi seperti itu. “Ya, itu komitmen kami,” ujar dia. AS memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 1979. Karena mengalihkan pengakuan kepada Pemerintah Tiongkok sebagai satu-satunya perwakilan Tiongkok. Tapi pada saat yang sama, AS tetap mempertahankan tegas tapi juga halus dalam mendukung. (Yetede)
Arab Saudi Ikut Beli Minyak Rusia
Raksasa minyak dunia, Arab Saudi, ternyata ikut membeli minyak Rusia. Riyadh juga menanamkan triliunan rupiah di sejumlah perusahaan minyak Moskwa. Dilaporkan The New York Times dan CNN, Senin (19/9) Arab Saudi membeli BBM dari Rusia. Dilaporkan lembaga kajian riset komoditas, Kpler, Arab Saudi membeli rata-rata 50.000 barel BBM per hari dari Rusia. Bahkan, sepanjang Juli 2022, Riyadh membeli sampai 76.000 barel BBM per hari dari Moskwa. Hampir seluruh BBM Rusia dipakai Arab Saudi untuk mengoperasikan pembangkit listriknya. Dengan membeli BBM dari Rusia, Arab Saudi bisa menjual BBM dan minyak mentahnya ke negara lain. Seperti kepada China dan India, menurut Kpler, Rusia juga memberi diskon untuk Arab Saudi. Oleh karena itu, lebih untung bagi Arab Saudi untuk menjual minyaknya dan membeli BBM dari Rusia. Dengan asumsi harga rata-rata 90 USD per barel, Riyadh membayar rata-rata 4,5 juta USD per hari ke Rusia. Pada harga itu, Arab Saudi membayar rata-rata 135 juta USD per bulan ke Rusia.
Bukan hanya membeli minyak, Arab Saudi juga memasukkan uang ke industri minyak Rusia lewat investasi. Kingdom Holding Company (KHC), perusahaan investasi Arab Saudi yang dikendalikan Pangeran Waleed bin Talal, menanamkan 526 juta USD ke Gazprom, Rosneft and Lukoil. Public Investment Fund, lembaga investasi milik Pemerintah Arab Saudi dan dikendalikan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), mempunyai 16,87 % saham KHC. Sampai sekarang, Putra Mahkota Arab Saudi itu tidak kunjung mengecam Rusia selepas perang Rusia-Ukraina meletus. Independen Mantan Duta Besar AS di Riyadh Robert W Jordan mengatakan, MBS bukan membela Rusia dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pangeran itu hanya berusaha menunjukkan ia dan kerajaan independen dari AS. (Yoga)
Kelemahan Intelijen Rusia Jadi Titik Balik Ukraina
PARIS, ID – Para analis mengatakan bahwa intelijen militer Rusia gagal lagi dalam mengantisipasi serangan balasan kilat Ukraina. Kegagalan ini berpotensi menjadi titik balik perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia dan sekali lagi menyoroti kelemahan intelijen Rusia dalam berperang. “Ini adalah kegagalan intelijen militer Rusia yang sangat besar, fakta bahwa mereka tidak melihat telah terjadi peningkatan ini. Intelijen militer Rusia benar-benar mengacaukan ini,” ujar Michael Kofman, ilmuwan peneliti senior di program studi Center for Naval Analyses Russia, yang dilansir AFP. Laporan menyebutkan, desakan itu terjadi setelah konflik yang berlangsung lebih dari setengah tahun dan masih menemui semacam jalan buntu selama musim panas. Padahal pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina, tetapi gagal membuat kemajuan lebih jauh. “Rusia gagal mengantisipasi desakan
Ukraina,” kata Pierre Grasser, seoran sejarawan hubungan internasional dan peneliti di Lembaga Sirice yang berlokasi di Paris, Prancis. Ditambahkan oleh Grasser bahwa Ukraina telah diuntungkan dengan melakukan taktik tipuan besar-besaran, yakni membuat serangan balik di selatan sebelum meluncurkan yang lebih besar di timur laut. ((Yetede)
China Beri Insentif Perdagangan ke Afghanistan
Beijing membebaskan bea masuk terhadap 98 % komoditas ekspor Afghanistan ke China. China juga mulai mengoperasikan jaringan kereta barang ke dan dari Afghanistan melewati Xinjiang mulai September 2022. Kereta itu juga akan melewati Kazakhstan dan Uzbekistan. ”Kami telah mencapai kesepakatan dengan tiga negara, juga dengan perusahaan swasta,” kata Kepala ARA Bakht Rahman Sharaft, sebagaimana dilaporkan Tolo News, Minggu (11/9) malam waktu Kabul. (Yoga)
Terbenam Bersama Kematian Sang Ratu
Para pelayat yang umumnya warga London berkerumun di kediaman resmi mendiang Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham di London. Mereka banyak diantaranya membawa dan meletakkan karangan bunga di pelataran jalan-bergabung untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Ratu terlama di Inggris itu beberapa saat setelah sang Ratu diumumkan tutup usia. Tak lama. spontan para pelayat menyanyikan lagu God Save the King. Nyanyian para pelayat itu seolah-olah juga menandakan awal pemerintahan Raja Charles III. Pangeran Charles otomatis menjadi Raja Inggris setelah Ratu Elizabeth II wafat di usia 96 tahun pada Kamis, 8 September 2022. Putra sulung kelahiran 14 November 1948 itu mendapat gelar Raja Charles III. Dia menjadi kepala negara dari 14 kerajaan lain. Sama seperti mending Ibunya, Raja Charles III juga menggunakan nama baptisnya saat dinobatkan menjadi penguasa Kerajaan Inggris. Sejak naik tahta pada 16 Februari 1952, potret Ratu Elizabeth II ada di prangko, koin, dan uang kertas Inggris. Inisialnya juga menghiasi kotak pos, seragam, dan papan nama pemerintah diseluruh negeri. (Yetede)
Pekan Kelam Tanah Britania
Jane Thompson berdiri diam menatap kerumunan orang didepan Istana Buckingham, London, Inggris kemarin. Penghuni utama bangunan megah tersebut Ratu Elizabeth II, sudah tiada. Jane menyebutnya sebagai "Ibu Negeri". Bukan hanya Ratu sebuah kerajaan, yang bisa ditelusuri keberadaannya sebelum abad pertengahan. Sekalipun jasad mendiang Ratu Elizabeth II masih disemayamkan di Puri Balmoral, tempat ia menutup mata, terpisah sejauh jarak Jakarta-Surabaya dari Istana Buckingham, Jane datang untuk mneyampaikan rasa hormatnya. Antrean mereka yang ingin meletakkan karangan bunga mengular panjang. Hujan dan matahari yang silih berganti sejak kemarin siang tak menghalangi penghormatan mereka kepada sang Ratu yang telah bertakhta sejak 1952 tersebut. Susan Clover, seorang nenek empat cucu yang hadir di sana, mengaku tak pernah lupa saat orang tunya khusus membeli televisi untuk menyaksikan siaran hitam putih penobatan Elizabeth II pada 1953. "Ratu adalah bagian dari kehidupan kami. Ia akan selalu ada dihati kami," kata Susan. (Yetede)









