;
Tags

Internasional

( 1369 )

RI Kawal Hasil Deklarasi Bali Soal Pangan dan Pupuk

KT3 18 Nov 2022 Kompas

Presidensi G20 Indonesia telah melahirkan Deklarasi Bali. Indonesia akan mengawal aksi nyata deklarasi tersebut agar benar-benar terealisasi. Salah satunya di sektor perdagangan pangan dan pupuk di tengah   berlanjutnya konflik Rusia-Ukraina. Dalam Deklarasi Bali terdapat sejumlah poin pernyataan bersama  pemimpin negara-negara anggota G20 terkai sektor perdagangan pangan dan pupuk. Pertama, G20 akan mengambil tindakan terkoordinasi untuk mengatasi tantangan ketahanan pangan, termasuk lonjakan harga dan kekurangan komoditas pangan dan pupuk secara global. Kedua, menegaskan kembali dukungan G20 untuk merealisasikan perdagangan produk pertanian berbasis aturan yang terbuka, transparan, inklusif, dapat diprediksi, dan non-diskriminatif berdasarkan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Ketiga, meningkatkan prediktabilitas pasar, meminimalkan distorsi, meningkatkan kepercayaan bisnis, dan memungkinkan rantai pasok perdagangan pertanian dan makanan mengalir dengan lancar. Keempat, menyambut dan mendukung sejumlah inisiatif global untuk memperlancar perdagangan pangan dan pupuk, serta membantu negara-negara yang terdampak.

Sejumlah inisiatif itu antara lain Prakarsa Transportasi Biji-bijian dan Bahan Makanan yang Aman dari Pelabuhan Ukraina (Inisiatif Butir Laut Hitam), Jalur Solidaritas Uni Eropa, dan Prakarsa Aksi Ketahanan Pangan Grup Koordinasi Arab. Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono, Kamis (17/11) mengatakan, untuk merealisasikan hasil Deklarasi Bali itu, Indonesia bersama negara-negara anggota G20 lain akan mendorong pembaruan aturan perdagangan pangan pertanian global. Fasilitasi perdagangan produk-produk pertanian dan pangan juga akan dilakukan. G20 juga menegaskan pentingnya tidak memberlakukan larangan atau pembatasan ekspor pangan dan pupuk dengan cara-cara yang tidak sesuai ketentuan WTO. Selain itu, sistem perdagangan multilateral untuk kepentingan semua anggota, terutama negara berkembang dan kurang berkembang, juga diperkuat. (Yoga)


Saya Tidak Menduga akan Ada Deklarasi

KT1 18 Nov 2022 Investor Daily (H)

NUSA DUA, ID - Dunia melihat Indonesia dan mengapresiasi Indonesia. Penyelenggaraan KTT G20 dinilai sukses, bahkan sangat sukses. Dari sisi akomodasi dan fasilitas yang diberikan, semua tamu menunjukkan ekspresi gembira. Bukan hanya Bali yang  indah, tapi juga kehangatan dan keramahtamahan tuan rumah. Awak media dari berbagai negara bisa melaporkan dengan leluasa setia detail acara. Mereka memuji kelengkapan fasilitas media center yang memungkinkan setiap awak media menjalankan tugas jurnalistik dengan lancar. yang diberikan, semua tamu menunjukkan ekspresi gembira. Bukan hanya Bali yang indah, tapi juga kehangatan dan keramahtamahan tuan rumah. “Hati saya benar-benar plong. Sesuatu yang selama ini dikhawatirkan tidak terjadi, ternyata bisa terwujud berkat dukungan berbagai pihak. Inilah capaian paling tinggi dan paling penting dari KTT G20 di Bali,” ungkap Jokowi melukiskan suasana batinnya selama KTT G20. (Yetede)

Transformasi Digital Percepat Pemulihan Global

KT3 17 Nov 2022 Kompas

Presiden Jokowi kembali menegaskan agar perang segera dihentikan. Pemulihan ekonomi dunia tidak akan terjadi jika situasi dunia tidak membaik. Penegasan itu disampaikan Presiden saat membuka sesi ketiga pada hari kedua KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11). Ia mengulang seruan agar perang dihentikan hingga dua kali. Ia menuturkan, setiap pemimpin negara bertanggung jawab memastikan situasi global dapat kondusif bagi masa depan dunia. Indonesia sebagai presiden G20 pun mendorong adanya transformasi digital. Sejumlah pertemuan kelompok kerja ekonomi digital pun sudah mulai dijalankan dalam Presidensi G20 Indonesia. Menurut Jokowi, ekonomi digital merupakan masa depan ekonomi dunia yang dapat menjadi pilar ketahanan pada masa pandemi. Ekonomi digital telah menyumbang setidaknya 15,5 % dari PDB global. Untuk itu, transformasi digital terus didorong sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan global.

