;
Tags

Internasional

( 1369 )

AS Coba Kejar Laju China

KT3 09 Sep 2022 Kompas

AS berupaya mengimbangi pengaruh ekonomi China di Indo-Pasifik dengan inisiatif Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Para menteri terkait dari AS dan 13 negara partisipan mengadakan negosiasi selama dua hari di Los Angeles, 8-9 September 2022. Pertemuan tersebut akan mencakup empat area, yakni perdagangan dan aliran data, standar lingkungan hidup dan buruh, rantai pasok, dan upaya anti korupsi. Perwakilan Dagang AS Katherine Tai dan Mendag AS Gina Raimondo memimpin negosiasi. Hadir mewakili Indonesia Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

IPEF adalah prakarsa ekonomi yang diluncurkan Presiden AS Joe Biden di Tokyo pada 23 Mei 2022. IPEF beranggotakan 14 negara. Indonesia mengonfirmasi partisipasinya pada 17 Mei 2022. Selain AS, anggota IPEF meliputi Australia, Brunei, Fiji, India, Indonesia, Jepang, Korsel, Malaysia, Selandia Baru, Filipina,  Singapura, Thailand, dan Vietnam. Secara agregat, blok kerja sama ini mewakili 40 PDB dunia. Sehari sebelum pertemuan, Tai bahkan menyebut bahwa tak ada potongan tarif yang akan ditawarkan AS dalam negosiasi itu. Sementara China bersama negara-negara ASEAN, Australia, Jepang, Korsel dan Selandia Baru telah membentuk Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Mewakili 31 persen PDB dunia, blok kerja sama ekonomi yang mulai efektif berlaku per 1 Januari 2022 ini menawarkan peniadaan tarif dan hambatan non-tarif. (Yoga)


OPEC+ Pangkas Produksi

KT3 07 Sep 2022 Kompas

Arab Saudi dan para produsen minyak ”menantang” Amerika Serikat dan enam sekutunya di G7,  berbentuk pemangkasan produksi setelah G7 berencana membatasi harga minyak Rusia. China juga menentang rencana pembatasan harga itu. Saudi Press Agency dan Arab News, Senin (5/9) malam waktu Riyadh atau Selasa dini hari WIB, melansir, produksi minyak pada Oktober 2022 akan dipangkas 100.000 barel per hari. Pemangkasan setara kenaikan yang ditawarkan OPEC+ awal Agustus 2022. Pengumuman OPEC+ diungkap tidak sampai sepekan setelah G7 memastikan akan membatasi harga minyak Rusia. Rusia menjadi mitra utama OPEC, organisasi negara produsen minyak, meski belum menjadi anggota. Rusia bisa mendapat posisi itu karena memasok 10 % kebutuhan minyak global. Lantaran kapasitas produksinya, Rusia selalu diajak OPEC membahas perkembangan pasar minyak global.

Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman diketahui sebagai orang pertama yang mendorong pemangkasan produksi. Menurut dia, pasar minyak sudah gila dan tidak sesuai kenyataan. Uni Emirat Arab dan Sudan mendukung keinginan Arab Saudi memangkas produksi minyak. Jubir Kemenlu China Mao Ning mengatakan, Beijing menentang keputusan G7. ”Minyak penting untuk memastikan keamanan energi global. Kami berharap negara-negara memberikan upaya yang membangun, bukan malah melakukan hal sebaliknya,” katanya. Peneliti pada Bruegel Institute, Georg Zachmann, telah memperingatkan potensi sikap OPEC+ atas keputusan G7. OPEC tidak pernah suka pembatasan harga. Sejak dulu, produksi cenderung dikurangi saat harga terpangkas. (Yoga)


Liz Truss Menghadapi Badai

KT3 07 Sep 2022 Kompas

Liz Truss mesti bersiap dan bergegas menghadapi badai yang menerjang perekonomian dunia, termasuk Inggris. Perang Rusia-Ukraina yang pecah sejak setengah tahun lalu tidak kunjung usai. Harga pangan dan energi naik. Inflasi tinggi. Berbagai risiko masih mengintai. Negara Ratu Elizabeth itu juga menghadapi hari-hari penuh gejolak dan tantangan akibat harga-harga yang naik dan inflasi yang meroket. Dalam rilis Kantor Statistik Nasional Inggris, inflasi tahunan per Juli 2022 sebesar 10,1 %, tertinggi sejak tahun 1982. Harga pangan yang naik 12,7 % dalam setahun menjadi penyumbang utama inflasi.

