;
Tags

Internasional

( 1369 )

Arab Saudi Ikut Beli Minyak Rusia

KT3 20 Sep 2022 Kompas

Raksasa minyak dunia, Arab Saudi, ternyata ikut membeli minyak Rusia. Riyadh juga menanamkan triliunan rupiah di sejumlah perusahaan minyak Moskwa. Dilaporkan The New York Times dan CNN, Senin (19/9) Arab Saudi membeli BBM dari Rusia. Dilaporkan lembaga kajian riset komoditas, Kpler, Arab Saudi membeli rata-rata 50.000 barel BBM per hari dari Rusia. Bahkan, sepanjang Juli 2022, Riyadh membeli sampai 76.000 barel BBM per hari dari Moskwa. Hampir seluruh BBM Rusia dipakai Arab Saudi untuk mengoperasikan pembangkit listriknya. Dengan membeli BBM dari Rusia, Arab Saudi bisa menjual BBM dan minyak mentahnya ke negara lain. Seperti kepada China dan India, menurut Kpler, Rusia juga memberi diskon untuk Arab Saudi. Oleh karena itu, lebih untung bagi Arab Saudi untuk menjual minyaknya dan membeli BBM dari Rusia. Dengan asumsi harga rata-rata 90 USD per barel, Riyadh membayar rata-rata 4,5 juta USD per hari ke Rusia. Pada harga itu, Arab Saudi membayar rata-rata 135 juta USD per bulan ke Rusia.

Bukan hanya membeli minyak, Arab Saudi juga memasukkan uang ke industri minyak Rusia lewat investasi. Kingdom Holding Company (KHC), perusahaan investasi Arab Saudi yang dikendalikan Pangeran Waleed bin Talal, menanamkan 526 juta USD ke Gazprom, Rosneft and Lukoil. Public Investment Fund, lembaga investasi milik Pemerintah Arab Saudi dan dikendalikan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), mempunyai 16,87 % saham KHC. Sampai sekarang, Putra Mahkota Arab Saudi itu tidak kunjung mengecam Rusia selepas perang Rusia-Ukraina meletus. Independen Mantan Duta Besar AS di Riyadh Robert W Jordan mengatakan, MBS bukan membela Rusia dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pangeran itu hanya berusaha menunjukkan ia dan kerajaan independen dari AS. (Yoga)


Kelemahan Intelijen Rusia Jadi Titik Balik Ukraina

KT1 16 Sep 2022 Investor Daily (H)

PARIS, ID – Para analis mengatakan bahwa intelijen militer Rusia gagal lagi dalam mengantisipasi serangan balasan kilat Ukraina. Kegagalan ini berpotensi menjadi titik balik perjuangan Ukraina melawan invasi Rusia dan sekali lagi menyoroti kelemahan intelijen Rusia dalam berperang. “Ini adalah kegagalan intelijen militer Rusia yang sangat besar, fakta bahwa mereka tidak melihat telah terjadi peningkatan ini. Intelijen militer Rusia benar-benar mengacaukan ini,” ujar Michael Kofman, ilmuwan peneliti senior di program studi Center for Naval Analyses Russia, yang dilansir AFP. Laporan menyebutkan, desakan itu terjadi setelah konflik yang berlangsung lebih dari setengah tahun dan masih menemui semacam jalan buntu selama musim panas. Padahal pasukan Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina, tetapi gagal membuat kemajuan  lebih jauh. “Rusia gagal mengantisipasi desakan
Ukraina,” kata Pierre Grasser, seoran sejarawan hubungan internasional dan peneliti di Lembaga Sirice yang berlokasi di Paris, Prancis. Ditambahkan oleh Grasser bahwa Ukraina telah diuntungkan dengan melakukan taktik tipuan besar-besaran, yakni membuat serangan balik di selatan sebelum meluncurkan yang lebih besar di timur laut. ((Yetede)