Presiden menyampaikan, ada tiga fokus utama transformasi digital yang diusung dalam Presidensi G20 Indonesia. Pertama, kesetaraan akses digital. Saat ini, terdapat 2,9 miliar penduduk dunia yang belum terhubung dengan internet, termasuk 73 % penduduk di negara kurang berkembang. Setidaknya 390 juta orang yang tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel. ”Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki,” kata Jokowi. Fokus kedua adalah literasi digital. Ia mengatakan, melek digital merupakan keharusan. Literasi digital harus terjangkau bagi semua masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam ekonomi di masa depan. Fokus ketiga mengenai lingkungan digital yang aman. Hoaks dan perundungan siber dapat memecah persatuan dan mengancam demokrasi. Kebocoran data yang terjadi akibat kejahatan siber bisa berpotensi merugikan ekonomi dunia hingga 5 triliun dollar AS pada 2024. (Yoga)


Debat Panas Warnai Kesepakatan Deklarasi Bali

KT3 17 Nov 2022 Kompas (H)

Setelah melewati perdebatan panjang dan rumit, Presidensi G20 Indonesia 2022 akhirnya berhasil mencapai deklarasi yang disepakati bersama. Keraguan bahwa kesepakatan bersama dapat dicapai pupus. Saat menutup KTT G20 di Bali, Rabu (16/11) Presiden Jokowi menyatakan, Presidensi G20 Indonesia dimulai dengan harapan dan niat baik bersama untuk mewujudkan pemulihan dunia dari pandemic Covid-19 dengan cara inklusif. Presiden Jokowi mengapresiasi lahirnya deklarasi yang dinilainya merupakan keberhasilan luar biasa dari beragam upaya bersama. ”Ini adalah deklarasi pertama yang dapat diwujudkan sejak Februari 2022. Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya sehingga deklarasi dapat disepakati dan disahkan,” ujar Presiden Jokowi. Deklarasi yang terdiri atas 52 paragraf tersebut sempat menimbulkan perdebatan sengit, terutama pada paragraf terkait sikap atas perang di Ukraina. ”Diskusi mengenai hal ini berlangsung sangat-sangat alot dan akhirnya para pemimpin G20 menyepakati deklarasi, yaitu condemnation (kecaman) perang di Ukraina karena telah melanggar batas wilayah,” ujar Presiden Jokowi.

Proses diplomasi dilakukan secara marathon. Paragraf yang dimaksud ialah paragraf ketiga, dimana sebagian besar anggota mengecam perang di Ukraina yang menyebabkan penderitaan dan memperburuk ekonomi global yang sudah rapuh. Disebutkan pula, G20 bukan forum menyelesaikan masalah keamanan. Namun, para anggota mengakui masalah keamanan dapat berkonsekuensi secara signifikan bagi ekonomi global. Presiden Jokowi pun menegaskan bahwa G20 merupakan forum ekonomi, bukan forum politik. Maka, forum ini seharusnya tak perlu dikaitkan dengan kondisi politik global. Menurut Presiden, pemulihan ekonomi global tidak akan tercapai tanpa ada perdamaian. Menlu Retno LP Marsudi menambahkan, negosiasi mencapai kesepakatan deklarasi dilakukan dengan proses yang tak mudah. Komunitas antarmenlu membahasnya secara intensif, terutama pada hari-hari sebelum puncak KTT G20 berlangsung. Keberhasilan atas deklarasi ini tak terlepas dari kepercayaan semua negara G20 kepada Indonesia. (Yoga)


B20 Summit Berhasil Hadirkan Communique untuk Pemulihan Ekonomi yang Inklusif

KT1 17 Nov 2022 Investor Daily

BALI - Menjelang KTT G20 yang digelar 15-16 November 2022, para pemimpin bisnis dari negara-negara G20 yang tergabung dalam B20 Indonesia telah menyepakati menyerahkan policy reccomendation final atau communique kepada Presiden Jokowi selaku Pengarah  Panitia Nasional Presidensi G20 Indonesia. Aspirasi dan masukan dari komunitas bisnis global melalui B20 selaku business engagement G20 dalam bentuk policy recommendation ini terefleksikan dalam B20 Communique sebagai bentuk pernyataan bersama B20 yang akan disampaikan pada publik dan merangkum isu prioritas yang menjadi konsensus bersama B20. Sebagai salah satu engagement group terkemuka dari G20, B20 memiliki andil besar dalam menentukan arah kebijakan ekonomi global pasca pandemi, khususnya di negara-negara G20 melalui KTT G20. Communique ini berisi ringkasan inti atas pandangan, arahan dan solusi dari seluruh task force (TF) dan action council B20 yang telah bekerja untuk merumuskan rekomendasi kebijakan sepanjang tahun 2022. (Yetede)

Rapat Dadakan G7 di Konferensi G20

KT1 17 Nov 2022 Tempo (H)


JAKARTA-para pemimpin negara G7 bergegas menggelar rapat dadakan alias emergency meeting di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali pada Rabu, 16 November 2022. Kelompok G7, yakni Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, beringsut ke salah satu lokasi di Bali ketika mendengar terjadinya serangan rudal yang dilancarkan Rusia ke infrastruktur sipil di Ukraina. Namun serangan tersebut mnegenai wilayah Polandia. Wilayah Polandia dilaporkan dihantam peluru nyasar yang mulanya disinyalir dilancarkan Rusia ke Ukraina Selasa lalu. Serangan ini dikabarkan menewaskan dua orang. Belakangan Sekretaris Jendral NATO, Jens Stiltenberg, memastikan peluru nyasar tersebut ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina. Meski begitu, NATO menyatakan Rusia yang harus dipersalahkan dalam insiden ini, "Ini bukan kesalahan Ukraina, Rusia memikul tanggung jawab uta,ma karena melanjutkan perang ilegal melawan Ukraina," kata Jens, kemarin. (Yetede)


Deklarasi Setelah Awet Diskusi

KT1 17 Nov 2022 Tempo (H)

JAKARTA-Tepuk tangan membahana di ruang pertemuan pemimpin G20 setelah Presiden Jokowi mengumumkan Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali resmi menyepakati leader's declaration (deklarasi pemimpin) atau komunike. "Ini adalah deklarasi pertama G20 yang dapat diwujudkan sejak Februari 2022," kata Jokowi dalam pertemuan sesi terakhir KTT G20 Bali, kemarin. Sebagai Presiden G20, Jokowi menyatakan Indonesia telah  mengupayakan berbagai solusi terbaik dalam satu tahun kepemimpinannya. Salah satu poin yang ternaktub dalam dokumen itu menyatakan bahwa sebagian besar anggota G20 mengutuk keras perang di Ukraina. Namun akhirnya para pemimpin G20 menyepakati isi deklarasi, khususnya pada poin mengecam perang di Ukraina. Jokowi menyatakan deklarasi Bali  dapat dicapai melalui konsensus. "Perang ini telah mengakibatkan penderitaan masyarakat dan memperberat ekonomi global yang masih rapuh akibat pandemi. Ini menyebakan resiko terhadap krisis pangan, energi dan finansial. G20 membahas dampak perang pada ekonomi global," tutur Jokowi. (Yetede)

Presiden: Negara Berkembang Jadi Bagian Rantai Pasok Kesehatan Global

KT3 16 Nov 2022 Kompas

Pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran bagi dunia untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi darurat kesehatan global. Negara berkembang harus diberdayakan untuk menjadi bagian solusi kesehatan global. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka sesi kedua terkait isu kesehatan dalam KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11). Pada sesi pertama, dibahas mengenai keamanan pangan dan energi. ”Negara berkembang harus diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Kesenjangan kapasitas kesehatan tidak boleh dibiarkan. Negara berkembang perlu diberdayakan dan harus jadi bagian dari rantai pasok kesehatan global, termasuk pusat manufaktur dan riset,” tutur Presiden. Ia menyampaikan, hal tersebut dapat terwujud apabila investasi industri kesehatan di negara berkembang ditingkatkan.

