;
Tags

Internasional

( 1352 )

Sepertiga Negara di Dunia Alami Tekanan Ekonomi

HR1 12 Oct 2022 Kontan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut, sepertiga negara di dunia akan mengalami tekanan ekonomi dalam kurun waktu empat hingga enam bulan ke depan. Hal ini dikatakan Menkeu dalam pertemuan bilateral bersama dengan Managing Director International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (11/10). Sri Mulyani menyebut, kondisi itu terjadi karena negara-negara kesulitan di tengah tingginya beban utang, ditambah lemahnya fundamental makroekonomi dan isu stabilitas politik. Menurutnya, tekanan perekonomian tersebut tidak hanya dialami negara berkembang, tapi juga negara maju.

Segera Berkelit dari Risiko Resesi

HR1 12 Oct 2022 Bisnis Indonesia

Risiko terjadinya resesi global pada tahun depan makin kuat se­iring dengan peringatan lembaga internasional yang menggarisbawahi tekanan inflasi di seluruh negara mulai memperlihatkan gradasi kenaikan secara pasti. Peringatan untuk siap menghadapi tantangan resesi kali ini datang dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebutkan adanya risiko kenaikan harga secara umum sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara. IMF sebelumnya memprediksi inflasi negara maju tahun 2022 akan naik hingga 6,6% dan negara-negara berkembang akan berada pada level 9,5% Pernyataan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva atas risiko terjadinya lonjakan inflasi yang lebih cepat dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya ini menggenapi sinyal lampu kuning resesi dari Bank Dunia. Laporan hasil studi Bank Dunia belum lama ini juga telah mewanti-wanti kenaikan suku bunga global yang dilakukan oleh bank sentral secara serentak dapat menimbulkan risiko terjadinya resesi dunia pada tahun 2023. Adapun IMF menduga inflasi tinggi tersebut bakal memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga

Investor Kurangi Investasi pada Obligasi

KT3 07 Oct 2022 Kompas

Akibat kenaikan suku bunga di sejumlah negara, daya tarik investasi pada obligasi berkurang, sehingga para investor global mengurangi dana-dana investasi pada pasar obligasi. Pengurangan ini terjadi di semua kawasan. Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan, penarikan dana investasi berpotensi mengganggu sistem keuangan global. Kantor berita Reuters, Rabu  (5/10), memberitakan, dana-dana investasi global di pasar obligasi menurun drastis selama tiga kuartal I-2022. Ini penurunan terbesar dalam dua dekade terakhir. Penyebabnya adalah rentetan kenaikan suku bunga di banyak negara yang berpotensi mendorong resesi. Hal itu menurunkan kepercayaan investor pada kemampuan bayar para penerbit obligasi. 

Menurut data Refinitiv Lipper, dana-dana investasi pada pasar obligasi turun 175,5 miliar USD selama tiga kuartal I-2022, terbesar sejak 2002. Nilai bersih aset obligasi global juga turun 10,2 %, terbesar sejak 1990. Kenaikan suku bunga menurunkan nilai bersih aset obligasi. Sejumlah pemerintah dan korporasi penerbit obligasi dalam beberapa tahun terakhir gencar memanfaatkan rendahnya suku bunga. Kini para penerbit obligasi tersebut ketiban beban bunga lebih besar. ”Kombinasi tingkat utang yang tinggi dan kenaikan suku bunga telah menurunkan kepercayaan para investor terhadap kemampuan bayar para penerbit obligasi. Ini sekaligus menjadi penyebab penurunan investasi pada pasar obligasi,” kata Jacob Sansbury, CEO Pluto Investing. (Yoga)

Pasokan Minyak Terpangkas

KT3 07 Oct 2022 Kompas

Kondisi perekonomian dunia semakin sulit, akibat berkurangnya pasokan minyak dunia menyusul keputusan pemangkasan produksi minyak hingga 2 juta barel per hari oleh OPEC+. Muncul kekhawatiran, kenaikan harga minyak pasca pemangkasan produksi dapat memperparah inflasi yang kini menggoyahkan ekonomi global. Pada Rabu (5/10) Arab Saudi dan Rusia serta negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC)+ bersepakat memangkas produksi minyak sebesar dua juta barel per hari, setara 2 % produksi minyak global saat ini dan menjadi pemangkasan terbesar sejak pandemi tahun 2020. Pemangkasan tersebut akan diberlakukan mulai November 2022. Dalam konferensi pers seusai pertemuan OPEC+ di Vienna, Austria, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, keputusan pemangkasan produksi minyak itu dipicu tanda-tanda penurunan ekonomi dunia yang bisa memperlemah permintaan dan jatuhnya harga minyak. 

