;
Tags

Internasional

( 1384 )

UNI EROPA-INDONESIA, CEPA, Kunci Pembuka Potensi

KT3 21 Sep 2022 Kompas

Selama bertahun-tahun, Indonesia bukan mitra ekonomi utama Uni Eropa (UE) di Asia Tenggara. Negara-negara dengan kapasitas ekonomi di bawah Indonesia justru menjadi mitra dagang utama UE. Komisioner Perdagangan UE Valdis Dombrovskis meyakini, hubungan ekonomi Brussels-Jakarta bisa lebih besar lagi. Salah satu kebutuhan untuk mencapai itu adalah penyelesaian Kesepakatan Kerja Sama Ekonomi Menyeluruh (CEPA) Indonesia-UE, katanya di Jakarta, Selasa (20/9). Penyelesaian perundingan CEPA menjadi salah satu prioritas UE di Indonesia. Selain dengan Indonesia, UE sedang merundingkan perjanjian dagang dengan Australia dan Selandia Baru. Setelah 11 putaran perundingan, belum ada tanda CEPA Indonesia-UE akan disepakati. UE berharap perundingan bisa tuntas paling telat semester I-2024.

Dengan total PDB 19 triliun USD, volume perdagangan barang dan jasa Indonesia-UE pada 2020 hanya 26,3 miliar USD. Dengan kata lain, volume perdagangan Brussels-Jakarta tidak sampai 0,2 % gabungan PDB Indonesia-UE. Bagi UE, masalah dalam hubungan dagang dengan Indonesia bukan hanya kecil jumlahnya. Selama bertahun-tahun, Indonesia selalu mencatat surplus dari perdagangan barang dan jasa dengan UE. Kedepan, UE berharap hubungan lebih berimbang. Dombrovskis meyakini, CEPA Indonesia-UE akan membuka potensi lebih besar setelah disahkan. PDB Indonesia diperkirakan bisa bertambah 5,2 miliar euro pertahun. Sebaliknya bagi UE, akan ada potensi pertambahan 3,1 miliar euro per tahun. Ekspor Indonesia ke UE ditaksir akan meningkat sampai 18 % per tahun. (Yoga)


As Akan Membela Taiwan jika Diserang

KT1 20 Sep 2022 Investor Daily (H)

WASHINGTON, ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Minggu (18/9) mengatakan pasukan AS akan membela Taiwan jika menghadapi invasi Tiongkok. Akan tetapi Gedung Putih menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah AS terhadap Tiongkok menyangkut Taiwan tidak berubah. “Ya jika ada serangan luar biasa,” ujar Biden, menjawab pertanyaan apakah pasukan AS akan membela Taiwan, saat diwawancara pada program “60 Minutes” di CBS, yang dilansir AFP, Senin (19/9). Bukan kali ini saja Biden menyatakan pasukan AS akan ambil bagian bilamana terjadi perang antara Tiongkok dan Taiwan. Dan Gedung Putih kemudian segera memberikan pernyataan klarifikasi. Komentar Biden tentang ini yang sebelumnya adalah saat melawat ke Jepang pada Mei 2022. Ketika itu, Biden juga ditanya apakah akan mengkomitmenkan pasukan AS kepada situasi seperti itu. “Ya, itu komitmen kami,” ujar dia. AS memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan pada 1979. Karena mengalihkan pengakuan kepada Pemerintah Tiongkok sebagai satu-satunya perwakilan Tiongkok. Tapi pada saat yang sama, AS tetap mempertahankan tegas tapi juga halus dalam mendukung. (Yetede)