China Beri Insentif Perdagangan ke Afghanistan

KT3 13 Sep 2022 Kompas

Beijing membebaskan bea masuk terhadap 98 % komoditas ekspor Afghanistan ke China. China juga mulai mengoperasikan jaringan kereta barang ke dan dari Afghanistan melewati Xinjiang mulai September 2022. Kereta itu juga akan melewati Kazakhstan dan Uzbekistan. ”Kami telah mencapai kesepakatan dengan tiga negara, juga dengan perusahaan swasta,” kata Kepala ARA Bakht Rahman Sharaft, sebagaimana dilaporkan Tolo News, Minggu (11/9) malam waktu Kabul. (Yoga)

Terbenam Bersama Kematian Sang Ratu

KT1 10 Sep 2022 Tempo (H)

Para pelayat yang umumnya warga London berkerumun di kediaman resmi mendiang Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham di London. Mereka banyak diantaranya membawa dan meletakkan  karangan bunga di pelataran jalan-bergabung untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Ratu terlama di Inggris itu beberapa saat setelah sang Ratu diumumkan tutup usia. Tak lama. spontan para pelayat menyanyikan lagu God Save the King. Nyanyian para pelayat itu seolah-olah juga menandakan awal pemerintahan Raja Charles III. Pangeran Charles otomatis menjadi Raja Inggris setelah Ratu Elizabeth II wafat di usia 96 tahun pada Kamis, 8 September 2022. Putra sulung kelahiran 14 November 1948 itu mendapat gelar Raja Charles III. Dia menjadi kepala negara dari 14 kerajaan lain. Sama seperti mending Ibunya, Raja Charles III juga menggunakan nama baptisnya saat dinobatkan menjadi penguasa Kerajaan Inggris. Sejak naik tahta pada 16 Februari 1952, potret Ratu Elizabeth II ada di prangko, koin, dan uang kertas Inggris. Inisialnya juga menghiasi kotak pos, seragam, dan papan nama pemerintah diseluruh negeri. (Yetede)

Pekan Kelam Tanah Britania

KT1 10 Sep 2022 Tempo (H)

Jane Thompson berdiri diam menatap kerumunan orang didepan Istana Buckingham, London, Inggris kemarin. Penghuni utama bangunan megah tersebut Ratu Elizabeth II, sudah tiada. Jane menyebutnya sebagai "Ibu Negeri". Bukan hanya Ratu sebuah kerajaan, yang bisa ditelusuri keberadaannya sebelum abad pertengahan. Sekalipun jasad mendiang Ratu Elizabeth II masih disemayamkan di Puri Balmoral, tempat ia menutup mata, terpisah sejauh jarak Jakarta-Surabaya dari Istana Buckingham, Jane datang untuk mneyampaikan rasa hormatnya. Antrean mereka yang ingin meletakkan karangan bunga mengular panjang. Hujan dan matahari yang silih berganti  sejak kemarin siang tak menghalangi penghormatan mereka kepada sang Ratu yang telah bertakhta  sejak 1952 tersebut. Susan Clover, seorang nenek empat cucu yang hadir di sana, mengaku tak pernah lupa saat orang tunya khusus membeli televisi untuk menyaksikan siaran hitam putih penobatan Elizabeth II pada 1953. "Ratu adalah bagian dari kehidupan kami. Ia akan selalu ada dihati kami," kata Susan. (Yetede)

Tujuh Dekade Menginspirasi Dunia

KT1 10 Sep 2022 Tempo (H)

Kepergian Ratu Elizabeth II menimbulkan duka mendalam, tidak hanya bagi Ratu Inggris, tapi juga bagi seluruh dunia. Sang Ratu meninggal pada Kamis, 8 September 2022, pukul 18.30. di Puri Balmoral, Skontlandia. Selama 70 tahun bertakhta, Elizabeth II telah membawa kerajaan beradaptasi dengan dunia modern. Wanita kelahiran 21 April 1926 itu mendobrak stigma kerajaan yang sarat akan konservatisme dan tertutup menjadi lebih terbuka. Sebagai kepala negara, Elizabeth II berkontribusi besar dalam memainkan peran simbolik politik luar negeri Inggris. Ia tetap peka terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan, seperti kebencanaan, perubahan iklim, serta pendidikan. Semasa hidupnya, ia telah mengunjungi 117 negara, termasuk Indonesia pada 14 Maret 1974. Kala itu, selain itu bertemu dengan Presiden Soeharto, Ratu menemui Sultan Hamengku Buwono IX di Yogyakarta, lalu berangkat ke Bali. (Yetede)

