;
Tags

Syariah

( 126 )

BI Proyeksikan Ekonomi Syariah Tumbuh 5,5%

KT1 28 Feb 2024 Investor Daily
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan  ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) pada tahun ini akan tumbuh sebesar 4,7-5,5% secara year on year (yoy), dengan didukung pembiayaan perbankan  syariah yang diprakirakan tumbuh pada kisaran 10-12% (yoy). "Hal ini sejalan dengan implementasi berbagai inisiatif strategis  nasional seperti kewajiban sertifikasi halal sesuai mandat Undang-Undang Produk Jaminan Halal, Inovasi pada sektor keuangan sosial syariah, program kolaborasi antar kementerian dan lembaga, serta digitalisasi eksyar yang semakin masif," kata Deputi Gubernur BI Juda Agung. Dia menjelaskan, BI berkomitmen melanjutkan kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui tiga program utama, yakni pengembangan sektor unggulan, khususnya sektor makanan dan minuman halal dan fesyen muslim. (Yetede)

Adira Finance Incar Pembiayaan baru Naik 14%

KT1 15 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance tahun ini mengincar pembiayaan baru bisa tumbuh hingga 14%. Target tersebut masih ditopang dari bisnis otomotif perseroan. Adapun Adira Finance mencatat total pembiayaan baru mencapai Rp11,6 triliun atau meningkat 31% secara year on year (yoy) pada akhir 2023. Sedangkan, total piutang pembiayaan termasuk pembiayaan bersama tumbuh 25% (yoy) menjadi Rp 55,7 triliun. Pembiayaan baru dari lini syariah naik 34% (yoy) menjadi Rp6,9 triliun, nilai ini berkontribusi sebesar 21% dari total pembiayaan baru Adira Finance. Tren pembiayaan syariah ini didukung kegiatan pemasaran yang agresif, ekspansi kanal-kanal penjualan di komunitas syariah, kampanye edukasi masyarakat, dan penetrasi produk multi-finance berbasis syariah. (Yetede)

Kalangan Muda Bisa Punya Rumah Lewat Skema Syariah

KT1 06 Feb 2024 Investor Daily
Kalangan muda dari gen Z hingga milenial, termasuk kalangan wirausahawan bisa memiliki rumah lewat kredit  pemilikan rumah (KPR) syariah. Direktur Consumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Hirwandi Gafar mengatakan, pihaknya memiliki pembiayaan KPR BTN Syariah yang cocok bagi gen Z maupun milenial karena memiliki jangka waktu sampai 30 tahun. KPR tersebut, kata dia, dapat diakses oleh calon nasabah dengan semua jenis pekerjaan, mulai dari pekerjaan tetap, profesional, hingga wirausaha. "Para gen Z juga dapat memilih beragam hunian  karena kami memiliki puluhan ribu mitra  pengembang dengan berbagai jenis proyek rumahan. Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Unit Usaha Syariah Bank BTN dan HUT ke-74 BTN, kami juga menawarkan diskon biaya  proses yang menarik," tutur Hirwandi. Dia menjelaskan KPR BTN Syariah memiliki beberapa skema yakni skema berjenjang dengan  margin mulai 2,99%. KPR berskema syariah juga menawarkan  pilihan skema fix margin sampai lunas. (Yetede)

Langkah Tegap BSI Menjaga Bertumbuhan Berkelanjutan

KT1 05 Feb 2024 Investor Daily (H)
Langkah tegap PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dalam bertransformasi menjadi Beyond Sharia Banking semakin mewarnai perekonomian Tanah Air. Pada milad ketiga tahun ini, BSI terus mencatatkan pencapaian positif dan semakin eksis di industri keuangan nasioanl dan global. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, raihan positif  BSI patut disyukuri. Lahir ditengah ketidakpastian ekonomi, menjadikan BSI mampu menghadapi berbagai tantangan untuk menciptakan jejak pertumbuhan yang berkelanjutan. "Business model yang fleksibel dan terdigitalisasi, membuat BSI mampu mengakses masyarakat disemua segmen. Baik masyarakat individu atau ritel, pelaku UMKM, maupun korporat. Oleh karena itu, hadirnya BSI menjadi Beyond Sharia Banking menjadi hal utama," kata Hery. Hasilnya memasuki tahun ketiga sejak didirikan  pada 1 februari 2021, BSI berhasil menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh secara impresif  yang ditunjukkan dengan pencapaian laba yang naik 33,88% (yoy) menjadi Rp 5,70 triliun hingga kuartal IV/2023. (Yetede)

BSI Bidik Transaksi Nasabah Institusi Tumbuh 32%

KT1 03 Feb 2024 Investor Daily (H)
PT bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperkenalkan platform transaction banking bagi nasabah institusi. langkah ini merupakan bagian dari  upaya berkelanjutan BSI dalam menyediakan solusi terdepan yang memadukan inovasi dan kenyamanan untuk memenuhi kebutuhan  perbankan nasabah institusi. Direktur Wholesale & Transaction Banking BSI Zaidan Novari menargetkan pertumbuhan dana murah nasabah  pengguna sebesar 15% menjadi Rp45 triliun. "Kami juga menargetkan volume  transaksi cash management. value chain, dan trade finance juga mengalami peningkatan sebesar 32% menjadi Rp 372 triliun, dengan frekuensi transaksi meningkat 30%, menjadi 14 juta transaksi pada tahun ini," ungkap Zaidan.  Melalui upaya ini, BSI menjadikan  produk dan layanan keuangann syariah yang  tidak hanya modern tetapi juga benar-benar inklusi, menjadikannya sebagai pilihan utama bagi dunia usaha nasabah institusi BSI. (Yetede)

Konsistensi BSI dalam Menata Jejak Pertumbuhan untuk Keberlanjutan

HR1 02 Feb 2024 Bisnis Indonesia (H)

Langkah tegap PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) dalam bertransformasi menjadi beyond sharia bankingmakin mewarnai perekonomian Tanah Air. Pada milad ketiga tahun ini, BSI terus mencatat pencapaian positif dan makin eksis di industri keuangan nasional dan global. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, raihan positif BSI patut disyukuri. Lahir ditengah ketidakpastian ekonomi, menjadikan BSI mampu menghadapi berbagai tantangan untuk menciptakan jejak pertumbuhan yang berkelanjutan. Hasilnya, memasuki tahun ketiga sejak didirikan pada 1 Februari 2021, BSI berhasil menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh secara impresif yang ditunjukkan dengan pencapaian laba yang naik 33,88% year-on-year (YoY) menjadi Rp5,7 triliun hingga kuartal IV/2023. Kontributor utama penopang kinerja positif BSI di antaranya adalah pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah yang tumbuh dua digit, respons strategi yang tepat serta model bisnis yang fleksibel dan terdigitalisasi. Konsistensi BSI pada pembiayaan berkelanjutan juga terus menguat. Hingga Desember 2023, pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp57,7 triliun yang didominasi sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp45,4 triliun, disusul sustainable agriculture Rp4,8 triliun, eco-efficient product Rp5,8 triliun, energi terbarukan Rp1,1 triliun, dan proyek eco-greenRp549,6 miliar. Layanan digital BSI pun semakin baik. Hingga akhir Desember 2023, jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 6,3 juta orang di mana pembukaan rekening online on boarding (OOB) mencapai 86%. Selain itu, perseroan juga berkontribusi kepada masyarakat melalui penyaluran program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility(CSR) sebesar Rp255,2 miliar.

Pengelolaan Kekayaan Syariah

HR1 26 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI) 2023—2027. Pelaku industri perbankan syariah di Tanah Air tentu menyambut baik dan berharap keberadaan roadmap perbankan syariah terbaru tersebut bisa lebih memperkuat daya saing dari industri ini dan pada saat yang sama turut mendorong minat konsumen lebih tinggi lagi dalam memilih layanan perbankan syariah (melalui program literasi dan insentif langsung maupun tak langsung). Sesuai dengan RP3SI tersebut, maka peningkatan aspek ketahanan dan daya saing perbankan syariah dilakukan melalui konsolidasi perbankan syariah, penguatan resiliensi dan prudensial, dan inovasi untuk memperkuat diferensiasi produk dan layanan. Sektor perbankan syariah di Indonesia memang terus menunjukkan pertumbuhan yang makin pesat. Laporan Islamic Finance Development Indicators (IDFI) 2022 menempatkan Indonesia pada posisi ketiga dalam peta keuangan syariah global, sekaligus posisi ketujuh untuk aset syariah tertinggi di dunia. Sementara, dari dalam negeri, data OJK Juni 2023 menunjukkan pertumbuhan keuangan syariah nasional mencapai 13,37% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Jika mengacu pada data OJK per Juni 2023, pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia mencapai 7,3%. Capaian itu memang masih lebih rendah dibandingkan dengan perkembangan pada sejumlah negara lain, sebut saja Malaysia yang pangsa pasar perbankan syariahnya sudah mencapai 46% pada Mei 2023. Selain itu perbankan Syariah juga diharapkan untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah kepada konsumen melalui solusi-solusi keuangan yang unik. Shariah wealth management merupakan sistem pengelolaan kekayaan yang mengusung prinsip-prinsip syariah untuk membantu masyarakat mencapai tujuan jangka panjang. Ini merupakan layanan keuangan yang unik dan komprehensif yang tidak sekadar replikasi dari layanan yang ditawarkan perbankan konvensional. Yang menjadikannya berbeda, shariah wealth management tak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga spiritual dan sosial melalui pilar wealth purification dan wealth distribution. Upaya memperbesar pangsa pasar perbankan syariah tentu menjadi pekerjaan rumah bersama dari seluruh ekosistem di sektor ini.

Tantangan BTN Merangkul Bank Muamalat

KT1 24 Jan 2024 Tempo
Bank syariah kembali menjadi buah bibir. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dikabarkan akan menggabungkan unit usaha syariah (UUS) BTN Syariah dengan Bank Muamalat. Langkah ini, dalam berbagai pemberitaan, disebut sebagai bagian dari proses pemisahan (spin-off) UUS dari induknya. Lo? Padahal sebelumnya BTN Syariah justru dikabarkan akan dimerger dengan PT Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Mencuatnya kabar ini juga mendapat komentar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menolak rencana penggabungan BTN Syariah dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Seperti ramai diberitakan di media massa, MUI tak ingin penggabungan ini mengganggu warisan para pendiri Muamalat. Selain itu, MUI berharap, sebagai bank syariah swasta terbesar saat ini, Muamalat tetap eksis di tengah ketatnya persaingan industri perbankan di Tanah Air. Selain adanya penolakan itu, apa saja tantangan rencana merger ini?

Sebelumnya, mari kita amati dulu kinerja bank umum syariah (BUS), di luar unit usaha syariah. Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa pembiayaan kepada pihak ketiga bukan bank naik 14,78 persen dari Rp 305,85 triliun per Agustus 2022 menjadi Rp 351,04 triliun per Agustus 2023.  Dana pihak ketiga pun naik 3,95 persen dari Rp 407,27 triliun menjadi Rp 423,37 triliun. Financing to deposit ratio naik dari 75,10 persen menjadi 82,92 persen dalam ambang batas 78-92 persen. Artinya, pembiayaan tumbuh moderat.  

Laba juga tercatat naik 14,57 persen dari Rp 9,47 triliun menjadi Rp 10,85 triliun. Namun kenaikan itu belum sanggup mendorong rasio imbal hasil aset yang justru turun dari 2,04 persen menjadi 2,03 persen, meski masih di atas ambang batas 1,5 persen. Sarinya, kualitas aset turun tipis meski masih cukup tinggi.  Tingkat efisiensi, yang tampak pada rasio biaya operasional/pendapatan operasional, juga membaik, dari 77,34 persen menjadi 76,60 persen dalam ambang batas 70-80 persen yang berarti efisien. Rasio kredit bermasalah membaik dari 2,64 persen menjadi 2,32 persen, jauh di bawah ambang batas aman 5 persen. Ini menggambarkan kualitas kredit bank umum syariah kian baik. (Yetede)

Spin Off Ramaikan Persaingan Bisnis Bank Syariah

KT1 19 Jan 2024 Investor Daily
Asosiasi bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menilai pemisahan (spin off) unit usaha syariah (UUS) menjadi bank umum syariah (BUS) akan semakin meramaikan persaingan pasar perbankan syariah di Indonesia. Diharapkan semakin banyak BUS yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Ketua Umum Asbisindo Hery Gunardi mengungkapkan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar yakni mencapai 87%. Bahkan lebih besar dari Pakistan, Turki yang merupakan negara Islam. Dia mengungkapkan, berdasarkan survei terdapat 20-25% kelompok konformis yang harus memiliki rekening syariah. Kemudian, 20-25%  kelompok universalis, yakni kelompok yang ingin punya  rekening syariah selama bank syariah  itu bisa kompetisi dengan empat bank besar, baik dari layanan, produk, maupun harga. (Yetede)