”Kami lebih memilih langkah pencegahan daripada nanti menyesal,” kata Abdulaziz, seperti dikutip The New York Times. ”Keputusan ini didasarkan pada kajian teknis. Kami tidak akan menggunakan (OPEC) sebagai organisasi politik,” ujar Suhail Al-Mazroui, Menteri Energi Uni Emirat Arab, menyangkal tudingan soal politisasi terhadap OPEC+. Keputusan pemangkasan produksi minyak tersebut dibuat saat harga minyak turun dari 120 USD per barel pada tiga bulan lalu menjadi 90 USD per barel. Saat keputusan pemangkasan produksi minyak OPEC+ diumumkan, harga minyak Brent yang menjadi patokan utama internasional naik 1,7 % sebelum ditutup pada 93,37 USD per barel. IHSG sejumlah bursa AS dan Eropa anjlok hingga 1,1 %. Mantan Kepala Departemen Analisis OPEC Hassan Balfakeih menyebutkan, pemangkasan produksi lebih dipicu faktor geopolitik dibandingkan kondisi pasar. (Yoga)

Inflasi AS Membandel

KT3 03 Oct 2022 Investor Daily

Inflasi AS masih tetap membandel, pada Agustus 2022 kenaikan indeks harga konsumen tahunannya 8,3%. Ini sangat mengecewakan konsumen dan pelaku usaha di AS, di tengah kebijakan moneter bank sentral AS (the Fed) yang sangat ketat dengan peningkatan bunga kebijakan (Fed Funds Rate) yang semakin mencekik perekonomian AS maupun global. Sebagaimana disampaikan US Federal Reserve Chair, Jerome Powell dalam per temuan di Jackson Hole, the Fed akan tetap  menekan laju inflasi AS hingga mencapai target 2%. Langkah gubernur bank sentral AS mengendalikan laju inflasi AS dipastikan dengan menekan sisi demand-nya. Akibat dari kebijakan moneter super ketat AS tersebut, mendorong dolar AS semakin menguat hingga mencapai nilai paritasnya terhadap euro dan pounsterling, serta mencapai nilai tertinggi dengan yen selama 20 tahun, yang pada akhirnya menekan inflasi yang dipicu oleh harga barang-barang impor. 

Saat ini melonjaknya inflasi global, khususnya di AS, bukan semata-mata dipicu kenaikan permintaan domestik. Faktor lain yang signifikan mendorong Inflasi di AS adalah tertekannya sisi penawaran, seperti terganggunya rantai produksi global karena China’s restrictive zero-Covid policy, dampak perang Rusia vs Ukraina terhadap harga energi dan makanan, serta peningkatan upah pekerja di AS. Faktor penyebab inflasi yang bersumber dari sisi penawaran tersebut di luar kontrol kebijakan bank sentral AS (the Fed). Akan tetapi uniknya, ekonomi AS berada pada posisi yang secara potensial mampu mengatasi sumber penyebab inflasi dari sisi penawaran tersebut. Sebab, AS masih relatif mandiri dalam kebutuhan energi dan sumber bahan makanannya, berlimpah dengan pekerja migran, kapasitas produksi yang memadai, serta tersedianya sumber kapital yang dibutuhkan untuk meningkatkan sektor manufaktur. (Yoga)

