Internasional
( 1369 )Perkuat Kolaborasi di Ekosistem Digital
Kolaborasi antarentitas di ekosistem digital dinilai penting untuk meningkatkan layanan dan memenuhi kebutuhan pengguna. Upaya itu ditempuh PT Bank Jago Tbk, bank berbasis teknologi, dengan memperkuat kolaborasi bersama dengan perusahaan teknologi finansial dan perusahaan rintisan teknologi. Dirut Bank Jago Kharim Siregar, sebagaimana laporan wartawan Kompas Aditya Putra Perdana dari ajang Singapore Fintech Festival (SFF) 2022 di Singapura, Kamis (3/11/2022), mengatakan, kolaborasi yang strategis dalam ekosistem dapat menumbuhkan bank digital. Langkah itu juga memudahkan masyarakat untuk mendapat produk dan layanan keuangan secara signifikan. dalam penyaluran kredit, Bank Jago berkolaborasi dengan berbagai mitra, antara lain perusahaan multifinance dan teknologi finansial (tekfin). ”Bank dan ekosistem digital memahami kebutuhan dan memiliki solusi yang relevan bagi nasabah. Lewat kolaborasi, nasabah, bank, dan ekosistem digital dapat tumbuh bersama,” kata Kharim.
Kharim menjadi salah satu pembicara dalam diskusi SFF 2022 dengan topik ”Driving New Digital Bank Profitability”.Terkait apakah lebih besar peran Bank Jago atau mitranya dalam penyaluran, Kharim menyatakan, saat ini masih dalam tahap balancing. Namun, dengan aplikasi Bank Jago yang baru berusia 18 bulan, capaiannya sangatlah baik. Menurut data Bank Jago,sampai triwulan III-2022, pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan syariah mencapai 119 % secara tahunan atau Rp 8,16 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan syariah dilakukan melalui kolaborasi dengan 32 mitra pembiayaan. Hingga triwulan III-2022, aplikasi Jago memiliki lebih dari 4,2 juta nasabah dengan dana pihak ketiga mencapai Rp 7,28 triliun. Jumlah nasabah tumbuh tiga kali lipat dalam sembilan bulan terakhir. Padahal, pada akhir 2021, jumlahnya ter-catat 1,4 juta nasabah.
SFF 2022 adalah ajang tahunan berskala internasional yang diselenggarakan bank sentral dan otoritas jasa keuangan Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS). Acara yang berlangsung pada 2-4 November 2022 itu menghadirkan 850 pakar dan pelaku usaha serta dihadiri 2.000 organisasi dari 110 negara. SFF menjadi gambaran teknologi masa depan, bahkan acuan di Asia Tenggara atau lebih luas lagi. ”Total populasi Asia Tenggara 400 juta (jiwa) dan demografinya paling muda. Dari segi penerimaan digital paling tinggi. Teknologi itu pasti jauh lebih cepat dari yang saat ini dibutuhkan,” katanya. CEO ANEXT Bank, bank digital di Singapura yang juga anak perusahaan Ant Group, Toh Su Mei, mengatakan, pihaknya fokus pada pengalaman konsumen, karena itu, kerja sama selalu terbuka dengan pendekatan yang kolaboratif, juga melalui diskusi dengan pelaku industri. Deputy Prime Minister and Minister for Finance and Deputy Chairman MAS Lawrence Wong, pada pembukaan SFF 2022, Rabu (2/11), menyatakan, teknologi bisa sangat hebat dalam menghasilkan sesuatu yang baik, namun, juga membawa ketakutan pekerjaan mereka tergantikan teknologi atau tak bisa mengimbangi kecepatannya. (Yoga)
Mulai 2023 Jerman akan Membatasi Harga Energi
Pemerintah Jerman pada Rabu (2/11) menyatakan, mulai awal 2023 pihaknya berencana membatasi harga energi. Kebijakan ini menjadi landasan paket besar-besaran senilai 200 miliar euro (US$ 198 miliar) untuk mengurangi tekanan inflasi pada rumah tangga dan dunia usaha. Intervensi di pasar energi utama ini akan membuat harga untuk persentase penggunaan gas konsumen dibatasi mulai 1 Januari 2023 untuk industri dan paling lambat 1 Maret 2023 untuk rumah tangga. “Pemerintah akan mengupayakan agar pembatasan harga untuk rumah tangga dapat mulai berlaku Februari 2023 dan berlaku surut,” bunyi dokumen Pemerintah Jerman yang dilansir AFP. Sementara itu, batas harga serupa untuk listrik akan berlaku mulai Januari 2023.
Pemerintah Jerman juga akan menalangi satu kali untuk menutupi biaya pemanas untuk rumah tangga dan usaha kecil dan menengah pada Desember tahun ini. Sementara itu, batas harga energi ini akan berlaku hingga akhir April 2024. Kanselir Jerman Olaf Scholz dijadwalkan bertemu dengan perdana menteri negara-negara bagian pada Rabu malam waktu setempat untuk menyelesaikan rincian paket tersebut. Menjelang pertemuan para pemimpin daerah mendesak pemerintah federal untuk menerapkan pembatasan harga gas untuk rumah tangga lebih awal. “Orang-orang membutuhkan perlindungan yang kuat dari lonjakan biaya-biaya, terutama di bulan-bulan dingin Januari dan Februari, ketika mereka menggunakan pemanas secara intensif,” kata Hendrik Wuest, perdana menteri negara bagian North Rhine-Westphalia kepada majalah Der Spiegel. (Yoga)
Upah Riil akan Naik di Tiongkok dan India
Hasil survei menunjukkan kendati masalah inflasi masih terus berdampak pada perekonomian global, Asia-Pasifik bakal menjadi satu-satunya kawasan yang mengalami pertumbuhan upah riil pada 2023. Menurut Laporan Tren upah (Salary Trends Report) tahunan yang dirilis perusahan data ECA International, rerata kenaikan upah riil yang merupakan pertumbuhan upah nominal dikurangi tingkat inflasi, diprediksi meningkat 1,3% di kawasan Asia Pasifik. Angka kenaikannya bahkan lebih tinggi dibandingkan wilayah-wilayah lain yang akan memperlihatkan penurunan upah riil rata-rata. Prediksi menunjukkan Eropa mengalami penurunan 1,5% sementara Amerika Utara dan Selatan turun 0,5%. Sedangkan Afrika dan Timur Tengah turun 0,1%. Ditambahkan oleh ECA, sebanyak delapan dari 10 negara teratas dengan kenaikan upah riil tertinggi secara global berasal dari kawa[1]san Asia-Pasifik untuk tahun ini.
“Dengan inflasi yang meningkat secara signifikan pada 2022, 78% negara yang disurvei mencatatkan penurunan upah yang nyata dan tidak ada negara Eropa yang mengalami kenaikan upah secara riil. Meskipun situasi global diperkirakan membaik tahun depan dengan kenaikan upah nominal yang lebih tinggi dan inflasi yang rerata lebih rendah, masih ada perkiraan penurunan 0,5% secara riil,” demikian penjelasan Lee Quane, direktur regional ECA International, yang dilansir CNBC. ECA international juga menyampaikan, laporan tahunan yang dirilis Senin (31/10) didasarkan pada informasi yang dikumpulkan dari lebih 360 perusahaan multinasional di 68 negara, India dan Tiongkok tertinggi di kawasan Asia-Pasifik, India tercatat bakal mengalami kenaikan upah riil terbesar 4,6%, disusul Vietnam sebesar 4%, dan Tiongkok dengan pertumbuhan 3,8%. Laporan itu turut memperlihatkan bahwa sebagian besar lokasi yang disurvei di Asia-Pasifik diproyeksikan mengalami laju pertumbuhan upah riil yang sama atau lebih tinggi pada 2023, seperti yang terjadi di tahun ini. (Yoga)
Bank Sentral Australia Masih Bimbang untuk Berhenti Naikkan Suku Bunga
Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe menyampaikan dalam pidato pada Selasa (1/11) di Tasmania, bahwa suku bunga kemungkinan masih perlu untuk terus dinaikkan guna menjinakkan laju inflasi. Ia mengatakan, pihaknya siap untuk menaikkan lebih tinggi atau berhenti sejenak jika perlu. RBA pada Selasa menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,85%, tertinggi dalam 9 tahun, dan mengarah pada pengetatan ke 275 basis poin sejak Mei 2022. RBA mengurangi penaikannya jadi 25 bps pada Oktober, menyusul empat kali penaikan sebesar 50 basis poin, sekaligus menjadi yang pertama dari bank sentral utama dunia yang memperlambat langkahnya. Menurut Lowe, dewan gubernur menyadari suku bunga telah meningkat tajam dalam waktu singkat dan dipadu dengan inflasi tinggi untuk menekan anggaran rumah tangga.
Dia juga menekankan, prospek global turut menjadi lasan untuk berhati-hati dengan kenaikan suku bunga mengingat perang Rusia-Ukraina, serta melonjaknya biaya hidup dan ekonomi dunia yang lebih terfragmentasi. Dengan kondisi tersebut, RBA harus berjalan di jalur sempit antara mengekang inflasi tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi. RBA juga sudah memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan domestik tahun depan menyusul memburuknya ekonomi global dan tekanan terhadap keuangan rumah tangga. “Dengan inflasi yang diperkirakan mencapai puncaknya sekitar 8% pada kuartal ini, kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan akan diperlukan. Meskipun dewan tidak berada di jalur yang telah ditentukan sebelumnya,” ujar Lowe, yang dilansir Reuters. Ditambahkan oleh Lowe, jika perlu melangkah menuju penaikan yang lebih besar lagi guna mengamankan kembalinya inflasi ke target maka kami akan melakukannya. “Demikian pula, jika situasi mengharuskan kita untuk tetap stabil untuk sementara waktu, kami akan melakukannya,” kata dia. (Yoga)
Laba Saudi Aramco Melonjak 39% Jadi US$ 42,4 Mikiar
Saudi Aramco pada Selasa (1/11) mengumumkan lonjakan 39% laba bersih tahunan pada kuartal ketiga 2022 karena didorong oleh kenaikan harga minyak yang dipicu invasi Rusia ke Ukraina. Aramco menyatakan, laba bersih tahunan di kuartal tersebut mencapai US$ 42,4 miliar. Naik dari US$ 30,4 miliar pada periode sama tahun lalu. “Terutama didorong kenaikan harga minyak mentah dan volume yang dijual,” kata Saudi Aramco dalam keterbukaan kepada Bursa saham Saudi, seperti dikutip AFP. CEO Saudi Aramco Amin Nasser menggembar-gemborkan pendapatan yang kuat dan rekor arus kas bebas sebesar US$ 45 miliar, naik dari US$ 28,7 miliar tahun lalu. “Sementara harga minyak mentah global selama periode ini dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi, pandangan jangka panjang kami adalah permintaan minyak akan terus tumbuh selama sisa dekade ini mengingat kebutuhan dunia akan energi yang lebih terjangkau dan andal,” kata Nasser dalam sebuah pernyataan.
