;
Tags

Syariah

( 126 )

Garap Potensi Ekosistem Halal, BSI Gelar International Expo

KT1 15 May 2024 Investor Daily
Bank Syariah Indoensia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong perkembangan ekosistem keuangan syariah dan gaya hidup halal. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran BSI Internasional Expo 2024, pameran ekosistem keuangan syariah dan gaya  hidup halal berskala internasional pertama di Indonesia yang digelar oleh BSI dalam rangkaian milad ketiga. Pameran ini akan diikuti oleh para pelaku UMKM nasional dan mitra perusahaan. Terdapat sekitar 196 booth yang saat ini sudah terisi 100%. BSI juga menghadirkan sejumlah pelaku bisnis mancanegara, diantaranya dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Tajikistan, dan Turki. Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengatakan, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sebagai pusat gravitasi syariah global. Dia berharap gelaran BSI Internasional Expo 2024 dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dan dunia terhadap gelaran pameran berskala besar tentang industri dan gaya hidup halal atau halal lifestyle. (Yetede)

Mismatch SDM Jadi Tantangan Pengembangan Ekonomi Syariah

KT1 05 Apr 2024 Investor Daily
Kondisi mismatch atau ketidaksesuaian antara kelulusan dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di bidang ekonomi dan keuangan syariah. "Ada mismatch antara supply dari alumni pendidikan ekonomi dan keuangan syariah dengan apa yang dibutuhkan (demand) oleh industri ekonomi  dan keuangan syariah," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Nur Hidayah dalam diskusi yang diselenggarakan institute for Development of Economic and Finance (Indef) secara daring. Nur juga mengatakan bahwa kebanyakan dari lulusan program studi di rumpun ilmu ekonomi dan keuangan syariah dapat dikatakan belum siap pakai, karena kurang memiliki kompetensi seperti yang dibutuhkan industri. (Yetede)

Berkah Gunakan Produk dan Layanan Keuangan Syariah

KT3 30 Mar 2024 Kompas

Bulan Ramadhan menjadi kesempatan merefleksikan produk dan layanan keuangan yang kita gunakan. Selain produk dan layanan keuangan konvensional, industri jasa keuangan sudah banyak mengeluarkan produk dan layanan keuangan syariah. Produk dan layanan keuangan ini menerapkan prinsip-prinsip syariah, termasuk mengatur pelaku usaha jasa keuangan untuk menempatkan investasinya di sektor yang halal. Produk dan layanan keuangan syariah sangat beragam, misalnya produk dan layanan perbankan syariah, sukuk, reksa dana syariah, dan saham syariah.

Masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah untuk memenuhi kebutuhan berinvestasi dan ibadah serta mendapatkan permodalan untuk mengembangkan usaha. Produk dan layanan jasa keuangan syariah yang dapat digunakan masyarakat: 1. Menabung dana haji dengan Tabungan Haji Syariah. Dengan Tabungan Haji Syariah, nasabah yang juga calon jemaah haji akan mampu mengumpulkan dana untuk beribadah secara disiplin dan terukur. 2. Membayar sedekah dan zakat. Dengan menggunakan layanan keuangan digital, pembayaran sedekah dan zakat dilakukan dengan lebih mudah melalui m-banking, ATM, atau QRIS.

3. Memanfaatkan pendanaan syariah untuk usaha/bisnis. 4. Investasi di instrument keuangan syariah. Instrumen investasi di pasar modal berbasis syariah adalah sukuk, saham syariah, dan reksa dana syariah. Sukuk adalah efek berbentuk sekuritisasi aset yang memenuhi prinsip syariah di pasar modal. Pada umumnya, bentuknya berupa surat berharga atau obligasi yang dikeluarkan pemerintah atau korporat. Saham syariah merupakan efek berupa saham yang ditawarkan di pasar modal dan sesuai dengan prinsip syariah. Pengecekan dapat dilakukan pada Daftar Efek Syariah yang telah dirilis oleh OJK. Reksa dana syariah merupakan wadah investasi kolektif yang dikelola manajer investasi menurut prinsip syariah. (Yoga)