Mewujudkan SGIE & Pangan Halal

HR1 19 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dengan memanfaatkan potensi pasar muslim yang besar ini, Strategi Global Islamic Economy (SGIE) diharapkan dapat mengembangkan sektor ekonomi yang mematuhi prinsip-prinsip Islam, seperti keuangan syariah dan produk halal. SGIE mencakup berbagai sektor ekonomi, termasuk keuangan, perbankan, asuransi, pariwisata, teknologi, dan pangan. Ekonomi Islam di indonesia dalam tahun ketahun semakin berkembang secara bertahap dan akan menjadi ekonomi Islam terbesar didunia. Hal tersebut terdapat pasar yang sangat besar dan terdapat pula sektor riil ekonomi syariah yang sudah berjalan dengan baik sesuai aturan syariah islam. Menurut Laporan State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2023 yang merupakan laporan tahunan kondisi ekonomi halal di seluruh dunia dan dirilis oleh DinarStandard di Dubai, Uni Emirat Arab, Indonesia berhasil menduduki posisi tiga besar pada Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Pada 2022, Indonesia berada di peringkat keempat, berada di bawah Malaysia dan Arab Saudi. Sasaran utama dari SGIE adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip syariah Islam. Berdasarkan laporan Global Islamic Economy Report, sektor industri halal melibatkan tujuh sektor dan salah satunya adalah pangan halal. Faktor-faktor potensial dalam industri syariah di Indonesia termasuk fakta bahwa 87% populasi pen­duduk Indonesia adalah Muslim (BPS, 2020), Indonesia merupakan pasar konsumen produk halal yang signifikan, dan menduduki peringkat keempat sebagai negara eksportir produk halal ke negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI). Semua potensi ini menjadi landasan bagi Indonesia untuk terus mengembangkan industri syariah. Keinginan masyarakat muslim untuk memiliki sistem ekonomi yang sesuai dengan ajaran Islam menjadi dorongan untuk terus mengembangkan industri ini, sehingga mereka dapat beraktivitas ekonomi tanpa ragu dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.

Kolaborasi dengan negara-negara yang sudah memiliki infrastruktur dan pasar yang mapan dalam industri pangan halal dapat membantu Indonesia untuk lebih mudah memperoleh akses ke pasar internasional. Laporan SGIE 2023 juga mencatat bahwa Indonesia dengan giatnya telah bermitra dengan beberapa negara secara global guna menyelenggarakan layanan jaminan produk halal. Misalnya, dijalinnya kerja sama jaminan produk halal antara Indonesia dan Republik Islam Iran melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Upaya percepatan sertifikasi halal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), merupakan bentuk dukungan konkret dari pemerintah Indonesia untuk mengembangkan sektor UMKM guna mencapai tujuan dari Strategi Global Islamic Economy (SGIE). Produk halal berperan dalam memperkuat ekonomi syariah di Indonesia, termasuk sektor keuangan syariah. Peningkatan partisipasi dalam keuangan syariah dapat memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas ekonomi nasional. Peran dan potensi Indonesia terhadap produk halal sangat besar di dalam negeri dan memiliki peluang signifikan untuk tumbuh di tingkat global. Langkah ini sejalan dengan visi Strategi Global Islamic Economy (SGIE) yang menitikberatkan pada penguat­an posisi ekonomi global Indonesia melalui sektor ekonomi yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam. Dukungan dalam hal sertifikasi halal memberikan dasar yang kuat bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang di dalam dan luar negeri. Pangan halal memerlukan sistem sertifikasi dan standardisasi yang ketat untuk memastikan bahwa produk memenuhi persyaratan syariah. Diharapkan dapat memberikan kontribusi yang substansial terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan penguat­an posisi ekonomi global In­­donesia. Dengan memaksimalkan potensi pasar muslim yang besar, Indonesia dapat mengalami kemajuan dalam mewujudkan Strategi Global Islamic Economy (SGIE) dan pangan halal.