;

Inflasi AS Membandel

Ekonomi Yoga 03 Oct 2022 Investor Daily
Inflasi AS Membandel

Inflasi AS masih tetap membandel, pada Agustus 2022 kenaikan indeks harga konsumen tahunannya 8,3%. Ini sangat mengecewakan konsumen dan pelaku usaha di AS, di tengah kebijakan moneter bank sentral AS (the Fed) yang sangat ketat dengan peningkatan bunga kebijakan (Fed Funds Rate) yang semakin mencekik perekonomian AS maupun global. Sebagaimana disampaikan US Federal Reserve Chair, Jerome Powell dalam per temuan di Jackson Hole, the Fed akan tetap  menekan laju inflasi AS hingga mencapai target 2%. Langkah gubernur bank sentral AS mengendalikan laju inflasi AS dipastikan dengan menekan sisi demand-nya. Akibat dari kebijakan moneter super ketat AS tersebut, mendorong dolar AS semakin menguat hingga mencapai nilai paritasnya terhadap euro dan pounsterling, serta mencapai nilai tertinggi dengan yen selama 20 tahun, yang pada akhirnya menekan inflasi yang dipicu oleh harga barang-barang impor. 

Saat ini melonjaknya inflasi global, khususnya di AS, bukan semata-mata dipicu kenaikan permintaan domestik. Faktor lain yang signifikan mendorong Inflasi di AS adalah tertekannya sisi penawaran, seperti terganggunya rantai produksi global karena China’s restrictive zero-Covid policy, dampak perang Rusia vs Ukraina terhadap harga energi dan makanan, serta peningkatan upah pekerja di AS. Faktor penyebab inflasi yang bersumber dari sisi penawaran tersebut di luar kontrol kebijakan bank sentral AS (the Fed). Akan tetapi uniknya, ekonomi AS berada pada posisi yang secara potensial mampu mengatasi sumber penyebab inflasi dari sisi penawaran tersebut. Sebab, AS masih relatif mandiri dalam kebutuhan energi dan sumber bahan makanannya, berlimpah dengan pekerja migran, kapasitas produksi yang memadai, serta tersedianya sumber kapital yang dibutuhkan untuk meningkatkan sektor manufaktur. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :