Gelombang Panas Akan Berdampak Serius ke Ekonomi Tiongkok
SINGAPURA – Kepala Ekonom Hang Seng Bank China Dan Wang mengungkapkan bahwa Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sedang terperangkap dalam cengkeraman gelombang panas menghancurkan yang dapat berdampak serius terhadap perekonomian negara. “Gelombang panas adalah situasi yang cukup mengerikan. Hal ini mungkin bisa berlangsung selama dua hingga tiga bulan ke depan dengan mudah,” ujar Wang kepada CNBC pada Kamis (18/8). Sebagai informasi, Tiongkok menghadapi gelombang panas yang telah memecahkan rekor dan sedang berjuang melawan pemadaman listrik di wilayah Sungai Yangtze. Suhu ekstrim ini diklaim telah mengganggu pertumbuhan tanaman dan mengancam kehidupan ternak. “Ini akan mempengaruhi industri- industri besar yang padat energi dan akan memiliki efek knock-on di seluruh ekonomi dan bahkan ke rantai pasokan global. Kami sudah melihat perlambatan produksi di industri baja, di industri kimia dan di industri pupuk. Itu adalah hal yang sangat penting dalam hal konstruksi, pertanian dan juga manufaktur secara umum,” katanya. Menurut laporan media pemerintah, sebagian besar wilayah lembah Sungai Yangtze dilanda suhu yang sangat tinggi sejak Juli. (Yetede)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023