Inflasi diperkirakan masih akan mendaki jika harga energi tidak kunjung turun. Harga energi, yang pasokannya terbatas akibat invasi Rusia ke Ukraina, sudah dua kali lipat dibandingkan Mei 2022. Bank Sentral Inggris, Bank of England, pun menaikkan suku bunga acuan ke 1,75 % untuk membawa inflasi turun ke level 2 %, sesuai target. Dengan proyeksi inflasi menyentuh 13,3 persen pada Oktober 2022, Bank of England diperkirakan masih akan menaikkan lagi suku bunga acuannya. Banyak rumah tangga di Inggris yang tagihannya meningkat.

Ditengah kondisi yang penuh tantangan ini, Elizabeth Mary Truss terpilih sebagai Perdana Menteri (PM) Inggris. Ia otomatis menjadi PM setelah mengalahkan pesaingnya, Rishi Sunak, sebagai pemimpin Partai Konservatif. Truss, yang sebelumnya menjabat Menlu, menggantikan  Boris Johnson yang mundur pada Juli 2022. Setelah Johnson menyatakan pengunduran dirinya, ibu dua anak ini menyingkat kehadirannya dalam pertemuan Menlu G20 di Bali, dan segera kembali ke Inggris. ”Saya akan melakukan langkah berani agar kita bisa melalui kondisi yang sulit ini, menumbuhkan perekonomian, dan membebaskan potensi Inggris,” cuitnya melalui Twitter setelah terpilih. (Yoga)


Redam Gejolak Sosial, Uni Eropa Subsidi Warga

KT3 06 Sep 2022 Kompas

Sejumlah negara anggota Uni Eropa mengucurkan subsidi miliaran euro atau setara ratusan triliun rupiah untuk meredam dampak kenaikan harga-harga di tengah lonjakan kenaikan harga energi. Di sejumlah negara Eropa, kenaikan harga meningkatkan risiko kerusuhan dan aksi protes. Kanselir Jerman Olaf Scholz, Minggu (4/9) mengumumkan insentif tambahan bagi warga di negaranya. Paket itu bernilai 65 miliar euro atau Rp 961,3 triliun. (Yoga)

UE Bergegas Bantu Sektor Industri

KT1 06 Sep 2022 Investor Daily (H)

LONDON, ID – Harga gas Eropa melonjak pada Senin (5/9) sedangkan saham anjlok dan mata uang euro merosot setelah Pemerintah Rusia menghentikan pengiriman gas ke Eropa melalui rute-rute pasokan utama. Negara-negara Uni Eropa (UE) langsung merespons dengan menawarkan paket paket bantuan miliaran dolar AS agar perusahaan-perusahaan listrik tidak kolaps karena kekurangan likuiditas, sekaligus demi melindungi rumah tangga dari lonjakan tagihan listrik. Perusahaan negara Rusia, Gazprom, menyatakan tidak akan membuka aliran gas melalui jalur pipa Nord Stream 1 karena ada kerusakan pada satu turbin.
Eropa pun menuding Rusia menggunakan pasokan energi sebagai pembalasan atas sanksi-sanksi Barat yang dijatuhkan terhadap Negeri Beruang Merah atas invasinya ke Ukraina. Sebaliknya, Rusia mengatakan Barat telah melancarkan perang ekonomi dan sanksi-sanksinya sudah menghambat operasional pipa gas Finlandia sendiri mengambil langkah dengan menawarkan 10 miliar euro (US$ 10 miliar), sedangkan otoritas Swedia menyediakan 250 miliar crown (US$ 23 miliar) dalam bentik jaminan likuiditas untuk perusahaan. (Yetede)

