PBB: Expor Pertanian dan Pupuk Rusia Jangan Dihalangi
ISTANBUL, ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Sabtu (20/8) mengatakan produk-produk pertanian dan pupuk Rusia jangan dihalangi untuk sampai ke pasar dunia. Atau dunia bisa mengalami krisis pangan paling cepat tahun depan. “Seluruh pemerintah dan sektor swasta harus bekerja sama untuk menghantarkannya ke pasar,” ujar Guterres, berbicara dari Pusat Koordinasi Bersama atau JCC di Istanbul, Turki, seperti dikutip AFP. JCC menjadi menjadi pengawas pelaksanaan perjanjian ekspor biji-bijian Ukraina. Yang tercapai pada bulan lalu oleh Ukraina dan Rusia dengan PBB dan Turki sebagai penjaminnya. Perjanjian itu juga menjamin hak Rusia untuk mengekspor produk- produk pertanian serta pupuknya. Walau sedang mendapat sanksi-sanksi ekonomi dari Barat atasi invasinya ke Ukraina sejak 24 Februari 2022. “Tanpa pupuk (yang memadai) di 2022, tidak akan ada cukup pangan pada 2023. Jadi mengeluarkan lebih banyak pupuk dan pangan dari Ukraina serta Rusia sangat penting untuk terus menstabilkan pasar komoditas sekaligus menurunkan harganya di tingkat konsumen,” papar Guterres. (Yetede)
Postingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023