Laporan keuangan terbaru Aramco keluar hanya beberapa hari sebelum KTT iklim COP27. Tahun lalu, menjelang KTT iklim COP26, Arab Saudi berjanji untuk mencapai emisi nol karbon bersih pada tahun 2060. Sedangkan Saudi Aramco telah berjanji untuk mencapai emisi karbon nol dari operasional pada tahun 2050. Pengurangan emisi itu untuk yang dihasilkan langsung oleh fasilitas-fasilitas industri Aramco, bukan CO2 yang dihasilkan oleh para pengendara mobil, pembangkit listrik, dan tungku kompor. Tapi para pejabat Saudi akhir-akhir ini menekankan perlunya lebih banyak investasi di sektor energi fosil. Dengan alasan bahwa berfokus pada perubahan iklim dengan mengorbankan keamanan energi akan semakin memicu inflasi dan kesengsaraan ekonomi lainnya. (Yoga)
Kapal Gandum Ukraina Lewat Laut Hitam
Puluhan kapal kargo pengangkut gandum dari Ukraina tetap berlayar melewati Laut Hitam meski tak ada jaminan keamanan dari Rusia. Volume gandum yang diangkut pada Senin (31/10) dua hari setelah Rusia mundur sementara dari kesepakatan ekspor pangan, bahkan mencapai rekor harian 354.500 ton sejak kesepakatan mulai dijalankan pada Agustus lalu. (Yoga)
Permintaan Energi Fosil Bakal Berkurang
Invasi Rusia ke Ukraina memicu percepatan transisi energi dari bahan bakar minyak ke energi terbarukan. International Energy Agency (IEA), dalam laporan World Energy Outlook 2022, mencatat inisiatif untuk beralih berdampak pada permintaan global terhadap energi fosil. Direktur Eksekutif IEA, Faith Birol, menuturkan, kebijakan yang disiapkan banyak negara untuk melakukan transisi saat ini mengubah peta energi dunia. "Respons pemerintah di seluruh dunia berpotensi menjadikan krisis energi sekarang sebagai titik balik bersejarah menuju sistem energi yang lebih bersih, lebih terjangkau, dan lebih aman," ujarnya.
Pilihan untuk melakukan transisi energi membuat permintaan energi fosil menurun hingga 2050 nanti. Berdasarkan kebijakan yang berlaku di berbagai negara, yang dalam outlook itu disebut stated policies scenario (Steps), IEA memperkirakan porsi bahan bakar fosil pada bauran energi global turun dari 80 % menjadi 60 % dalam 28 tahun ke depan. Khusus batu bara, IEA menyatakan perdagangan global komoditas ini akan turun 20 % pada 2030 dan 70 % pada 2050. Angka itu dihitung berdasarkan skenario komitmen yang diumumkan pemerintah negara-negara di dunia atau disebut announced pledges scenario (APS). Jika merujuk pada komitmen net zero emission, perdagangan batu bara global bahkan diprediksi menurun hingga 90 % antara tahun 2021 dan 2050 karena komoditas ini digantikan energi bersih. (Yoga)
Arab Saudi Luncurkan Inisiatif Bernilai US$ 10,6 M
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) meluncurkan inisiatif awal 40 miliar riyal (US$ 10,64 miliar) untuk menarik investasi terkait rantai pasokan ke dan dari kerajaan. Menurut laporan kantor berita SPA, inisiatif Pangeran Mohammed tersebut bakal mencakup alokasi dana 10 miliar riyal dalam bentuk insentif yang akan diberikan ke para investor rantai pasokan. Berdasarkan pernyataan yang dikutip SPA, inisiatif rantai pasokan terbaru itu termasuk pembentukan sejumlah zona ekonomi khusus. Inisiatif ini merujuk pada reformasi legislatif dan prosedural yang sedang berlangsung. “Inisiatif Ketahanan Rantai Pasokan Global (The Global Supply Chain Resilience Initiative) akan memanfaatkan sumber daya, infrastruktur dan lokasi Kerajaan untuk menghadirkan ketahanan yang lebih besar bagi ekonomi dan perusahaan di seluruh Eropa, Amerika, dan Asia, sambil lebih meningkatkan posisi Arab Saudi dalam ekonomi global.
Arab Saudi juga menawarkan akses ke minyak, gas, listrik, energi terbarukan dan sumber daya manusia dengan biaya yang kompetitif,”” demikian disampaikan dalam pernyataan, yang dilansir Reuters, seraya menunjukkan catatan proyek produksi hidrogen biru dan hijau kerajaan. Sebagai informasi, negara yang berada di kawasan Teluk itu pada tahun lalu mengumumkan rencana investasi lebih dari 500 miliar riyal untuk sektor infrastruktur – termasuk pembangunan bandara dan pelabuhan laut – di akhir dekade ini sebagai upaya menjadi pusat transportasi dan logistik, di bawah rencana diversifikasi ekonomi. Selain itu, rencana “Vision 2030” yang diusulkan Pangeran Mohammed bertujuan memodernisasi Arab Saudi dan menghilangkan ketergantungan ekonominya dari pendapatan minyak. (Yoga)
Elon Musk Dikabarkan Bakal PHK Staf Twitter
Orang terkaya di dunia Elon Musk dikabarkan berencana memangkas 75 persen karyawan Twitter yang jumlah totalnya mencapai 7.500 orang. Langkah ini dilakukan demi menyehatkan perusahaan. Namun, banyak pihak menyangsikannya dan menduga Musk bermaksud menghancurkan Twitter. Laporan itu diterbitkan pada Kamis (20/10) oleh surat kabar The Washington Post. (Yoga)
Perdana Menteri Liz Truss Mengundurkan Diri
PM Inggris Liz Truss, Kamis (20/10) mengundurkan diri dari kursi pemimpin Partai Konservatif, artinya, ia pun mundur dari posisinya sebagai PM Inggris, posisi yang baru didudukinya kurang dari dua bulan. ”Kegagalan” mengemban mandat partai untuk membenahi kinerja ekonomi menjadi alasan pengunduran diri itu. ”Saya dipilih Partai Konservatif dengan mandat mengubahnya. Kami memenuhi tagihan energi dan memangkas asuransi nasional. Dan kami menetapkan visi untuk pajak rendah, target ekonomi pertumbuhan tinggi yang akan memanfaatkan Brexit. Namun saya mengakui, mengingat situasinya, saya tidak dapat memenuhi mandat tersebut, karena itu, saya telah berbicara dengan Raja dan menyampaikan kepada beliau bahwa saya mengundurkan diri dari posisi pemimpin Partai Konservatif,” kata Truss di depan kantornya di Downing Street, London. ”Saya menjabat pada saat kondisi ekonomi dan internasional tengah didera ketidakstabilan. Kondisi kehidupan rumah tangga dan bisnis dibayangi kekhawatiran pada besarnya biaya yang harus mereka tanggung, serangan Rusia atas Ukraina mengancam benua kita, dan Inggris telah begitu lama terhambat oleh pertumbuhan ekonomi yang rendah,” kata Truss. Langkah Truss dinilai sangat mengejutkan karena sehari sebelumnya ia menegaskan bahwa dia tidak akan menyerah. Ia bahkan menegaskan hal itu dengan mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pejuang, seseorang yang tidak mudah menyerah. Namun, tekanan pada Truss memang tidak ringan. Selain isu ekonomi, berdasarkan catatan kantor Berita Associated Press, ia pun dihadapkan pada ”buruknya” situasi internal Partai Konservatif.
Sebelum memutuskan mengundurkan diri, Truss telah kehilangan Suella Braverman, Mendagri Inggris. Sebelum pengunduran diri Braverman, Truss memecat Menteri Keuangan Inggris Kwasi Kwarteng. Seorang anggota parlemen dari Partai Konservatif, Simor Hoare, mengatakan, kondisi pemerintahan sedang kacau. Banyak anggota parlemen lantas meminta Truss mundur, terutama setelah berminggu-minggu kondisi domestik tidak kunjung membaik. Rencana-rencana ekonomi yang dibangunnya justru memicu gejolak keuangan dan krisis politik. ”Sudah waktunya bagi perdana menteri untuk mundur,” kata Miriam Cates, anggota Parlemen Inggris. Anggota parlemen lainnya, Steve Double, mengatakan, Truss tidak cocok dengan tugas itu. Salah satu yang memicu kemarahan anggota parlemen adalah sikap Truss yang tetap ingin mempertahankan upaya memperoleh gas serpih melalui metode fracking, teknologi hidrolika patahan. Metode itu banyak ditentang kalangan Konservatif. Perdebatan keras mengenai hal itu memicu ”kekacauan” di Parlemen Inggris. Kondisi ekonomi Inggris memang tak mudah. Bulan lalu, inflasi mencapai 10,1 %, harga pangan melonjak hingga mencapai titik tertinggi dalam 42 tahun terakhir. Bank Sentral Inggris terpaksa mengintervensi mencegah krisis menyebar lebih luas, termasuk untuk menyelamatkan dana pensiun. (Yoga)