Arab Saudi Ikut Beli Minyak Rusia

KT3 20 Sep 2022 Kompas

Raksasa minyak dunia, Arab Saudi, ternyata ikut membeli minyak Rusia. Riyadh juga menanamkan triliunan rupiah di sejumlah perusahaan minyak Moskwa. Dilaporkan The New York Times dan CNN, Senin (19/9) Arab Saudi membeli BBM dari Rusia. Dilaporkan lembaga kajian riset komoditas, Kpler, Arab Saudi membeli rata-rata 50.000 barel BBM per hari dari Rusia. Bahkan, sepanjang Juli 2022, Riyadh membeli sampai 76.000 barel BBM per hari dari Moskwa. Hampir seluruh BBM Rusia dipakai Arab Saudi untuk mengoperasikan pembangkit listriknya. Dengan membeli BBM dari Rusia, Arab Saudi bisa menjual BBM dan minyak mentahnya ke negara lain. Seperti kepada China dan India, menurut Kpler, Rusia juga memberi diskon untuk Arab Saudi. Oleh karena itu, lebih untung bagi Arab Saudi untuk menjual minyaknya dan membeli BBM dari Rusia. Dengan asumsi harga rata-rata 90 USD per barel, Riyadh membayar rata-rata 4,5 juta USD per hari ke Rusia. Pada harga itu, Arab Saudi membayar rata-rata 135 juta USD per bulan ke Rusia.

Bukan hanya membeli minyak, Arab Saudi juga memasukkan uang ke industri minyak Rusia lewat investasi. Kingdom Holding Company (KHC), perusahaan investasi Arab Saudi yang dikendalikan Pangeran Waleed bin Talal, menanamkan 526 juta USD ke Gazprom, Rosneft and Lukoil. Public Investment Fund, lembaga investasi milik Pemerintah Arab Saudi dan dikendalikan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), mempunyai 16,87 % saham KHC. Sampai sekarang, Putra Mahkota Arab Saudi itu tidak kunjung mengecam Rusia selepas perang Rusia-Ukraina meletus. Independen Mantan Duta Besar AS di Riyadh Robert W Jordan mengatakan, MBS bukan membela Rusia dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pangeran itu hanya berusaha menunjukkan ia dan kerajaan independen dari AS. (Yoga)


Kelemahan Intelijen Rusia Jadi Titik Balik Ukraina

KT1 16 Sep 2022 Investor Daily (H)

PARIS, ID – Para analis mengatakan bahwa intelijen militer Rusia gagal lagi dalam mengantisipasi serangan balasan kilat Ukraina. Kegagalan ini berpotensi menjadi titik balik perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia dan sekali lagi menyoroti kelemahan intelijen Rusia dalam berperang. “Ini adalah kegagalan intelijen militer Rusia yang sangat besar, fakta bahwa mereka tidak melihat telah terjadi peningkatan ini. Intelijen militer Rusia benar-benar mengacaukan ini,” ujar Michael Kofman, ilmuwan peneliti senior di program studi Center for Naval Analyses Russia, yang dilansir AFP. Laporan menyebutkan, desakan itu terjadi setelah konflik yang berlangsung lebih dari setengah tahun dan masih menemui semacam jalan buntu selama musim panas. Padahal pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina, tetapi gagal membuat kemajuan  lebih jauh. “Rusia gagal mengantisipasi desakan
Ukraina,” kata Pierre Grasser, seoran sejarawan hubungan internasional dan peneliti di Lembaga Sirice yang berlokasi di Paris, Prancis. Ditambahkan oleh Grasser bahwa Ukraina telah diuntungkan dengan melakukan taktik tipuan besar-besaran, yakni membuat serangan balik di selatan sebelum meluncurkan yang lebih besar di timur laut. ((Yetede)

China Beri Insentif Perdagangan ke Afghanistan

KT3 13 Sep 2022 Kompas

Beijing membebaskan bea masuk terhadap 98 % komoditas ekspor Afghanistan ke China. China juga mulai mengoperasikan jaringan kereta barang ke dan dari Afghanistan melewati Xinjiang mulai September 2022. Kereta itu juga akan melewati Kazakhstan dan Uzbekistan. ”Kami telah mencapai kesepakatan dengan tiga negara, juga dengan perusahaan swasta,” kata Kepala ARA Bakht Rahman Sharaft, sebagaimana dilaporkan Tolo News, Minggu (11/9) malam waktu Kabul. (Yoga)

