;

Mikhail Gorbachev, (1931-2022) Selamat Jalan Pengubah Sejarah

Ekonomi Yoga 01 Sep 2022 Kompas (H)
Mikhail Gorbachev, (1931-2022) Selamat Jalan Pengubah Sejarah

Kepergian Mikhail Gorbachev, pemimpin Uni Soviet terakhir, begitu diratapi di dunia Barat, Rabu (31/8). Berbeda di Rusia, yang menerima kabar kematiannya dengan dingin. Perbedaan suasana kebatinan ini tak lepas dari persepsi atas legasi yang ditinggalkannya. Gorbachev, sosok yang mengubah jalan sejarah dunia dan membawa Perang Dingin berakhir dengan damai, nyaris tanpa gejolak, meninggal dalam usia 91 tahun, Selasa (30/8). Ia meninggal karena sakit setelah mendapat perawatan di rumah sakit di Moskwa, Rusia. Lahir di Privolnoye, Rusia, 2 Maret 1931, dan tumbuh sebagai loyalis Partai Komunis, Gorbachev sangat dihormati di Barat dan bahkan dianggap sebagai pahlawan. Saat Uni Soviet di bawah kepemimpinannya, ketegangan antara negara-negara Barat yang menganut ideologi demokrasi dan negara-negara blok Timur yang memeluk ideologi komunis mereda.

Pada era Gorbachev pula ketegangan yang berujung perlombaan senjata nuklir antara Uni Soviet dan AS meredup. Pada 1990, Gorbachev menerima penghargaan Nobel Perdamaian ”atas peran yang dimainkannya dalam perubahan-perubahan radikal dalam hubungan Barat-Timur”. Ia, misalnya, menegosiasikan pakta senjata nuklir dengan Presiden AS Ronald Reagan. Saat Tembok Berlin, pemisah Jerman Timur yang komunis dan Jerman Barat yang liberal, runtuh tahun 1989, ia tidak mengerahkan tentara Soviet. Ia juga menarik pasukan Soviet dari Afghanistan. Ia telah memperlihatkan, demikian kata mantan Kanselir Jerman Angela Merkel, bagaimana ”seorang negarawan mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.

Dua kebijakan Gorbachev adalah glasnost (keterbukaan) dan perestroika (restrukturisasi atau reformasi). Melalui rumusan kebijakan-kebijakannya itu, ia ingin merestrukturisasi fondasi masyarakat Soviet dalam upaya membawa negaranya sejajar dengan negara-negara Barat. Namun, bagi Uni Soviet, langkah dan terobosan radikal Gorbachev harus dibayar dengan keruntuhan negara raksasa itu. Pada 25 Desember 1991, ia mundur sebagai Presiden Uni Soviet. Karena itu, sementara sosok dan legasinya dipuji di dunia Barat, bagi kalangan elite atau warga Rusia saat ini, ia dianggap pengkhianat. Kematiannya pun ditanggapi dengan dingin. Presiden Rusia Vladimir Putin membutuhkan waktu 15 jam setelah pengumuman kematian Gorbachev untuk merilis pernyataan belasungkawa. Dalam surat belasungkawanya, Putin menyebut Gorbachev ”seorang politisi yang negarawan yang memiliki dampak sangat besar bagi arah sejarah dunia”. ( Yoga)


Download Aplikasi Labirin :