KEUANGAN, Sepak Terjang Raja Ponzi Dunia
Pada 2008 lalu, di tengah krisis finansial global, terungkap skandal penipuan skema ponzi terbesar yang pernah tercatat dunia. Adalah Bernard Lawrance Madoff, otak kejahatan penipuan yang dilakukannya lebih dari 20 tahun dengan nilai kerugian 65 miliar USD. Bahkan, Madoff pernah menjadi Direktur Nasdaq, bursa efek di New York. Madoff mendirikan perusahaan sekuritas. Namun, sebagian besar dana investor dikelola secara ilegal dan tidak pernah dilaporkan ke Security Exchange Commission (SEC) yang merupakan pengawas pasar modal di AS. Karena sifatnya yang ilegal, Madoff menciptakan akses pengelolaan dana investasi inieksklusif hanya untuk kalangan elite tertentu. Prestasi Madoff membawakan para investor imbal hasil yang stabil tanpa pernah mengalami kerugian sedikit pun itu jadi pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth) di lingkungan investor kakap. Menurut mereka, rahasianya cukup berinvestasi di Madoff. Dengan cepat, bisnis ilegal Madoff itu pun langsung menggurita. Cara yang dilakukan Madoff adalah menjalankan penipuan skema ponzi atau money game. Madoff menjanjikan imbal hasil kepada investor dengan membelanjakan uang pada asset atau instrumen investasi. Namun, sebetulnya Madoff tidak pernah benar-benar membelanjakan uangnya atau berinvestasi.
Imbal hasil investor A sebetulnya merupakan uang yang berhasil dihimpun Madoff dari investor B sehingga seakan-akan investor A mendapatkan imbal hasil, begitu seterusnya. Madoff hanya memutar uang antar-investor saja, maka disebut money game. Lantas sebagian uang itu pula yang digelapkan dan dinikmati oleh Madoff. Skema penipuan ini diciptakan oleh Charles Ponzi pada periode 1920-an. Karena aksi penipuannya itu sangat terkenal, namanya pun diabadikan menjadi skema penipuan ini. Semuanya runtuh pada 2008. Krisis finansial global memicu para investor menarik dananya secara besar-besaran, termasuk dana yang dikelola Madoff secara ilegal. Madoff pun mengalami gagal bayar. Menurut penyelidikan, total dana kelolaan bisnis ilegal Madoff mencapai 65 miliar USD, skandal penipuan ponzi dengan nilai terbesar yang pernah terjadi di dunia. Madoff pun mengaku bersalah. Pengadilan menjatuhkan hukuman penjara 150 tahun kepadanya. Pada April 2021, Madoff meninggal dalam usia 84 tahun. Praktik penipuan miliaran USD ini terjadi karena keserakahan. Para investor kakap, yang sejatinya sudah kaya dan sangat paham literasi keuangan, dibutakan keuntungan yang berlipat tetapi tidak kritis atau mempertanyakan metode apa yang dilaksanakan Madoff. (Yoga)
Postingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023