Terbenam Bersama Kematian Sang Ratu

KT1 10 Sep 2022 Tempo (H)

Para pelayat yang umumnya warga London berkerumun di kediaman resmi mendiang Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham di London. Mereka banyak diantaranya membawa dan meletakkan  karangan bunga di pelataran jalan-bergabung untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Ratu terlama di Inggris itu beberapa saat setelah sang Ratu diumumkan tutup usia. Tak lama. spontan para pelayat menyanyikan lagu God Save the King. Nyanyian para pelayat itu seolah-olah juga menandakan awal pemerintahan Raja Charles III. Pangeran Charles otomatis menjadi Raja Inggris setelah Ratu Elizabeth II wafat di usia 96 tahun pada Kamis, 8 September 2022. Putra sulung kelahiran 14 November 1948 itu mendapat gelar Raja Charles III. Dia menjadi kepala negara dari 14 kerajaan lain. Sama seperti mending Ibunya, Raja Charles III juga menggunakan nama baptisnya saat dinobatkan menjadi penguasa Kerajaan Inggris. Sejak naik tahta pada 16 Februari 1952, potret Ratu Elizabeth II ada di prangko, koin, dan uang kertas Inggris. Inisialnya juga menghiasi kotak pos, seragam, dan papan nama pemerintah diseluruh negeri. (Yetede)

Pekan Kelam Tanah Britania

KT1 10 Sep 2022 Tempo (H)

Jane Thompson berdiri diam menatap kerumunan orang didepan Istana Buckingham, London, Inggris kemarin. Penghuni utama bangunan megah tersebut Ratu Elizabeth II, sudah tiada. Jane menyebutnya sebagai "Ibu Negeri". Bukan hanya Ratu sebuah kerajaan, yang bisa ditelusuri keberadaannya sebelum abad pertengahan. Sekalipun jasad mendiang Ratu Elizabeth II masih disemayamkan di Puri Balmoral, tempat ia menutup mata, terpisah sejauh jarak Jakarta-Surabaya dari Istana Buckingham, Jane datang untuk mneyampaikan rasa hormatnya. Antrean mereka yang ingin meletakkan karangan bunga mengular panjang. Hujan dan matahari yang silih berganti  sejak kemarin siang tak menghalangi penghormatan mereka kepada sang Ratu yang telah bertakhta  sejak 1952 tersebut. Susan Clover, seorang nenek empat cucu yang hadir di sana, mengaku tak pernah lupa saat orang tunya khusus membeli televisi untuk menyaksikan siaran hitam putih penobatan Elizabeth II pada 1953. "Ratu adalah bagian dari kehidupan kami. Ia akan selalu ada dihati kami," kata Susan. (Yetede)

Tujuh Dekade Menginspirasi Dunia

KT1 10 Sep 2022 Tempo (H)

Kepergian Ratu Elizabeth II menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi Ratu Inggris, tapi juga bagi seluruh dunia. Sang Ratu meninggal pada Kamis, 8 September 2022, pukul 18.30. di Puri Balmoral, Skontlandia. Selama 70 tahun bertakhta, Elizabeth II telah membawa kerajaan beradaptasi dengan dunia modern. Wanita kelahiran 21 April 1926 itu mendobrak stigma kerajaan yang sarat akan konservatisme dan tertutup menjadi lebih terbuka. Sebagai kepala negara, Elizabeth II berkontribusi besar dalam memainkan peran simbolik politik luar negeri Inggris. Ia tetap peka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan, seperti kebencanaan, perubahan iklim, serta pendidikan. Semasa hidupnya, ia telah mengunjungi 117 negara, termasuk Indonesia pada 14 Maret 1974. Kala itu, selain itu bertemu dengan Presiden Soeharto, Ratu menemui Sultan Hamengku Buwono IX di Yogyakarta, lalu berangkat ke Bali. (Yetede)

Kerajaan Inggris, Tak Sekadar Bunga untuk Sang Ratu

KT3 10 Sep 2022 Kompas (H)

Wafatnya Ratu Elizabeth II menorehkan duka mendalam bagi warga Kerajaan Inggris. Mereka mengenang Sang Ratu dengan penuh cinta, diiringi harapan akan masa depan kerajaan di era raja yang baru. Buket bunga berwarna-warni tergeletak mengelilingi tiang putih penopang bendera Inggris Raya yang berkibar di Puri Balmoral, Aberdeen, Skotlandia, Jumat (9/9). Tak hanya meletakkan bunga, seorang pria bahkan berhenti dan berdiri memandangi kibaran bendera itu selama lebih dari lima menit. ”Pagi ini saya menyempatkan membeli bunga putih, menaruhnya di bawah tiang bendera, dan berdiri selama 10 menit di sana. Saya sungguh sedih,” kata Michael Painter (68) saat ditemui di Marischal College, Aberdeen. Setelah memberikan penghormatan di tiang bendera, dia berencana pulang ke rumahnya yang berjarak 77 km dari Puri Balmoral dan menyalakan tv demi memperoleh kabar terbaru tentang wafatnya Ratu Elizabeth II. Keesokan harinya, dia berniat mengikuti ibadah di gereja untuk mendoakan Ratu.

Di tempat lain, mahasiswa S-2 program studi hubungan internasional di University of Glasgow, Andrew,  menaruh hormat kepada Sang Ratu karena telah menunjukkan upaya dalam gerakan derma. ”Meskipun demikian, eksistensi kerajaan yang tidak berdampak signifikan pada perbaikan kehidupan masyarakat tetap perlu menjadi sorotan monarki,” ujarnya. Kerajaan Inggris mengumumkan secara resmi wafatnya Ratu Elizabeth II yang bertakhta selama tujuh dekade pada Kamis (8/9) pukul 18.30. Keluarga kerajaan mendatangi Puri Balmoral di Aberdeenshire melalui Bandara Internasional Aberdeen. Melalui situs resmi pemerintahan, Lord Provost of Aberdeen sekaligus Queen’s Lord-Lieutenant David Cameron menyatakan, Aberdeen cukup beruntung memiliki ikatan kuat dengan Ratu melalui sejumlah kunjungan. Dia menambahkan, takhta Ratu Elizabeth menjadi sumber stabilitas di tengah perubahan yang begitu cepat.

Direncanakan, jenazah Ratu Elizabeth II akan dibawa ke Edinburgh, Skotlandia. Untuk menjaga ketertiban, pemerintah setempat mengumumkan penutupan sejumlah ruas jalan di ibu kota Skotlandia tersebut. Pada Jumat pukul 13.00 waktu London, Inggris, petugas melepaskan tembakan penghormatan sebanyak 96 kali, menandakan rentang usia Ratu Elizabeth II sebelum wafat. Setiap tembakan dilepaskan dari arah Hyde Park yang berjarak 500 meter dari Istana Buckingham. Warga mendengarkan suara tembakan ini dalam suasana hening. Dengan wafatnya Ratu Elizabeth II, perannya diteruskan oleh anak pertama, Charles, yang sekarang menjadi Raja Charles III. Warga Inggris menantikan sepak terjang penerus Ratu Elizabeth. Mereka juga mengatakan harus membiasakan diri dengan Raja Charles III. ”Kami harus membiasakan diri dengan penerusnya, Raja Charles III. Setelah dipimpin selama 70 tahun oleh Ratu Elizabeth, pasti tidak mudah untuk menggantikan perannya,” kata Sandra, warga Inggris yang tinggal di Luton. Ia menuturkan, raja atau ratu Inggris adalah simbol Kerajaan Inggris. Siapa pun yang menempati posisi itu tidak akan terlalu berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Namun, ia berharap Raja Charles III bisa menjalankan tugas dengan lebih baik.  (Yoga)


Pilihan Editor