Lis Truss Akui Salah Langkah Dengan Pemangkasan Pajak

KT3 03 Oct 2022 Investor Daily

PM Inggris Liz Truss, Minggu (2/10) mengakui seharusnya mempersiapkan lebih baik sebelum membawa negara pada situasi pemangkasan pajak besar-besaran. Yang direaksi negatif pasar finansial dan digambarkan buruk berita-berita utama media. Kurang dari sebulan menjabat tapi Inggris sudah jatuh ke dalam krisis biaya hidup yang dipicu lonjakan biaya energi dan inflasi, pemimpin Tory atau Partai Konservatif Inggris itu berkukuh bahwa kebijakan fiskalnya itu akan mengembalikan Inggris ke jalur pertumbuhan. Pada konferensi tahunan partai di kota Birmingham, Truss juga berusaha meredam kritik dengan mengatakan akan mengurangi tambahan utang pemerintah, yang diperlukan untuk mendanai pemangkasan pajak untuk orang-orang terkaya. “Saya tetap membela paket yang sudah kami umumkan. Tapi saya menerima bahwa kami seharusnya mempersiapkan lebih baik. Kami memiliki rencana yang jelas untuk menghadapi krisis energi dan mengatasi inflasi, tapi juga membuat perekonomian tumbuh,” ujar Truss kepada BBC TV, seperti dilansir AFP.  (Yoga)

Facebook Berusaha Menahan Kejatuhan Sahamnya

KT3 03 Oct 2022 Investor Daily

Facebook dilaporkan sedang berusaha menahan kejatuhan sahamnya. Setahun lalu saat berubah nama perusahaan jadi Meta, kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 1 triliun. Tapi sejak memuncak pada September 2021, Meta sekarang kehilangan duapertiga valuasinya. Harga sahamnya diperdagangkan di level terendah sejak Januari 2019 dan hampir pasti merugi hingga dua digit persentase dalam tiga kuartal berturut-turut. Bisnis Facebook selama ini dibangun di atas jejaring. Pengguna memperluas Facebook ke kawan-kawan dan kerabat keluarga. Lalu saling memberi tahu kolega atau mengundang teman-teman menjadi pengguna. Akhirnya semua orang berinteraksi di satu wadah bikinan Mark Zuckerberg itu. Iklan kemudian masuk dan menjadi sumber pendapatan dan Facebook mendulang untung sangat besar hingga mampu merekrut para insinyur paling baik dan paling cemerlang untuk mempertahankan roda bisnisnya tetap bergulir. Tapi di 2022, para penggunanya pindah ke lain platform. Para pengiklan mengurangi belanjanya. Meta pun mengalami penurunan pendapatan dua kuartal berturut-turut. 

Banyak perusahaan mencabut tombol login sosial yang biasanya adalah Facebook dari situs-situsnya. Di sisi lain rekrutmen juga menjadi sulit, terutama sejak Zuckerberg menghabiskan banyak waktunya memikirkan metaverse. Yang hendak dijadikan masa depan bisnis perusahaan tapi hampir tidak menghasilkan pendapatan jangka pendek tapi malah menghabiskan miliaran dolar AS setahun untuk membangunnya. Para investor tidak tertarik. Dan cara mereka membuang saham Facebook membuat pengamat bertanya-tanya apakah spiral penurunan harga sahamnya akan menjadi spiral kematian. Dan Meta tidak akan sanggup memulihkannya. “Saya tidak yakin sekarang ini masih ada bisnis inti di Facebook,” ujar Laura Martin, analis dari Needham. Tapi belum ada yang mengisyaratkan Facebook akan lenyap ditelan zaman. Posisinya masih dominan di iklan mobile. Dan model bisnisnya salah satu yang paling menguntungkan di zaman ini. Meski pendapatan bersihnya merosot 36% pada kuartal terakhir dibandingkan tahun sebelumnya, Meta masih menghasilkan laba US$ 6,7 miliar dan arus kasnya mencapai US$ 40 miliar. (Yoga)

India Berupaya Menjadi Raksasa Produsen Chip

KT3 27 Sep 2022 Investor Daily (H)

Bersama negara lain seperti AS, India telah berupaya menjalin aliansi strategis seputar semikonduktor, sebuah perangkat penting yang digunakan di banyak perangkat mulai smartphone hingga lemari es. Bahkan pemerintah India telah mengambil langkah membawa produksi chip kedalam negerinya dan memberikan insentif bagi industri tersebut. "Saya pikir India memiliki peran penting untuk dimainkan," ujar Pranay Kotashane, Ketua program geopolitik teknologi tinggi di Takhasila Institute kepada CNBC. India sendiri tidak berada dalam gabungan negara-negara terkemuka untuk semikonduktor, karena itu tidak banyak perusahaan raksasa chip di India dan perusahaan manufaktur terdepan. Meski India belum memiliki perusahaan semikonduktor, pemerintahan PM Narendra Modi telah meluncurkan upaya memikat raksasa perusahaan asing. Salah satunya Desember lalu India menyetujui rencana pemberian insentif US$ 10 miliar untuk industri semi konduktor. Neil Shah dari konsultan teknologi Counterpoint Research berkata, "Kekuatan India adalah pasar konsumsi domestik yang besar dalam hal semikonduktor, menjadi ekonomi berpenduduk terbesar ke dua dunia. Rencana insentif akan membantu, selain itu India memiliki banyak teknisi yang mahir berbahasa Inggris dan tenaga kerja murah sehingga hemat biaya", (Yoga)

Partai Buruh Inggris Menentang Pemangkasan Pajak untuk Orang Kaya

KT1 26 Sep 2022 Investor Daily

LIVERPOOL, ID – Pemimpin Partai Buruh Inggris Keir Starmer menentang pemangkasan pajak bagi orang-orang kaya karena kebijakan tersebut tidak akan menciptakan pertumbuhan ekonomi. Dia juga menambahkan bakal memberlakukan kembali kebijakan tarif tertinggi pajak penghasilan menjadi 45%, setelah pemerintahan Perdana Menteri Liz Truss mendukung pemotongannya dalam anggaran mini terbaru yang diumumkan pada Jumat (23/9) guna merangsang pertumbuhan ekonomi Pernyataan Starmer tersebut disampaikan sebagai bagian dari kampanye untuk konferensi tahunan Partai Buruh minggu ini di Liverpool, barat laut Inggris. Dia pun menuturkan sedang berada di bawah tekanan untuk menegaskan dirinya sebagai sosok perdana menteri yang sedang dinantikan. Sebagai informasi, Starmer sedang berusaha mendorong partainya menuju pemilihan umum 2024 dan menguatkan dirinya untuk pembahasan dengan Truss yang lebih terfokus secara ideologis. Dibandingkan perdebatan sebelumnya dengan Boris Johnson yang sering berfokus pada karakter. (Yetede)

DIPLOMASI DI MARKAS PBB ASEAN Akan Lebih Tegas pada Myanmar

KT3 24 Sep 2022 Kompas (H)

Para menlu ASEAN bertemu di New York, AS, dan sepakat bahwa tak ada kemajuan signifikan dalam implementasi Lima Poin Konsensus oleh junta militer Myanmar. Perlu ada tindakan lanjutan terhadap Myanmar. Diingatkan, sambil tegas pada Myanmar, ASEAN perlu bersinergi dengan negara mitra  bicara agar mereka tak membuat kebijakan soal Myanmar yang merugikan ASEAN. Di sela-sela Sidang Ke-77 Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York, Menlu RI Retno LP Marsudi  menemui mitranya dari negara-negara anggota ASEAN dalam pertemuan bilateral, trilateral, dan pertemuan informal para menlu ASEAN, kecuali Myanmar.

”Tidak ada maksud buruk. Intensi ASEAN adalah mendorong mereka duduk bersama untuk rekonsiliasi nasional. Ini bukan bentuk campur tangan ASEAN terhadap masalah domestik Myanmar,” kata Retno dalam wawancara dengan media, Kamis (22/9). Dalam pertemuan para menlu ASEAN, Agustus 2022, organisasi itu memberi tenggat kepada junta Myanmar untuk melaksanakan Lima Poin Konsensus. Sudah hampir 1,5 tahun sejak ditetapkan pada April 2021 di Jakarta, tidak terlihat itikad baik junta melaksanakan konsensus tersebut. Lima Poin Konsensus ini merupakan kesepakatan langkah penyelesaian krisis di Myanmar. Isinya meliputi penghentian kekerasan, dialog konstruktif para pihak untuk mencapai solusi damai, penunjukan Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar guna memfasilitasi proses dialog, penyaluran bantuan kemanusiaan oleh ASEAN, dan kunjungan Utusan ASEAN ke Myanmar untuk bertemu para pihak yang berkonflik. (Yoga)


Pilihan Editor