Kerajaan Inggris, Tak Sekadar Bunga untuk Sang Ratu

KT3 10 Sep 2022 Kompas (H)

Wafatnya Ratu Elizabeth II menorehkan duka mendalam bagi warga Kerajaan Inggris. Mereka mengenang Sang Ratu dengan penuh cinta, diiringi harapan akan masa depan kerajaan di era raja yang baru. Buket bunga berwarna-warni tergeletak mengelilingi tiang putih penopang bendera Inggris Raya yang berkibar di Puri Balmoral, Aberdeen, Skotlandia, Jumat (9/9). Tak hanya meletakkan bunga, seorang pria bahkan berhenti dan berdiri memandangi kibaran bendera itu selama lebih dari lima menit. ”Pagi ini saya menyempatkan membeli bunga putih, menaruhnya di bawah tiang bendera, dan berdiri selama 10 menit di sana. Saya sungguh sedih,” kata Michael Painter (68) saat ditemui di Marischal College, Aberdeen. Setelah memberikan penghormatan di tiang bendera, dia berencana pulang ke rumahnya yang berjarak 77 km dari Puri Balmoral dan menyalakan tv demi memperoleh kabar terbaru tentang wafatnya Ratu Elizabeth II. Keesokan harinya, dia berniat mengikuti ibadah di gereja untuk mendoakan Ratu.

Di tempat lain, mahasiswa S-2 program studi hubungan internasional di University of Glasgow, Andrew,  menaruh hormat kepada Sang Ratu karena telah menunjukkan upaya dalam gerakan derma. ”Meskipun demikian, eksistensi kerajaan yang tidak berdampak signifikan pada perbaikan kehidupan masyarakat tetap perlu menjadi sorotan monarki,” ujarnya. Kerajaan Inggris mengumumkan secara resmi wafatnya Ratu Elizabeth II yang bertakhta selama tujuh dekade pada Kamis (8/9) pukul 18.30. Keluarga kerajaan mendatangi Puri Balmoral di Aberdeenshire melalui Bandara Internasional Aberdeen. Melalui situs resmi pemerintahan, Lord Provost of Aberdeen sekaligus Queen’s Lord-Lieutenant David Cameron menyatakan, Aberdeen cukup beruntung memiliki ikatan kuat dengan Ratu melalui sejumlah kunjungan. Dia menambahkan, takhta Ratu Elizabeth menjadi sumber stabilitas di tengah perubahan yang begitu cepat.

Direncanakan, jenazah Ratu Elizabeth II akan dibawa ke Edinburgh, Skotlandia. Untuk menjaga ketertiban, pemerintah setempat mengumumkan penutupan sejumlah ruas jalan di ibu kota Skotlandia tersebut. Pada Jumat pukul 13.00 waktu London, Inggris, petugas melepaskan tembakan penghormatan sebanyak 96 kali, menandakan rentang usia Ratu Elizabeth II sebelum wafat. Setiap tembakan dilepaskan dari arah Hyde Park yang berjarak 500 meter dari Istana Buckingham. Warga mendengarkan suara tembakan ini dalam suasana hening. Dengan wafatnya Ratu Elizabeth II, perannya diteruskan oleh anak pertama, Charles, yang sekarang menjadi Raja Charles III. Warga Inggris menantikan sepak terjang penerus Ratu Elizabeth. Mereka juga mengatakan harus membiasakan diri dengan Raja Charles III. ”Kami harus membiasakan diri dengan penerusnya, Raja Charles III. Setelah dipimpin selama 70 tahun oleh Ratu Elizabeth, pasti tidak mudah untuk menggantikan perannya,” kata Sandra, warga Inggris yang tinggal di Luton. Ia menuturkan, raja atau ratu Inggris adalah simbol Kerajaan Inggris. Siapa pun yang menempati posisi itu tidak akan terlalu berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Namun, ia berharap Raja Charles III bisa menjalankan tugas dengan lebih baik.  (Yoga)


Indonesia Dukung IPEF

KT3 10 Sep 2022 Kompas

Pemerintah Indonesia mendukung penuh Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang diprakarsai AS. Sebaliknya, Pemerintah AS pun berkomitmen untuk mendorong investasi lebih besar ke Indonesia. Kesepahaman untuk saling dukung itu mengemuka dalam pertemuan bilateral Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri IPEF for Prosperity, Kamis (8/9) di LA, AS. Pertemuan itu membahas perkembangan penting dalam perundingan IPEF dan upaya meningkatkan kerja sama serta investasi AS ke RI. ”Volume perdagangan bilateral RI-AS ditargetkan 60 Miliar USD. Saat ini baru 37 miliar USD sehingga ada peluang meningkatkan kerja sama kedua negara,” ujar Airlangga.