Pengaruh Energi Rusia di UE Segera Berakhir

KT1 03 Sep 2022 Investor Daily

LONDON, ID – Para analis energi dan politik mengungkapkan bahwa ketergantungan Uni Eropa (UE) terhadap energi, khususnya gas dari Rusia, sepertinya bakal segera berakhir. Jika terwujud dapat mengurangi risiko gangguan pasokan, mengingat banyak yang khawatir Rusia bisa saja menghentikan total pengiriman gas selama musim dingin nanti. Menurut laporan, ekspor gas Rusia ke Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah turun tajam. Padahal Rusia sudah sejak lama menjadi pemasok energi terbesarnya. Penurunan ekspor gas tersebut semakin memperparah perselisihan antara UE dan Rusia, serta memperburuk risiko resesi dan kekurangan gas di musim dingin. Pihak berwenang Rusia mengatakan alasan dibalik pengurangan pengiriman adalah karena alat yang rusak atau tertundanya kedatangan perangkat yang diperlukan. Tetapi para pembuat kebijakan Eropa menganggap pemangkasan pasokan tersebut sebagai manuver politk yang dirancang untuk menebar ketidakpastian kepada 27 negara dalam blok UE, dan meningkatkan harga energi di tengah serangan Negeri Beruang Merah ke Ukraina. (Yetede)

Inflasi di Zona Euro ”Terbang ke Bulan”

KT3 02 Sep 2022 Kompas

Inflasi di zona euro terus meroket dan mencatatkan rekor demi rekor baru. Mengerek naik suku bunga sebagai salah satu obat masih jadi perdebatan di sejumlah negara. Inflasi di zona euro mencapai 9,1  % pada Agustus 2022. Pada Juli, inflasi zona euro mencapai 8,9 %. Inflasi pada Agustus sudah empat kali lebih dari target inflasi 2 %. Bulan depan kemungkinan inflasi di zona euro akan melebihi 10 %. Demikian informasi dari Eurostat, Rabu (31/8). Inflasi di Jerman juga naik ke level tertinggi dalam 50 tahun terakhir, yakni 8,8 % pada Agustus atau naik dari 8,5 % pada Juli.

Pada Agustus, inflasi di Italia sudah mencapai 9 % dan Spanyol 10,3 %. Inflasi di Estonia, Lituania, dan Latvia masing-masing 25,2 %, 21,1 %, dan 20,8 %. Ekonom dari Capital Economics, Jack Allen-Reynolds, mengingatkan, inflasi zona euro bisa di atas 10 % pada akhir 2022. ”Perkembangan itu menjadi dorongan bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga,” kata ekonom VP Bank, Thomas Gitzel. Presiden Bank Sentral Jerman Joachim Nagel juga menyatakan perkembangan itu mendorong ECB menaikkan suku bunga. (Yoga)


Menperin: Industri Nasional Hadapi Tantangan Global dan Domestik

KT1 01 Sep 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri nasional tengah menghadapi dua tantangan yaitu tantangan global dan tantangan domestik.Tantangan global di antaranya bersumber dari dampak perang Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan dua persoalan utama, yakni krisis pangan dan krisis energi. Sedangkan untuk tantangan domestik, terdapat tiga isu utama yakni rendahnya belanja hasil produksi dalam negeri, kebijakan hilirisasi industri yang masih bergerak lambat, transformasi otomatisasi dan digitalisasi revolusi industri 4.0 yang tidak merata baik dari sisi sektoral maupun skala  industri “Terkait dengan krisis pangan, perang Rusia-Ukraina telah menyebabkan munculnya tiga isu, yaitu berkurangnya pasokan komoditi pangan seperti gandum dan minyak nabati,” kata Menperin dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (31/8/2022). (Yetede)

Negara-negara G20 Didesak Bahas Isu Perlindungan Pekerja Migran

KT3 01 Sep 2022 Kompas

Kelompok masyarakat sipil menyatakan, isu perlindungan pekerja migran perlu menjadi topik pembahasan dalam pertemuan menaker negara-negara G20 yang akan diselenggarakan diBali pada 14 September 2022. Presidensi G20 Indonesia 2022 diharapkan mampu mengadvokasi  persoalan tersebut. Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo, Rabu (31/8) menilai, isu pekerja migran belum mendapat pembahasan serius dalam lima kali pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20. Hal ini ironis mengingat presidensi G20 Indonesia mengusung misi ”Bangkit Bersama” seusai pandemi Covid-19. ”Pekerja migran kelompok paling terdampak pandemi,” kata Wahyu dalam diskusi daring bertajuk ”Menuju Pertemuan Menaker Negara-negara G20”.