Transaksi Muamalat DIN Capai Rp 76,5 Triliun

KT1 26 Mar 2024 Investor Daily
Aplikasi mobile banking PT Bank Muamalat Indonesia Tbk yaitu Muamalat DIN berhasil menembus angka setengah juta pengguna aktif. Oleh karena itu, pionir bank syariah di Tanah Air ini terus menambah fitur baru untuk memenuhi kebutuhan dan referansi nasabah. Saat ini Muamalat DIN telah memiliki 198 fitur sejak pertama kali diluncurkan pada November  2019, dengan jumlah transaksi mencapai 56,7 juta dan volume transaksi mencapai Rp76,5 triliun sampai akhir 2023. Selain itu, Bank Muamalat juga mendorong peningkatan pembukaan rekening secara online melalui fitur digital customer on board. Saat ini pembukaan rekening via Muamalat DIN telah mencapai rata-rata meningkat lebih dari tiga kali lipat. Direktur Operasi dan Digital Bank Mualamat telah memasuki era superapp melalui berbagai  fitur dan layanan yang ada di Muamalat DIN. (Yetede)

Proxy of Indonesia Islamic Economic

KT1 26 Mar 2024 Investor Daily (H)
Pesatnya perkembangan Global Islamic Economiy tentu melahirkan pertanyaan kepada Indonesia  sebagai sebuah negeri dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Misalnya posisi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Itulah yang dilakukan oleh DinarStandard sejak 10 tahun yang lalu melakukan kajian dan menerbitkan State of Global Islamic Economy Report (SGIER) yang didukung oleh Salam Gateway dan Pemerintah Dubai, sebuah city-state yang memposisikan diri sebagai the capital of Global Islamic Economy. Sejak pertama kali dibuat, kajian tersebut berfokus  pada sektor-sektor industri dimana muncul kesadaran kuat pada kepatuhan kehalalan proses produksi dan konsumsi atau secara  umum dikenal sebagai  sharia compliance. (Yetede)

Menjaga Raison D’etre Pada Bank Syariah

HR1 21 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Sejarah perbankan syariah di Indo­ne­­­sia dimulai pada awal 1990-an dengan di­­­­di­­­­rikannya Bank Muamalat atas gagasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan masyarakat yang menginginkan adanya lembaga intermediasi yang berlandaskan prinsip syariah dalam menjalankan kegiatan usahanya. Prinsip-prinsip syariah tersebut antara lain mencakup larangan penambahan nilai pinjaman saat dilakukan pelunasan (riba), larangan dalam transaksi yang bersifat spekulatif atau berisiko tinggi (gharar), serta larangan investasi dalam bisnis yang haram. Selain itu, prinsip syariah juga menekankan keadilan dan kemitraan dalam berbagai aspek transaksi keuangan. Dalam perkembangannya, perbankan syariah telah tumbuh cukup baik, dan saat ini telah terdapat 14 bank umum syariah, 19 unit usaha syariah, serta 173 bank perekonomian rakyat syariah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dari tahun ke tahun, aset perbankan syariah juga secara umum menunjukan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perbankan konvensional. Perkembangan dimaksud tidak bisa dimungkiri banyak didasari dari kepercayaan masyarakat terhadap penerapan prinsip-prinsip syariah dalam perbankan syariah tersebut. 

Perbankan syariah dapat memenuhi kebutuhan layanan perbankan dengan memberikan solusi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, seperti pembiayaan berbasis bagi hasil (profit and loss sharing), sewa menyewa dan jual beli yang sesuai syariah, serta investasi yang mengutamakan keadilan dan kesetaraan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator industri jasa keuangan yang termasuk di dalamnya adalah perbankan syariah, turut mendorong terjaminnya penerapan prinsip syariah tersebut dengan baru saja menerbitkan Peraturan OJK No. 2/2024 tentang Penerapan Tata Kelola Syariah pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Sebagai aktor utama pengawasan prinsip syariah dalam bank, dalam peraturan ini peran dan tanggung jawab DPS sebagai pihak yang mengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan tata kelola syariah makin dipertegas dan dikuatkan. Selain tugas-tugas yang telah dilaksanakan saat ini, antara lain mengeluarkan opini syariah untuk seluruh produk dan layanan bank, DPS juga diharapkan dapat mengawasi arah strategis dan kebijakan bank agar penerapan tata kelola syariah dapat lebih menyeluruh, serta beriringan dengan pelaksanaan tata kelola yang baik (good corporate governance) pada kegiatan usaha dan operasional bank. Dengan menjaga prinsip syariah dalam operasionalnya, bank syariah tidak hanya akan tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin bertransaksi sesuai dengan keyakinan mereka, tetapi juga akan terus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Perluasan Penetrasi, Bank Syariah Rencanakan Go Public