Airlangga mengingatkan, Indonesia aktif terlibat menginisiasi pembentukan IPEF sejak diluncurkan pada 23 Mei 2022 di Tokyo, Jepang. Indonesia memutuskan secara resmi terlibat dalam semua pilar (empat pilar) yang ditawarkan IPEF, yaitu perdagangan; rantai pasok; energy bersih, dekarbonisasi, dan infrastruktur (ekonomi bersih); serta ekonomi berkeadilan (perpajakan dan antikorupsi). Hal yang dilakukan Indonesia selaras dengan yang diperjuangkan IPEF. Karena itu, Airlangga mendorong AS agar berinvestasi di Indonesia dalam pengembangan ekosistem industri semikonduktor yang merupakan komoditas strategis dan menjadikan Indonesia bagian dari rantai pasoknya, selain baterai nikel mobil listrik. (Yoga)


Timor Leste-Australia Pecah Kongsi

KT3 09 Sep 2022 Kompas

Kerja sama Timor Leste dan Australia terancam oleh pecah kongsi, terutama dalam pengelolaan minyak dan gas di Celah Timor. Tanda-tanda pecah kongsi terlihat jelas dari kritikan terbuka PresidenTimor Leste Ramos Horta ketika berkunjung ke Australia pekan ini. Horta mengkritik Australia dan negara Barat kurang berkontribusi dalam pembangunan negaranya. Sebaliknya Horta menyanjung Indonesia dan China, yang mendukung pembangunan Timor Leste melalui kerja sama perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Ia juga menyebut Jepang dan Korea Selatan sebagai mitra potensial dalam kerja sama ekonomi dan perdagangan. Lebih jauh Horta menilai Australia dan sekutunya menghambat pembangunan Timor Leste, seperti dalam proyek minyak dan gas di Blok Greater Sunrise di Celah Timor. Australia ingin mendikte Timor Leste agar pengolahan minyak dan gas dilakukan di Darwin, Australia. Sebaliknya, Timor Leste menolak karena jarak ke Darwin sekitar 800 km,  sementara ke daratan Timor Leste hanya 200 km. Tentu Timor Leste curiga kepentingan yang disembunyikan Australia di balik keinginan dalam proyek jaringan pipa (pemipaan) ke Darwin.Proyek pemipaan merupakan bisnis menggiurkan bagi Australia.

Mungkin karena tiada jalan keluar dengan Australia, Horta menyinggung kemungkinan mengajak Indonesia, China, Jepang, dan Korsel bermitra dalam mengelola Celah Timor. Proyek Blok Greater Sunrise terkatung-katung sebab perbedaan soal pemipaan. Masalahnya menjadi kian serius sebab Timor Leste sangat kecewa. Tentu menarik jika kritik Horta diletakkan dalam dinamika hubungan Australia-Timor Leste sejak tahun 1980-an, lebih-lebih selama 20 tahun terakhir. Sempat menjadi isu, Australia mendorong dan  mendukung pemisahan Timor Timur dari Indonesia, antara lain karena mengincar palung minyak dan gas Celah Timor. Rupanya bujukan Australia membuat Timor Leste tergiur. Muncul kesan, Timor Leste terus-menerus mendekatkan diri dengan Australia pula. Bukan tidak mungkin pula Australia menginginkan Timor Leste seperti Papua Niugini (PNG), yang sangat tergantung kepadanya. Sebelum menjadi runyam, seperti PNG yang pernah disebut terancam menjadi negara gagal, Timor Leste tampaknya mau mengambil jarak dengan Australia. (Yoga)


Pilihan Editor