Kerja sama riset dan transfer teknologi juga harus diperkuat serta akses bahan baku produksi untuk negara berkembang semakin diperluas. ”Dunia tidak boleh mengulang kesalahan yang sama saat pandemi Covid-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari daru rat kesehatan. Never again harus jadi mantra kita bersama,” ucap Jokowi. Dalam pidato pembukanya, ia juga mengajak para pemimpin G20 untuk turut berkontribusi dalam Dana Pandemi atau Pandemic Fund. Dana Pandemi diluncurkan oleh Presiden Jokowi, Minggu (13/11). Dana ini diharapkan dapat memperkuat dunia agar lebih baik dalam menghadapi pandemi di masa depan. Dana Pandemi saat ini, menurut Direktur Eksekutif Sekretariat Dana Pandemi Bank Dunia,telah terkumpul 1,4 miliar USD dari 24 kontributor. (Yoga)


”Hunger Games” di Bola Krisis Pangan

KT3 16 Nov 2022 Kompas

Bola krisis pangan dunia terus menggelinding menjelang perhelatan Piala Dunia Qatar 2022 pada 20 November-18 Desember. Rusia sebagai pemain utama masih menjadi penentu berakhirnya ”hunger games” tersebut. Berikut faktor x di luar kendali setiap negara, yakni cuaca. Black Sea Grain Initiative atau Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam memegang peran kunci. Dunia tengah menanti perpanjangan perjanjian ekspor biji-bijian dan pupuk yang akan berakhir pada 18 November 2022 itu. Rusia sempat menarik diri dari koridor inisiatif itu pada 10 Oktober 2022. Namun, dua hari kemudian, Rusia kembali bersedia berunding. Dalam ASEAN Summit 2022 di Phnom Penh, Kamboja, Menlu Ukraina Dmytro Kuleba unjuk bicara. Dia mendesak negara-negara Asia Tenggara mengambil langkah terhadap Rusia agar menghentikan permainan yang menyebabkan kelaparan atau ”hunger games” dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengingatkan, dunia perlu memperhitungkan faktor cuaca.

Kondisi cuaca di Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Argentina, membaik sehingga akan meningkatkan produksi jagung dan kedelai. Namun, di sebagian AS masih terjadi kekeringan. Cuaca ekstrem juga melanda Australia sehingga akan berpengaruh pada panen gandum. Kedua faktor itu bakal menjadi penentu harga sejumlah komoditas pangan dan pupuk dunia menjelang akhir tahun dan awal tahun depan. Dalam beberapa bulan terakhir, harga mayoritas komoditas pangan dan pupuk dunia telah turun meski masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Namun untuk mendapat keduanya,  negara importir pangan dan pupuk harus merogoh kocek lebih dalam karena ”kejemawaan” dollar AS  atas mata uang setiap negara. Para importir juga enggan mengimpor pangan dan pupuk dalam volume besar. Mereka takut rugi kala dollar AS berbalik melemah. (Yoga)


Main Tangkap Pengeritik G20

KT1 16 Nov 2022 Tempo (H)

DENPASAR- Sejumlah aktivis Indonesia People Assembly (IPA) ditangkap pada saat berdemonstrasi menentang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20. Koordinator IPA, Raden Deden Fajrulloh, mengatakan demonstrasi menolak KTT G20 digelar didepan Universitas Udayana pada Selasa, 15 November 2022. Setelah sekitar 7 menit aksi berlangsung, kata Deden, sejumlah aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja Bali datang dan membubarkan aksi. "Empat orang langsung dirampas dompet dan KTPnya dengan paksa, sementara koordinator lapangan aksi diarahkan masuk kampus untuk diinterogasi, sehingga barisan aksi menjadi terpisah setelah dibubarkan," kata Deden. Raden juga menuturkan aksi yang digelar di Denpasar kemarin merupakan lanjutan dari diskusi yang diselenggarakan di Universitas Udayana. Selain aksi di Bali, IPA melakukan aksi penolakan penyelengaraan G20 di sejumlah wilayah, seperti NTB, Maluku Utara, dan DKI Jakarta. Mereka menganggap agenda G20 ini sebagai pemborodan biaya. (Yetede)

Pilihan Editor