Pandemi Covid-19 membuat ratusan ribu pekerja migran Indonesia kehilangan pekerjaan. Namun, setelah pulang ke TanahAir, mereka juga tidak mendapat akses bantuan sosial, misalnya subsidi upah. Menurut Wahyu, pembahasan isu perlindungan pekerja migran juga perlu didorong karena angka perdagangan orang semakin meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda. Ketua Aliansi Migran Internasional Eni Lestari berharap pertemuan negara-negara G20 di Bali nanti dapat melahirkan reformasi kebijakan yang implementasinya bermanfaat bagi pekerja migran. Oleh karena itu, negara-negara G20 didorong membahas masalah-masalah yang nyata, seperti jaminan sosial bagi pekerja migran dan mekanisme penanganan kasus lintas negara. (Yoga)


Mikhail Gorbachev, (1931-2022) Selamat Jalan Pengubah Sejarah

KT3 01 Sep 2022 Kompas (H)

Kepergian Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet terakhir, begitu diratapi di dunia Barat, Rabu (31/8). Berbeda di Rusia, yang menerima kabar kematiannya dengan dingin. Perbedaan suasana kebatinan ini tak lepas dari persepsi atas legasi yang ditinggalkannya. Gorbachev, sosok yang mengubah jalan sejarah dunia dan membawa Perang Dingin berakhir dengan damai, nyaris tanpa gejolak, meninggal dalam usia 91 tahun, Selasa (30/8). Ia meninggal karena sakit setelah mendapat perawatan di rumah sakit di Moskwa, Rusia. Lahir di Privolnoye, Rusia, 2 Maret 1931, dan tumbuh sebagai loyalis Partai Komunis, Gorbachev sangat dihormati di Barat dan bahkan dianggap sebagai pahlawan. Saat Uni Soviet di bawah kepemimpinannya, ketegangan antara negara-negara Barat yang menganut ideologi demokrasi dan negara-negara blok Timur yang memeluk ideologi komunis mereda.

Pada era Gorbachev pula ketegangan yang berujung perlombaan senjata nuklir antara Uni Soviet dan AS meredup. Pada 1990, Gorbachev menerima penghargaan Nobel Perdamaian ”atas peran yang dimainkannya dalam perubahan-perubahan radikal dalam hubungan Barat-Timur”. Ia, misalnya, menegosiasikan pakta senjata nuklir dengan Presiden AS Ronald Reagan. Saat Tembok Berlin, pemisah Jerman Timur yang komunis dan Jerman Barat yang liberal, runtuh tahun 1989, ia tidak mengerahkan tentara Soviet. Ia juga menarik pasukan Soviet dari Afghanistan. Ia telah memperlihatkan, demikian kata mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, bagaimana ”seorang negarawan mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.

Dua kebijakan Gorbachev adalah glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi atau reformasi). Melalui rumusan kebijakan-kebijakannya itu, ia ingin merestrukturisasi fondasi masyarakat Soviet dalam upaya membawa negaranya sejajar dengan negara-negara Barat. Namun, bagi Uni Soviet, langkah dan terobosan radikal Gorbachev harus dibayar dengan keruntuhan negara raksasa itu. Pada 25 Desember 1991, ia mundur sebagai Presiden Uni Soviet. Karena itu, sementara sosok dan legasinya dipuji di dunia Barat, bagi kalangan elite atau warga Rusia saat ini, ia dianggap pengkhianat. Kematiannya pun ditanggapi dengan dingin. Presiden Rusia Vladimir Putin membutuhkan waktu 15 jam setelah pengumuman kematian Gorbachev untuk merilis pernyataan belasungkawa. Dalam surat belasungkawanya, Putin menyebut Gorbachev ”seorang politisi yang negarawan yang memiliki dampak sangat besar bagi arah sejarah dunia”. ( Yoga)


Pilihan Editor