KT1 20 Mar 2024 Investor Daily
Sejumlah bank syariah terus meningkatkan fundamental kerjanya di tengah tantanggan ekonomi global saat ini. Peningkatan kinerja tersebut  juga dalam rangka untuk memuluskan rencana go public melalui initial pubic offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Rencana tersebut dilakukan dalam jangka menengah hingga jangka panjang. Adapun, saat ini terdapat empat bank syariah yang telah melantai di BEI, yaitu PT bank Syariah Indonesia Tbk (BSI/BRIS), PT Bank BTPN Syariah  Indonesia Tbk (BTPS), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), dan PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK). Pada penutupan perdagangan Selasa (19/3/2024) berdasarkan data RTI Business, kapitalisasai pasar BRIS sebesar Rp 122,7 triliun. BPTS mencatatkan market cap Rp10.01 triliun, kapitalisasi BANK sebesar Rp14,4 triliun, dan market cap PNBS senilai Rp 1,98 triliun. (Yetede)

BSI Ingin Masuk Jajaran Bank Papan Atas

KT1 20 Mar 2024 Investor Daily
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), mengharapkan bisa masuk jajaran  bank papan atas atau kelompok  bank Indonesia berdasarkan modal inti (KBMI) 4 dengan modal lebih dari 70 triliun. Ada pun per Desember, modal BSI sebesar Rp36,09 triliun, meningkat 105,22% dibandingkan tahun sebelumnya Rp31,23 triliun. Salah satu langkah yang dilakukan adalah  mengalokasikan laba sebagai  laba ditahan untuk memperkuat modal. Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, untuk rasio dividen yang akan dibagikan  saat rapat Umum Pemegang Saham Tahunan nanti masih belum diketahui, namun diharapkan sama dengan tahun lalu, dimana BSI membagikan 10% dari laba bersih tahun buku 2022. (Yetede)

Perkuat Ekonomi Umat, BSI Serahkan Zakat Lebih dari Rp 222 Miliar

KT1 14 Mar 2024 Investor Daily (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin mengukuhkan komitmen untuk memperkuat ekonomi umat dengan mendorong peningkatan penyaluran zakat perusahaan. Pada Ramadhan tahun ini, BSI menyerahkan Rp 222,7 miliar zakat perusahaan melalui Baznas, melesat 29 % dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dirut BSI Hery Gunardi mengatakan, pihaknya dapat mendorong kenaikan zakat seiring pertumbuhan laba bersih perseroan sepanjang 2023. Dari total zakat yang disalurkan, Rp 189,7 miliar merupakan zakat dari laba perusahaan dan Rp 33 miliar merupakan zakat pegawai. Dengan angka tersebut BSI kembali menjadi perusahaan dengan volume zakat terbesar di Indonesia. (Yetede)

Januari, Transaksi BSI Mobile Rp 47 Triliun

KT1 13 Mar 2024 Investor Daily

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) hingga Januari 2024 mencatatkan jumlah transaksi di BSI Mobile sebanyak 38 juta transaksi dengan volume Rp 47 triliun, sementara transaksi menggunakan QRIS BSI berada di angka 5 juta transaksi dengan volume Rp 697 miliar. Memasuki bulan Suci Ramadan, BSI mendorong masjid sebagai pusat keuangan syariah dengan bertransaksi digital selama bulan Ramadan, melalui baitul mal sebagai pemberdayaan ekonomi umat.

BSI terus memperkuat kemitraan dengan pengelola masjid dengan memperluas layanan keuangan seperti ATM dan QRIS di masjid-masjid. Dari 300.000 masjid yang terdaftar di Sistem Informasi Masjid (Simas) Kemenag RI, jumlah masjid yang telah terdaftar bekerja sama dengan BSI sebanyak lebih dari 53.000 masjid di seluruh Indonesia. Total dana pihak ketiga (DPK) di ekosistem masjid BSI tercatat Rp 4,6 Triliun. (Yetede)