;

OPEC+ Pangkas Produksi

Lingkungan Hidup Yoga 07 Sep 2022 Kompas
OPEC+ Pangkas Produksi

Arab Saudi dan para produsen minyak ”menantang” Amerika Serikat dan enam sekutunya di G7,  berbentuk pemangkasan produksi setelah G7 berencana membatasi harga minyak Rusia. China juga menentang rencana pembatasan harga itu. Saudi Press Agency dan Arab News, Senin (5/9) malam waktu Riyadh atau Selasa dini hari WIB, melansir, produksi minyak pada Oktober 2022 akan dipangkas 100.000 barel per hari. Pemangkasan setara kenaikan yang ditawarkan OPEC+ awal Agustus 2022. Pengumuman OPEC+ diungkap tidak sampai sepekan setelah G7 memastikan akan membatasi harga minyak Rusia. Rusia menjadi mitra utama OPEC, organisasi negara produsen minyak, meski belum menjadi anggota. Rusia bisa mendapat posisi itu karena memasok 10 % kebutuhan minyak global. Lantaran kapasitas produksinya, Rusia selalu diajak OPEC membahas perkembangan pasar minyak global.

Menteri Energi Arab Saudi Abdulaziz bin Salman diketahui sebagai orang pertama yang mendorong pemangkasan produksi. Menurut dia, pasar minyak sudah gila dan tidak sesuai kenyataan. Uni Emirat Arab dan Sudan mendukung keinginan Arab Saudi memangkas produksi minyak. Jubir Kemenlu China Mao Ning mengatakan, Beijing menentang keputusan G7. ”Minyak penting untuk memastikan keamanan energi global. Kami berharap negara-negara memberikan upaya yang membangun, bukan malah melakukan hal sebaliknya,” katanya. Peneliti pada Bruegel Institute, Georg Zachmann, telah memperingatkan potensi sikap OPEC+ atas keputusan G7. OPEC tidak pernah suka pembatasan harga. Sejak dulu, produksi cenderung dikurangi saat harga terpangkas. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :