Keuangan
( 1012 )Industri Asuransi Tetap Menjadi Sorotan
INDUSTRI asuransi memang menjadi salah satu sorotan Presiden RI Joko Widodo. Beragam kasus terus terjadi dan membuat nasabah banyak mengalami kerugian. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar sendiri menjelaskan masalah pada perusahaan asuransi jiwa semisal PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha dan kawan-kawannya, sudah mengancam dan menekan bisnis asuransi.
Buktinya kinerja premi asuransi jiwa terkontraksi alias minus 7,8% di tahun 2022. Maka dari itu, penyelesaian masalah pada industri asuransi harus segera dilakukan dalam waktu yang cepat.
Mahendra juga menambahkan untuk menyelesaikan masalah ini akan dijalankan Program Penjaminan Polis pada tahun 2028 agar Perusahaan Asuransi dapat memenuhi persyaratan kepesertaan Program Penjaminan Polis dengan terus melakukan upaya penyehatan industri asuransi.
MENGAMANKAN INDUSTRI KEUANGAN
Peran industri jasa keuangan terhadap ekonomi nasional sulit dinafikan. Selama ini sektor tersebut menjadi penopang konsumsi serta investasi yang merupakan pilar akselerasi ekonomi. Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (2/6), sektor jasa keuangan dan asuransi berkontribusi Rp808,5 triliun atau 4,13% terhadap produk domestik bruto (PDB) tahun lalu yang tercatat Rp19.588,4 triliun. Adapun pada tahun lalu, ekonomi Indonesia tumbuh 5,31% secara tahunan. Tak heran jika lantas Presiden Joko Widodo kembali mewanti-wanti segenap pihak terkait untuk mengamankan sektor jasa keuangan. Apalagi, masih ada persoalan yang menjadi ganjalan. Contohnya adalah kasus gagal bayar perusahaan jasa keuangan yang menyita perhatian Presiden. Dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2023 di Jakarta, Senin (6/2), Presiden meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi lebih intensif produk jasa keuangan mengingat adanya kasus wanprestasi pembayaran kewajiban triliunan rupiah kepada nasabah. Menunjuk sejumlah kasus gagal bayar yang melibatkan Asabri, Jiwasraya, KSP Indosurya, dan Wanaartha Life, Jokowi mengatakan dana masyarakat yang ‘dititipkan’ di perusahaan jasa keuangan harus dilindungi.
Berdasarkan data OJK, pendapatan premi asuransi jiwa tahun lalu anjlok 7,9% menjadi Rp169,95 triliun. Selain karena penurunan kepercayaan, kontraksi terjadi karena koreksi kebijakan produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (Paydi) alias unit-linked dan klaim produk asuransi kredit yang besar. Merespons permintaan tersebut, OJK menegaskan bakal melakukan serangkaian upaya peningkatan integritas akuntabilitas, dan kredibilitas terkait investasi di industri keuangan nonbank dan pasar modal. Di industri asuransi, misalnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan regulator akan menyelesaikan problem asuransi dan produk asuransi bermasalah, penerapan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) 74, penguatan fungsi aktuaris, dan penataan pemasaran produk asuransi.
Selebriti Ikut Menelan Pahit Ulah KSP Indosurya
Tawaran investasi dengan iming-iming bunga tinggi menjadi senjata paling ampuh memikat banyak orang. Tidak hanya masyarakat awam, para figur publik tak luput dari jeratan kata-kata manis tim pemasaran yang menawarkan investasi dengan pengembalian atau return tinggi.
Fenomena ini terjadi di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Setelah koperasi ini gagal bayar hingga triliunan rupiah, para nasabah masih harus menerima kenyataan pahit. Hasil putusan hakim malah memvonis lepas para terdakwa.
Seorang presenter di Tanah Air, Anya Dwinov menjadi salah satu nasabah yang menjadi korban koperasi ini. Uangnya senilai Rp 5 miliar yang ditempatkan dalam bentuk deposito kini belum bisa kembali.
Awal mula Anya menempatkan dananya di KSP Indosurya terjadi pada tahun 2018.
Tahun 2018, suku bunga Bank Indonesia (BI) paling tinggi sebesar 6%. Tentu angka 7,5% cukup menggiurkan.
Untuk membangun kepercayaan nasabah, KSP Indosurya selalu mengadakan gathering dengan beberapa nasabah loyal. Gathering KSP Indosurya selalu diselimuti kemewahan dengan goodie bag yang selalu menarik. Selain itu, selalu ada tawaran bunga gila-gilaan di malam gathering tersebut jika nasabah top up di saat itu juga.
Setelah kasus gagal bayar mencuat, Anya sempat mengikuti kesepakatan dari KSP Indosurya yang menawarkan dana akan dicicil selama 10 tahun. Janjinya, cicilan setiap bulan ada sekitar Rp 43 juta mulai Januari 2021. “Sampai Februari 2023, uang saya baru dikirim Rp 2,9 juta,” jelasnya.
IFG Mulai Mengelola Investasi Dana Pensiun BUMN
Indonesia Financial Group (IFG) akan mengelola investasi dana pensiun Badan Usaha Millik Negara (BUMN). Tujuannya agar investasi dari dapen
holding
perasuransian dan dana pensiun memulai mengelola investasi dana pensiun semakin membaik.
Hal ini tengah isu banyaknya dana pensiun BUMN yang bermasalah. Direktur Utama IFG, Robertus Bilitea mengungkapkan, saat ini pihaknya mendorong delapan dana pensiun untuk melakukan pengelolaan dana bersama.
Robertus mengungkapkan saat ini pihaknya belum ada rencana menambah jumlah dana pensiun BUMN yang akan dikelola bersama.
"Untuk sementara sebagai
pilot project
delapan dana pensiun itu dulu," ujar Robertus, kemarin.
Delapan dana pensiun yang saat ini melakukan pengelolaan dana bersama IFG antara lain dana pensiun milik PT Angkasa Pura I, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Nindya Karya (Persero), Perum Jasa Tirta II, Perum Peruri, PT Taspen (Persero) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, inisiatif tersebut untuk memastikan agar pengelolaan dana pensiun tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Simpanan Valas Meningkat
Tren kenaikan suku bunga deposito valuta asing mendorong peningkatan simpanan valas di perbankan. Masyarakat yang memegang valas terdorong untuk menyimpan dananya di sistem perbankan. Berdasarkan data LPS, rata-rata suku bunga pasar (SBP) deposito valas selama periode 20 Desember-16 Januari 2023 tnaik sebesar 11 basis poin menjadi 1,48 %. Tren kenaikan SBP deposito valas sudah terjadi sejak Agustus 2022 dari kisaran 0,5 % menjadi 1,48 % pada Januari 2023. Sementara itu, tingkat bunga penjaminan deposito valas juga terus meningkat. Dalam rapat Dewan Komisioner LPS, Kamis (26/1) LPS kembali menaikkan tingkat bunga penjaminan deposito valas sebesar 25 basis poin menjadi 2 %. Tingkat bunga penjaminan tersebut akan berlaku untuk periode 1 Februari sampai 31 Mei 2023.
Kenaikan SBP deposito valas mengerek jumlah dana pihak ketiga (DPK) valas perbankan. Berdasarkan data analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), jumlah DPK valas juga mengalami tren kenaikan sejak Agustus 2022, dari setara Rp 1.049 triliun menjadi setara Rp 1.187 triliun pada Desember 2022. Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, kenaikan DPK valas salah satunya memang dipicu oleh kenaikan SBP deposito valas dan bunga penjaminan deposito valas. ”Kenaikan bunga deposito valas yang didukung kenaikan bunga penjaminan deposito valas ini memberi dorongan pemegang valas untuk menyimpan di perbankan kita,” ujar Ryan, Jumat (27/1). (Yoga)
Literasi Keuangan Pekerja Migran
Seorang perempuan pekerja migran bernama Hana mengungkapkan, dirinya menjadi korban penipuan komplotan Wowon Erawan asal Cianjur, Jabar. Hana nyaris dibunuh para pelaku sepulang dari Arab Saudi, akhir 2022. Hana adalah satu di antara 11 korban penipuan yang telah ditelusuri polisi dari riwayat transaksi di rekening tabungan komplotan Wowon cs. Para pelaku mengelabui korban agar percaya bahwa mereka bisa menggandakan uang dengan trik tertentu. Korban diminta menemui mereka dan membawa sejumlah uang, lalu mempraktikkan trik memperbanyak uang dalam amplop. Setelah itu, korban diminta menyetorkan uang secara rutin untuk diambil hasilnya kemudian hari. Pelaku juga mengajak korban merekrut pekerja migran lain untuk ikut serta (Kompas, 27/1). Sampai saat ini, di luar korban penipuan, diketahui ada sembilan korban yang dibunuh ketiga pelaku.
Penggandaan uang menjadi modus para pelaku. Tawaran mereka sangat menggiurkan. Dalam tempo singkat nilai uang bisa berlipat. Kita makin prihatinkarena kasus seperti ini terus berulang. Masyarakat mudah sekali terlena dengan tawarantawaran mendapatkan uang berlimpah atau investasi dengan suku bunga yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Di sinilah kita kembali mengingatkan kebutuhan literasi keuangan kepada semua pihak, terkhusus kepada pekerja migran. Pekerja migran perlu mendapat perhatian lebih karena mereka memegang uang dalam jumlah besar dan mudah menjadi sasaran kejahatan. Melalui kedutaan besar, lembaga keuangan, agen, dan juga otoritas, kita perlu memulai langkah-langkah literasi bagi para pekerja migran. Berawal dari pengelolaan dana, kemudian risiko yang dihadapi ketika mereka memegang uang, tawaran investasi yang tidak masuk akal, hingga langkah yang lebih lanjut, yaitu investasi setelah menjadi pekerja migran. (Yoga)
KPK: Kemenag-BPKH Harus Jelas Sosialisasikan Biaya Haji
JAKARTA, ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mensosialisasikan biaya haji secara jelas dan transparan ke masyarakat. Sosialisasi penting karena masyarakat selama ini berasumsi biaya haji atau ONH yang besarannya Rp 35 juta hingga Rp 40 juta adalah total biaya haji, termasuk transportasi, akomodasi, biaya hidup, dan sebagainya. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron usai pertemuan dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Gedung Merah PutihKPK, Jakarta, Jumat (27/1/2023) “Ketika Kemenag kemarin mengumumkan rencana ONH (ongkos naik haji) di 2023 senilai Rp69 juta masyarakat terkejut, karena selama ini tidak tersosialisasikan secara jelas sesungguhnya masyarakat itu apakah selama ini sudah memenuhi kebutuhan biaya ibadah haji secara keseluruhan,” kata Nurul Ghufron. (Yetede)
RPKP AJB Bumiputera di OJK
Salah satu perusahaan asuransi lain yang Rencana Penyehatan Keuangan Perusahaan (RPKP) ditunggu adalah Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912.
Juru Bicara Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera 1912 RM Bagus Irawan mengungkapkan bahwa RPKP AJB Bumiputera tidak ada pembahasan dan tinggal menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada beberapa kali penyempurnaan, ujar Bagus kepada KONTAN, Kamis (26/1).
Hanya Bagus masih enggan menjabarkan poin-poin rencana penyehatan keuangan AJB Bumiputera.
Tampung DHE, Likuiditas Valas Semakin Longgar
Bank Indonesia (BI) dan perbankan bergegas menyambut devisa hasil ekspor (DHE) yang bakal ditampung di dalam negeri. Terlebih, regulator menemukan 200 perusahaan yang berpotensi parkirkan DHE sumber daya alam (SDA) di dalam negeri pada 2023. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan, mengakui. likuiditas valuta asing (valas) bank cukup terbantu dengan adanya inisiatif DHE. Ia menyebut, loan to deposit ratio (LDR) valas perbankan sempat ketat hingga 100%. "Dengan adanya DHE itu sudah turun ke bawah 90%, bahkan ada di bawah 80%," ujar Panji.
Ia menjelaskan, DHE memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi neraca perdagangan Indonesia sudah mencapai US$ 45 miliar. Ia menyatakan, bila dana itu masuk ke sistem perbankan, akan sangat membantu likuiditas perbankan.
"Bank juga bisa menempatkan dana di TD valas yang diterbitkan BI setiap hari. Itu bunganya sekitar 3,75% karena. Sovereign juga di level 4,5% seiring The Fed Rate di posisi 4,25%," jelas Panji.
Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto menyatakan, telah menyiapkan infrastruktur internal untuk mengakomodasi berbagai ketentuan yang wajib dipenuhi. Misalnya, pemberian flagging atas penempatan DHE ke dalam instrumen BI.
“Likuiditas valas di awal tahun 2023 masih terjaga serta tetap aktif mendukung pertumbuhan kredit, dengan LDR valas posisi Desember 2022 sebesar 51,65%,” paparnya.
KEUANGAN, Sepak Terjang Raja Ponzi Dunia
Pada 2008 lalu, di tengah krisis finansial global, terungkap skandal penipuan skema ponzi terbesar yang pernah tercatat dunia. Adalah Bernard Lawrance Madoff, otak kejahatan penipuan yang dilakukannya lebih dari 20 tahun dengan nilai kerugian 65 miliar USD. Bahkan, Madoff pernah menjadi Direktur Nasdaq, bursa efek di New York. Madoff mendirikan perusahaan sekuritas. Namun, sebagian besar dana investor dikelola secara ilegal dan tidak pernah dilaporkan ke Security Exchange Commission (SEC) yang merupakan pengawas pasar modal di AS. Karena sifatnya yang ilegal, Madoff menciptakan akses pengelolaan dana investasi inieksklusif hanya untuk kalangan elite tertentu. Prestasi Madoff membawakan para investor imbal hasil yang stabil tanpa pernah mengalami kerugian sedikit pun itu jadi pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) di lingkungan investor kakap. Menurut mereka, rahasianya cukup berinvestasi di Madoff. Dengan cepat, bisnis ilegal Madoff itu pun langsung menggurita. Cara yang dilakukan Madoff adalah menjalankan penipuan skema ponzi atau money game. Madoff menjanjikan imbal hasil kepada investor dengan membelanjakan uang pada asset atau instrumen investasi. Namun, sebetulnya Madoff tidak pernah benar-benar membelanjakan uangnya atau berinvestasi.
Imbal hasil investor A sebetulnya merupakan uang yang berhasil dihimpun Madoff dari investor B sehingga seakan-akan investor A mendapatkan imbal hasil, begitu seterusnya. Madoff hanya memutar uang antar-investor saja, maka disebut money game. Lantas sebagian uang itu pula yang digelapkan dan dinikmati oleh Madoff. Skema penipuan ini diciptakan oleh Charles Ponzi pada periode 1920-an. Karena aksi penipuannya itu sangat terkenal, namanya pun diabadikan menjadi skema penipuan ini. Semuanya runtuh pada 2008. Krisis finansial global memicu para investor menarik dananya secara besar-besaran, termasuk dana yang dikelola Madoff secara ilegal. Madoff pun mengalami gagal bayar. Menurut penyelidikan, total dana kelolaan bisnis ilegal Madoff mencapai 65 miliar USD, skandal penipuan ponzi dengan nilai terbesar yang pernah terjadi di dunia. Madoff pun mengaku bersalah. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 150 tahun kepadanya. Pada April 2021, Madoff meninggal dalam usia 84 tahun. Praktik penipuan miliaran USD ini terjadi karena keserakahan. Para investor kakap, yang sejatinya sudah kaya dan sangat paham literasi keuangan, dibutakan keuntungan yang berlipat tetapi tidak kritis atau mempertanyakan metode apa yang dilaksanakan Madoff. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Perekonomian di Kota Penyangga Kembali Bergeliat
14 Jun 2020 -
Perhotelan Siapkan Standar Operasi Baru
14 Jun 2020 -
Kemenkeu akan Terbitkan Surat Utang Diaspora
07 Jun 2020 -
China Berkomitmen Bantu RI Hadapi Covid
07 Jun 2020 -
Inilah Konsekuensi Akibat Batal Berangakat Haji
07 Jun 2020









